Tim Audit Korupsi Unirow Kembali Turun

TUBAN – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jatim kemarin (20/7) kembali turun ke Tuban. Mereka ingin mengambil data tambahan terkait audit dokumen keuangan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Audit tersebut terkait pengitungan besarnya kerugian negara dalam kasus korupsi dana beasiswa di kampus yang ada di Jalan Manunggal tersebut.

Kasatreskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso mengatakan, ada sejumlah dokumen penting yang dipinjam tim audit kepada penyidik satreskrim. Untuk kepentingan audit, dia merahasiakan nama-nama dokumen tersebut. ”Yang pasti, dokumen-dokumen tersebut dalam penguasaan polisi terkait penyidikan,” tutur mantan Kaurbinops Reskrim Polres Tuban ini.

Menurut Budi, dokumen tersebut diperlukan tim audit untuk tambahan pengitungan kerugian negara dalam kasus korupsi beasiswa. Sebelumnya, dokumen yang lain juga dipinjam tim audit untuk keperluan yang sama.

Perwira dengan pangkat balok dua di pundak ini menambahkan, dokumen yang dipinjam tim audit ini terakhir sebelum mereka memutuskan kerugian negara. Salah satu sumber terpercaya di Mapolres Tuban menyatakan, dalam audit tersebut, BPKP menemukan kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Kerugian terkait kerja sama Unirow dalam prodi pendidik guru taman kanak-kanak (PGTK), pendidikan jasmasni kesehatan dan rekreasi (penjaskesrek), dan pendidikan agama Islam (PAI). Tiga prodi tersebut tidak dimiliki Unirow.

Untuk melaksanakan, kampus ini bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar kota. ”Di sinilah kerugian tersebut muncul,” tutur sumber yang enggan disebut namanya.

Kerugian lain dalam kasus korupsi tersebut adalah munculnya 80 mahasiswa fiktif penerima beasiswa.

Diberitakan sebelumnya, audit BPKP dimulai Selasa (9/3) lalu. Turunnya tim pemeriksa ini untuk menentukan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dengan tersangka utama Rektor Unirow Tuban, Hadi Tugur.

Pengajuan mahasiswa fiktif penerima beasiswa diperkirakan sejak tahun ajaran baru 2007. Dari hasil ekspos penyidik, pada pencairan tahap I (2007), dana yang diterima Unirow Rp 3.018.000.000. Pada tahap II, nilainya Rp 3.028.000.000 untuk 1.514 mahasiswa penerima beasiswa.

Selain mengajuan mahasiswa fiktif penerima beasiswa, dalam penyidikan juga ditemukan indikasi pemotongan dana beasiswa mahasiswa Unirow Tuban yang dikemas dengan sumbangan sukarela. Untuk tahap II saja, total dana yang dipotong senilai Rp 130 juta. (ds/yan) (dikutip dari Radar Bojonegoro, 21 Juli 2010).

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: