Yenny: Mau Islah? Akui Dulu Gus Dur

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) versi Musyawarah Luar Biasa (MLB) Parung, Bogor, Jawa Barat, Yenny Wahid, mengingatkan upaya islah antarkubu yang bertikai di dalam tubuh partai politik (parpol) berbasis mayoritas masa nahdliyin tersebut hanya bisa dilakukan jika prinsip utama, pengakuan terhadap KH Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Dewan Syuro PKB, disepakati bersama. Tanpa pengakuan seperti itu, tambah Yenny, upaya islah mustahil bisa dilakukan.

Hal itu disampaikannya, Selasa (20/7/2010), saat bersama jajaran kepengurusannya datang dan menemui jajaran redaksi dipimpin Kepala Desk Politik dan Hukum Kompas, Tri Agung Kristanto.

Yenny menegaskan, langkah islah bukan hanya pertemuan dan acara duduk bersama antarpihak yang bertikai, apalagi sampai hanya menjadi sekadar praktik bagi-bagi dan iming-iming pemberian kekuasaan atau posisi jabatan, seperti diklaimnya terus dilancarkan pihak lawan.

“Memang banyak pihak menginginkan ada islah di PKB. Saya kira itu hal baik dan keinginan yang wajar. Sayangnya, kami melihat ada upaya mengembuskan wacana kalau islah sudah terjadi seperti kerap dilontarkan Cak Imin (Muhaimin Iskandar) melalui sejumlah media massa,” ujar Yenny.

Yenny membantah langkah itu sudah terjadi atau dilakukan. Menurutnya, tidak pernah ada perbincangan atau upaya menjajaki langkah tersebut. Malahan, tambah Yenny, dirinya di depan Fatayat NU malah diklaim sudah setuju menggelar islah, tetapi masih akan menunggu dirinya melahirkan putra pertamanya.

Dia mengaku hanya tertawa mendengar upaya manipulasi seperti itu. “Buat kami, islah hanya mutlak bisa terjadi jika mereka mengakui keberadaan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) sebagai Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB secara legal dan bukan sekadar lisan. Saya yakin pengakuan macam itu yang tidak bisa diberikan oleh Cak Imin. Kalau cuma mau menawar-nawarkan posisi jabatan, mohon maaf saja,” ujar Yenny.

Dalam kesempatan tersebut, Yenny juga menyayangkan adanya upaya negatif, mencoba memanipulasi dan mengapitalisasi figur Gus Dur sehingga seolah-olah ada pengakuan.

Caranya dengan menggunakan simbol-simbol Gus Dur melalui berbagai acara, seperti menerbitkan buku tentang Gus Dur atau memberikan penghargaan atas nama tokoh berpengaruh itu.

Cara-cara seperti itu, menurut Yenny, sangat tidak etis dan tidak bermoral. Namun, mereka mencoba tetap konsisten menempuh jalur hukum, salah satunya menggelar upaya ke Komisi Yudisial dan juga menempuh upaya kasasi ke Mahkamah Agung, yang diperkirakan sebelum akhir bulan ini sudah keluar hasilnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hermawi Taslim, salah seorang Ketua DPP PKB versi Gus Dur, memaparkan bahwa upaya-upaya hukum memang sengaja mereka tempuh untuk menghadapi langkah pihak Muhaimin, sekaligus untuk menggiring mereka bersedia melakukan langkah islah secara institusional dan menyeluruh.

“Lha, katanya mau membuat islah secara alamiah, tapi kenyataannya cuma mendatangi kami satu per satu menawarkan jabatan dan bergabung dengan DPP PKB versi mereka. Patut diingat, kami sekarang ini berjuang bukan untuk keuntungan diri sendiri, melainkan untuk kelangsungan PKB dan masyarakat akar rumput yang diwakilinya,” ujar Hermawi.

Hermawi menambahkan, apa yang diucapkan dan dilakukan Muhaimin selama ini lebih bersifat upaya mengakuisisi ketimbang islah. Hal itu, tambahnya, tampak dari sejumlah pernyataan Muhaimin di media massa kalau dirinya tengah menyeleksi orang-orang.

“Jadi, dia seolah menempatkan diri menjadi semacam presiden komisaris dan orang-orang berbaris di depan dia untuk kemudian dia tentukan siapa yang pantas masuk kepengurusannya dan siapa yang tidak. Hal seperti itu bukan islah. Jangan heran jika kemudian cara dia itu memunculkan perpecahan sendiri di dalam kepengurusannya sekarang, seperti dengan Lukman Edi,” ujar Hermawi.

Diingatkan pula, jika pola dan cara manipulatif serta bagi-bagi kekuasaan tetap dilakukan, diyakini PKB tidak akan bertahan (survive) di Pemilihan Umum 2014 mendatang.

Malah bukan tidak mungkin, ujar Masduki Baidlowi yang ikut mendampingi Yenny, rencana PKB Muhaimin melirik upaya konfederasi parpol usungan PAN menunjukkan pengakuan tentang prediksi tadi. (dikutip dari Kompas.com, 21 Juli 2010).

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: