Diindikasi Ada Unsur Pemaksaan – Relokasi Pasar Karangagung Masih Bermasalah

TUBAN – Relokasi pedagang pasar Karangagung Kecamatan Palang, kemarin (22/7) dimulai. Sebagian pedagang sudah pindah ke pasar baru yang berjarak sekitar 200 meter (m) dari pasar lama. Namun, kabarnya kepindahan pedagang tersebut diindikasi ada unsur pemaksaan dari Pemkab Tuban. Beberapa pedagang mengaku, kepindahan mereka itu atas paksaaan petugas dari Kecamatan Palang dan Satpol PP. ”Pegawai kecamatan dan Pol PP yang memaksa untuk pindah. Dan juga ada polisinya,” ujar salah satu pedagang yang enggan namanya disebutkan.

Menurut dia, saat dirinya tiba di pasar Karangagung lama sekitar pukul 03.00, sejumlah petugas sudah berjaga-jaga disekitar pasar. Sementara didalam pasar, petugas sudah meminta dengan memaksa agar pedagang segera pindah. Bahkan, ada sebagian para pedagang ini dihadang oleh petugas agar langsung menuju pasar baru Karangagung. Sebagian pedagang terpaksa menerima tindakan oknum petugas tersebut. Namun, ada juga yang menolak dan masih bertahan untuk berjualan di pasar lama.

Pindahnya pedagang pasar yang diindikasi adanya unsur pemaksaan membuat Kades Karangagung dan BPD setempat meradang. Mereka bersama warga sekitar pukul 07.00 langsung mendatangi Pasar Karangagung lama dan baru. Dengan membawa megaphone, Kades-BPD menyerukan agar para pedagang tetap bertahan di pasar lama. Disela-sela itu, mereka menyebarkan pamflet bertuliskan seruan agar tidak pindah.

Sementara itu, petugas dari Satpol PP, Kecamatan Palang dan kepolisian pagi hingga siang kemarin berjaga-jaga disekitar pasar Karangagung. Bahkan, satu pleton pasukan dalmas Polres Tuban disiagakan di Polsek Palang untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Kades Karangagung, Mim Yuana ketika dikonfirmasi menyesalkan sikap Pemkab Tuban karena telah memaksa para pedagang untuk pindah. ”Mestinya petugas itu hanya mengamankan, bukan menyuruh pindah para pedagang,” tegasnya.

Dikatakan dia, pihaknya bersama warga mengancam akan menggelar aksi besar-besar agar pedagang bertahan di pasar lama, sebelum tuntutan kompensasi dikabulkan.

Sementara itu, pengelola pasar baru Karangagung, Nur Khozin membantah adanya unsur pemaksaan pindahnya para pedagang tersebut. ”Nggak ada paksaan. Sebab, pemindahan jam 03.00, para pedagang langsung menuju pasar baru Karangagung,” terangnya. (zak/wid) (dikutip dari Radar Bojonegoro 23 JUli 2010).

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: