Pasar Desa Dipindah, Pemdes-Pedagang Kompak Menolak

Kamis, 22 Juli 2010 16:36:23 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajaim.com) – Polemik keberadaan pasar baru di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, belakangan ini bertambah memanas.

Bahkan, saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Tuban melakukan upaya paksa relokasi, para pedagang dan pihak pemerintahan desa (Pemdes) Karangagung, sepakat menolak.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (22/7/2010) menyebutkan, jika pedagang Pasar Karangagung serta Perangkat Desa Karangagung mendatangi Kantor Kecamatan Palang.

Mereka membeber poster dan menyebar selebaran kepada warga yang lain dan mereka yang melintas di jalan raya pantai utara (pantura).

Penolakan tersebut didasari oleh tidak jelasnya pembangunan pasar baru yang akan ditempati pedagang, khususnya bagi hasil penarikan retribusi dengan pihak desa.

Sejumlah pedagang yang berhasil ditemui menjelaskan, jika para pedagang yang sebelumnya masih tetap menempati bangunan pasar yang lama diminta boyongan secara paksa oleh petugas Satpol PP Pemkab Tuban.

“Itu dilakukan petugas Satpol PP kepada para pedagang sejak pukul 05.00 WIB dinihari tadi,” kata Arif Rahman Hakim (30) salah seorang pedagang.

Diterangkan, jika sejauh ini warga sudah ada yang mulai boyongan ke tempat pasar baru, tetapi jumlahnya masih terbatas dan mereka juga akan segera kembali.

“Penolakan itu dilakukan karena kompensasi pengelolaan dari Pemkab Tuban ke Pemerintahan Desa (Pemdes) Karangagung masih
belum jelas,” sambungnya.

Selain itu, sistem pengelolaan pasar juga lebih merugikan Pemdes Karangagung yang selama ini sudah terlalu enak mengelola keberadaan pasar yang lama.

“Jika semuanya belum jelas, maka kami tetap akan melakukan penolakan,” jelasnya.

Menurutnya, selama Pemkab Tuban terus melakukan pemaksaan, maka pihaknya bersama dengan pedagang dan pemerintah desa akan terus melakukan perlawanan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Karangagung, Kecamatan Palang, Tuban, Mimyuana menyatakan, sejauh ini tercatat jumlah pedangang yang berada di pasar desa tersebut ada sekitar 191 orang.

“Saya menghimbau kepada para pedangang untuk segera kembali menempati pasar yang lama, karena keberadan pasar yang baru ini merugikan bagi pemasukan Desa Karangagung,” perintahnya.

Ditegaskan, jika seperti sebelumnya, jika pihak desa menginginkan keberadaan kompensasi untuk pengelolaan pasar desa yang baru seperti sebelumnya. Atau bagi hasil 70 dibanding 30 persen terhadap semua pendapatan dari retribusi pasar baru.

“Sebab, selama ini pasar lama yang dikelola Pemdes Karangagung adalah milik desa setempat. Selain itu, kami meminta kompensasi pengelolaan parkir dan ponten umum yang berada pasar tersebut,” sambungnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Tuban Joni Martoyo menegaskan, saat ini antara Pemkab Tuban dan Pemdes Karangagung, Kecamatan Palang Tuban, masih melakukan negosiasi. Sekaligus merumuskan kompensasi yang akan diberikan ke Pemerintah Desa.

“Masalah ini masih dalam pembicaraan dan tahap negosiasi antara Pemkab Tuban dan Pemdes Karangagung. Wajar kalau dalam proses negosiasi masih terjadi pembicaraan,” tegasnya. [mut/dul/gir) (Dikutip dari Beritajatim.com, 23 Juli 2010)

Iklan

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: