Diguyur Hujan 2 Hari, Palang Direndam Banjir Bandang

Tuban – Hujan mengguyur selama hampir 2 hari mengakibatkan banjir bandang di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Ratusan rumah dan lahan persawahan terendam air setinggi lutut orang dewasa, Rabu (28/7/2010).

Air bercampur tanah itu menerjang dari arah lereng bukit layut dan hutan jati Pakah yang telah gundul, ke permukiman penduduk Dusun Barneo, Desa Palang, Kecamatan Palang. Tak ada korban meninggal dalam periswa yang berlangsung sejak, Selasa (27/7/2010) malam.

Air sempat menyusut, namun Rabu (28/7/2010), air kembali datang bersamaan hujan deras dinihari tadi. Ratusan hektar lahan padi di dua desa itu terendam. Diperkirakan padi tersebut tinggal menyisakan 20 hari untuk dipanen, terancam puso. Meski begitu tak ada korban jiwa dan bangunan jebol.

Air meluncur deras melalui sungai kecil di samping jalan, hingga menuju laut utara. Sungai Palang ini merupakan sungai pembuangan utama yang melintas desa bencana tersebut.

Tragisnya lagi saat air banjir bandang datang air laut pasang. Ini menyebabkan air yang menggenang tak segera mengalir karena terhalau air laut tersebut. Dilema inilkah yang menyusahkan warga di desa bencana.

Keterangan yang dihimpun di lokasi bencana menyebutkan, tanda-tanda bakal datangnya banjir sebenarnya telah diantisipasi warga di dua desa tersebut. Sebab, jika hujan deras mengguyur kawasan bukit dan hutan pakah, dipastikan akan disusul banjir bandang. Apalagi awal bulan Januari 2010 lalu, juga telah terjadi peristiwa sama.

“Banjir bandang seperti ini sudah sering terjadi Mas, tapi ya tetap saja kondisinya. Pemerintah sama sekali tiak memberi bantuan kepada kami,” kata Ny Salamah di samping sejumlah warga yang ditemui detiksurabaya.com di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban, Rabu (28/7/2010).

Menurut warga, banjir yang terjadi kali ini adalah banjir yang kesekian kali melanda desanya. Bahkan termasuk desa-desa sekitarnya yang dilalui muara sungai Palang. Sungai yang menghubungkan bukit dan hutan Pakah menuju laut utara.

“Dalam kondisi seperti ini kami hanya meminta Pemda peduli, paling tidak memperbaiki tanggul sungai agar kalau hujan airnya tidak meluap,” kata Kaswadi di samping Muslih warga setempat secara terpisah.

Sementara para petani setempat terlihat mulai mengalirkan air yang merendam lahan sawahnya. Mereka cemas jika air yang menggenangi sawah tak dialirkan, bakal menjadikan pada yang baru berusia 1 bulan bakal puso.(fat/fat) (Dikutip dari detiksurabaya.com, 29 Juli 2010).

Iklan

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: