Ratusan Rumah Terendam – Ketua BPBD Mengaku Belum Mengetahui

Tuban, Bhirawa
Selama dua hari hujan mengguyur sebagian besar wilayah Kab Tuban, mengakibatkan banjir bandang di wilayah Kec Palang, Kab Tuban. Ratusan rumah dan lahan persawahan terendam air setinggi lutut orang dewasa.
Genangan air bercampur tanah itu, menerjang dari arah Lereng Bukit Layut dan hutan jati Pakah yang sudah gundul, ke permukiman penduduk Dusun Barneo, Desa Palang, Kec Palang. Tak ada korban meninggal dalam peristiwa yang berlangsung sejak kemarin Selasa (27/7) malam. Air sempat menyusut namun pada Rabu (28/7), air kembali datang bersamaan hujan deras dinihari tadi.

Dari data yang dihimpun Bhirawa, terdapat ratusan hektar lahan padi di dua desa itu terendam. Diperkirakan padi tinggal menyisakan 20 hari untuk dipanen, terancam puso. Air yang meluncur deras melalui sungai kecil di samping jalan, hingga menuju laut utara. Sungai Palang ini merupakan sungai pembuangan utama yang melintas desa bencana itu.
Tragisnya lagi disaat air banjir bandang datang air laut pasang. Ini menyebabkan air yang menggenang tidak segera mengalir karena terhalau air laut itu. Dilema inilah yang menyusahkan warga di desa bencana.
Dari keterangan beberapa warga di lokasi bencana menyebutkan, tanda-tanda akan datangnya banjir sebenarnya telah diantisipasi warga di dua desa itu. Sebab jika hujan deras mengguyur kawasan bukit dan hutan pakah, dipastikan akan disusul banjir bandang. Apalagi pada awal Januari 2010 lalu juga terjadi peristiwa sama.
”Banjir bandang seperti ini sudah sering terjadi Mas, tapi ya tetap saja kondisinya. Pemerintah sama sekali tak memberi bantuan kepada kami,” kata Ruwiyono di samping sejumlah warga yang ditemui di Desa Palang, Kec Palang, Tuban.
Menurut warga lain, Hamim Mukjizat, banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir yang kesekian kali melanda desanya. Bahkan termasuk desa-desa sekitarnya yang dilalui Muara Sungai Palang. Sungai yang menghubungkan bukit dan hutan Pakah menuju laut utara.
”Kita tidak berharap apa-apa, seperti saat ini, kami hanya meminta Pemkab peduli, paling tidak memperbaiki tanggul sungai agar kalau hujan airnya tidak meluap,” kata Hamim.
Sementara itu, para petani setempat terlihat mulai mengalirkan air yang merendam lahan sawahnya. Mereka cemas jika air yang menggenangi sawah tidak dialirkan, bakal menjadikan pada yang baru berusia satu bulan akan puso.
Sedangkan dikonfirmasi terpisah, Wabub Tuban, Drs Lilik Soehardjono yang juga Ketua Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Tuban, mengaku belum mendapatkan informasi dari stafnya terkait bencana itu. ”Belum mas, saya belum mendapatkan laporan dari Kesbanglinmas, nanti saya kabari. Yang pasti kita akan melihat kondisinya terlibih dahulu di lapangan,” kata Liliek Soehardjo. [hud] (Dikutip dari Harian Bhirawa, 29 Juli 2010).

Iklan

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: