Sekitar 90 Rumah di Tuban Terendam Banjir

Rabu, 28 Juli 2010 | 17:54 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Tuban – Sekitar 90 rumah dan belasan hektare tanaman padi di Kecamatan Palang, Tuban, Jawa Timur, diterjang banjir bandang, Rabu (28/7). Air berasal dari hujan yang turun berturut-turut empat hari terakhir.

Air yang menggenangi perumahan penduduk rata-rata 30 sentimeter hingga 40 sentimeter. Rumah yang tergenang berada di Desa Karangagung dan Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Belum ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang ini.

Data di lapangan menyebutkan, banjir yang menyasar ke Kecamatan Palang ini sudah terjadi empat kali tahun ini. Penyebabnya, lereng bukit Layut dan hutan jati di Pakah, tidak mampu menyerap air hujan yang tinggi. Hutan di perbukitan Palang dalam empat tahun terakhir mulai rusak dan gundul.

Data di Pemerintah Tuban mencatat ada sekitar 90 rumah yang kebanjiran. Rumah tersebut berlokasi di Desa Palang dan Karang Agung. Kini tengah diupayakan, kawasan itu bisa terhindar banjir jika Sungai Klero—berlokasi di selatan Kecamatan Palang, meluap. Di antaranya, memperkuat tanggul yang sempat jebol akibat banjir awal tahun lalu.

Banjir bandang juga merendam tanaman padi di Desa Palang dan Karang Agung. Warga cemas padi rata-rata berumur satu bulan, terancam puso akibat terendam banjir lebih dari dua hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Tuban, Lilik Soeharjono mengakui banjir akibat tingginya curah hujan yang menyasar ke Kecamatan Palang. Apalagi didukung posisi air laut tengah pasang. “Akibatnya air susah surut,” ujarnya di Tuban, Rabu (28/7) siang.

Aktivis Cagar—LSM lingkungan di Tuban, Edy Thoyibi mengkritik kebijakan Pemerintah yang tidak ramah lingkungan. Di antaranya eksploitasi pegunungan kars (kapur) untuk kebutuhan semen. Dampaknya, sejumlah daerah di Tuban, bagian utara (berbatasan dengan pesisir pantai utara) dan selatan (berbatasan dengan Bojonegoro), rawan bencana banjir. “Ini harus difikirkan,” tegasnya yang dihubungi lewat telepon, Rabu, siang.
SUJATMIKO (Dikutip dari Tempointeraktif, 29 Juli 2010).

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: