Ganyang Malaysia! Apakah itu Perlu?

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)

Akhir-kahir ini demonstarsi dari beberapa elemen bangsa yang menyuarakan anti Malaysia dan bahkan menggelorakan kembali Ganyang Malaysia marak terjadi hampir di seluruh penjuru tanah air. Hal ini dipicu adanya penangkapan aparat Dinas Kelautan dan Perikanan Riau yang sedang menangkap nelayan ilegal Malaysia karena melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia.

Sebenarnya ketegangan kedua negara ini tidak hanya sekali ini saja terjadi, di tahun 2004 dan 2008 juga terjadi ketegangan kedua negara yang dipicu oleh saling klaim terhadap Blok Ambalat yang sangat kaya akan kandungan minyak tersebut. Dan juga terjadi beberapa kali ketegangan akibat klaim Malaysia atas beberapa produk budaya Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan perlukah kita melakukan perang terhadap Malaysia? Apakah dengan berperang dengan Malaysia semua persoalan bangsa yang sangat ruwet ini bisa terselesaikan? Atau apakah tidak malah sebaliknya?

Kalau kita tilik ke belakang, sebenarnya ketegangan RI-Malaysia suatu hal yang biasa, bahkan menurut Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Urusan Malaysia Halim Kalla bahwa hal ini adalah karena masalah kecemburuan atau jealous Indonesia terhadap Malaysia. Setahun – dua tahun yang lalu pun sama saat isu Blok Ambalat memanas, kondisinya tidak jauh berbeda dengan sekarang, dan diperkirakan nantinya juga akan mereda dengan sendirinya, mungkin itu suatu pendapat yang ada benarnya.
Kalau kita berjalan-jalan di negeri jiran, jarang sekali bisa ditemukan perumahan yang rumahnya semewah rumah-rumah di perumahan Galaxi Surabaya, atau semewah perumahan di Pondok Indah atau di Kelapa Gading Jakarta, tapi juga hampir tidak pernah bisa ditemukan perumahan kumuh seperti yang bisa ditemui setiap hari di Jakarta, Surabaya atau kota-kota besar di Indonesia.

Perekonomian mereka merata, walau bukan negara komunis tapi kemakmuran jelas sekali merata, hampir setiap orang dewasa bisa membeli mobil, makan cukup, kesehatan terjamin oleh negara, pendidikan berkwalitas yang terjangkau dan tagihan listrik digratiskan karena langsung dibayar oleh negara, program pinjaman untuk pendidikan dan beasiswa banyak sekali untuk anak-anak bangsa yang cerdas, rakyatnya tenang tidak mudah terprovokasi, mereka semua sibuk bekerja.

Mari kita bandingkan GNP per kapita Malaysia dengan Indonesia, menurut data dari Word Developmen Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2010, Malaysia berada di urutan ke 80 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.530 per tahun. Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 147 dengan GNP per kapita sebesar US$ 4.060 per tahun. Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.

Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia. Menurut data Bank Dunia pada 1 Juli 2010, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-18 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi. Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 540 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.

Semoga kita bangsa IndonesiaI bisa lebih serius dalam mensejahterakan rakyatnya, isu pembrantasan korupsi seperti hilang di telan isu Ganyang Malaysia, semenanjung Malaysia luasnya tak lebih dari sepertiga pulau Sumatra, tapi infrastruktur semenanjung Malaysia jauh lebih baik di bandingakan Sumatra, ada jaringan jalan bebas hambatan maupun tol di belahan utara dan juga selatan semenanjung Malaysia, pergerakan ekonomi di negeri ini sangat cepat, industri berjalan dengan sangat cepat, mereka mengimpor tenaga kerja bukan hanya dari negara kita, tapi juga mengimpor dari Pakistan, India, Bangladesh, Vietnam dan lain-lainnya, walau sebenarnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) lebih disukai karena tidak terkendala bahasa,

Patut kita hargai pendapat orang-orang yang mau berperang, memang kedaulatan suatu negara adalah harga mati, tapi pernahkah dipertimbangkan biaya perang akan sangat mahal, kehancuran infrastrukur yang diakibatkannya akan sangat memperburuk keadaan masyarakat kita, seandainya kalau ada dana dari pada dibuat untuk perang mendingan dibuat membangun jaringan jalan raya dan jalan tol di seluruh penjuru tanah air, membangun jaringan air bersih, membangun sarana pendidikan yang baik, membangun puskesmas-puskesmas dan rumah sakit-rumah sakit di seluruh pelosok negeri, memberi subsidi kesehatan yang layak, seperti di Malaysia untuk berobat dengan obat dan perawatan standard rakyat cukup membayar sangat murah dan ini untuk segala penyakit, negara benar-benar bisa menjamin kesehatan rakyatnya, tidak seperti di negeri ini untuk berobat rakyat harus merogoh kantong dalam-dalam dan bahkan tidak mampu berobat karena untuk mengurus kartu jaminan kesehatanpun ternyata amat sulit.

Perlu diingat bahwa perang melawan korupsi di negeri ini lebih penting dari pada perang melawan negara tetangga. Karena korupsi yang sudah sangat kronis dan terjadi masif di semua lini kehidupan di negeri ini yang menyebabkan kesengsaraan dan biaya mahal. Kalau sekiranya korupsi bisa diberantas dan dicegah, pasti negeri ini akan sangat makmur dan melebihi kemakmuran Malaysia saat ini.

Kita seharusnya bersyukur dengan kekayaan alam kita, di banding Malaysia kekayaan alam kita jauh lebih baik, tapi sayang para pejabat negara kita lebih banyak memikirkan diri mereka dan kelompoknya dari memikirkan rakyatnya, sementara pegawai negeri & institusinya hanya menghabiskan uang rakyat dan devisa negara tanpa hasil yang jelas dan signifikan. Sehingga kegunaan mereka sangat perlu dipertanyakan disaat keberadaan mereka tidak memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat atau seperti pepatah Arab wujuduhu ka adamihi artinya adanya seperti tiadanya.

Dan sekarang rakyat kita juga mulai dipaksa dengan kebijakan membayar BBM dengan harga international dengan isu pengurangan subsidi, dan kita menawarkan ke investor gaji buruh-buruh kita adalah yang paling murah, tapi para buruh ini nanti akan membayar keperluan atau kebutuhan hidup mereka sama dengan harga International, atau sama dengan harga minyak di Singapore dan negara-negara maju lainya, dan di kampanyekan subsidi BBM tidak baik untuk ekonomi, dan bahkan yang miskin diberi “hadiah bom” elpiji 3 Kg,

Isu-isu penting seperti korupsi dan berbagai skandal perampokan uang rakyat seperti kasus BLBI, kasus bank Century, kasus rekening gendut polisi, kasus Markus, kasus mafia pajak Gayus Tambunan, kasus travel check Miranda Gultom dan kasus penangkapan Sang Whisle Blower Susno Duadji serta kenaikan TDL & harga bahan pokok, inflasi yang selalu tinggi di negeri ini, buruknya birokrasi dan pelayanan publik. Bahkan skenario pelemahan KPK, gagalnya rekruitmen kepemimpinan nasional dan daerah, meningkatnya jumlah kemiskinan dan pengangguran, perbuatan kriminal perampokan bank dan toko emas dengan bersenjata api yang akhir-akhir ini marak, buta huruf dan gagalnya hampir setiap departemen dan institusi pemerintahan dalam memberikan manfaat yang berarti kepada rakyat, dan isu-isu ini yang jauh lebih penting di bandingkan isu perang melawan Malaysia tapi malah seperti mau di tenggelamkan dan dilupakan.

Jangan-jangan penghembusan isu perang melawan Malaysia ini hanyalah strategi pemerintah dan orang-orang yang diuntungkan oleh isu ini untuk mengalihkan perhatian rakyat akan penderitaan hidup yang terjadi akibat salah urus dari negeri ini, sehingga rakyat akan lupa akan tuntutan mereka yang sebenarnya karena sudah asyik memikirkan konfrontasi dengan negara tetangga. Atau barangkali penghembusan isu Gayang Malaysia ini dilakukan oleh para lawan politik penguasa yang tentu bertujuan mendelegimitasi kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan ujung-ujungnya adalah menggapai kekuasaan negara ini untuk mereka kangkangi.

Untuk itu marillah kita rapatkan barisan untuk menyatakan perang terhadap korupsi bukan perang terhadap negara tetangga, karena perang terhadap korupsi adalah lebih penting dan lebih perlu diprioritaskan agar negeri ini bisa bangkit dari keterpurukan yang sudah sangat masif ini. Karena kalau korupsi lenyap dari negeri ini maka negera akan jaya dan tentunya dengan kejayaan Indonesia para negara tetangga tidak akan berani lagi meremehkannya. Dan tentunya tindakan tegas pemerintah terhadap diplomasi menghadapi negara jiran sangatlah diperlukan agar harga diri bangsa tidak diinjak-injak oleh bangsa lain, karena sebenarnya bangsa kita lebih kaya dari pada bangsa Malaysia, hanya karena korupsi dan penyakit sosial lainnya yang menjadikan kita terpuruk. (06 September 2010).

* Tulisan ini juga diterbitkan di Radar Bojonegoro tanggal 8 September 2010.

Iklan

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. #1 by suharno sujak on September 7, 2010 - 12:00 am

    Ganyang Malaysia!!!!!!

  2. #2 by Ida Fauziyah on September 8, 2010 - 1:23 pm

    Tulisan yang sangat bagus dan inspiratif, mestinya orang yg rame2 demo Ganyang Malaysia harus baca ini. Kita GAYANG saja para koruptor itu

  3. #3 by Ririn Sundari on September 8, 2010 - 1:27 pm

    Setuju Mbak! Kita Ganyang Koruptor dulu biar kita tak usah ekspor TKI ke negeri jiran krn kita bisa buat lapangan kerja utk mereka

  4. #4 by dealer pulsa on September 25, 2010 - 8:30 pm

    ganyang korupsi dulu, atau sejahterakan rakyat dulu

  5. #5 by AMANGKURAT on Januari 27, 2011 - 2:02 am

    jangan sebut ganyang malaysia tapi kata kenyang di malaysia….

  6. #6 by Malaysia Boleh!! on Juli 12, 2011 - 4:25 pm

    Malaysia Boleh!!

  7. #7 by basir basirsu on Februari 11, 2014 - 9:36 pm

    Tulisan yang baik, menggunakan fikiran wang matang dan mengajukan contoh dan tauladan yang agak bagus , mempunyai wawasan untuk kemajuan , dan yang penting tidak beremosi dalam menilai kekurangan dan kelebihan kedua pihak . Inilah yang perlu ada pada setiap ummat nabi Muhammad SAW yang mendakwa kasiih dan sayang terhadap agama nya dan amat takut pada hari pembalasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: