Djaret Kantongi 20 Ribu Dukungan – Pepeng Tetap Optimistis Maju

TUBAN – Sudjarwoto Tjondronegoro-Edy Toyibi (Djaret), pasangan cabup-cawabup dari jalur independen terus membayangi dua calon kontestan lain dari jalur perorangan tersebut.

Kalau sekarang ini, Supratikto mengklaim sudah mengantongi 48 ribu surat dukungan dan pasangan Bambang Lukmantono-Masduki 30 ribu dukungan, Djaret mengaku sudah 20 ribu dukungan didapatkannya. ”Pendukung terbesar kami adalah petani dan nelayan. Hanya segelintir saja yang pegawai,” tegas Djarwoto yang dihubungi melalui ponselnya.

Dikatakan dia, banyaknya dukungan dari masyarakat bawah tersebut sesuai dengan visi-misinya yang ingin mengoptimalkan potensi laut dan pertanian. Pria yang juga dosen Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban ini menegaskan, dukungan sebanyak itu dikumpulkannya hanya dalam tempo sekitar enam bulan. Untuk berangkat dari jalur independen, Djarwoto menargetkan dukungan sekitar 40-45 ribu.

Berbeda dengan dua pasangan kandidat independen lainnya, Djarwoto lebih berani membuka mesin politiknya yang dikerahkan ke desa-desa untuk menghimpun dukungan. Ditegaskan dia, mesin politiknya berjumlah 27 orang dari kalangan intelektual. Mereka berlatarbelakang mahasiswa dan sarjana dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jatim. Dari jumlah tersebut, 25 orang diterjunkan ke seluruh desa di Tuban menghimpun dukungan. Selebihnya, 2 orang bertugas di kantor sekretariat yang menempati rumahnya di Perum Bukit Karang.

Dikatakan pendidik senior berusia 53 tahun ini, untuk mendapat dukungan sebanyak itu dirinya tak memberikan imbalan kepada warga. Sebaliknya, warga diminta solidaritasnya untuk menyerahkan fotokopi KTP-nya. ”Jadi yang memfotokopi ya warga yang mendukung kita,” tandas Djarwoto.

Sementara itu, Pepeng Putra Wirawan, kandidat lain yang bakal berangkat dengan jalur independen menegaskan, niat dirinya untuk maju berdampingan dengan Winata Tjoeng tidak berubah. ”Sampai detik ini, saya tidak pernah menarik ucapan saya untuk maju,” tandas dia.

Pengusaha sukses ini mengatakan, sebenarnya dia dan Winata Tjoeng tak berniat mencalonkan dan ingin konsentrasi pada bisnis. Namun, karena dukungan arus bawah, khususnya dari partner kerjanya cukup deras, dia akhirnya memutuskan untuk maju dari jalur independen. Selain dukungan dari bawah, lanjut Pepeng, pertimbangan lain yang mendasarinya mencalonkan adalah terpanggil untuk membangunkan Tuban ke depan lebih baik. Dengan kemampuan enterprenur-nya, dia dan Winata yakin mampu menghidupkan semua sektor ekonomi Tuban. Ditanya surat dukungan yang sudah dikantongi, pemilik Kayu Manis Resto ini enggan komentar. ”Tak sulit bagi kami yang punya jaringan luas di Tuban untuk mendapat dukungan 40-50 ribu orang saja,” tegas Pepeng. (ds/wid) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 28 September 2010)

Iklan

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: