Desa Jadi Komoditas Politik

TUBAN – Desa kembali menjadi komoditas politik seluruh bakal calon (balon) bupati-wakil bupati Tuban dan mesin politiknya untuk berkampanye mencari simpatik.

Forum Independen untuk Transparansi Anggaran (Fitra) mencatat, pemberdayaan masyarakat desa dan nelayan selama ini menjadi isu yang paling memiliki nilai jual. Namun, kenyataannya selama ini belum ada satu pun bupati terpilih yang bisa mewujudkan harapan itu. ”Jangankan realisasinya, konsepnya pun jauh panggang dari api,” kata koordinator Fitra Jatim, Dakelan.

Karena itu, mantan aktivitas PMII Tuban ini mengingatkan petani dan nelayan untuk tidak menilai konsep balon bupati-wakil bupati dan mesin politiknya dari kulit luarnya. ”Kalau tidak, kita bisa tertipu lagi. Jangan mau dibohongi terus,” tegas Dakelan.

Dia kemudian memberikan contoh simbol-simbol politik yang digunakan calon kontestan Pilkada Tuban 2011 terkait isu pemberdayaan desa. Misalnya, penggunaan jargon kembali ke desa, makmurkan masyarakat desa, dan berdayakan potensi pertanian dan laut.

Dikatakan Dakelan, kalau memang balon bupati-wakil bupati sekarang ini komitmen memikirkan desa, mereka harus memiliki konsep yang jelas sesuai harapan petani-nelayan. Untuk tahu kebutuhan mereka, balon bupati-wakil bupati harus turun.

Diterangkan dia, kebutuhan masyarakat pedesaan tidak hanya jalan. Kebutuhan infrastruktur lain yang diperlukan adalah sarana irigasi dan sarana pasca panen. Mulai pengeringan hingga kepastian pasar hasil pertaniannya. ”Kalau masalah pertanian saja balon bupati-cawabup tak paham, bagaimana mereka mau meningkatkan kesejahteraan nelayan-petani,” tanyanya. (ds/wid) (Dikutip dari Radar Bojonegoro, 29 September 2010).

Iklan

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: