Desalinasi Kurang Berdayakan Ekonomi Bojonegoro

Program desalinasi atau proses pembuatan air tawar dari air laut yang rencananya akan diterapkan di Bojonegoro dinilai kurang bermanfaat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Pasalnya, program desalinasi ini membutuhkan bahan air laut yang tentunya akan diambil dari luar Bojonegoro. Padahal, di dalam wilayah Bojonegoro terdapat sungai Bengawan Solo dan anak cabangnya yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Pernyataan itu diungkapkan Ali Mahmudi, wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro ketika ditemui SBI Fm seusai rapat koordinasi tentang desalinasi di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro siang tadi.

Menurutnya, kajian mengenai penerapan desalinasi ini harus dilakukan secara matang. Karena meskipun program ini secara umum dikatakan bermanfaat untuk menambah cadangan air ketika musim kemarau, namun dampak negatifnya juga tak kalah banyak

Seperti diketahui, Pemkab Bojonegoro bersama MCL saat ini masih terus melakukan koordinasi untuk penerapan program desalinasi di Bojonegoro. Khususnya dalam operasional pengeboran minyak di Blok Cepu yang nantinya akan membutuhkan air dalam jumlah yang besar. Namun, perencanaan program itu mendapat penolakan dari sebagian besar Fraksi di DPRD Bojonegoro. (fan) (Dikutip dari website SBI FM 103,3 Bojonegoro)

Iklan

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: