Dewan Bojonegoro Panggil BP-Migas dan Operator

Senin, 25 Oktober 2010 11:21:44 WIB

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebijakan 50 % suplai air untuk blok cepu diambilkan dari proyek desalinasi atau pengolahan air laut menjadi tawar membuat kalangan DPRD Bojonegoro siap bertindak.

Bahkan, surat untuk melakukan pertemuan dengan pengambil kebijakan, dari pemerintah ada BP-Migas dan juga anak perusahaan ExxonMobil Indonesia (EMI), Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator blok cepu.

Kepada beritajatim.com di lapangan, Senin (25/10/2010), Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto membenarkan rencana pemanggilan pejabat tinggi tersebut. “Surat telah kita buat dan sudah dikirimkan. Kemungkinan besar minggu ini,” katanya.

Politisi asal Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro itu menerangkan, jika opsi jalan tengah yang diambil oleh pemerintah tersebut tidak sesuai dengan Plan of Development (PoD) yang disepakati sebelumnya. “Ini pertimbangan murni bisnis dan mengesampingkan kepentingan masyarakat bawah,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya ingin mempertanyakan langsung kepada BP Migas mengenai kebijakan beberapa hari yang lalu tersebut. Selain BP Migas, pihaknya juga ingin mengetahui progres pengerjaan operasi migas di blok cepu yang dilakukan MCl sampai saat ini. “Sebenarnya, masyarakat sekitar ladang migas di Kabupaten Bojonegoro lebih diuntungkan jika menggunakan air dari bengawan solo saat musim melimpah,” tambahnya.

Sebabm dengan pond penampungan di sekitar lapangan Banyuurip, para petani bisa juga ikut merasakan air bagi tanaman mereka. “Yang jelas, kita akan melihatnya terlebih dahulu. Jika memang nanti ada kesalahan dan dipaksanakan, maka kami siap menempuh jalur hukum,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jika kesepakatan dalam PoD sekitar tahun 2006 lalu dirubah oleh pemerintah. Pada awalnya, untuk kebutuhan air di blok cepu hanya menggunakan air bengawan solo saat meluap.

Namun, dengan masuknya investor dan diduga adanya desakatan dari pemegang kebijakan dan politikus, akhirnya ada kompromi. Yakni, dimasukkannya 50 % suplai air akan diambilkan dari proyek desalinasi atau penyulingan air laut menjadi tawar dari Kabupaten Rembang.

Menurut Agus, dengan desalinasi tersebut, maka masyarakat akan membayar kemahalan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui cost recovery. [dul/kun] (Dikutip dari beritajatim.com, 25 Oktober 2010)

, , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: