Golkar Tuban Kukuh Usung Haeny Relawati Sebagai Wakil Bupati

kotatuban.com – Partai Golkar Tuban tetap bersikukuh mencalonkan Haeny Relawati sebagai calon wakil bupati dalam Pemilukada 2011 mendatang. Sementara untuk calon bupati, masih dicarikan yang paling cocok dari internal Golkar maupun calon dari luar partai yang memenuhi syarat.

“Siapapun bupatinya, wakilnya tetap Bu Haeny. Ini sudah keputusan final partai yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,” kata Sekretaris Partai Golkar Tuban, Rudi Hariyanto kepada kotatuban.com di kantor DPD Golkar Tuban, Selasa 26 Oktober 2010.

Pengusungan Haeny sebagai calon wakil bupati, menurut Rudi, didasarkan pada aspirasi kader bawah, mulai dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. “Bu Haeny dinilai sukses membesarkan Golkar. Jadi sangat digandoli kader. Aspirasi itulah yang dibawa ke pleno. Jadi ini amanah yang harus ditaati,” sambung Rudi.
Rudi dalam kapasitas ini tidak ingin meng-counter statement-statement yang terlontar, karena sebagai kader pihaknya tetap mengutamakan asas kepatuhan dan kepatutan. Sehingga semua kritikan dan masukan harus ditanggapi dengan hati terbuka, apalagi kalau itu dari para senior.

“Bisa saja orang menyarankan Bu Haeny sebagai ketua Golkar Tuban -karena sudah menjabat bupati dua kali- agar tidak maju lagi. Tetapi dalam partai kan tidak ada aturan yang menyebut bahwa ketua Golkar tidak boleh mencalonkan sebagai wakil bupati,” katanya.

Dalam Undang-undang maupun dalam AD/ART serta Peraturan Organisasi (PO) Golkar, tidak ada aturan yang melarang kepala daerah mencalonkan lagi menjadi wakil kepala daerah. Dan itulah dasar pijakan Golkar Tuban.
Jadi, menurut Rudi, sah-sah saja langkah ini dilakukan. Dan kini tinggal mengajukan calon bupati. Sementara ini sedang diajukan lima calon bupati ke DPP Golkar untuk disurvey. Masing-masing adalah Warsito (wakil ketua Golkar Tuban), Imam Tarmudji (bidang hukum dan HAM Golkar Tuban), Parastuti (simpatisan Golkar/Sekab Tuban) , Lilik Suharjono (wakil Bupati/Ketua Demokrat Tuban) dan Kristiawan (Ketua DPRD Tuban/Golkar).

Para bakal calon yang diajukan ini akan disurvey oleh DPP dan nantinya dipilih figure yang mempunyai tingkat elektabiltas yang paling tinggi. “Masih panjang waktunya. Karena itu kami baru akan mendaftarkan pasangan calon ke KPU Tuban setelah semua proses internal selesai, agar hasilnya valid,” tambah kader senior ini optimis.

Imam Tarmuji maupun Warsito yang dikonfirmasi masalah ini siap melaksanakan tugas berat itu. Bahkan Warsito yang dinilai cukup senior dan bisa diterima oleh berbagai kalangan, beberapa hari ini banyak mendapat support dari para pendukungnya.

Politisi yang sudah 30 tahun lebih mengabdi di Golkar ini banyak mendapat dukungan dari para petinggi desa maupun simpatisan Golkar dari berbagai desa dan kecamatan.

“Ini seperti yang saya katakan beberapa waktu lalu bahwa saya akan melaksanakan amanah ini dengan baik. Apabila nanti saya terpilih maju sebagai calon bupati untuk mendampingi Bu Haeny, maka saya mantap bersaing dengan calon bupati dari partai lain,” kata ketua Komisi B DPRD Tuban ini sambil tersenyum.
Bagaimana dengan Imam Tarmuji? “Semua orang tahu. Ibaratnya, sebelum matahari terbit, saya kan sudah mencalonkan diri. Jadi ketika diminta untuk ikut penjaringan, saya sangat siap,” kata Imam Tarmudji yang sejak awal sudah melakukan sosialisasi dengan memasang pamflet pencalonan.

Sebelumnya kotatuban.com, menurunkan berita tentang sikap Ketua Golkar Tuban, Haeny Relawati yang mengatakan pihaknya tidak harus mendeklarasi pasangannya. Bahkan akan mendaftar pada hari- hari terakhir ke Komisi Pemilihan Umum Tuban.

Ketika ditanya apakah ini dianggap strategi, Haeny justeru balik bertanya kenapa harus menunggu Golkar. Partai-partai lain tidak harus menunggu partainya dan silakan saja mendaftar atau mendeklarasikan pasangannya.(as/achonk) (Dikutip dari kotatuban.com, 27 Oktober 2010).

, , ,

  1. #1 by Ahmad Mustofa Kamal on Oktober 28, 2010 - 7:02 pm

    REFRENSINYA KOK MEDIA KEMARIN SORE, DAN MEDIA NGAK JELAS……..
    BERARTI BU ANAK NGAK JELAS JUGA YA…..

  2. #2 by Kang Dewo on Oktober 29, 2010 - 9:11 am

    Iya…ya… kenapa harus nunggu Bu Haeny nyalon wabup Tbn apa nggak ?. Kok keder sihh… yang lainya itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: