BP Migas Ambil Jalan Tengah Penuhi Air di Blok Cepu

BOJONEGORO – Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengambil jalan tengah mengenai pemenuhan air di Blok Cepu. Yakni, 50 persen suplai air dari Bengawan Solo dan sisanya 50 persen dari penyulingan air laut atau disebut desalinasi.

Menurut Kepala Dinas Humas dan Kelembagaan BP-Migas, Elan Biantoro, keputusan itu sudah melalui pertimbangan yang matang dan hasil kajian tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Hasil kajian dan penghitungan pembiayaan tersebut yang dipakai untuk menentukan pemakaian air Bengawan Solo dan proyek desalinasi dari Rembang,” ujarnya, di Bojonegoro, Minggu (24/10/2010).

Dia menuturkan, tidak hanya kajian dari ITB saja, Pemkab Bojonegoro melalui PDAM setempat dan juga kabupaten lainnya menilai kebijakan tersebut sudah tepat. “Sejak awal, PDAM Bojonegoro dan dua kabupaten lainnya ingin menggunakan air laut untuk kebutuhan air minum,” ujarnya.

Sehingga, kata dia, dengan adanya proyek Blok Cepu yang juga membutuhkan suplai air cukup banyak dengan kandungan garam di bawah 500 ppm, maka desalinasi menjadi salah satu alternatif penyelesaianya. Jika hanya menggunakan air Bengawan Solo maka biaya yang dibutuhkan lebih besar. Sebab, untuk kolam penampungan saja dibutuhkan sekira 70 hektare.

Diharapkan dengan proses desalinasi yang bisa menurunkan kadar garam air laut dari 32 ribu ppm menjadi di bawah 500 ppm, akan membantu secara pembiayaan. “Dari hitung-hitungan yang ada, pembiayaannya lebih murah,” ujarnya.

Elan menuturkan, pihaknya ingin proyek di Blok Cepu nantinya bisa lancar dan tidak ada masalah. Walaupun menggunakan 50 persen air dari Bengawan Solo dan juga 50 persen dari air laut yang sudah diolah.

Kebijakan pemerintah melalui BP-Migas yang menggunakan opsi jalan tengah, menggunakan 50 persen air Bengawan Solo dan 50 persen desalinasi dianggap kalangan DPRD Kabupaten Bojonegoro kurang memihak rakyat. Sebab, dengan keputusan tersebut rakyat Bojonegoro akan membayar biaya untuk pembelian air untuk produksi Blok Cepu empat kali lipat.

“Seperti ini yang kami takutkan, pemerintah pusat tidak melihat kepentingan masyarakat kecil, yakni Bojonegoro,” ujar Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto.

Dia menilai, keputusan menggunakan 50 persen air Bengawan Solo dan 50 persen desalinasi menunjukkan ada nuansa politis dalam program tersebut. “Itu bukan murni pertimbangan untuk rakyat yang ingin sejahtera,” ujarnya.

Dia kecewa dengan keputusan tersebut dan akan membahasnya dengan kalangan dewan lainnya. Jika nantinya ada aspek pelanggaran hukum dan merugikan masyarakat, maka pihaknya juga siap untuk memasukannya ke ranah hukum.

Agus menilai, selama ini masyarakat Bojonegoro banyak yang tidak setuju dengan proyek pengolahan air laut menjadi tawar, atau desalinasi. Sebab, dengan proyek tersebut masyarakat yang akan terbebani dengan cost recovery. “Kami akan segera mempertanyakannya melalui kelembagaan dewan,” ujarnya.

Alasan dari BP-Migas yang mewakili pemerintah sangat tidak logis. Sebab, Pemkab Bojonegoro melalui Bupati Suyoto telah mencabut dukungan untuk program desalinasi. “Pijakan jika PDAM sangat membutuhkan sulingan air laut untuk air minum warga Bojonegoro juga tidak tepat,” ujarnya.

Sementara itu, Vice Presiden Public Affairs ExxonMobil, Maman Budiman, mengatakan, memang ada perubahan pada penggunaan air pada produksi puncak nantinya. Sebelumnya, hanya air dari Bengawan Solo saja yang akan dipakai untuk produksi, tetapi beberapa waktu lalu pemerintah telah mengambil perubahan.

“Perubahan itu terkait adanya kombinasi 50 persen air laut yang telah diolah dan juga 50 persen tetap dari Bengawan Solo,” ujarnya.

Pada intinya, sebagai operator migas Blok Cepu, pihaknya akan menjalankan semua keputusan pemerintah. Saat ini, semuanya masih dalam pembahasan lebih lanjut.(Muhammad Roqib/Koran SI/ade) 9Dikutip dari Okezone.com, 24 Oktober 2010).

Iklan

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: