DPRD Bojonegoro Keluarkan Petisi Penolakan Proyek Desalinasi

Sabtu, 23 Oktober 2010 | 16:40 WIB
Besar Kecil Normal TEMPO Interaktif, BOJONEGORO – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro yang menangani bidang hukum dan pemerintahan, Sabtu (23/10), mengeluarkan petisi penolakan terhadap proyek desalinasi, yakni pemanfaatan air laut untuk kebutuhan eksploatasi sumur minyak Blok Cepu.

Ketua Komisi Agus Susanto Rismanto menjelaskan, sejak pertama kali rencana proyek tersebut dimunculkan Juli 2010 lalu, DPRD sudah menyatakan penolakannya. Namun Sabtu hari ini, kalangan anggota DPRD dikejutkan dengan adanya persetujuan pemerintah pusat melalui BP Migas untuk merealisasikan proyek tersebut. “Kami kemudian berkumpul menyikapinya dengan mengeluarkan petisi penolakan,” kata Agus kepada TEMPO, Sabtu siang (23/10).

Untuk memperkuat penolakan, Komisi A akan meminta dukungan organisasi kemasyarakatan, seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. Komisi juga akan mengundang lembaga swadaya masyarakat, termasuk Indonesian Corruption Watch untuk dimintai pendapatnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, BUMD Bangun Bangkit Sarana, serta BP Migas telah dijadwalkan untuk dimintai keterangan. Agus mengatakan siap menggalang aksi penolakan yang lebih besar bersama masyarakat jika DPRD tidak mendapatkan penjelasan yang memadai.

Menurut Agus, proyek yang akan menghabiskan anggaran Rp 560 miliar, perlu dikaji ulang. Selain tidak efisien, sangat berpotensi merugikan negara. Meskipun seluruh pengerjaan proyek, termasuk penyiapan infrstruktur serta pemasangan pipa dikerjakan oleh perusahaan kontraktor, dikhawatirkan akan menjadi beban pemerintah karena perusahaan pertambangan Blok Cepu akan memasukkannya sebagai cost recovery.

Agus mengatakan, DPRD tetap bersikukuh untuk menggunakan air Sungai Bengawan Solo. Selain debitnya memadai, juga jaraknya dekat dengan lokasi sumur minyak Blok Cepu. Anggaran yang dibutuhkan pun tidak lebih dari Rp 150 miliar. ”Sikap kami jelas, yakni tetap menolaknya,” tutur Agus yang dibenarkan dua anggota Komisi A Sigit dan Ogi.

Proyek desalinasi adalah penyulingan air laut yang diambil di kawasan perairan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Untuk dialirkan ke sumur minyak Blok Cepu dibutuhkan pipa sepanjang sekitar 90 kilometer.

External Relations Manager Mobil Cepu Limited Deddy Affidick, ketika dikonfirmasi TEMPO menjelaskan, pilihan untuk menggunakan proyek desalinasi sudah sesuai dengan Plant of Development. Dia juga mengakui persetujuan pemerintah sudah turun. ”Kami tinggal merealisasikannya,” tuturnya.

Berbagai tahapan akan dilakukan untuk mewujudkan proyek tersenut, termasuk pengadaan tanah, pembangunan fisik, seperti pemasangan pipa, hingga pembuatan bendungan penampungan air seluas 250 hektare.

Meski Komisi A sudah mengeluarkan petisi penolakan, ternyata ada sejumlah anggota DPRD Bojonegoro yang menyetujui proyek tersebut, termasuk Wakil Ketua DPRD Syukur Priyanto dan Abdul Wahid Syamsuri. ”Ini soal azas manfaat,” ucap Syukur. SUJATMIKO. (Dikutip dari tempointeraktif.com, 29 Oktober 2010)

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: