PBNU Siap Kirim Da’i ke Penjara Teroris

Malang (beritajatim.com) – Maraknya aksi terorisme di Indonesia yang juga selalu berkedok agama, membuat Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) harus mengantisipasi. Untuk itu, PBNU segera mengirimkan sejumlah da’i atau mubalig keberbagai rumah tahanan (rutan) yang ada di Indonesia.

Program tersebut disampaikan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof KH Said Aqil Siradj usai membuka acara penobatan dirinya sebagai Koordinator Nasional Gerakan Deradikalisasi Agama, dalam simposium nasional deradikalisasi agama di Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim, Kota Malang, Sabtu (30/10/2010).

Pengiriman da’i ke berbagai penjara di Indonesia itu guna untuk mengajak dialog para narapidana terorisme di penjara dan juga untuk memberikan pencerahan pemikiran terhadap teroris yang sudah ditahan.

Lebih lanjut Said Agil menjelaskan, pengiriman da’i ke penjara itu adalah salah satu langkah untuk meminimalisasi gerakan radikal agama di Indonesia. “Ini adalah langkah awal PBNU ketika ditunjuk sebagai koordinator gerakan nasional radikalisasi,” jelasnya.

Pengiriman da’i itu akan difokuskan hanya pada napi teroris. Sehingga para napi nantinya diajak bicara bersama mengenai konsep yang dia inginkan dalam beragama. ”Kita ajak mereka berdialog dan kita akan berikan pencerahan kepada para napi teroris. Selian itu, kita akan menanyakan alasan apa yang membuat mereka menjadi teroris,” ungkapnya.

Ditanya mengenai bagimana mekanisme pengiriman da’i itu, Said Agil mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Sebab dia baru saja ditunjuk sebagai koordinator nasional deradikalisasi. ”Soal mikanismenya, masih akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.

”Yang jelas, gerakan radikal yang berkedok agama, yang selama ini marak di Indonesia, membuat sebagian orang salah menafsirkan ajaran agama. Sehingga memerlukan gerakan deradikalisasi,” ujarnya tegas.

”Tujuan dikirimkan da’i itu, agar para napi teroris itu ketika keluar dari penjara bisa kembali ke jalan yang benar. Tidak balik lagi jadi teroris. Karena teroris yang sudah ditahan, setelah keluar dari penjara, masih saja banyak yang jadi teroris lagi,” akunya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai yang juga hadir sebagai narasumber dalam acara simposium nasional deradikalisasi agama itu menegaskan, gerakan deradikalisasi sangat perlu dibentuk. Sebab dari 210 napi teroris yang sudah dibebaskan oleh negara, 16 orang kembali menjadi tersangka teroris.

”Karenanya, diharapkan dengan adanya gerakan deradikalisasi agama yang langsung dipimpin Kiai Said Aqil itu, bisa meminimalisasi gerakan teroris di Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini, total teroris yang sudah ditangkap sebanyak 600 orang, sementara yang sudah dibebaskan sebanyak 210 orang. ”Gerakan deradikalisasi agama ini dibentuk berdasarkan kerjasama antara Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) dengan BNPT,” ungkapnya kepada wartawan. [ain/but](dikutip dari beritajatim.com, 31 Oktober 2010)

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: