Desalinasi Blok Cepu Berbuntut – Air Bengawan Solo Jadi Rebutan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebijakan pemerintah melalui BP-Migas sampai saat ini masih membingungkan warga di sekitar eksplorasi dan eksploitasi migas blok cepu.

Terbukti, warga tetap ngotot ingin proses pengolahan air laut menjadi tawar atau biasa disebut desalinasi itu dibatalkan. Sebab, warga lebih sepakat terhadap pengaliran air bengawan solo ke sekitar eksplorasi dengan membuat penampungan air atau water pond.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (18/11/2010) menyebutkan, jika seperti diketahui bersama, salah satu alasan yang dipakai BP-Migas pada saat hearing bersama Komisi A di DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu, sulitnya pembebasan lahan menjadi faktornya.

Karena, hingga saat ini ada sekitar 18 orang yang masih belum merelakan lahannya dibeli oleh operator blok cepu, Mobil Cepu Limited (MCL).

Lahan-lahan tersebut yang rencananya akan dipakai water pond dan juga total untuk central processing facility (CPF) telah hampir selesai dilakukan.

“Khusus di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, dari 220 hektare yang direncanakan pada perubahan pengadaan lahan tersebut tinggal 18 hektare saja,” kata Camat Ngasem, Bambang Waluyo.

Dijelaskan, jika pihaknya bersama dengan desa dan tim pembebasan lahan berupaya semaksimal mungkin untuk secepatnya melakukan penyelesaian.

“Maka, kami minta kerja keras kami selama ini dihargai, dan jangan menentukan kebijakan hanya karena segelintir orang saja belum melepaskan kepemilikan tanahnya,” jelasnya.

Bambang menambahkan, jika pada pertemuan di Kantor DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu, pihaknya mendengar kalau penetapan desalinasi salah satunya karena masih ada lahan yang belum terbebaskan.

“Memang, pada saat itu ada 28 orang dengan rata-rata luas lahannya 0,3 hektare yang belum bersedia melepaskan miliknya,” sambungnya.

Dengan kegigihan para tim yang membebaskan lahan tersebut, maka hanya dalam waktu beberapa saat saja pihaknya sudah membebaskan sedikitnya 9 lahan milik warga Mojodelik.

“Kami mentargetkan secepatnya pembebasan lahan sisa bisa diselesaikan. Tetapi, BP-Migas juga harus mengerti kami dibawah,” lanjutnya.

Menurutnya, jangan sampai BP-Migas hanya berpatokan pada masih adanya sekitar 4,3 hektare saja yang belum terbebaskan dan menjadi kendala untuk water pond.

“Namun, yang 97 % itu harus dilihat. Sehingga, pertimbangan pengambilan kebijakan tetap pada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo. Menurutnya, ia bersama warga masyarakat lainnya masih tetap berusaha untuk membebaskan lahan warga.

“Karena, selama ini kami memang lebih ingin masyarakat menikmati hasilnya dengan keberadaan waduk atau kolam penampungan dari pada proyek desalinasi,” terangnya.

Seperti diketahui, sesuai Plan of Developmen (PoD) Blok Cepu, pengambilan air untuk injeksi diperoleh dari bengawan solo pada saat musim meluap.

Artinya, setelah memasuki masa kering, pengambilan air tidak dilakukan lagi, karena sebelumnya air yang disedot dan dialirkan melalui pipa dari wilayah Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu tersebut tertampung di water pond.

Kapasitas water pond tersebut juga cukup besar, karena diperkirakan bisa menampung 1,7 juta meter kubik air dan bisa dipakai sampai 4 bulan.

Namun, pada perkembangannya ada revisi usulan perubahan otorisasi besarnya pengeluaran anggaran atau AFE (Autoritation For Expenditur)
untuk engineering procurement construction (EPC) 5 (infrastruktur) dan kemungkinan baru selesai angir November mendatang.

Dan di dalam EPC-5 tersebut termasuk pengadaan air untuk injeksi di blok cepu, yang awalnya pada tahun 2006 lalu belum muncul desalinasi dan hanya memakai air bengawan solo saja. [dul/ted] (Dikutip dari beritajatim.com, 19 Nopember 2010)

, , , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: