Syarat Pemilukada Aman, KPUD Harus Netral dan Profesional

kotatuban.com- Aman dan tidaknya Pemilukada Tuban 2011 mendatang bukan dari banyaknya petugas keamanan yang dikerahkan. Tapi, justru pada penyelenggaran Pemilukada itu sendiri, yakni, KPUD dan jajarannya.

Sepanjang penyelenggara Pemilukada netral dan tidak berpihak pada salah satu kontestan, meski personil pengamanan hanya belasan dipastikan akan aman dan kejadian 2006 lalu tidak akan terulang.

Namun, jika penyelenggara Pemilukada sudah berpihak pada salah satu kontestan dipastikan akan menimbulkan suasana yang tidak kondusif. “Jangankan 1.000 personil keamanan, 100.000 personil pasti tidak akan aman kalau penyelenggara Pemilukada tidak bisa netral. Jadi kuncinya di KPUD,” tegas Ketua LSM Wahana Aspirasi Rakyat (WAR) Tuban, Minggu (21/11).

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPC PKB Tuba, Hadi Kaswanto. Kejadian 2006 lalu, lanjutnya bermula dari dugaan kecurangan yang dilakukan KPUD untuk memenangkan salah satu kontestan. Laporan atas dugaan kecurangan tidak ditindaklanjuti dengan benar. Kalau pun ada tindaklanjut hanya sekedar lipstik saja, tidak pernah menyentuh esensi persoalan.

“Kesannya saat itu KPUD selalu berpihak pada salah satu kontestan, sehingga rakyat marah dan timbullah huru hara. Makanya penyelenggara Pemilukada harus benar-benar netral agar Pemilukada aman,” tegas Hadi Kaswanto.

Selain itu, lanjut Kaswanto, incumbent yang bakal mencalonkan jangan menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk mendulang suara. Tanda-tanda ke arah itu sudah semakin tampak. Banyaknya kegiatan pemerintah yang diselubungi dengan ‘kampanye’ juga bakal memupuk kejengkelan sejumlah warga Tuban yang berbeda politiknya dengan incumbent. “Incumbent harus bisa mengendalikan diri, jangan menggunakan aji-aji mumpung kuasa,” terang Kaswanto.

Ditambahkan, hingga hampir 5 tahun pasca kejadian, peristiwa Tuban membara belum bisa diungkap siapa dalang di balik kerusuhan tersebut.

M.Miyadi (Sekrtaris DPC PKB) dan Teguh Prabowo atau Cong Ping, cawabup yang kalah juga tidak terbukti sebagai dalang kerusuhan. Meski sudah mendekam di LP Medaeng, nyatanya oleh Mahkamah Agung dibebaskan karena tidak cukup bukti sebagai biang kerusahan 2006 lalu.

“Terus sekarang siapa biang keladi kerusuhan itu. Sementara pihak-pihak yang dituding sebagai penyebab timbulnya kerusuhan tidak pernah diadili,” ungkap Wakil Sekretaris DPC PKB Tuban Muhtarom.

Untuk itu, KPUD Tuban harus profesional, netral, transparan dan akuntabel dalam melakukan tugasnya. Jangan sampai mau ditekan pihak tertentu untuk berbuat tidak netral lagi,” tambah Muhtarom.

Bukan hanya itu saja, Marwan, salah satu tokoh Partai Golkar Tuban juga sempat menanyakan kenetralan KPUD dalam menyelenggarakan Pemilukada 2011 mendatang.

Saat peluncuran kotatuban.com, pada sesi tanya jawab diskusi tentang Pemilukada 2011 di Tuban, mantan ketua DPRD Tuban tersebut menanyakan, “apakah KPUD bisa netral pada 2011 nanti”. Ketua KPUD Tuban Sumito Karmani yang juga hadir dalam acara itu hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut.

Dalam kesempatan terpisah Ketua KPUD Tuban Sumito Karmani menjelaskan, pihaknya baik pada 2006 lalu dan pada 2011 nanti akan bertindak netral dalam melakukan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilukada. “Apa yang kami lakukan didasarkan pada aturan yang berlaku. Jadi KPUD tetap netral dan tidak berpihak pada kontestan manapun,” papar Sumito. (ros)(Dikutip dari kotatuban.com, 21 Nopember 2010)

, , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: