Setiadjid Ditolak PAC PD

Tuban, Bhirawa. Isu yang berkembang di bumi ronggolawe, terkait dengan akan turunnya rekomendasi pada salah satu calub bakal calon bupati 2011-2016 yang dinilai bukan kader murni partai Demokrat (Setiadjid.red), Rabu (24/11) kemarin mendapat reaksi dari kalangan internal partai, meski kepala Bakorwil II Bojonegoro ini juga daftar melalui partai Demokrat.

Seperti halnya sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat di Kabupaten Tuban, yang disinyalir akan merapatkan barisan menolak rekomendasi partai.

Kalangan PAC Partai Demokrat menghendaki agar rekomendasi itu diberikan kepada salah satu kader internal partai yang ikut mendaftar dalam proses penjaringan cabup-cawabup Partai Demokrat.

“Kami akan tolak rekomendasi itu jika memang benar diberikan kepada kandidat cabup yang berasal dari luar partai,” tegas Ketua PAC Plumpang, Muntohir, (24/11).

Lebih lanjut, Muntohir mengungkapkan hal ini bukan berarti bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai. Tapi, mengingatkan oknum tertentu yang ingin memaksakan kehendaknya.

“Kalau rekomendasi itu diberikan kepada orang luar partai, sementara ada kader sendiri yang juga ikut berproses akan melukai hati para kader yang telah lama ikut membesarkan partai. Ini kan sama artinya membunuh karier politik kadernya sendiri,” ungkap sejumlah PAC Partai Demokrat lainnya.

Mantan calon legislatif (Caleg) Partai Demokrat pada pemilu 2009 lalu ini menjelaskan, diakui atau tidak, pemberian rekomendasi kepada kader sendiri merupakan penghargaan dan kaderisasi partai, sehingga, partai akan menjadi besar dan solid.

Namun, jika tetap rekomendasi itu jatuh ke tangan orang luar, hampir bisa dipastikan kekuatan partai tidak akan solid dan menimbulkan pertentangan antar kader.

“Situasi politik Partai Demokrat yang kondusif jangan hancur gara-gara Pemilukada. Kita masih punya gawe besar, yakni, Pileg dan Pilpres,” tutur Muntohir mengingatkan.

Untuk diketahui, terdapat lima kandidat cabup yang ikut mendaftar di Partai Demokrat, yakni, H. Setiadjid, H. Lilik Soehardjono, H. Muhammad Anwar, Setyo Budi dan Nashruddin Ali, dua diantaranya, yakni Muhammad Anwar dan Lilik Soehardjono adalah kader partai.

“Saya pikir Muhammad Anwar dan Lilik Soehardjono serta lainnya kemampuannya seimbang, baik secara finansial maupun kemampuan lainnya. Kalau begitu mengapa memilih orang lain. Lalu apa manfaatnya kita aktif membesarkan partai ini,” tandasnya.

Isu rekomendasi DPP PD pada Setiadjid tersebut diperkuat dengan pernyataan partai pengusung, yakni DPC PKS. Ketua DPC PKS Tuban Hanif P pada saat dikonfirmasi mengungkapkan, kalau rekomendasi PD akan jatuh pad setiadjid.

“Insyaallah, 99 persen rekom iku akan jatuh ketangan Pak setiajid, akan menjadi 100 persen kalau saya melihat secara langsung rekom itu” Kata Hanif.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC Partai Demokrat Tuban Aris Dwi Setiawan berharap agar persoalan rekomendasi apakah diberikan kepada kader sendiri atau lainnya tidak dijadikan pertentangan sehingga dalam Pemilukada ini kekuatan partai menjadi lemah.

“Pemilukada ini tonggak dalam Pileg dan Pilpres mendatang. Jangan dipersoalkan kader dan tidak kader,” kata Aris yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban. (Dikutip dari Harian Bhirawa, 25 Nopember 2010).

, , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: