Rekom PD Jatuh kepada Setiadjid?

DPP Partai Demokrat akhirnya merkomendasi Setiadjit sebagai calon Bupati Tuban sekaligus menunjuk Lilik Suhardjono menjadi calon wakil bupati. Namun sampai hari Kamis (25 Nop), Lilik belum menerima SK penunjukan sehingga dirinya belum menjawab setuju atau menolak tawaran itu.

Setiadjit kepada kotatuban.com mengatakan ia sudah mantap dengan rekomendasi DPP Demokrat bahkan ia sudah setuju dengan pasangan SENO (SEtiadjit – Lilik SuhardjoNO). Seno seperti dikatahui adalah penengah Pandawa yang gagah perkasa, jujur dan berani berjuang untuk kemakmuran negaranya.

“Sesuai amanah DPP Demokrat, saya Insya Allah menggandeng Pak Lilik, ketua Demokrat Tuban sebagai bupati dan wakil bupati,” kata Setiadjit mantap.

Penunjukan Lilik Suhardjono selain merupakan amanah partai Demokrat, juga telah disetujui oleh partai pengusung lainnya yaitu PAN, PKS dan PKNU. Sehingga diharapkan nantinya akan jadi kekuatan tersendiri untuk mememenangkan perebutan Bupati Tuban dalam Pemilukada 1 Maret 2011.

Sementara itu Lilik Suhardjono yang dikonfirmasi menyebut dirinya belum yakin dengan keputusan itu karena sampai Kamis siang lalu ia belum menerima SK penunjukan dari DPP Demokrat.

“Saya sebenarnya ikut konvensi ingin menjadi calon Bupati bukan wakil bupati. Tetapi tiba-tiba ada khabar saya jadi wakil bupatinya pak Setiadjit, ya nanti dulu,” kata Lilik di rumah dinasnya.

Menurut Lilik, ketika konvensi menurut hasil surve LSI ia berada di urutan pertama di antara calon bupati Tuban. “Jadi kalau ditanya apakah saya sudah siap menjadi calon wakil bupati dari Demokrat, saya tunggu pertemuan Jumat (26 Nop) dengan tim DPP dan pak Setiadjit,” kata wakil bupati Tuban yang juga ketua partai Demokrat Tuban ini.

Menurut Lilik menerima atau tidak menjadi calon wakil bupati Tuban periode 2011 – 2016 ini adalah keputusan politik bukan keputusan birokrasi pemerintahan.

Kalau ditanya misalnya dirinya menolak menjadi wakil bupati mendampingi Setiadjit ini kan hak pribadi karena ini menyangkut keputusan politik.

“Saya sarankan memilih wakil lainnya misalnya Pak Anwar yang kader Demokrat yang punya kekuatan politik dan lainnya,” ujar mantan ketua Bapeda Tuban ini.

Apakah tidak khawatir kena penalti atau sejenisnya karena dinilai menentang keputusan partai, Lilik menyerahkan kepada partai. Tetapi dirinya akan menjawab dengan alasan yang DPP pasti paham masalah ini.

Sementara itu, Mohamad Anwar yang dikonfirmasi tentang peluangnya menjadi wakil bupati dari Demokrat ketika dikonfirmasi kotatuban.com, menyebut dirinya sudah terlanjur kontrak politik dengan partai PDIP sebagai calon bupati.

“Saya ini sudah dicalonkan sebagai bupati bukan wakil bupati, jadi saya tidak mungkin berani mengkhianati PDIP,” kata Anwar yang juga ikut konvensi jadi calon bupati Tuban dari Demokrat.

Kalau dirinya menerima tawaran tadi, maka ia akan jadi wakil bupati padahal jauh hari sebelum ada konvensi Demokrat, sebagai kader Demokrat ia merasa kurang diperhatikan DPD maupun DPP sehingga ia mendaftarkan diri lewat PDIP.

“Apalagi dalam waktu dekat ini ada grand scenario untuk pemenangan Pemilukada,” ujarnya tanpa mau menyebut koalisi apa yang akan dilakukan oleh PDIP maupun dirinya.(dikutip dari kotatuban.com, 26 Nopember 2010).

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: