Haeny Tak Gubris Larangan Akbar Tanjung

Bupati Tuban Dra. Hj. Haeny Relawati Riniwidiastuti, M.Si, tampaknya tak gentar kendati telah mendapat himbauan serta larangan agar tidak maju sebagai Calon Wakil Bupati Tuban dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban 2011 dari tokoh Partai Golkar, Dr. H. Akbar Tanjung.

Senin (29/11) pukul 15.00, Haeny yang telah dua periode menjabat Bupati Tuban itu datang ke kantor KPUD bersama Bakal Calon (Balon) Bupati pasangannya, Kristiawan, Ketua DPRD Tuban, untuk mendaftar sebagai Balon Bupati dan wakil bupati.

“ Tidak ada warning dari siapapun. DPP sudah kasih restu pada saya untuk maju lagi sebagai wakil bupati,” terang Haeny saat ditanya wartawan. Haeny mengaku bahkan tidak tahu sama sekali jika ada warning atau peringatan dari Akbar Tanjung terkait rencana pencalonannya kembali sebagai Wakil Bupati Tuban.

Ditegaskan pula, bahwa aturan yang berlaku tidak melarang bupati yang telah menjabat dua periode kembali mencalonkan sebagai wakil bupati. Karena itu, lanjutnya, ia tidak akan surut meski ada pihak-pihak yang keberatan.

Hal sama disampaikan Ketua KPUD Tuban, Drs. Suminto Karmani.

Menurut Suminto, baik dalam UU No. 12/2008 maupun aturan-aturan lain yang terkait Pemilukada, tidak menyebut dengan jelas larangan bupati yang telah menjabat dua periode kembali maju sebagai calon wakil bupati. “ Kalau sebagai bupati, tidak boleh memang. Tapi kalau sebagai wakil tidak ada larangan,” terangnya.

Suminto Karmani menjelaskan pula, beberapa waktu lalu memang sempat ada sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengajukan surat keberatan atas pencalonan Haeny sebagai Wakil Bupati mendampingi Kristiawan. Dalih mereka, kata Suminto, hal itu akan melukai perasaan rakyat, karena Haeny memiliki track record yang kurang bagus selama dua periode jabatan bupatinya.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bila LSM bersangkutan meminta KPUD untuk tidak menerima pendaftaran Haeny, dan bahkan mengancam akan menggugat institusi penyelenggara pemilukada itu jika KPUD tetap meloloskan Haeny.

Menanggapi hal tersebut, Suminto Karmani dengan tegas mengatakan, pihaknya siap menghadapi konsekwensi apapun, karena memang tidak ada dasar aturannya KPUD menolak pendaftaran Haeny.

“ Kalau syarat-syarat yang diajukan kurang lengkap dan sampai batas waktu yang kami tentukan yang bersangkutan tidak sanggup memenuhi, baru KPUD menyatakan calon bersangkutan batal,” katanya.

Dalam pencalonannya itu, Haeny dan Kristiawan mengklaim telah didukung sejumlah partai. Yang sudah jelas memberi dukungan adalah Partai Damai Sejahtera (PDKB), sedang partai lain yakni Partai Patriot, PKNUI, Partai Gerindra, dan Partai Hanura masih dalam proses.

Pendaftaran Balon Bupati dan wakil Bupati sendiri tinggal menyisakan waktu sehari. Selasa besok pukul 16.00, KPUD akan menutup pendaftaran. Data yang ada di KPUD, ada tujuh pasangan Balon yang berniat maju. Namun hingga pukul 16.30 hari ini, baru tiga pasangan balon yang resmi mendaftar.(Dikutip dari jurnalberita.com, 30 Nopember 2010).

, ,

  1. #1 by Eko Budi from Jojogan on Desember 2, 2010 - 10:27 pm

    Seru banget bu beritanya!!!
    Bisa hub. ibu Khozanah dimana ya???
    Kasih info lewat email saya bu

  2. #2 by Eko Budi from Jojogan on Desember 2, 2010 - 10:28 pm

    Kelihatanya Pak Kaji Huda ” dadi tenan ” ki !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: