Mengawal Rekrutmen CPNS Tuban 2010

Oleh: Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Mulai tanggal 19 Nopember 2010 lalu, pemprov dan pemkab/pemkot se-Jawa Timur membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi tahun 2010. Dan jumlah formasi yang dibutuhkan untuk seluruh Jawa Timur total mencapai 12.000 orang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan rekrutmen CPNS ini akan diminati oleh masyarakat luas, karena menjadi PNS ternyata masih menjadi idola dan impian masyarakat kita. Kondisi ini dapat dilihat dari animo masyarakat ketika dibuka pendaftaran rekruitmen CPNS. Seolah memberikan harapan baru, ribuan calon pelamarpun berbondong-bondong memasukkan lamarannya.
Besarnya minat masyarakat yang demikian hendaknya diimbangi dengan sikap yang profesional oleh panitia rekruitmen CPNS. Seringkali pelaksanaan rekruitmen yang semestinya dilakukan secara profesional, jujur dan transparan, justru dikotori oleh sikap dan perilaku individu / oknum atau bahkan kelompok tertentu yang merugikan banyak pihak, terutama para peserta test. Ini jelas-jelas jauh dari prinsip-prinsip good goverment and clean governance.

Perilaku cacat moral tersebut diduga sebagai spekulasi dengan memanfaatkan dan menggaransi atas nama institusi maupun individu berpengaruh lainnya. Sehingga untuk membuktikan apakah modus ini memang betul-betul bersifat spekulatif atau bahkan bersifat sistematis dan terorganisir, tentunya membutuhkan keseriusan dan kecerdasan pihak berwenang untuk menemukan modus sejatinya.

Misalnya kasus rekrutmen CPNS Kabupaten Tuban 2009 yang sampai sekarang masih belum tuntas dan bahkan masih meninggalkan bara permasalahan antara Pemkab Tuban dan peserta yang dinyatakan lulus oleh pihak panitia seleksi CPNS maupun peserta yang dinyatakan lulus oleh pihak Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI). Kasus ini jelas akibat tidak transparan dan fairnya proses rekruitmen yang dilakukan.

Juga terbongkarnya kasus pencaloan CPNS di Jawa Timur yang terbongkar baru-baru ini di mana sebanyak 15 pelaku berhasil dibekuk oleh jajaran Polda Jatim. Bahkan, setelah penyelidikan dikembangkan, para pelaku juga melakukan penipuan serupa di Jateng dan DKI Jakarta. Menariknya, aksi penipuan tersebut bisa dikatakan terlalu “cerdas” karena untuk meyakinkan korban, pelaku penipuan memberi surat panggilan seolah-olah resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten/Kota setempat, bahkan ada yang mendapat panggilan dari BKD Provinsi Jatim.

Pertanyaannya, mengapa aksi semacam itu masih saja terjadi, terlebih-lebih saat memasuki masa rekrutmen CPNS. Padahal, hampir setiap tahun media masa selalu tak henti-hentinya mengingatkan tentang modus penipuan dengan mengambil momen rekrutmen CPNS. Apakah pesan semacam itu tak juga mampu memberikan pelajaran terhadap masyarakat agar berhati-hati saat menemukan seseorang yang menjanjikan dengan imbalan tertentu untuk menjadi CPNS?

Apakah karena proses rekrutmen CPNS yang kurang mengindahkan kaidah good goverment and clean governance ditambah tingginya minat untuk menjadi PNS, sehingga walau masyarakat sudah mendapat informasi perihal proses penipuan oleh para calo, masyarakat tetap nekad mengandalkan calo untuk bisa menembus bisa lolos sebagai PNS.

Padahal dari sisi payung hukum, sebenarnya untuk rekrutmen CPNS ini sudah ada pedoman yang cukup bagus, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor : 98 tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor : 11 tahun 2003 tentang pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan petunjuk pelaksanaan secara teknis ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 30 Tahun 2007 tanggal 27 Agustus 2007 tentang pedoman pelaksanan calon pegawai negeri sipil.

Kalau kita cermati secara substansial ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut secara implisit bahwa rekrutmen CPNS harus dilaksanakan dengan prinsip netral, objectif, transparan, accuntable dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Untuk itu agar proses rekrutmen benar-benar menganut prinsip – prinsip yang disebutkan diatas maka haruslah para stake holder ataupun masyarakat melakukan pengawalan secara bersama-sama agar kiranya tidak ada kecurangan – kecurangan dalam prosesnya nanti dan tentunya diharapkan akan menghasilkan para abdi negara yang mempunyai kwalifikasi yang mumpuni dan berdedikasi tinggi serta berintegritas moral, Sehingga nantinya diharapkan para CPNS yang dihasilkan akan terbebas dari nafsu untuk berkorupsi.

Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh agar perekrutan CPNS berjalan secara trasnparan, fair dan adil maka pihak panitia perekrutan CPNS harus dapat melakukan langkah-langkah yang obyektif, sebagai wujud akuntabilitas publik dengan mengedepankan prinsip-prinsip transparansi. Kesatu, pihak panitia perekrutan CPNS harus bekerja dengan pihak ketiga yang independen untuk melakukan pembuatan soal test dan melakukan koreksi atas lembar jawaban hasil test serta memberi nilai terhadap hasil test yang dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari bocornya soal-soal test kepada para peserta dan juga untuk menjamin bahwa koreksi atas lembar jawaban dan pemberian nilai terhadap hasil test berlangsung secara objektif.
Disamping itu hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan kontrak dengan pihak ketiga yang akan bertugas dalam pembuatan soal dan melakukan koreksi atas lembar jawaban para peserta test serta memberi nilai terhadap hasil test yang dilakukan haruslah benar-benar trasnparan. Sehingga dengan demikian diharapkan masyarakat dapat mengerti tentang porsi dan posisi pihak ketiga dalam melaksanakan tanggungjawabnya.

Kedua, lembar soal test hendaknya diberikan kepada peserta tes setelah pelaksanaan tes CPNS. Hal ini diharapkan bisa dijadikan instrumen kontrol oleh peserta terhadap jawaban yang telah dituangkan pada lembar jawaban.

Ketiga, lembar jawaban test peserta yang telah dikoreksi oleh pihak korektor yang independen dikembalikan kepada masing-masing peserta tes CPNS. Langkah ini untuk mengeleminasi adanya rasa curiga dan fitnah masyarakat terhadap panitia perekrutan CPNS. Disamping tentunya akan memberikan kepuasan tersendiri bagi peserta karena mengetahui hasil tes mereka secara nyata. Dan juga tentunya hal ini bisa memberikan keperayaan masyarakat akan independensi dari pada korektor.

Keempat, saat pengumuman kelulusan hendaknya tidak sekedar mencantumkan nomor dan nama peserta test yang dinyatakan lulus. Akan tetapi akan lebih akuntabel dan transparan kalau juga dicantumkan nilai standard minimum kelulusan yang harus dicapai peserta test untuk masing-masing formasi dan juga nilai test yang diperoleh oleh masing-masing peserta baik yang dinyatakan lulus ataupun yang tidak lulus.

Paparan beberapa usulan solusi di atas semoga dapat dijadikan acuan dalam menjawab keraguan publik terhadap penyelenggaraan perekrutan CPNS yang hampir selalu dianggap tidak trasnparan dan adil oleh masyarakat. Dengan mengedepankan trasnparansi dan fair seperti ditunjukkan di atas tentunya dapat meminimalisir adanya kecurigaan masyarakat terhadap proses seleksi yang dilaksanakan. Dugaan adanya kecurangan yang sistematis dengan sendirinya akan terbantahkan, meskipun untuk menghilangkannya secara utuh masih memerlukan waktu. Serta dengan adanya proses yang sangat transparan ini maka akan meminimalkan adanya praket-praktek percaloan yang selalu marak dalam setiap musim perekrutan CPNS.

Disamping paparan beberapa solusi alternatif yang harus dilakukan oleh pihak panitia seleksi CPNS, tentunya pengawalan secara langsung maupun tidak secara langsung oleh semua stake holder dan juga msyarakat secara luas sangat sekali diperlukan. Misalnya pihak DPRD membuat Panitia Khusus (Pansus) yang bertugas mengawasi jalannya perekrutan CPNS. Pihak media masa menjalankan fungsi pengawasan dengan cara memberitakan jalannya proses rekruitmen CPNS yang berimbang. Sedangkan para LSM yang peduli terhadap pemerintahan yang bersih melakukan monitoring dan pengawasan secara seksama.

Kalau sekiranya proses perekrutan CPNS berjalan secara transparan dan akuntabel serta pengawalan oleh masyarakat luas bisa dilakukan secara seksama maka diharapkan akan dihasilkan para PNS yang handal dan berkwalitas dan mempunyai integritas moral yang tinggi serta memiliki dedikasi kerja yang handal nantinya, semoga. (22 Nopember 2010).

, , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. #1 by aditkus on November 22, 2010 - 10:13 am

    mau gimana lagi bu,….coba pola rekrutnya dirubah seperti perusahaan swasta atau seperti perusahaan BUMN( Indonesia ower, BRI, BNI). mereka melakukan rekrut ga langsung banyak tapi pereriode ditupun dikuota aja.. Semisal sekali rekrut cuman 40 org….at least bisa mengurangi tingkat kecurangan

  2. #2 by Syamsul on November 29, 2010 - 10:51 pm

    Sangat setuju jika recruitment cpns secara transparan,jujur,fair,dll. Akan tetapi dibutuhkan jg sikap politik aktif dari masyarakat. Pastinya kita tdk asing lagi mendengar masyarakat kita ktika Cabup ‘melamar’ kerja kpd masyarakat utk menjadi bup: ‘yo pilih sing wenehi duwit’, kmudian ktika kjadiannya bergantian, masy yg mlamar kerja kpd bupati,..rasanya tdk fair kalo masy tadi maunya jujur,adil,transparan,dll. Sdangkan dulu dia tdk adil terhadap para cabup. Karena itu saya sangat ingin agar pemimpin kita 2011 nanti adalah yg terbaik, tentunya masy jg hrs ‘adil’ thdp para calon pemimpin kt dgn tdk memberatkan mereka dgn memilih yg hanya bisa bayar, tp jg punya capabilitas dan integritas. Smoga Allah memberikan kt pemimpin yg adil dan bijaksana, amin.

  3. #3 by danang on Desember 11, 2010 - 12:30 pm

    terus nasib yang 2009 gimana ya? wong oknum pemda saja seakan sudah sibuk ngurus yang lain

  4. #4 by Achmad on Desember 20, 2010 - 6:26 pm

    Iya nasib qt yang 2009 gmn? pdahal qt jg ada d 2 versi. baik pemkab ataupun UI….
    Engkau kan wakil qt….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: