Pertarungan dalam Pemilukada Tuban Semakin Seru

Ketua DPC Partai Demokrat Tuban Dipecat.

Pertarungan di pemilukada Tuban 2011 sudah memanas walaupun pendaftaran para balon bupati dan wakil bupati baru ditutup kemarin sore. Buktinya Ketua DPC Partai Demokrat Lilik Suhardjono dipecat dari kursi ketua DPC PD Tuban. Surat pemecatan untuk seorang Wakil Bupati Tuban sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Kab. Tuban dilakukan oleh SBY. Surat pemecatan dilayangkan bersamaan dengan berlakunya Surat Keputusan Plt. Ketua Umum DPC Partai Demokrat Tuban yang dibawa Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto. Didik Mukriyanto langsung menggantikan Lilik Suhardjono yang juga Wakil Bupati Tuban sebagai Plt ketua umum.

Menurut Didik Mukriyanto Lilik Suhardjono dipecat karena sebelumnya Lilik menolak rekomendasi DPP untuk mendampingi Setiadjit sebagai cawabub. Lilik sebagai kader Demokrat, lanjut Didik, menolaknya dengan alasan mempunyai pandangan politik lain. Seperti diketahui kalangan politik di Tuban Lilik Suhardjono adalah wakil bupati yang mendampingi Incumbent Bupati Haeny RW yang mendapat rekomendasi Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie. Alasan Lilik menolak rekomendasi seperti diberitakan di media adalah Lilik ikut konvensi demokrat sebagai calon bupati bukan sebagai calon wakil bupati.

Didik Mukriyanto menjelaskan pada detik terakhir pagi dini hari (30/11) DPP Demokrat kemudian menganulir surat rekomendasi tersebut. “Saya sendiri yang membawa surat rekomendasi DPP yang ditandatangani Ketum Anas Urbaningrum dan Sekjen Eddy Baskoro yang menunjuk pasangan cabub cawabub Setiadjit – Bambang Suhariyanto (SEHAT),” ungkap Didik yang baru datang di Tuban jam 9 pagi tadi.

Didik sebagai plt Ketum DPC Demokrat Tuban menganjurkan meskipun sekarang pasangan cabub cawabub tidak berasal dari kader partai demokrat, seluruh PAC wajib mengamankan rekomendasi tersebut. “Kami tidak akan memberikan sanksi terhadap demo tadi pagi, saya menganggap hal itu sebagai dinamika politik. Sekarang semuanya harus merapat,” kata Didik

Pasca turunnya rekomendasi yang dibawa Didik, 29 PAC berdemo di Kantor DPC Demokrat Jalan Teuku Umar. Demo yang menolak rekomendasi DPP Demokrat yang tidak mengakomodasi kader. Seperti yang dirilis media Mantan Ketum DPC Demokrat Lilik Suhardjono menolak menandatangani pencalonan Setiadjit-Bambang Suhariyanto karena 19 PAC Demokrat Tuban menolak pencalonan non kader dalam Pemilukada Tuban 2011. ”Karena hampir semua PAC menolak,l saya tidak mau tandatangan. Saya tidak mau mengkhianati suara PAC,” tegas Lilik.

Karena mendapat amanah DPP untuk mengamankan rekomendasi DPP, Didik Mukriyanto sebagai Plt Ketum menandatangani surat pengantar DPC Partai Demokrat untuk mendaftarkan pasangan Setiadjit – Bambang Suhariyanto. Dan pada sore harinya pada detik terakhir penutupan pendaftaran KPUD Tuban sekretaris Umum Aris datang ke KPUD setempat untuk menandatangani surat pendaftaran pasangan SEHAT. Akhirnya partai demokrat berhasil mencalonkan pasangan cabub dan cawabubnya tanpa tanda tangan Lilik Suhardjono sebagai ketua DPC Partai Demokrat Tuban.

Dari kacamata politik, hal ini sangat wajar dan suatu keniscayaan. Namun di mata awam perbuatan Lilik tersebut patut dipertanyakan perihal keloyalan dia terhadap partai. Dia tidak bisa mengamankan surat rekomendasi DPP perihal pencalonan Setiadjid sebagai balon bupati Tuban 2011 – 2016. Memang sudah bisa ditebak kemana arah langkah Lilik tersebut, kalau kita bisa menelusuri sejarah bahwa Lilik duduk sebagai Ketua DPC PD Tuban adalah atas jasa seseorang yang sekarang membutuhkan jasa baiknya tersebut kembali. Jadi walaupun apa taruhannya Lilik akan melakukan politik bumi hangus di Partai Demokrat Cabang Tuban, agar sekiranya dia bisa meyokong cabup-cawabup yang dekat dengan dia selama lima tahun ini. Dan berita perang tanding yang seru antar pengurus PD Tuban akan semakin seru di masa mendekati hari H pemilukada 2011 nanti (AM, 1 Nopember 2010).

, , , , , ,

  1. #1 by Lukmanul Hakim on Desember 5, 2010 - 3:20 pm

    Adagium dalam dunia politik dimana sja adalah : “Tiada kawan abadi, dan tiada lawan abadi. Yang ada kepentinganny sama atau tidak…. ? “. Makanya omongan orang-orang waras itu benar-benar terbukti.
    Politik itu kotor…. ” Hanya orang-orang gila kekuasaan saja yang mau buang-buang waktu ngomong-ngomong diskusi dan lobi-lobi diserta buang-buang duwit milyaran yang ujung-ujungnya kalau jadi Bupati, yaaa… korupsiiii. Rakyat ini perlu peredaran dana guna menggerakkan roda perekonomian UKM bukan menambah gerbong birokrasi yang tidak sehat, karena sudah kelebihan PNS tapi nggak profesional dan adanya untuk menjadi pejabat daerah cuma dengan cara menjadi penjilat Kepala Daerah, nggak bermutu .

  2. #2 by Pangkat Sampiran on Desember 7, 2010 - 5:03 pm

    Golkar / Pro Status Quo bermain pada 2 kaki . a. Calon Bupati Tuban Setiajid dari P. Golkar berhasil mengkudeta P. Demokrat utk dicalonkan dan b. Kristiawan Calon dari Golkar secara resmi bergandeng dengan imcumbent Haeny RW utk dicalonkan Wakil Bupati ( isyu berkembang kesepakatan paling lama 2 tahun lagi naik jadi Bupati) . Tinggal yang betul-betul menjadi harapan utk perubahan Tuban yang kuat adalah KH. Fatchul Huda-Noernahar. Apalagi kalau terjadi 2 putaran antara pasangan KH fatchul Huda -Noernajar melawan salah satu pasangan dari pasangan Status Quo, maka akan kelihatan pasangan-pasangan siapa – siapa yang akan mendukung pro perubahan Tuban dan siapa-siapa yang ke raha Pro Status Quo. Silakan Rakyat Tuban yg masih pun ya hati nurani, ingin berubah kearah perbaikan atau masih memandang saat ini sudah baik ? padahal korupsi makin meraja lela.

    • #3 by arek tuban perantauan on Desember 21, 2010 - 11:05 pm

      ihilah saatnya Tuban berubah menjadi lbh maju, masyarakat tuban tentunya menginginkan perubahn menjadi lbh baik,, tapi permasalahanya siapa yg mampu membawa tuban keperubahan yg lbh baik??? apakah orang tersebut di terima di masyarakat tuban?? karna memimpin masyarakat banyak yg majmuk dan punya kepentingan masing2 itu tak mudah.. ga sama dgn mengasuh pesantren lho,, yg di dalamya santrinya nurut dan sendiko dawuh pada kyainya… itulah yg harus kita pikirkan bersama demi majunya masyarakat tuban..

  3. #4 by Basuki Sujatmiko on Desember 8, 2010 - 9:33 am

    SEMOGA YG TERAKHIR TERJADI PERTARUNGAN ANTARA PRO PERUBAHAN/PEMBAHARUAN MELAWAN PRO STATUS QUO DAN DIMENANGKAN OLEH PRO PERUBAHAN/PEMBAHARUAN TITIK TANPA KOMA

  4. #5 by arek tuban perantauan on Desember 21, 2010 - 10:54 pm

    politik punya kepentingan masing2,,, yg terpenting harus sportif,, masa sih kita harus saling ejek, saling jelek2an, saling menjatuhkan lawan politik,, duhai para calon orang nomor satu di tuban,,, kami tidak ingin melihat anda2 saling jelek menjelekkan dan saling sebar gosip,, kami juga tidak menginginkan panjenengan2 mengumbar janji2 manis selama kampanye,,, kami mendambakan kemakmuran, luasnya lapangan kerja di tuban,, kami mendambakan bukti yg nyata… saran saya : berpoltiklah yg dewasa,, tunjukkan pada dunia kalo masyarakat tuban masyarakat yg cerdas dan bijaksana,, gunakan hati nurani dan fikiran anda sebelum menentukan hak pilih anda,, kenalilah cabup yg akan anda plh…….

    kami arek tuban perantauan selalu memantau tuban setiap saat…..

  5. #6 by AWAD on Desember 24, 2010 - 2:53 pm

    BETULL, KITA BUTUH BUTUH BUKTI BHW WONG TUBAN SUDAH PINTER2 DAN DEWASA. JGN KALAU KALAH DG MACEM2 ALASAN MEMPROVOKASI PENDUKUNGNYA UNTUK NGRUSAK ASSET PEMDA DAN ASSET MILIK ORANG LAIN (CALON YG MENANG) BAGAIMANA PAK KYAI KENAPA KOK DIBIARKAN WARGA NAHDHIYYIN ANARKHIS NGRUSAK, MEMBAKAR DAN MENJARAH MILIK ORANG LAIN ?.

  6. #7 by Purnawan on Desember 28, 2010 - 1:12 pm

    Mas / Pak Sampiran aku sbg PNS (guru SD) mendengar bhw saat ini fasilitas sekolah baik SD maupun Lanjutan menurut penilaian rombongan dari pengawas Dinas Pendidikan Prov. Jatim dan Tim Depdiknas Jakarta katanya Fasilitas Fisik Sekolah Tuban termasuk 10 besar se Indonesia dan yang jelas rangking 1 se Jatim utk Sekolah-sekolah Negeri . Nggak salah lagi kalau para guru-guru tanpa diperintah sudah kebulatan tekad untuk mendukung Incumben/petahana walaupun cuma jadi Wabup Tuban, sebagai rasa syukur atas kesediaan Bu Haeny kerso mencalonkan lagi.

  7. #8 by joel bryner on Januari 10, 2011 - 4:42 pm

    pendukung bu heny sementara ini gak perlu muncul, besok kalau saatnya kampanye kris-heny rame-ramekan acara kampanye tapi jgn arogan dan tetap menjaga sopan santun. tunjukkan kita bukan kalangan kurang berpendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: