‘tuk Ibu Tercinta

Ibunda
Kau kuat menanggung bebanku
Kau sabar menimangku dalam kandunganmu
Sembilan bulan dan sepuluh hari

Ibunda
Dengan sabar dan kasih sayang kau tahan mual dan muntah karenaku
Kau suapi aku dengan makanan bergizi
dan selimuti aku dengan cinta dan kasih

Ibunda
Kau sabar membiarkanku berada di sana
Kau selimut aku dengan cinta dan kasihmu
Sehingga proses kelahiranku tiba

Ibunda
Kau saksi betapa sakit persalinan
Batas tipis antara hidup dan mati
Nyawamu pun kau pertaruhkan
.
Ibunda
Saat tangis mungilku terdendangkan
Berderai tangis harumu beriring senyum kebahagiaan
Rasa sakitmu tergantikan
.
ibunda
Bayi itu kau selimuti kasih sayang
dan kau gendong dengan sabar
Dengan perasaan tulus ihlas tak terbantahkan
.
Ibunda
Kau saksi pertama atas senyum dan ketawaku
Saksi pertama beceloteh mungilku
Saksi pertama langkah-langkah kecilku
.
Ibunda
Caramu penuh indah dalam membesarkanku
Caramu penuh kasih dalam mendidikku
Meski harus menempuh liku-liku

Ibunda
Saat dewasaku
Tak ingin ku menjadi saksi beribu pilumu

Ibunda
Aku ingin kau senantiasa bahagia
Meski dalam sahaja
Bersama lelaki tercinta
Yang biasa kusapa Ayahanda

Ibunda
Aku ada
Karena kasih sayangmu

(22 Desember 2010)

, , , , , ,

  1. #1 by ani anung on Desember 22, 2010 - 3:37 pm

    Puisinya bagus , izin share ya……jazakillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: