Kenapa Tuban Tidak Bisa Menarik Investor?

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Tuban, Dr. H. Hadi Tugur, SE, M.Pd, berpendapat, regulasi menjadi penghambat perkembangan investasi di Tuban. Pendapat itu disampaikan saat jurnalberita.com menghubunginya, Kamis (13/1/2011). Menurut Hadi Tugur, Peraturan Daerah (Perda) yang terkait investasi memberatkan pihak investor, karena jangka waktu berinvestasi menurut Undang-undang selama 20 tahun, namun dalam Perda Kabupaten Tuban investor diwajibkan mengadakan pembaharuan ijin setiap 5 tahun.

“Untuk investasi skala besar, sangat berat harus mengurus ijin tiap 5 tahun sekali. Investasi skala besar seperti industri semen kan butuh waktu sangat lama untuk bisa mengembalikan modalnya. Kalau setiap lima tahun harus ijin lagi, belum dapat untung duitnya sudah habis untuk pembaharuan ijin itu,” komentar Hadi Tugur.

Hadi Tugur sependapat dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, bahwa regulasi investasi tersebut harus diubah. Beberapa waktu lalu, Soekarwo menyarankan kepada Bupati Tuban, Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widiastuti, M.Si (saat ini berstatus Bupati Non Aktif, red), agar Perda yang mengatur perijinan investasi tersebut diubah. Dikhawatirkan Perda tersebut bakal menjadi hambatan masuknya investasi di Tuban, padahal banyak investor yang tertarik untuk menanamkan investasinya lantaran melimpahnya bahan baku di kabupaten ini.

Hal sama sempat pula disampaikan PKNU, Gerindra dan PKS dalam Pandangan Umumnya terkait akan diluncurkannya 12 Perda baru oleh Pemkab Tuban. Dalam pandangan umum tersebut, tiga parpol itu menilai Pemkab Tuban tidak memiliki tanggap terhadap peraturan yang lebih tinggi arena menurut UU Invesatsi, jangka waktu perijinan hingga 20 tahun dan diperbaharui dua kali 10 tahun. Selain itu, Perda tersebut juga dinilai sudah tidak sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2010, yang mengubah Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD) menjadi Surat Ijin Pertambangan (SIP).

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban, selama 2010 nilai investasi di Tuban sebesar Rp 7,5 Trilyun. Dengan nilai sebesar itu, Tuban masuk lima kabupaten yang investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)-nya rendah, bersama Sumenep, Malang, Mojokerto dan Pasuruan.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tuban, Himawan Z, kurang sependapat jika regulasi disebut sebagai penghambat perkembangan investasi. Namun ia berkeyakinan pada waktu mendatang akan terjadi peningkatan cukup signifikan karena Tuban menyimban potensi Sumber Daya Alam (SDA) cukup melimpah.

“Regulasi itu kan untuk mencegah investasi berdampak pada semakin rusaknya lingkungan. Bukan untuk menghambat, tapi mengelola sumber alam kita agar tidak segera habis,” dalihnya.

Ditambahkan pula, dengan regulasi tersebut Pemerintah Tuban terbukti mampu menciptakan pemerataan dampak ekonomis investasi. Penghargaan investasi award yang diraih Tuban, kata Himawan, menjadi bukti bahwa pemerintah lebih mengutamakan kepentingan rakyat daripada kepentingan investasi. Tuban masuk kategori kabupaten dengan penggunaan pekerja lokal terbanyak untuk proyek-proyek investasi.

“Artinya, investasi yang masuk Tuban telah kita usahakan bisa memberi dampak ekonomi pada masyarakat, bukan sekedar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” bela Himawan. (Dikutip dari jurnalberita.com, 14 Jan. 2011).

, , , , , ,

  1. #1 by ferdy on September 16, 2011 - 12:21 am

    Peluang Investasi terbaik 2011 di Tuban, Jawa Timur, investasi property perumahan di Tuban, minat untuk berinvestasi hubungi saya di 085649842128, ferdy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: