Ratusan Kepala Desa Dukung HUDANOOR?

Ratusan Kepala Desa di wilayah Kabupaten Tuban hadiri pertemuan yang dilaksanakan pasangan Calon Hudanoor di hotel Wilis beberapa waktu lalu. Kehadiran para Kades pada pertemuan tersebut, selain untuk mendengarkan paparan visi misi dari pasangan calon yang diusung oleh PKB, PPP, PBB dan Gerindra, disinyalir juga merupakan bentuk dukungan atas pencalonan pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR). Meski demikian, kalangan kepala desa tidak akan melibatkan Asosisiasi Kepala Desa (AKD) secara organisasi.

Tercatat, dari 312 kepala desa, yang hadir dalam pertemuan itu sebanyak 270 kepala desa. “Itu hanya silaturrahmi biasa, belum ada pembicaraan yang mengarah pada dukungan,” terang Simanjaya, kades Kedungharjo kecamatan Widang.

Ditambahkan, saat pertemuan itu pihak HUDANOOR hanya memaparkan visi misinya terkait dengan desa, termasuk optimalisasi peran kepala desa dan perangkatnya dalam menentukan pembangunan di wilayah masing-masing. “Dan tampaknya teman-teman kepala desa banyak yang tertarik. Kalau kemudian ada yang mendukung atau tidak itu urusan masing-masing kepala desa,” tandas Simanjaya.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris AKD Tuban, Warsito. Menurutnya, menjadi hak politik kepala desa dalam memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan, termasuk HUDANOOR. “Dukung HUDANOOR juga bagus, karena memang programnya jelas. Dukung pasangan lainnya juga baik, yang penting tidak ada paksaan kepada rakyat untuk mendukung salah satu pasangan,” tambah Njito (panggilan akrab Warsito-Red).

Pihaknya juga sudah mendengar selintingan sejumlah kepala desa merapatkan barisan untuk mendukung pasangan HUDANOOR. Sepanjang tidak melibatkan AKD secara organisasi hal itu tidak masalah. Sebab, posisi kades selama ini juga bukan jebatan politik dan juga bukan PNS. “Melihat posisi kades sah-sah saja memberikan dukungan pada pasangan HUDANOOR atau yang lain,” tandas mantan aktivis LSM di Tuban itu.

Sementara itu sumber lain di lingkungan kepala desa di Tuban menyebutkan, hampir pasti kalangan kepala desa akan mengarahkan dukungan kepada pasangan HUDANOOR. Sebab, pasangan ini yang dianggap mampu melakukan perubahan, utamanya peran dan posisi desa di mata Pemkab Tuban. “Kami mendukung pasangan HUDANOOR, karena pasangan ini yang paling layak memimpin Tuban,” terang sejumlah kepala desa.

Apalagi, lanjutnya sejumlah kiai dan tokoh masyarakat di desanya sudah lebih dulu memberikan dukungan pada pasangan HUDANOOR, sehingga, kebanyakan para kepala desa langsung menyatakan persetujuannya saat diminta memberikan dukungan pada HUDANOOR. “Lho kalau tokoh masyarakat dan para kiai sudah dukung HUDANOOR, kalau kami tidak mengikuti bisa-bisa periode kedua nanti kami tidak akan didukung lagi,” ungkap salah seorang kepala desa di Kecamatan Parengan sambil tersenyum.

Sementara itu Ketua Pemenangan HUDANOOR, M. Miyadi membenarkan jika pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan kalangan kepala desa. Namun, pertemuan itu hanya silaturrahmi biasa untuk memperkenalkan pasangan cabup-cawabup ini. “Itu silaturrahmi biasa, HUDANOOR hanya mohon doa restu untuk mencalonkan bupati dan wakil bupati 2011,” tegas Miyadi.

Ditambahkan, pasca pertemuan itu kalau ada kepala desa yang mendukung pasangan HUDANOOR sangatlah bagus. Karena memang pasangan ini jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tuban akan bertekat memberdayakan kepala desa maupun desa secara umum. “Ya allhamdulillah lah kalau kepala desa memberikan dukungan pada kami. Itu artinya kepala desa memiliki nurani untuk memajukan desanya di masa mendatang,” tandas Miyadi.(Dikutip dari kotatuban.com, 145 Jan. 2011)

, , , ,

  1. #1 by Hastono Notopawiro on Januari 15, 2011 - 2:12 pm

    Pilkada Tuban sudah mulai panas, tarik-tarikan kepentingan semakin rawan konflik. Seyogyanya secara etik politik bhw setiap pelayan publik pemerintahan sebagaimana PNS, BUMN/BUMD, Aparat Keamanan (TNI/Polri) juga aparat Desa (Kades, Carik, dan perangkat desa lain) diwajibkan netral kalau nggak hati-hati, jangan salahkan Bupati kalau dikenakan sangsi hukuman. Awas-awas Pilkada mulai rawan konflik…..

  2. #2 by Aria Kamajaya on Januari 17, 2011 - 7:20 pm

    kayaknya masih kuat incanben kalo merangkul kepala desa, karena lewat struktural Camat, ‘sepertinya begitu yang terjadi”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: