Tingkat Melek Huruf Perempuan Tuban Masih Rendah

Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fawziyah, S.Pd, menyatakan, mayoritas ibu-ibu di Tuban buta huruf. Hasil survey yang dilakukan KPR, menemukan sekitar 70 persen ibu-ibu tidak bisa baca tulis dan minim pengetahuan dasar. “ Rata-rata ibu-ibu di pedesaan tidak sempat menikmati bangku sekolah, terutama di desa-desa yang masuk kategori tertinggal,” jelas Nunuk, Jumat (21/1).

Rendahnya pengetahuan tersebut, lanjut Nunuk, berakibat banyaknya kaum ibu yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). KPR mencatat, hingga Desember 2010 kemarin sedikitnya 99 kasus KDRT terjadi di Tuban. Dari jumlah tersebut, 65 persen dialami kaum ibu di pedesaan.

Melihat masih rendahnya SDM kaum ibu, tambah Nunuk, sangat sulit memberi pengertian terkait hak-hak yang mestinya mereka dapatkan dari masyarakat. “Budaya patrimonial masih sangat kental meski sudah banyak kaum ibu yang berhasil meraih sukses, bahkan mencapai puncak karir,” keluhnya.

Tri Astuti, anggota DPRD Tuban dari Partai Gerindra sependapat. Meski tidak yakin jumlah ibu-ibu yang buta huruf mencapai prosentase sebesar itu, Tri Astuti mengakui posisi kaum ibu masih dipinggirkan. Ia berjanji akan memperjuangkan nasib kaum ibu Tuban melalui DPRD.

“Kita akan usulkan agar dibentuk badan khusus menangani masalah perempuan, terutama ibu-ibu. Lewat badan ini kita akan perjuangkan nasib mereka,” kata Tri Astuti.

Senada diungkapkan Khozanah Hidayati, wakil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, selama ini Pemkab Tuban belum memberi perhatian cukup pada nasib ibu-ibu. Terbukti dengan tidak adanya program yang murni dibiayai APBD Pemkab Tuban untuk perempuan.

“Program-program untuk perempuan selama ini masih datang dari Propinsi. Harusnya Pemkab juga menganggarkannya,” kata Khozanah.

Di DPRD Tuban sendiri, dari 50 anggota, 9 diantaranya perempuan. Khozanah maupun Tri Astuti mengakui jumlah tersebut tidak sebanding. Namun mereka berjanji akan berbuat lebih banyak untuk kaum ibu, terutama pemberantasan buta aksara dan pengetahuan dasar.(Dikutip dari Jurnalberita.com, 22 Januari 2011).

, , , , , ,

  1. #1 by M. Supriyadi on Februari 2, 2011 - 9:26 pm

    karena pemimpinnya juga gak melek alias picek

  1. Universitas Perempuan Terbesar di Dunia Diresmikan | Bani Madrowi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: