LMDH Dukung HUDANOOR

Kalangan petani penggarap persil milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) minta pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) untuk menyelesaikan segala persoalan kaum tani persil yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemkab Tuban. “Kalau pasangan HUDANOOR menjadi Bupati Tuban kami meminta perhatiannya terhadap LMDH,” terang pendamping LMDH KPH Tuban, Ali Imron.

Salah satu keluhan anggota LMDH selama ini terkait dengan jatah pupuk subsidi. Selama ini, jatah pupuk subsidi dari pemerintah hanya diperuntukkan tanah yasan, sementara tanah persil sama sekali belum masuk dalam kebutuhan pupuk di Tuban.

Sehingga, petani yang menggarap persil milik Perhutani kesulitan dalam mendapatkan pupuk setiap musim. “Kami tidak pernah mendapatkan jatah pupuk, kalau pun dapat harganya sangat mahal,” tandas Kusmak salah satu pengurus LMDH BKPH Merakurak.

Selain itu, sejumlah LMDH di Jawa Timur yang belum mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten hanya LMDH di Tuban. LMDH di Lamongan, misalnya. meski wilayah hutannya masuk wilayah KPH Tuban, namun, organisasi warga penggarap persil hutan ini sudah mendapatkan kucuran dana dari APBD. Begitu juga di wilayah kabupaten lain.

“Kami sudah berkali-kali menyampaikan masalah ini, tapi, tampaknya Pemkab Tuban masih memandang sebelah mata terhadap LMDH, ” tutur Ketua Forum LMDH KPH Tuban, Muzaiyin.

Masalah mahalnya bibit juga menjadi keluhan anggota LMDH. Diharapkan, jika pasnagan HUDANOOR secara resmi menjadi Bupati Tuban periode 2011-2016 haru berupaya membuat penangkaran bibit, sehingga, harga bibit semakin murah. Begitu juga soal pasca panen.

Petani selama ini nasibnya selalu tidak beruntung. “Pupuk, bibit mahal, tapi, kalau panen hasinya sangat murah. Kondisi ini harus segera diakhiri agar nasib petani semakin membaik,” terang pengurus LMDH wilayah BKPH Sundulan, Kecamatan Plumpang.

Untuk menjawab keluhan penggarap persil (pesanggem) yang tergabung dalam LMDH KPH Tuban itu, pasangan HUDANOOR langsung meneken kontrak politik. Kontrak politik sebanyak lima item itu sebelum ditandatangani H. Fathul Huda (Cabup) dan Ketua Forum LMDH Muzaiyin diparap lebih dahulu oleh Ir Noor Nahar Husain selaku cawabup.

Lima item kontrak politik itu diantaranya, pasangan HUDANOOR jika terpilih sebagai bupati, akan memberikan anggaran pembinaan melalui APBD terhadap LMDH. Selain itu, luasan persil Perhutani, baik KPH Tuban, Parengan dan Jatirogo akan dimasukkan dalam kebutuhan pupuk Kabupaten Tuban.

“Nanti kami akan bersama-sama LMDH untuk menghitung seberapa luas lahan persil yang digarap pesanggem. Data itu nanti akan menjadi acuan dalam menentukan jatah pupuk subsidi Kabupaten Tuban yang akan diusulkan ke Pemprov Jawa Timur,” terang Noor Nahar yang mendampingi Fathul Huda dalam pertemuan dengan 150 pengurus LMDH KPH Tuban.

Ditambahkan Noor Nahar, jika nanti pasangan HUDANOOR terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tuban, dalam menggunakan anggaran tidak sekedar kesenangan dan keinginan seorang bupati.HUDANOOR mencalonkan untuk melayani rakyat. Dalam hal pertanian, lahan pertanian hutan harus didata sehingga mendapatkan alokasi pupuk.

Selama ini pendataan lahan pertanian hanya sebatas tanah yasan, sementara lahan persil yang digarap warga tidak pernah didata untuk mendapatkan jatah pupuk subsidi, sehingga jatah pupuk setiap tahun selalu kekurangan. “Masalah pertanian harus menjadi perhatian serius pemerintah, termasuk Pemkab Tuban, “terang Noor Nahar

Dengan kesediaan pasangan HUDANOOR teken kontrak dengan LMDH itu, anggota LMDH KPH Tuban yang pengurusnya sebanyak 13.300 kepala keluarga (KK) siap memenangkan pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB dan Gerindra. “Kami akan segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan berbagai kegiatan untuk mendulang suara HUDANOOR,” tandas Mustofa pendamping LMDH lainnya.

Dengan bergabungnya LMDH KPH Tuban itu pada cabup-cawabup HUDANOOR, lanjut Ali Imron, psangan ini bakal mendapatkan tambah suara yang signifikan. Dari hitungan kasar saja, dengan 13.300 KK ini paling tidak suara yang bisa disumbangkan kepada pasangan ini sebanyak 26.600. Itu baru suami isteri pengurus saja, belum penggarap persil lainnya,” papar Ali Imron (Sumber laman http://www.tuban.com, 26 Jan 2011).

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: