19 PAC Tak Gubris Ancaman DPD PDIP

Terkait Membelotnya Kader-kader PDIP ke HUDANOOR

Tuban; Pasca deklarasi dukungan pada pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Hussain (HUDANOOR) sejumlah pimpinan PAC PDIP se Kabupaten Tuban langsung dipanggil ke DPD PDIP Jawa Timur untuk diklarifikasi. Pada awalnya sebanyak 33 pengurus PAC PDIP yang dipanggil DPD PDIP Jawa Timur. Tapi, yang memenuhi panggilan hanya dua orang, yakni, Ketua PAC PDIP Singgahan, Mahfudz dan Bendahara PAC PDIP Jatirogo Sandy.

Menurut Mahfud, dalam surat udangan yang disampaikan kepadanya itu berisi koordinasi pemenangan Pemilukada Tuban. Namun, kenyataannya dalam rapat koordinasi itu pihaknya diminta untuk mencabut dukungan kepada pasangan HUDANOOR. “Saya tidak mau mencabut dan siap menerima sanksi meski sebetulnya DPD PDIP memberikan waktu dua hari,” terang Mahfudz.

Selanjutnya, pada 14 Pebruari lalu, DPD PDIP kembali memanggil 10 orang pengurus PAC PDIP yang dianggap sebagai penggerak dukungan ke HUDANOOR. Namun, yang datang malah 28 orang pengurus. Sementara dari 10 orang yang dipangil itu hanya satu orang yang tidak hadir, yakni, Sekretaris PAC PDIP Kota, Eko Nasikhin. “Yang diklarifikasi ya hanya yang mendapat udangan. Sementara lainnya menunggu di ruang tunggu kantor PDIP Jawa Timur,” tambah Sekretaris PAC PDIP Kenduruhan, Riyadi.

Saat itu, lanjut Riyadi, kesembilan ‘pesakitan’ itu ditemui sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi, Bambang DH, Suhandoyo, Rini, Yuwono dan Andi Firasati masing-masing sebagai wakil ketua DPD PIP Jatim. Pengurus DPD PDIP tetap meminta agar mereka mencabut dukungannya kepada pasangan HUDANOOR. Karena PDIP mempunyai calon sendiri, yakni pasangan Muhammad Anwar-Tulus Setyo Utomo (MULYO). Namun, kalangan kader PDIP itu tetap bersikukuh mendukung pasangan HUDANOOR. “Kami mau mencabut dukungan itu, asal pengurus DPC PDIP Tuban dibekukan,” tandas Wakil Ketua PAC PDIP Bangilan, Tukimin Wibowo.

Sejak awal lanjutnya, semua pengurus PAC PDIP se Kabupaten Tuban menuntut agar kepengurusan DPC PDIP Tuban dibekukan. Namun, tuntutan itu dianggap angin lalu, karena pengurus DPD PDIP Jawa Timur mempercayai informasi dari pengurus DPC PDIP Tuban. “Deklarasi itu kan puncak kejengkelan kami terhadap ulah segelintir pengurus DPC PDIP Tuban,” tandas Mahfudz.

Mahfudz dan Sandy Belum Dipecat
Meski digembor-gemborkan jika Ketua PAC Singgahan Mahfudz dan Bendahara PAC PDIP Jatirogo dipecat. Namun, kenyataannya keduanya masih dalam usulan ke DPP PDIP di Jakarta. Surat DPD PDIP Jawa Timur nomor 174/IN/DPD/II/2011 yang ditandatangani Sirmadji (Ketua) dan Kusnadi (Sekretaris) mengusulkan ke DPP PDIP agar kedua orang itu diberikan sanksi pembebasan tugas dan pencabutan keanggotaan partai. “Jadi kami masih sah menjadi pengurus dan anggota partai, karena masih dalam usulan,” papar Mahfudz.

Bahkan, pihaknya tidak yakin jika DPP PDIP meloloskan usulan dari DPD PDIP Jatim itu. Sebab, pemberhentian dari kepengurusan maupun pemecatan dari keannggotaan partai itu ada mekanismen yang harus dilakukan. Salah satunya adalah surat peringatan. “Sampai sekarang kami belum pernah mendapatkan peringatan dari DPC PDIP. Tapi, tiba-tiba ada usulan pembebasan tugas. Pengurus DPP PDIP itu tidak bodoh dan serta merta memenuhi permintaan konyol itu,” tuturnya.

Semestinya, yang harus diberikan sanksi itu justru pengurus DPC PDIP Tuban dan sejumlah oknum pengurus DPD PDIP Jawa Timur yang mendukung adanya keputusan pencalonanan Anwar-Tulus. Sebab, sudah nyata saat Rakercabsus penjaringan bakal calon tidak dipenuhi berbagai persyaratan. Selain itu, DPP PDIP tidak mengeluarkan rekomendasi terkait pencalonan dalam Pemilukada Tuban. “Itu kan melanggar aturan. Sehingga secara organisatoris PDIP tidak memiliki cabup-cawabup,” tambah Mahfudz.

Dengan adanya surat usulan pembebasan tugas dan pemecatan keanggotaan partai malah membuat kalangan PAC PDIP merapatkan barisan untuk membuktikan bahwa dukungannya pada pasangan HUDANOOR tepat. “Kami sudah tidak peduli mau diberhentikan atau dipecat dari anggota partai. Terpenting sekarang bagaimana agar pasangan HUDANOOR itu bisa memenangkan pertarungan pada 1 Maret mendatang,” tutur salah seorang Ketua PAC PDIP yang hadir dalam forum tersebut (dikutip dari laman kotatuban.com, 16 Feb. 2011).

, , , , ,

  1. #1 by Musytahidun on Februari 16, 2011 - 3:37 pm

    bravo hudanoor… semakin jaya…. hati2 kedepan menjelang hari h coblosan masih banyak tantngan

  2. #2 by Drs. Suwarno, MPd on Februari 17, 2011 - 10:04 am

    Pak Huda bupati Tuban, pak Noor Nahar Wabup Tuban itu sudah tercetak di alam quantum, tinggal menunggu waktu mewujud di alam realitas. Percayalah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: