Majalah Pemkab Tuban Dinilai Dukung Incumbent

Tuban; Suhu Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2011 nanti sudah menghangat. Sejumlah tahapan sudah dilakukan oleh para pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang maju dalam Pemilukada nanti, saat ini tahapan pemilukada Tuban sudah memasuki pada tahapan kampaye.

Berbagai cara dilakukan sejumlah calon pasangan bupati dan wakil bupati untuk mengenalkan masing-masing pasangan calon itu. Mulai dari membaut sepanduk hingga langsung terjun ke masyarakat, untuk mendapatkan suara dalam pemilihan pada tanggal 1 Maret nanti.

Namun nampaknya majalah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, juga dijadikan sabagai ajang pengenalan bagi pasangan calon nomor urut 2. Sejumlah masayarakat menyayangkan dengan adanya hal tersebut, yang mana sehurnya majalan yang dibiayai oleh Pemkab itu menjadi corong Pemkab dan memberikan suguhan materi yang netral.

Kalangan masyarakat bawah menyayangkan dengan majalan AKBAR yang diterbitkan oleh Pemkab Tuban itu. Pasalnya dimajalah edisi 152 tahun ke XIV ini salah satu halaman full colour memuat Haeny Relawati RW (bupati Tuban) dan Kristiawan (ketua DPRD) sedang memegang nomor 2 yang menjadi nomor urut pasangan yang disusung partai Golkar ini, tampa adanya gambar pasangan calon yang lain.

Selain itu, dihalaman sampul belakang terdapat foto sejumlah orang berseragam dinas dan mengacungkan dua jari. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan nomor urut pasangan Incumbent. Sedangankan di atas foto bertuliskan “Peace…” serta dibagian bawah foto bertuliskan “Lanjutkan Kembali…”.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Dion (27), salah satu wartawan yang juga tinggal di Kabupaten Tuban itu menilai bahwa keberadaan majalah Pemkab tersebut seharusnya dapat bersikap netral. Jika menampilkan nomor urut calon harus keseluruhan. “Kalau bupati membawa nomor urut itu berarti kapasitas sebagai cawabub. Dan kalau mau masang nomor urut ya semuanya harus dipasang,” keluhnya.

Ia mengaharapkan kepada redaksi majalah pemkab untuk dapat bersikap netral dengan menyuguhkan materi berita dan gambar yang tidak menimbulkan kecemburuan social.

“Saat ini keadaannya sudah memanas, dan Pemilukada ini rawan konflik, maka seharusnya materi yang dimuat sebisa mungkin agar tidak menimbulkan bahan pembicaraan. Karena majalah pemkab adalah milik semua rakyat Tuban, dan kalau tidak netral nantinya dapat memicu konflik,” ungkapnya.

Sementara itu, Jony Martoyo, Kabag Humas dan Media Pemkab Tuban yang juga sebagai Pimpinan Redaksi Majalah milik Pemkab itu saat akan dikonfirmasi sedang tidak berada di kantor.(Dikutip dari laman beritajatim.com, 19 Feb. 2011).

Iklan

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: