Gesekan Antar Pasangan Mulai Terjadi

Panwas Dalami Pelanggaran dan Keterlibatan PNS Sebagai Tim Sukses TANI
Tuban;Hari-hari akhir masa kampanye pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Tuban yang akan digelar pada 1 Maret 2011 mulai memanas. Perseteruan antar pasangan Cabup-cawabup semakin banyak terjadi. Dari 6 pasangan yang ada, persaingan panas paling terlihat antara kubu Fathul Huda-Noor Nahar Husain (Hudanoor) dengan pasangan Kristiawan-Haeny Relawati (Tani).

Yang sedang memanas saat ini, tim advokasi Hudanoor melapor ke Panwas atas keterlibatan sejumlah PNS dalam acara sosialisasi yang dilakukan pasang Tani dan adanya instruksi dari salah satu Pejabat di Pemkab Tuban kepada Kades dan perangkat desa beserta keluarganya untuk mendukung pasangan Tani.
Sementara dari kubu Tani, belakangan banyak mengekspos dukungan dari PKB pro Gus Dur yang mendukung Tani melalui sejumlah poster yang dipasang di beberapa mobil. Padahal, PKB adalah partai utama yang memberangkatkan pasangan Hudanoor.

“Terkait laporan (dari tim advokasi Hudanoor) tersebut, kita telah memeriksa 6 orang dan akan kita dalami. Mereka adalah pelapor (Abu Bakar Matdoan selaku tim advokasi), terlapor (Edi Sucipto selaku pegawai Inspektorat Tuban), Kepala Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang (Sudaro), Kepala Dusun Brau (Asrap Hasan), Kaur Keuangan Desa Tegalrejo (Tamat) dan Kaur Kesra Tegalrejo (Adnan Kohar),” kata Ketua Panwaskab Tuban, Minan usai melakukan pemeriksaan di kantornya, kemarin Sabtu (19/2).

Ketua Panwaskab Tuban ini juga mengaku bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan, apakah hal ini merupakan pelanggaran pidana pemilu atau tidak. “Kita masih terus mengumpulkan keterangan. Sementara ini, Panwas belum bisa menyimpulkan hasilnya, kalau seandainya nanti terbukti, terutama PNS-nya, kasus ini akan kita limpahkan pada dinas terkait (Inspektorat),”terang Minan.

Dalam laporannya, tim advokasi Hudanoor juga mempertanyakan acara sosialisasi yang dilakukan pasangan Tani yang melibatkan sejumlah Kades dan perangkatnya. Menurut mereka, acara sosialisasi itu sendiri sudah bisa dikategorikan pelanggaran karena sudah berisi ajakan untuk mendukung pasangan calon tertentu. Terlebih lagi dalam kegiatan itu melibatkan aparat negara yang seharusnya bersikap netral.

Demikian juga dengan keberadaan sejumlah mobil yang dipasangi gambar PKB pro Gus Dur yang mendukung pasangan Kristiawan-Heny. Panwas juga mengaku telah mengantongi sujumlah bukti terkait hal itu, serta masih berusaha melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

“Dalam ketentuannya sudah jelas, pasangan calon tidak boleh memakai atau menggunakan atribut dari partai selain pengusung. Kita sudah mengantongi bukti-buktinya, namun tetap saja Panwas perlu melakukan klarifikasi terhadap tim yang bersangkutan,” imbuh Minan saat ditemui di kantornya.

Sabtu kemarin, Kapolda Jatim Irjen Badroddin Haiti juga datang langsung ke Mapolres Tuban untuk memeriksa kesiapan pengamanan dalam Pemilukada Tuban 2011. Dalam kesempatan itu, Kapolda mengaku bahwa pihaknya terus memantau pengamanan yang dilakukan Polres Tuban untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kerusuhan seperti pada Pemilukada Tuban 2006 silam.

“Memang, potensi-potensi kerawanan itu ada. Dan salah satu pemicunya adalah terjadinya pelanggaran-pelanggaran selama tahapan Pemilukada. Namun, sampai masa kampanye, semuanya terhitung berjalan dengan aman,” kata Kapolda saat ditemui di Malpores Tuban.

Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan Pemilukada 2011 Tuban semua pihak, termasuk semua masyarakat dan para elit politik bertindak sesuai aturan yang telah ditetapkan. Dan ditegaskan Kapolda, potensi kerawanan yang muncul selama proses Pemilukada harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak sampai menimbulkan konflik seperti kerusuhan Pilkada 2006 lalu.

Dalam Pemilukada Tuban 2011, pesertanya terbilang paling banyak dibanding Pemilkada yang berlangsung di Kabupaten atau Kota lainya. Ada 6 pasangan calon yang maju, adalah pasangan Chamim Amir-Ashadi Suprapto (1) dari jalur Independen, Kristiawan-Haeny Relawati (2) dari Partai Golkar; Muhammad Anwar-Tulus Setyo Utomo (3) dari PDIP, Fathul Huda-Noor Nahar Husain (4) dari PKB, Gerindra, PPP dan PBB; pasangan Setidjit-Bambang Suhariyanto (5) dari koalisi Partai Demokrat, PAN, PKS, PKNU dan Patriot, serta pasangan Bambang Lukantono-Edy Toyibi (6) dari jalur Independen. (dikutip dari laman harianbhirawa.com 21 Feb 2011).

, , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: