Lima Menit Untuk Lima Tahun

Oleh : Ahmad Mustofa (Pemerhati masalah sosial dan politik, tinggal di Tuban)

Tebar pesona dan politik pencitraan para kandidat pasangan cabup – cawabup telah dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Demikian juga sosialisasi dan kampanye para kandidat telah dijalankan. Baik itu dalam bentuk road show, rapat tertutup,rapat terbuka terbatas maupun rapat akbar. Janji-janji berupa program – program unggulan, penyampaian serta sosialisasi visi dan misi para kandidat juga sudah digelar dan dikumandangkan. Sebentar lagi tepatnya 1 Maret 2011 kita warga Tuban mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin yang akan mengepalai daerah ini lima tahun ke depan. Partisipasi setiap warga negara sangat sekali diharapkan dalam ajang demokrasi pemilukada tahun ini.

Bendera kampanye telah dikibarkan, genderang perang ditabuhkan, baliho / spanduk / banner dibentangkan di jalan-jalan dan janji-janji / slogan ditebarkan, dan berbagai pendekatan serta tebar pesona pun telah dilakukan oleh para kandidat cabup – cawabup dan tim suksesnya.

Adu visi dan misi pun telah diselenggarakan dan bahkan program-program unggulan yang akan dijalankan saat para kontestan nantinya telah terpilihpun telah disosialisasikan. Baik lewat jalur formal yang dikoordinasikan oleh KPUK maupun jalur informal oleh pasangan calon secara langsung ke tengah-tengah masyarakat Tuban baik lewat media TV, media cetak maupun tatap muka secara langsung.

Semua usaha kampanye dan sosialisasi tersebut tidak ada tujuan lain selain ingin mengait dan menarik simpati warga masyarakat untuk memilih para pasangan calon pada hari H pencoblosan nanti. Namun terkadang program kampanye dan sosialisasi yang telah dilakukan oleh para pasangan calon kurang mendapat respon positif dan bahkan cibiran dari masyarakat karena barangkali cara penyampaiannya yang kurang tepat atau program yang ditawarkan sudah basi, itu-itu saja atau bahkan terlalu tinggi harapannya sehingga sulit dijalankan.

Saat sekarang ini, saat hari mendekati tenang ini, masyarakat diajak untuk menimbang dan mengevaluasi apa-apa yang telah dipaparkan oleh para pasangan calon dan tim suksesnya. Apakah visi, misi dan program yang telah dijanjikan akan bisa membawa masyarakat menuju kepada kehidupan yang lebih baik. Apakah program yang telah dipaparkan akan bisa membawa keadilan di masyarakat dan juga bisa membawa masyarakat Tuban yang bermartabat.

Disamping itu juga perlu dievaluasi dan ditimbang-timbang apakah track record para pasangan calon yang akan kita pilih tersebut mempunyai komitmen untuk benar-benar mengabdi kepada masyarakat, bukan untuk diabdi oleh masyarakat. Apakah pasangan calon tersebut mempunyai integritas moral yang teruji dan mempunyai komitmen untuk mendorong keberhasilan pemberantas korupsi. Dan bahkan apakah pasangan calon yang akan kita pilih mempunyai komitmen untuk menghilangkan budaya “amplop” dalam birokrasi.

Bagusnya visi, misi dan program serta integritas moral yang teruji tidak akan menjamin suksesnya seseorang dalam memimpin. Apalagi memimpin suatu daerah untuk menjadi kelapa daerah. Untuk itu kapasitas dan kapabilitas pasangan yang akan kita pilih juga harus dicermati.

Kapasitas seseorang pemimpin akan terlihat diantaranya apakah saat memimpin dia hanya mementingkan sektor tertentu sementara sektor pembangunan yang lainnya diabaikan. Apakah calon pemimpin tersebut hanya suka mementingkan kelompok tertentu tanpa merangkul semua golongan. Juga apakah cakupan kemampuan kepemimpin calon tersebut bisa me-ngayai untuk posisi seorang bupati / wakil bupati, misalnya apakah dia mempunyai pengalaman memimpin organisasi dan berhasil dengan bagus atau tidak.

Kapabilitas seseorang calon pemimpin yang akan kita pilih juga perlu dicermati dan dievaluasi. Apakah dia mempunyai kemampuan mengorganiasi dan mengkoordinir beberapa kelompok dan beberapa kepentingan untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang bagus. Dan apakah dia juga mempunyai jiwa entrepreneurship handal, yang nantinya dibutuhkan kabupaten Tuban untuk menarik para investor untuk menanamkan modalnya di tanah Tuban, sehingga diharapkan perkembangan Tuban ke depannya bisa benar-benar maju yang membawa kesejahteraan kepada masyarakatnya.

Di samping hal-hal di atas, dalam hari-hari mendekati hari H pencoblosan nanti. Sudah bukan rahasia lagi bahwa banyak sekali disinyalir potensi intensitas praktik politik uang semakin tinggi. Bahkan potensi kecuranganpun semakin tinggi.

Setelah menyebar uang sebagai political cost saat kampenye, kini para tim sukses para pasangan cabup – cawabup berkosentrasi pada pengamanan dan juga perluasan secra instan perolehan dukungan suara menjelang pemungutan suara. Seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya, masa tenang dan menjelang hari H pencoblosan. Para tim sukses pasangan cabup – cawabup tidak berhenti untuk terus mempengaruhi para calon pemilih agar memilih pasangannya. Bahkan di saat masa tenang sekalipun, praktik politik uang disinyalir bahkan semakin masif terjadi.

Untuk itu masyarakat pemilih harus sadar bahwa money politics adalah racun bagi dirinya dan bangsa ini. Bisa jadi kandidat yang mengandalkan politik uang nantinya jika terpilih akan berperilaku lebih ganas bak predator yang bisa menghisap uang rakyat lebih banyak. Jika sudah menjadi pejabat, dalam pikirannya akan muncul bagaimana uang milyaran rupiah yang telah dikeluarkan bisa balik, bahkan kalau perlu bisa lebih. Kandidat model ini akan menghalalkan segala cara dalam meraih keuntungan politik dan ekonomi ketika sudah duduk menjadi bupati/wakil bupati. Karena itu, ambil uangnya, soal pilihan sesuaikan dengan apa kata hati nurani.

Pemilukada yang diwarnai dengan politik uang yang begitu vulgar dan masif bukannya akan memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, tapi justru sangat membodohi masyarakat dan menghancurkan sendi-sendi demokrasi. Kandidat atau tim sukses yang mengandalkan uang dalam meraih kursi kekuasaanya, sudah dipastikan akan menjadi rezim korup jika mereka nantinya berkuasa atau memegang kekuasaan. Bahkan perilaku korupnya dipastikan akan lebih korup dibandingkan dengan saat kampanye.

Lima menit untuk lima tahun ke depan. Meluangkan waktu lima menit pergi ke TPS untuk menyoblos akan menentukan masa depan kita lima tahun ke depan. Kesalahan kita dalam memilih akan menentukan nasib kita selama lima tahun ke depan. Karena itu, pilihlah kandidat yang berintegritas, mempunyai kapasitas dan kapabilitas.

Dan Andapun berhak untuk tidak memilih. Namun kalau Anda tidak menunaikan hak pilih. Bisa jadi membuka peluang hak suara Anda bisa disalahgunakan oleh para opportunis oknum petugas TPS. Mereka akan memanfaatkan kertas suara sisa untuk memenangkan pasangan calon tertentu. Hal ini tentunya akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan demokrasi dan juga bagaikan memberikan “cek kosong” kepada calon kepala (koruptor) daerah.

Masyarakat pemilih dituntut untuk berfikir lebih rasional dan cerdas. Pemilih jangan sampai tergiur dengan imbalan materi yang diberikan tim sukses atau seseorang yang diamanati kandidat tertentu. Kandidat yang bermental dan berkarakter korup, aji mumpung, tamak dan tak berorientasi pada pelayanan kepada rakyat dan hanya mementingkan dirinya sendiri beserta kelompoknya wajib untuk tidak dipilih. Awalnya mungkin berkah bagi pemilih, namun kedepannya akan menjadi bencana politik bagi pemilih dan bangsa ini (AM, 21 February 2011).

, , , , , ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: