Pesan Jama’ah Facebookiyah Untuk HUDANOOR

Oleh : Darsono
Kalau kita mau mengengok di fb “Hudanoor Huda Noornahar” ada banyak pesan yang ditulis didindingnya, mereka anak-anak muda yang tanpa malu-malu berani mengurai unek-uneknya, yang berisi harapan, impian, keinginan dan cita-cita agar esok hari tuban menjadi lebih baik. Mereka ini generasi baru yang memiliki wadah untuk mengekspresikan apa yang mereka tatap dan alami setiap hari.

Generasi facebooker’s ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang tidak mampu menikmati kenikmatan berselancar di dunia maya, menjelajah informasi yang sudah tanpa batas, mendengar kabar dari negeri seberang dalam sekejab, membandingkan apa yang terjadi diluar dengan kenyataan yang terjadi disekelilingnya. Mereka ini generasi-generasi baru yang lahir dari kemudahan mengaskses teknologi informasi.

Bila kita baca satu-persatu pesan yang ditulis, ada banyak harapan dan impian sekaligus keresahan, semuanya merefleksikan kondisi yang tengah meraka alami dan rasakan. Saya berharap Pak kaji Huda mendengar harapan dan impian generasi facebooker’s ini.

Ada pesan yang kirim “Muhammad”, yang berisi harapan sekaligus peringatan; harapan agar Pak kaji Huda lebih memperhatikan “wong cilik”, kesejahteraan dan kemakmuran lebih utama dibandingkan bola. Olah raga terutama bola menjadi dambaan setiap kota/kabupaten agar memiliki tim yang mampu pentas di liga utama nasinal, tetapi terkadang harus mengorbankan milliaran rupiah hanya untuk membiayai bola, peringatan yang dikirim “Muhammad” tentu setelah melihat kota-kota lain yang terkuras APBDnya hanya untuk membiayai bola, memajukan olah raga penting, tetapi kesejahteraan “wong cilik” lebih utama. Saya rasa sudah saatnya Pak kaji Huda, menengok konsep LPI, yang mau menghadirkan wajah olah raga yang professional tanpa harus mengguras APBD, pilihan ini sekaligus membangun optimisme bahwa menciptakan tim sepak bola yang mampu berlaga dipentas nasional tidak harus dengan dana APBD.

Ada harapan yang dikirim “warnet oneclik” agar perizinan untuk usaha kecil dipermudah, serta akses terhadap permodalanya. Memenuhi harapan dan keinginan setiap orang/kelompok memang sulit, tetapi itulah sudah menjadi tugas pemimpin, untuk menghadirkan jalan dan kesempatan yang sama bagi warganya, termasuk mereka yang sedang merintis usaha skala kecil dan menengah; ada baiknya Pak Kaji Huda menengok, apa yang telah dilakukan oleh Gamawan Fauzi saat jadi bupati dulu, konon kabarnya dia mampu melakukan/membuat birokrasi yang ramah dengan kelompok bisnis, dengan mempermudah semua perizinan bagi setiap pebisnis yang mau berusaha. Dia dianggap salah satu bupati yang moncer ketika memimpin kabupatennya. Saya rasa dengan menduplikasi apa yang baik tidak salahnya.

Lain halnya dengan impian yang diutarakan “Imam Sutowo” agar pak Kaji Huda, memperhatikan PKL; sudah menjadi jamak dikota-kota yang sedang tumbuh dan berkembang, persoalan PKL selalu menjadi persoalan tersendiri. Pada Pedagang Kaki Lima kerap kali menjadi bulan-bulanan dari aparat Satpol PP, karena dianggap merusak pemandangan kota, biang kemacetan dan aneka cercaan negative yang dialamatkan padanya. Tindakan-tindakan seperti secara tidak sadar sebenarnya para Satpol PP sedang membanyangkan konsepsi kota futuristic, dimana kota yang kalau dilihat dari depan tampak indah dan anggun, sebagaimana kota-kota yang ada di eropa. Saya rasa pak kaji Huda tidak perlu malu untuk berguru pada walikota solo Jokowi, dalam menata PKL, konon kabarnya dia melakukan pertemuan sampai 54 kali dengan para pedagang, mereka didatangi satu persatu dengan bersepeda, yang vocal didatangi didengarkan apa yang menjadi harapan dan keinginnnya. Agar mereka mau pindah/ditata, mereka diberi tempat, dikasih gerobak, selain itu, pemerintah daerah juga menggratiskan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Kini apa yang telah dilakukan Jokowi tidak hanya menuai prestasi ditingkat nasional, tetapi juga mendapat ancungan jempol ditingkat internasional karena kemampuannya menata 5.817 PKL di Kota Solo. Selain itu juga mampu menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar yang semula Rp 7 miliar naik menjadi Rp 12 miliar.

Harapan klise, tetapi mendasar dikirm “Abimanyu Cullen Armstrong” agar di era kepemimpinan Pak Kaji Huda, lebih menata SDM rakyat Tuban, menciptakan generasi yang unggul merupakan investasi di masa mendatang, menciptakan generasi yang unggul dapat dilakukan dengan menciptakan kesempatan yang sama bagi semua anak-anak tuban untuk mendapatkan pendidikan yang layak disetiap jenjang pendidikan. Mungkin Pak Kaji sesekali waktu menyempatkan diri berlibur ke pulau dewata, sambil mampir ke kabupaten Jembrana. Konon dari cerita-cerita paper akademis, Winase bupati pertama yang mengratiskan sekolah bagi anak-anak jembrana. Sekolah dan sarana kesehatan yang gratis yang dirintis winase, buknalah karena alokasi APBD yang besar diperuntukkan untuk pendidikan dan kesehatan, tetapi lebih karena kemampuan manajerialnya untuk merampingkan sekolah-sekolah di setiap wilayah agar pendidikan menjadi gratis. Saya rasa Pak kaji, tak perlu sungkan/malu untuk belajar ke jembrana.

Sudah sa’atnya Pak Kaji, mendengar dan membaca uneg-uneg para facebooker’s, dan mewujudkan apa yang menjadi impian meraka. Sulit mungkin bila mewujudkan satoe persatoe bila dilakukan seorang diri Pak kaji, tapi kekuasaan sudah ditangan, ajaklah serta birokrasi yang dulu berseberangan untuk bekerja demi bumi ronggolawe. Apabila masih tidak mau beri mereka (birokrasi) renumerasi seperti yang dilakukan fadel Muhammad saat jadi gubenur gorontalo, yang memberi insentif bagi pegawai yang mau bekerja keras dengan aturan yang jelas, agar mereka para birokrat mendapat penghasilan yang lebih tanpa harus melakukan korupsi.

Bila tindakan-tindakan yang mulia ini dihalang-halangi oleh DPRD, karena kita tahu bahwa “padi masih menguning” di gedung dewan. Ajak mereka untuk kunjungan, ke gorontalo, kota solo, solok, jembrana, suruh mereka untuk belajar untuk belajar di kota/kabupaten tersebut, bila perlu dikasih sangu yang cukup, agar meraka belajar bagaimana manata regulasi yang mampu memajukan kota…………………(Dikutip dari laman politikana.com, 11 Maret 2011).

, , ,

  1. #1 by WAYIT EKO PRABOWO on April 16, 2011 - 2:14 pm

    SELAMAT ATAS KEMENANGAN HUDANOOR….
    SEMOGA TUBAN BENAR-BENAR AKBAR DHOHIR DAN BATIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: