Sempat Diboikot, 11 Perda Kab. Tuban Akhirnya Disahkan

TUBAN  – Aksi boikot anggota DPRD Kabupaten Tuban membuat rapat Paripurna pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) diskors selama 1 jam. Dari 50 anggota dewan, hanya 28 orang mengikuti jalanya rapat. Sedangkan, anggota lainya memilih berada diluar rung rapat dan berada di lantai bawah.

Informasi yang diperoleh, aksi boikot rapat paripurna tersebut terjadi Selasa (5/7/2011), saat rapat dengan agenda kesimpulan badan dan legislasi, pandangan akhir fraksi serta penetapan dan persetujuan 11 Raperda. Tanpa alasan jelas, wakil rakyat dari empat fraksi, PDI Perjuangan, PKNU, PKS dan Golkar memilih tidak mengikuti jalanya sidang paripurna yang dihadiri Bupati Tuban, H.Fathul Huda dan Wakil Bupati H. Noor Nahar Hussein serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sebelumnya, sidang paripurna dibuka Ketua DPRD Tuban, Kristiawan. Namun karena tidak memenuhi kuorum sidang ditunda. Lobi antar anggota dewan pun dilakukan. Setelah 1 jam tertunda, rapat paripurna kembali digelar dengan 45 anggota DPRD, hingga penandatanganan naskah 11 Perda.

Juru bicara badan dan dan legislasi DPRD, Triastuti saat menyampaikan hasil pembahasan, dari 12 Raperda yang diajukan pihak eksekutif, hanya 11 Raperda yang dibahas. Hal ini dikarenakan Raperda tentang izin pertambangan dinilai masih kurang memenuhi syarat, “Izin pertambangan belum kita bahas, karena belum ada dalam pasal yang memuat tentang reklamasi. Kami masih membutuhkan waktu untuk membahasnya,” ungkapnya.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda dalam sambutanya, mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD karena tugas penyusunan Perda telah rampung. “Menurut petunjuk Gubernur, kita harus mensosialisasikannya dan harus segera membuat peraturan bupati (Perbup), Instruksi Bupati serta Keputusan Bupati untuk menjalankanya,” jelasnya.

Usai rapat paripurna, Ketua DPRD Tuban menyampaikan secara resmi kepada anggotanya, akan melanjutkan rapat dengan agenda koordinasi dengan Bupati Tuban. Rapat dilakukan secara tertutup hingga sore hari. 9Dikutip dari jurnalberita.com, 7 Juli 2011)

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: