Anggota Dewan Jatim Usulkan Pemprov Bangun RS Kusta di Tuban

INDRAPURA-Tingginya angka penderita penyakit kusta di Jawa Timur membuat DPRD provinsi Jatim prihatin. Bahkan Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah penderita kusta tertinggi di Indonesia. Fakta itu membuat Dewan Jatim terhenyak dan minta pemprov Jatim agar serius menanggulangi penyakit yang disebabkan bakteri lepra dan menyerang saluran saraf tepi saluran pernapasan atas ini. Penderita kusta akut akan mengalami kerusakan jaringan tubuh hingga menyebabkan kehilangan anggota tubuh seperti jari tangan atau telapak tangan dan kaki.

Khozanah Hidayati, anggota Fraksi PKB DPRD Jatim mengaku sangat prihatin tingginya angka penderita kusta di provinsi Jatim. Politisi perempuan PKB yang akrab disapa Mbak Ana itu lebih prihatin lagi dengan adanya fakta 71 persen penderita penyakit yang di masyarakat dianggap momok menakutkan itu justru terdapat di wilayah pantai utara (Pantura) yang notabene adalah daerah pemilihannya.
“Saya prihatin dengan tingginya angka penderita kusta di Jatim. Terlebih mayoritas penderitanya ada di pantura yang merupakan dapil saya. Saya minta pemprov serius menanggulangi masalah ini,” ujar Khozanah saat ditemui di gedung DPRD Jatim.

Anggota Dewan dari dapil Tuban dan Bojonegoro mengaku miris dengan minimnya RS Kusta (RSK) di Tuban. Bahkan hingga saat ini Jatim baru memiliki dua rumah sakit khusus penderita kusta yakni RSK Sumberglagah Mojokerto dan RSK di Kediri. Padahal Mojokerto dan Kediri bukan daerah endemi kusta. Menurutnya, sudah saatnya pemprov membangun satu rumah sakit khusus kusta di wilayah pantura, mengingat di sinilah jumlah penderita kusta terbanyak.

Caleg peraih suara terbanyak di dapil Jatim IX itu mengusulkan agar pemprov selain melakukan penyuluhan atau edukasi terhadap masyarakat agar terhindar dari bakteri penyebab kusta, dalam jangka dekat, dirinya mendesak pemprov membuat RSK. Di Tuban sudah saatnya memiliki unit pelayanan teknis (UPT) rehabilitasi medis dengan jumlah tim medis yang sudah memadai. Dengan demikian, pemprov tinggal meningkatkan status UPT itu menjadi RSK. Dengan begitu, rumah sakit khusus kusta itu bisa cepat beroperasional dan mengkover penderita kusta yang bearada di sekita wilayah pantura.
Untuk mewujudkan hal itu, Khozanah berharap pemprov beserta dinas terkat turun tangan, sebab bila penanggulangan kusta diserahkan pada daerah tidak akan maksimal karena dana dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki pemkab sangat terbatas.

“Saya kira sudah waktunya pemprov membangun sebuah rumah sakit baru di Tuban. Hal itu penting untuk mengkover besarnya penderita di wilayah pantura. Saya sebagai anggota Dewan berharap ada langkah konkret dari pemprov. Apalagi pempro punya program Jawa Timur bebas ksuta pada tahun 2017,” tutur perempuan berkerudung itu.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Jatim, dr. Harsono merilis sebanyak 4.293 orang di Jatim dinyatakan menderita penyakit Kusta. Penderita kusta di wilayah pantura (pantai utara) mendominasi jumlah penderita kusta di Jatim. Jumlahnya mencapai 71 persen dengan angka 3.054 penderita.

“Selain wilayah pantura, di merata Madura juga banyak penderitanya. Data di Dinkes Jatim, penderita kusta yang mengalami kecacatan 184 orang. Sedangkan penderita anak-anak mencapai 177 penderita. Kami mengupayakan jangan sampai penderita kusta dibawah usia 15 tahun sampai 5 persen. Jangan lebih 5 persen,” tandas Harsono.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: