Mbak Ana : Anggota Parlemen Yang Tetap Jadi Ibu Rumah Tangga

FPKBPARLEMEN JATIM-Khozanah Hidayati atau akrab disapa Mbak Ana adalah satu diantara 63 orang wajah baru yang lolos ke Indrapura. Politisi perempuan PKB ini tergolong unik. Pasalnya, walaupun sebelum lolos sebagai anggota DPRD Jatim dia sudah berstatus anggota DPRD Tuban. Tapi ternyata ibu 4 anak ini tidak punya rekam jejak di organisasi massa apalagi politik sebelum masuk PKB.

“Saya ini learning by doing di dunia politik. Masuk organisasi baru di Perempuan Pergerakan Kebangkitan Bangsa (PPKB). Sebelumnya tidak pernah ikut organisasi apapun kecuali pengurus pengajian ibu-ibu. Sampai saat ini saya tetap merasa seorang ibu rumah tangga,” tutur alumnus Universitas UPN Veteran Surabaya ini.

Perempuan berparas ayu asli Tuban yang lama tinggal di Banten itu mengisahkan awal mula dirinya terjun ke dunia politis praktis pada tahun 2007 karena diajak temannya yang pengurus PPKB. Setahun kemudian dirinya juga didorong mendaftar sebagai caleg untuk DPRD Tuban untuk memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan. Tak dinyana ternyata justru perempuan asli Tuban itu melenggang sebagai anggota DPRD Tuban pada pemilu 2009. Bahkan perolehan suaranya terbesar kedua diantara caleg PKB terpilih lainnya.

Pada pemilu 2014, Mbak Ana didorong partainya untuk naik kelas ke tingkat DPRD provinsi Jawa Timur. Tugas jelas berat bagi perempuan berkerudung itu. Sebab, wilayah pertarungannya semakin luas meliputi kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Namun, tantangan itu tak membuat dirinya mundur apalagi gentar. Sosialisasipun ia lakukan saat masa kampanye lalu.

Uniknya, Mbak Ana mengaku lebih memilih menggarap basis massa secara umum alias tak memanfaatkan massa tradisional PKB apalagi struktur partai. Ia lebih fokus bersosialisasi kepada ibu-ibu pengajian yang belum punya afiliasi politik ke PKB.

“Saya ini orang baru di partai, jadi gak berani menggunakan infrastruktur partai dalam kampanye. Saya lebih memilih sosialisasi di luar basis PKB. Alhamdulillah, saya bisa diterima secara luas,” ujar caleg PKB dengan suara tertinggi di dapil IX itu.

Mbak Ana juga mengaku beruntung mempunyai suami yang mendukung karirnya di dunia politik. Bahkan suaminya ikut melakukan pemetaan politik saat kampanye lalu. Berkat jasa sang suami itulah target perolehan suara disejumlah kecamatan memuaskan. Tak hanya itu, suaminya pula yang membantu mencetak 25.000 buku Yassin dan doa dalam ukuran saku yang kemudian disebarkan ke sejumlah kelompok pengajian. Terbukti langkah itu efektif, apalagi tak ada logo partai dalam buku itu, sehingga bisa diterima masyarakat luas.

“Ide suami saya itu terbukti sukses. Bahkan banyak kelompok pengajian yang mendatangi saya untuk minta buku doa saku itu. Mereka sampai cari-cari saya, otomatis mereka jadi kenal dan akhirnya pilih saya,” papar anggota FPKB Jatim yang saat ini bertugas di Komisi D tersebut.

Meskipun sudah menjadi anggota parlemen, namun Mbak Ana tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga seperti memasak dan menyiapkan keperluan suami dan anak-anak. Dirinya mengaku tetap sebagai istri dan ibu dari empat orang putra. Baginya, sebagai wakil rakyat ia wajib melayani rakyat terutama konstituen. Namun di rumah, ia milik keluarga yang punya kewajiban melayani suami dan mendidik anak-anak.

“Kalau di luar saya milik umat. Tapi kalu di rumah, saya milik keluarga. Ini fitrah saya sebagai istri sekaligus ibu,”pungkas bendahara umum FPKB Jatim ini.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: