Dewan Jatim Minta Operasi Pasar Dibatasi, Hindari Mafia Beras

Suara Indrapura : DPRD Jatim meminta Bulog agar operasi pasar beras yang dilakukan dibatasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari mafia beras yang memborong harga beras di operasi pasar. Khozanah Hidayati, S.P anggota DPRD Jatim asal F-PKB mengatakan, dalam operasi pasar beras yang dilakukan Bulog, masih ditemukan mafia beras. Dengan membeli beras dalam jumlah banyak. Sikap mafia tersebut tidak dapat ditoleransi lagi karena dapat merugikan masyarakat.

Sejatinya operasi pasar dilakukan dengan tujuan meringankan beban masyarakat ketika adanya kenaikan beras yang meroket. Seharusnya Bulog melakukan operasi pasar sampai ke tingkat RT dan RW dengan syarat melakukan pendataan terlebih dahulu. Legislator cantik ini menjelaskan, Pemerintah harus mengevaluasi penyebab naiknya harga beras. Akibat melambungnya harga beras membuat masyarakat menjadi resah. Indonesia merupakan negara agraris, seharusnya harga beras tidak sampai menjadi 12 ribu perkilonya.

Terkait operasi pasar beras, Bulog harus bisa membedakan mana masyarakat biasa dan tengkulak. “Pengawasan ini sangat penting untuk mencegah adanya tengkulak yang memborong beras. Jika terus dibiarkan beras tersebut akan ludes di borong mafia beras,” terang Ana Khozanah.

Politisi yang maju dari daerah Tuban dan Bojonegoro mengingatkan, bahwa operasi pasar tidak hanya sekali dalam sebulan melainkan bisa empat kali sebulan. Hal ini dilakukan karena masyarakat sangat membutuhkannya. Selain itu hal ini sebagai cara Bulog melakukan pengawasan ketat agar operasi pasar bisa tepat sasaran. Jika perlu Bulog meminta bantuan keamanan untuk mengawasi operasi pasar. (rofik)

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: