Penanganan Bencana Pemprov Belum Maksimal

KORANKABAR.COM (SURABAYA)-Curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terahir, mengakibatkan hampir seluruh Kota/Kabupaten di Jatim merasakan dampak banjir yang cukup parah. Hal ini yang membuat sejumlah anggota DPRD Jatim prihatin dan mengusulkan berbagai upaya agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur tanggap memberi perhatian pada warga.

Banyaknya penyebab banjir, selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi, salah satunya adalah, semakin dangkalnya sungai dan gundulannya hutan akibat alih fungsi.
“Jadi, datangnya banjir ini bukanlah semata-mata karena curah hujan tinggi tetapi permasalahan lain termasuk penggundulan hutan dan tidak maksimalnya fungsi waduk dan embung juga menjadi masalah penting yang harus diperhatikan,” kata Khozanah Hidayati Anggota Komisi D DPRD Jatim saat ditemui di DPRD Jatim, Rabu (2/3).

Menurutnya, perlunya pemerintah melakukan revitalisasi sungai agar saluran air sungai akibat hujan yang lebat tidak meluap. Pemerintah Provinsi perlu berkoordinasi dengan Pemerintah setempat agar melakukan pengerukan dan pelebaran sungai, supaya aliran sungai akibat curah hujan deras bisa teratasi.

Ia menuturkan, contohnya saja, hujan yang terjadi di sejumlah daerah yang terparah di Surabaya,Sidoarjo,Gresik,Tuban, dan Sampang. Menurutnya hujan yang melanda lima daerah akibat tidak maksimalnya fungsi embung dan tanggul di bantaran sungai yang terlalu pendek dan adanya alih fungsi lahan.

“Sekarang ini saya prihatin melihat masyarakat Jatim yang terkena banjir yang cukup tinggi hingga dua meter lebih. Bisa di bayangkan, selain banyak korban masyarakat , puluhan hektare sawah yang siap panen, akhirnya hancur,” ujar Anggota Komisi yang membidangi masalah pembangunan ini.

Ia juga meminta, Pemerintah Provinsi agar serius memperhatikan masyarakat yang terjadi korban bencana banjir. Dinas terkait, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus tanggap memberikan bantuan secepatnya bagi korban banjir.
Pihaknya juga mendesak agar Dinas PU (Pekerja Umum) Pengairan Jatim melakukan revitalitasi sungai, mengingat penyebab banjir bukan karena insentitas hujan tinggi saja, melainkan dangkalnya sungai juga menjadi penyebabnya.

”Ini menjadi evaluasi bersama, baik dari Pemerintah maupun dari pihak-pihak swasta yang mempunyai kepentingan membangun pabrik, supaya serius memikirkan dampaknya akibat alih fungsi,” ujarnya. (dit/h4d) (dikutip dari http://www.korankabar.com)

  1. #1 by ACT.ID on Maret 23, 2016 - 12:38 pm

    Biasanya pemprov butuh dukungan dari lembaga dan petugas penananggulangan bencana untuk cepat tanggap ketiga ada siaga dan darurat bencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: