Full Day School Akan Menggilas Madin dan TPQ

Wacana full day school yang dilontarkan oleh Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy banyak menuai kontroversi dan pro kontra di masyarakat. Sebagian setuju dengan ide tersebut, mereka beralasan karena kenyataannya sudah ada sekolah-sekolah yang berstatus full day school utamanya di perkotaan dan bersifat sekolah terpadu. Dan juga mereka mengamini apa yang diwacanakan oleh mendikbud karena hal ini akan membantu anak didik untuk bisa belajar tambahan atau ada aktifitas tambahan di sekolah dengan pengawasan guru dari pada pulang siang namun tidak ada orang tua di rumah karena kerja.

Namun jika dicermati secara seksama gagasan full day school tersebut kalau diterapkan secara nasional akan memakai waktu pelaksanaan sekolah MADIN (Madaras Diniyah) dan TPQ yang sudah jadi pola pendidikan masyarakat di daerah-daerah. Dimana saat pagi hingga siang anak-anak akan belajar di sekolah berkurikukum kemendikbud dan kemudian siang hingga sore dilanjut sekolah di MADIN & TPQ untuk memperdalam dan memoerluas ilmu agamanya.
Dan sayangnya sebagian besar Madin & TPQ yang terancam waktu pelaksanaan belajarnya diambil oleh full day school tersebut adalah yang bercirikan ASWAJA (Ahlu Sunah Waljamaah). Sehingga secara tidak langsung Full Day School tersebut akan menyingkirkan ajaran ASWAJA dari masyarakat secara masif.
Semoga program full day school ini tidak jadi diterapkan. Kalaupun diterapkan semiga hanya berlaku terbatas di kota-kota besar saja dan sifatnya bukan wajib. Semoga!!!

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: