Dukungan untuk Halim Menguat

SURABAYA – Dukungan untuk Abdul Halim Iskandar sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur menguat. 

Ini setelah DPW Perempuan Bangsa (PB) Jatim meminta seluruh pengurusnya yang berjumlah 135.000 orang untuk all out mendukung ketua DPRD Jatim ini maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim yang akan berlangsung pada 2018 mendatang. Mesin politik ini memastikan tidak akan berpaling ke calon lain meskipun sama-sama berasal dari kalangan nahdliyin. ”Hubungan Muslimat NU dan PKB ini masih sangat solid. Dari data yang ada selama ini, pemilih PKB kebanyakan adalah kaum perempuan,” kata Ketua DPW PB Jatim Anik Maslachah, kemarin. Pihaknya optimistis jika Halim Iskandar diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan memenangi pilgub. 

”PKB ini sudah punya dua modal yang kuat, yaitu modal sosial dan modal politik. Modal sosialnya, Pak Halim sudah dangat dikenal di kalangan nahdliyin. Sedangkan modal politiknya, PKB sebagai partai pemenang 20 kursi, bisa langsung mengusung calonnya sendiri,” katanya. Pertimbangan lainnya adalah pengalaman Halim Iskandar yang pernah menjabat ketua DPRD Jombang dua periode dan ketua DPRD Jatim juga dua periode. ”Pak Halim pasti sudah tahu solusi tiap permasalahan di Jatim. Dedikasi dan loyalitasnya sangat tinggi,” papar Anik yang juga anggota DPRD Jatim. 

Ia mengakui, PB selaku badan otonom dari PKB harus selalu siap melaksanakan tugas dan perintah DPW PKB PKB Jatim untuk memenangkan kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar tersebut sebagai Gubernur Jatim. Terutama menguatkan basis dukungan untuk segmentasi kaum perempuan. ”Jika ditotal, jumlah pengurus PB se-Jatim itu 135.000 orang. Mulai dari level ranting (desa) sampai cabang (kabupaten/ kota). Mereka nanti yang akan jadi ujung tombak untuk mengorganisir relawan sampai level TPS. Itulah mesin politik yang akan PB Jatim gerakkan sebagai instrumen pemenangan Pak Halim,” tegasnya. 

Sekretaris DPW PB Jatim Khozanah Hidayati menambahkan, sosok Halim Iskandar sejauh ini relatif diterima dengan baik oleh segenap eksponen perempuan. Hal ini didasari oleh kebijakan Halim yang diklaim banyak berpihak pada upaya pembangunan berbasis gender. ”Pak Halim itu meski bukan perempuan tapi punya sensitivitas gender yang baik. Di PKB sudah mengakomodasi keterwakilan perempuan lebih dari 40%,” jelas Khozanah. 

Zaki zubaidi 

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: