DPRD Jatim Dorong Penataan Distribusi Pupuk

Ketersediaan pupuk nampaknya menjadi masalah di masyarakat, karena diduga ada permainan dari mafia. Dengan begitu, kelangkaan pupuk masih terjadi akibat distribusi ke para petani.

Anggota DPRD Jatim, Khozanah Hidayati mengatakan, untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk, perlu penataan sistem distribusinya ke masyarakat. Mengingat saat ini pendistribusiannya tidak tepat sasaran.

“Pupuk diharapkan diperhatikan. Terutama untuk hutan. Saat ini distribusi pupuk subsidi dari pemerintah masih banyak mata rantai sehingga mudah dipermainkan oleh mafia,” kata Khozanah, dikonfirmasi, Rabu (21/2/2018).

Politisi asal PKB itu berharap pemerintah membuat aturan untuk pemangkasan sistem distribusi sehingga tidak dapat dimainkan oleh mafia pupuk, dan dapat tepat sasaran dalam penerimaannya.

“Karena ada permainan mafia, akhirnya dikeluhkan oleh masyarakat. Maka ada pemangkasan dari pemerintah,” terangnya.

Salah satu bentuk tidak tepat sasaran dalam distribusi pupuk adalah pemberian kartu tani yang hanya mengacu data lama, sehingga tidak sesuai perkembangan data di masyarakat. Padahal kartu tani tersebut merupakan identitas para petani untuk mendapatkan pupuk subsidi.

Dengan kartu tani maka kepemilikan tanah beserta luasannya dapat terdata sehingga dapat mengkalkulasi jumlah pupuk yang akan didapatkan sesuai luasan tanah. Mengingat kadang-kadang masyatakat ada yang menjual tanahnya. Namun masih tetap mendapatkan pupuk subsidi, sementara yang luasan tanahnya bertambah tidak mendapatkan tambahan pupuk subsidi.

“Ini salah satu upaya untuk tanggulangi kelangkaan pupuk. Maka datanya harus di update terus, jangan copy paste data lama, sehingga kepemilikan tanah harus sesuai di lapangan untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ujar Anggota Komisi C DPRD Jatim tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) harus sering melakukan sensus untuk menga-update data yang terkini, sehingga dana program tersebut begitu dikucurkan tidak sesuai dengan data yang baru.

“Jangan sampai petani yang butuh 1 ton pupuk tidak mendapatkan sesuai jumlah yang dibutuhkan. Sementara pemilik tanah yang luasannya kecil justru mendapatkan pupuk yang banyak. Ini kan lucu,” pungkasnya

Iklan
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: