Arsip untuk Maret, 2018

DPRD Jatim Berharap Pemerintahan Lakukan Penataan Distribusi Pupuk Ke Petani

Jatim Newsroom – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap kepada pemerintah agar melakukan aturan penataan baru atau penataan ulang untuk sistem distribusi pupuk ke petani. Pasalnya, saat ini pendistribusiannya dinilai tidak tepat sasaran.

“Untuk masalah pupuk diharapkan diperhatikan. Pasalnya, saat serap asprisasi di Bojonegoro dan Tuban, masyarakat mengeluhkan pupuk tidak tepat sasaran terutama untuk masyarakat hutan. Bahkan, dinilai menilai saat ini masih ada pupuk yang mudah dipermainkan oleh mafia,”ujar Anggota DPRD Jatim, Khozanah Hidayati ditemui di ruang kerjanya DPRD Jatim, Kamis (8/3).

Oleh karena itu, Khozanah berharap pemerintah membuat aturan untuk pemangkasan sistem distribusi, sehingga tidak dapat dimainkan oleh mafia pupuk, dan dapat tepat sasaran dalam penerimaannya. “Karena ada permainan mafia, akhirnya dikeluhkan oleh masyarakat. Maka ada pemangkasan dari pemerintah,” paparnya.

Khozanah menyampaikan, salah satu bentuk tidak tepat sasaran dalam distribusi pupuk adalah pemberian kartu tani yang hanya mengacu data lama, sehingga tidak sesuai perkembangan data di masyarakat. Padahal, kartu tani tersebut merupakan identitas para petani untuk mendapatkan pupuk subsidi.

Dengan kartu tani, maka kepemilikan tanah beserta luasannya dapat terdata sehingga dapat mengkalkulasi jumlah pupuk yang akan didapatkan sesuai luasan tanah. Mengingat, kadang-kadang masyarakat ada yang menjual tanahnya. Namun masih tetap mendapatkan pupuk subsidi, sementara yang luasan tanahnya bertambah tidak mendapatkan tambahan pupuk subsidi.

“Ini salah satu upaya untuk tanggulangi kelangkaan pupuk. Maka datanya harus di update terus, jangan copy paste data lama, sehingga kepemilikan tanah harus sesuai di lapangan untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga minta Badan Pusat Statistik (BPS) harus sering melakukan sensus untuk meng-update data yang terkini, sehingga dana program tersebut begitu dikucurkan tidak sesuai dengan data yang baru. “Jangan sampai petani yang butuh 1 ton pupuk tidak mendapatkan sesuai jumlah yang dibutuhkan. Sementara pemilik tanah yang luasannya kecil justru mendapatkan pupuk yang banyak,â€� ujarnya. (pca/p)

Iklan

Tinggalkan komentar