khozanah

Ibu rumah tangga dan aktif di Perempuan Bangsa Cabang Tuban sebagai Sekretaris periode 2013 - 2018, disamping aktif di beberapa kegiatan sosial di kota Tuban. Disamping itu, Alhamdulillah saya juga menjadi DPRD Jatim periode 2014 - 2019 komisi D. Semoga saya bisa mengemban Amanah Rakyat dan menjadi anggota DPRD Jatim Tuban yang amanah dan membawa manfaat umat di Jatim khususnya Dapil IX Jatim (Bojonegoro dan Tuban)

Homepage: https://khozanah.wordpress.com

Selamat Hari Lahir Pancasila ke – 73

“Kita Pancasila, Bersatu, Berbagi, Berprestasi” .
Selamat Hari Lahir Pancasila.
Pancasila adalah pemersatu bangsa.
Ayo kita jaga Pancasila dari rongrongan idiologi lain yang akan merusaknya.

Iklan

Tinggalkan komentar

Hari Kartini, DPRD Jatim Mengapresiasi Perempuan Yang Berkarir di Politik

Jaltim Newsroom – Momentum dan semangat perjuangan kartini menghapuskan perbedaan gender harus terus digaungkan oleh generasi selanjutnya. Tidak terkecuali dunia politik. Lambat laun banyak kaum hawa menghiasi kancah perpolitikan dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Salah satunya Khozanah Hidayati. Anggota DPRD Jatim ini sangat mengapresiasi ketika ada perempuan mampu berkarir di politik. Sebab, tidak semua perempuan punya kesempatan untuk dapat duduk di parlemen. Butuh perjuangan yang tidak mudah.

“Harus ada yang wakili dari perempuan. Karena kalau tidak perempuan siapa lagi yang menyuarakan perempuan. Siapa yang mewakili perempuan. Sekalipun laki memahami tapi saya pikir perempuan lebih paham,” ujar wanita yang akrab disapa Ana ditemui di DPRD Jatim saat ditanyai tentang memperingati hari kartini, Jumat (20/4).

Peran perempuan di legislatif, menurutnya, sangatlah vital. Dirinya mencontohkan, seperti pembuatan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan buruh. Perlu ada wakil perempuan yang menyuarakan suara buruh wanita. Karena, hanya mereka yang tahu kebutuhan dan bisa merasakan apa yang dialami. Misalkan ketika menstruasi ada dispen, orang perempuan yang paling mengerti. “Sekarang masyarakat sudah tidak lihat gender laki atau perempuan,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Ana, untuk mencapai titik sukses didunia politik perlu juga dukungan dari keluarga. Baginya ini nomor satu sebelum mencari dari konstituen. Oleh karena itu, kodrat sebagai seorang ibu jangan sampai ditinggalkan.

Dua peran tersebut semestinya bisa berjalan beriringan. Meskipun sedang berada dipuncak karir. “Berdasarkan prioritas. Tetep keluarga prioritas nomor satu. Dimana saat saya dibutuhkan keluarga, juga harus bisa tampil disana. Artinya ketika masyarakat membutuhkan saya harus bisa hadir,” tutur Khozanah.

Diakuinya, memang banyak yang harus diurus. Mulai dari keluarga, hingga masyarkat di daerah peilihannya (dapil). Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan untuk dapat membagi dan berperan dengan baik. Serta kemampuan menempatkan diri dimanapun berada.

“Hari kartini ini kan ingatkan kita pada masa lampau. Dimana dulu pergerakan perempuan mulai ada. Contohnya peroleh pendidikan dan emansipasi. Jadi kita juga tidak boleh lupa bahwa kodrat wanita adalah seorang ibu tetap harus bisa bagi keluarga dan pekerjaan di dewan,” tandas Ana. (Pca/p

http://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/hari-kartini-dprd-jatim-mengapresiasi-perempuan-yang-berkarir-di-politik

Tinggalkan komentar

Wanita Harus Berpolitik Bawa Suara Kaumnya

SURABAYA (suarakawan.com) – Semangat perjuangan Kartini menghapuskan perbedaan gender terus digaungkan oleh genari-generasi selanjutnya. Tidak terkecuali dunia politik. Lambat laun banyak kaum hawa menghiasi kancah perpolitikan dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Salah satunya Khozanah Hidayati. Anggota DPRD Jatim ini sangat sangat mengapresiasi ketika ada perempuan mampu berkarir di politik. Sebab, tidak semua perempuan punya kesempatan untuk dapat duduk di parlemen. Butuh perjuangan yang tidak mudah.

“Harus ada yang wakili dari perempuan. Karena kalau tidak perempuan siapa lagi yang menyuarakan perempuan. Siapa yang mewakili perempuan. Sekalipun laki memahami tapi saya pikir perempuan lebih paham,” ujar wanita yang akrab disapa Ana, Jumat (20/4).

Peran perempuan di legislatif, menurutnya, sangatlah vital. Dirinya mencontohkan, seperti pembuatan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan buruh. Perlu ada wakil perempuan yang menyuarakan suara buruh wanita. Karena, hanya mereka yang tahu kebutuhan dan bisa merasakan apa yang dialami. Misalkan ketika mens ada dispen, orang perempuan yang paling mengerti.

“Sekarang masyarakat sudah tidak lihat gender laki atau perempuan,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Ana, untuk mencapai titik sukses didunia politik perlu juga dukungan dari keluarga. Baginya ini nomor satu sebelum mencari dari konstituen. Oleh karena itu kodrat sebagai seorang ibu jangan sampai ditinggalkan. Dua peran tersebut semestinya bisa berjalan beriringan. Meskipun sedang berada dipuncak karir. “Berdasarkan prioritas. Tetep keluarga prioritas nomor satu. Dimana saat saya dibutuhkan keluarga, juga harus bisa tampil disana. Artinya ketika masyarakat membutuhkan saya harus bisa hadir,” tuturnya.

Diakuinya, memang banyak yang harus diurus. Mulai dari keluarga, hingga masyarkat di daerah peilihannya (dapil). Maka dari itu, dibutuhkan kemampuan untuk dapat membagi dan berperan dengan baik. Serta kemampuan menempatkan diri dimanapun berada.

“Hari kartini ini kan ingatkan kita pada masa lampau. Dimana dulu pergerakan perempuan mulai ada. Contohnya peroleh pendidikan dan emansipasi. Jadi kita juga tidak boleh lupa bahwa kodrat wanita adalah seorang ibu tetap harus bisa bagi keluarga dan pekerjaan di dewan,” tandasnya. (aca/rur)

Wanita Harus Berpolitik Bawa Suara Kaumnya http://suarakawan.com/wanita-harus-berpolitik-bawa-suara-kaumnya/

Tinggalkan komentar

Kartini Harum Kiprahnya

Semangat perjuangan Kartini menghapuskan perbedaan gender kini memang terus digaungkan oleh genari-generasi selanjutnya. Tidak terkecuali dunia politik. Lambat laun banyak kaum hawa menghiasi kancah perpolitikan dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

“Harus ada yang wakili dari perempuan. Karena kalau tidak perempuan siapa lagi yang menyuarakan perempuan. Siapa yang mewakili perempuan. Sekalipun laki memahami, tapi saya pikir perempuan lebih paham,” ujar Khozanah Hidayati, anggota DPRD Jatim ini.

Ana, panggilan akrab Khozanah Hidayati menambahkan, peran perempuan di legislatif, menurutnya, sangatlah vital. Dirinya mencontohkan, seperti pembuatan rancangan peraturan daerah (raperda) perlindungan buruh. Perlu ada wakil perempuan yang menyuarakan suara buruh wanita.

Karena, hanya mereka yang tahu kebutuhan dan bisa merasakan apa yang dialami. Misalkan ketika menstrusdi ada dispensasi, orang perempuan yang paling mengerti.

Kartini Harum Kiprahnya https://www.jawapos.com/radarsurabaya/read/2018/04/21/66685/kartini-harum-kiprahnya#.Wtp8zH7gm2M.whatsapp

Tinggalkan komentar

Hari Kartini di Jaman Millenial

Oleh :
Khozanah Hidayati
Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim

Hari ini, 21 April adalah hari lahirnya Raden Ajeng Kartini. Sudah 139 tahun peristiwa kelahiran tersebut terjadi. Namun kelahiran beliau tersebut tetap dikenang dan diperingati di seantero negeri ini sebagai Hari Kartini. Karena kepeloporan beliau terhadap emansipasi wanita dan perjuangan terhadap kesetaraan genderlah hari tersebut dikenang dan diperingati.

Sekarang di jaman milenial, peringatan Hari Kartini masih saja identik dengan kebaya. Pada hari ini, sudah bisa dipastikan sejumlah karyawan wanita akan mengenakan “pakaian nasional” (kebaya, kain dan sanggul) ke kantor. Begitu juga anak-anak perempuan yang masih sekolah TK, SD, SMP dan SMU akan mengikuti lomba berpakaian nasional ala RA. Kartini atau membaca surat-surat RA. Kartini.

Begitu melegendanya pahlawan emansipasi wanita negeri ini, sehingga hampir semua anak bangsa pasti mengetahui dan hapal lagu “Ibu Kita Kartini” yang membahas tentang kepahlawanan emansipasinya.

Namun patut disayangkan, banyak kaum wanita negeri ini pada jaman milenial yang masih hanya mengaitkan RA. Kartini dengan kebaya dan surat-suratnya itu, yang termuat dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Jarang orang yang membicarakan tuntutan RA. Kartini terhadap belenggu atau kungkungan adat istiadat yang menyebabkan kaum wanita negeri ini tertinggal.

Sehingga dengan peringatan hari lahir RA. Kartini yang hanya berkisar antara kebaya dan surat-suratnya itu akan kehilangan esensi dan tujuan dari perjuangan RA. Kartini sendiri perihal emansipasi wanita dan perjuangan melawan dari kungkungan budaya yang feodalistik, kolonialis dan patriaki.

Semestinya peringatan Hari Kartini tidak hanya menonjolkan lomba berkebaya, menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” atau membaca surat-surat RA. Kartini semata, namun juga harus menonjolkan atau membahas perlawanan beliau terhadap tradisi adat yang mengungkung kaum perempuan. Dan juga harus mengekspose perjuangan RA. Kartini perihal emansipasi wanita agar mendapat pendidikan yang layak, mendapatkan pemeliharaan kesehatan yang baik dan lain sebagainya.

Di sekeliling kita masih banyak wanita yang dipoligami, wanita yang mendapatkan perlakuan kekerasan dalam rumah tangga dan bahkan masih juga banyak ditemukan wanita yang menjadi korban trafficking dan bahkan akhir-akhir ini ada wanita yang dijadikan obyek gratifikasi oleh para pejabat korup yang justru sebenarnya mereka berkewajiban melindungi wanita.

RA. Kartini mestinya akan sedih dan menangis jika melihat kondisi wanita negeri ini sekarang. Wanita hanya dijadikan “pelengkap penderita” belaka. Coba lihatlah kuota 30 persen sebagai syarat di daftar calon legislatif, ini hanya pelengkap syarat saja suatu partai bisa mengikuti pemilu, kenapa tidak sekalian mensyaratkan keterpilihan minimal 30 persen wanita terhadap total jumlah anggota parlemen dengan aturan yang jelas-jelas affirmative action bukan affirmative action semu seperti sekarang ini.

Coba tengok juga para wanita cantik dan seksi (biasa disebut Sales Promotion Girl / SPG) hanya dijadikan pajangan di setiap even besar pameran kendaraan bermotor atau produk-produk consumer good. Kenapa mereka harus dijadikan penarik minat kaum adam untuk melihat – lihat produk yang sedang dipamerkan, kenapa tidak mengandalkan keunggulan produk dan pelayanan yang purna untuk menggaet calon pembeli atau pelanggan.

RA. Kartini harus dikenang bukan karena kebayanya tapi dikenang dari gagasan dan ide perjuangan yang dilakukannya, sebagai pelopor kebangkitan perempuan. Kartini telah memperjuangkan harkat dan martabat wanita yang selama ini masih tetap saja dimarjinalkan.

Perjuangan RA. Kartini tersebut dilakukan dalam kondisi masyarakat negeri ini yang masih dikungkung oleh kolonialiesme Belanda dan dikangkangi adat-istiadat yang feodalistik dan patriaki yang mendarah daging. Kondisi Kartini saat itu dalam situasi zaman penjajahan dan masih dalam kondisi sulit segalanya. Namun beliau bisa menghimpun jaringan yang lebih luas dengan menumpahkan segala uneg-unegnya kepada sahabat-sahabat penanya di benua Eropa. RA. Kartini mampu menghimpun sumberdaya sehingga bisa mendirikan sekolah khusus wanita yang bercita-cita menghilangkan kebodohan di dalam kaumnya.

Namun sayang cita-cita luhur RA. Kartini akhirnya tergilas roda zaman, RA. Kartini wafat karena melahirkan setelah dipoligami oleh Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.
Semestinya para penerus RA. Kartini di zaman sekarang yang mempunyai kesempatan lebih untuk berjuang menegakkan emansipasi dan kesetaraan gender.

Perjuangan itu mestinya bisa digerakkan dengan lantang dan mudah pada jaman milenial ini, mengingat kemajuan dunia teknologi informasi sudah sangat maju. Kalau RA. Kartini hanya bisa menulis surat dan menyuarakan perjuangannya lewat surat-menyurat kepada sahabat penanya yang terbatas, tentunya wanita sekarang akan bisa lebih luas dalam menyuarakan perjuangan tersebut baik itu lewat sarana email maupun sarana media sosial seperti Twitter, Facebook dan Instagram maupun media-media konvensional seperti koran dan majalah maupun lewat-lewat seminar-seminar dan lokakarya. Dan bahkan bisa lewat organisasi baik organisasi kemasyarakatan, organisasi politik maupun organisasi sejenis Lembaga swadaya Masyarakat (LSM).

Dengan didukung kemajuan di bidang teknologi informasi di jaman millennial ini, regulasi dari pemerintah yang semakin berpihak kepada emansipasi wanita dan kemajuan dalam bidang pendidikan, tentunya perjuangan emansipasi wanita akan bisa lebih optimal diupayakan dan tentunya kesadaran para kaum pria untuk memberikan ruang yang lebih terhadap adanya kesetaraan gender maupun emansipasi wanita akan lebih diharapkan untuk mewujudkan cita-cita luhur RA. Kartini tersebut.

Tinggalkan komentar

DPRD Jatim Berharap Pemerintahan Lakukan Penataan Distribusi Pupuk Ke Petani

Jatim Newsroom – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap kepada pemerintah agar melakukan aturan penataan baru atau penataan ulang untuk sistem distribusi pupuk ke petani. Pasalnya, saat ini pendistribusiannya dinilai tidak tepat sasaran.

“Untuk masalah pupuk diharapkan diperhatikan. Pasalnya, saat serap asprisasi di Bojonegoro dan Tuban, masyarakat mengeluhkan pupuk tidak tepat sasaran terutama untuk masyarakat hutan. Bahkan, dinilai menilai saat ini masih ada pupuk yang mudah dipermainkan oleh mafia,”ujar Anggota DPRD Jatim, Khozanah Hidayati ditemui di ruang kerjanya DPRD Jatim, Kamis (8/3).

Oleh karena itu, Khozanah berharap pemerintah membuat aturan untuk pemangkasan sistem distribusi, sehingga tidak dapat dimainkan oleh mafia pupuk, dan dapat tepat sasaran dalam penerimaannya. “Karena ada permainan mafia, akhirnya dikeluhkan oleh masyarakat. Maka ada pemangkasan dari pemerintah,” paparnya.

Khozanah menyampaikan, salah satu bentuk tidak tepat sasaran dalam distribusi pupuk adalah pemberian kartu tani yang hanya mengacu data lama, sehingga tidak sesuai perkembangan data di masyarakat. Padahal, kartu tani tersebut merupakan identitas para petani untuk mendapatkan pupuk subsidi.

Dengan kartu tani, maka kepemilikan tanah beserta luasannya dapat terdata sehingga dapat mengkalkulasi jumlah pupuk yang akan didapatkan sesuai luasan tanah. Mengingat, kadang-kadang masyarakat ada yang menjual tanahnya. Namun masih tetap mendapatkan pupuk subsidi, sementara yang luasan tanahnya bertambah tidak mendapatkan tambahan pupuk subsidi.

“Ini salah satu upaya untuk tanggulangi kelangkaan pupuk. Maka datanya harus di update terus, jangan copy paste data lama, sehingga kepemilikan tanah harus sesuai di lapangan untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga minta Badan Pusat Statistik (BPS) harus sering melakukan sensus untuk meng-update data yang terkini, sehingga dana program tersebut begitu dikucurkan tidak sesuai dengan data yang baru. “Jangan sampai petani yang butuh 1 ton pupuk tidak mendapatkan sesuai jumlah yang dibutuhkan. Sementara pemilik tanah yang luasannya kecil justru mendapatkan pupuk yang banyak,â€� ujarnya. (pca/p)

Tinggalkan komentar

Gus Ipul Tebar Janji Kepada Nelayan, Warga: Semoga Benar-benar Terwujud

Selasa, 27 Februari 2018 18:40 WIB

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur, Saifullah Yusuf blusukan ke kampung nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan/ Kabupaten Tuban, Selasa (27/2). Dalam kunjungannya, pria yang karib disapa Gus Ipul ini menebar janji-janji apabila ia terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur.

“Insya Allah nantinya ada program-program untuk kesejahreraan masyarakat nelayan,” ujar Gus Ipul kepada wartawan saat blusukan di kampung nelayan.

“Juga akan ada pemberdayaan perekonomian istri nelayan. Kebetulan di kampung nelayan ada kuliner ikan asap, untuk itu pemberdayaan ekonomi ini perlu ditindaklanjuti. Ikan asap diminati orang, makanya ini perlu dikembangkan dan ada inovasi agar ekonomi masyarakat meningkat,” imbuh Gus Ipul.

Adapun beberapa program yang sudah ia siapkan untuk para nelayan, yaitu bantuan GPS bagi nelayan, alat keamanan saat melaut, dan beberapa bantuan untuk mengurangi beban para nelayan. Begitu juga untuk para istri nelayan, ia mengaku sudah menyiapkan program pemberdayaan lewat olahan ikan asap.

“Selama ini menjualnya hanya di tingkat lokal, harapan kami ke depan ikan-ikan asap dari Tuban ini dapat dikirim ke nasional. Tentunya itu ada olahan yang bagus, sehingga membuat ikan asap tetap bagus tanpa menggunakan bahan pengawet,” paparnya.

Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Kabupaten Tuban Khozanah Hidayati yang ikut mendampingi menyampaikan jika dalam kesempatan Gus Ipul juga menyempatkan diri menghadiri acara IWAPI dan menemui para UMKM di rest area. “Dilanjutkan menyambangi korban terdamoak bencana banjir di Kecamatan Plumpang,” ujarnya.

Sementara Qunaisih, istri salah satu nelayan di Karangasri berharap apa yang dicanangkan oleh Gus Ipul benar-benar terwujud apabila ia terpilih. (gun/rev)

http://m.bangsaonline.com/berita/42458/gus-ipul-tebar-janji-kepada-nelayan-warga-semoga-benar-benar-terwujud

Tinggalkan komentar