Yang Muda, Yang Luar Biasa (Korupsinya)

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota Fraksi PKB DPRD Tuban)

Mengerikan! Berita akhir-akhir ini perihal rekening gendut puluhan PNS (Pegawai Negeri Sipil) muda sungguh mengerikan. Para aparat negara walau masih muda saja sudah berjaya dalam melahap harta negara puluhan dan bahkan ratusan milyar rupiah, apalagi kalau sudah tua nanti saat mereka ini memegang tongkat estafet kepemimpinan di jajaran birokrasi.

Cobalah tengok Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat yang juga mantan anggota Badan Anggaran DPR-RI, masih berusia muda sekitar 33 tahun namun sudah mampu menggarong uang negara ratusan milyar rupiah. Kisahnya ini mampu menggegerkan jagad perpolitikan negeri ini berbulan-bulan, karena kelihaiannya menyeret-nyeret dan membawa para petinggi partai penguasa negeri ini. Dan bahkan dia sempat berhasil melarikan diri keluar negeri dan mengumbar kebobrokan sistem birokrasi negeri ini dari luar negeri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang memang sedang digandrungi para kawula muda negeri ini.

Disamping itu, beberapa bulan  sebelumnya kita juga disuguhi “kehebatan” seorang anak muda yang baru berusia awal 30-an juga, yang cukup cerdik menggangsir uang negara dari sektor perpajakan, yakni Gayus Tambunan. Yang dengan lihainya berhasil mengumpulkan dan memupuk pundi-pundi kekayaanya sampai ratusan milyar rupiah.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

4 Komentar

Kisah Inspiratif : Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi

by Dadang Kadarusman

“Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi TUHAn, pasti memuaskan..”

Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain.

Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?

Adasebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kisah Inspiratif : Kasih Sayang Suami – Istri

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

6 Komentar

Tambang Batu Bara di Tuban, Manfaat atau Mudarat?

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Kabar ditemukannya kandungan batu bara di Bumi Ronggolawe yang diwartakan oleh beberapa koran akhir-akhir ini semakin memberikan gambaran bahwa di dalam bumi para wali ini terkandung limpahan kekayaan alam berupa sumber energi tak terbarukan. Di samping minyak bumi yang sedang diekpoitasi oleh JOB Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan Pertamina sendiri, juga potensi kandungan gas alam yang belum diekplotasi.

Kalau memang benar kandungan batubara tersebut besar dan layak untuk dieksploitasi, apakah pertambangan batu bara tersebut akan bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tuban? atau justru nantinya akan membawa dampak yang yang menyangsarakan masyarakat Tuban baik saat eksplorasi, eksploitasi maupun paska penambangan di kemudian hari?

Mengingat kebanyakan tambang batu bara di Indonesia adalah dilakukan dengan cara penggalian secara terbuka (open pit minning), cara ini akan dapat mengubah secara total baik iklim maupun tanah. Hal ini akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu . Dan pada akhirnya akan terbentuk kubangan-kubangan raksasa paska habisnya deposit batu bara.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

3 Komentar

12 Kata “Jangan Menunggu” Yang Perlu Dihindari

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU

Oleh : Khozanah Hidayati

Peristiwa yang kemudian kita peringati sebagai hari pahlawan, yakni tanggal 10 November 1945 atau tepatnya 66 tahun yang lalu, jarang orang mengetahui bahwa peristiwa pertempuran yang sangat dahsyat nan heroik tersebut sebenarnya dipicu atau diinsipirasi oleh suatu resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’arie, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, yang sekaligus sebagai Ketua Umum NU saat itu.

Mbah Hasyim atas pertanyaan Presiden Soekarno perihal hukum membela tanah air sehubungan dengan akan datangnya enam ribu tentara Inggris di bawah komando Brigadir Jenderal Mallaby, Panglima Brigade ke-49 (India) yang akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dan bahkan penjajah Belanda dengan tentara NICA-nya (Netherlands Indies Civil Administration) yang sudah terusir pun ikut membonceng tentara Sekutu tersebut.

Hukum membela tanah air yang dipertanyakan Soekarno tersebut tentunya bukan membela Allah ataupun membela Islam. Sekali lagi, membela tanah air! Mbah Hasyim kemudian memerintahkan KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan kiai lain untuk mengumpulkan kiai se-Jawa dan Madura. Para kiai dari Jawa dan Madura itu lantas rapat di Kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO), Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, dipimpin Kiai Wahab Chasbullah pada 22 Oktober 1945. Pada 23 Oktober 1945, KH Hasyim Asya’rie atas nama Pengurus Besar NU mendeklarasikan seruan jihad fi sabilillah, yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad. Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

BADAI CINTA DI MUSIM SEMI (Satu)

ARRABIUL ASHIF

Karya :  Najib Kailani

Diterjemahkan Oleh :  Setyono MP *

Kereta melintasi areal pertanian yang membentang antara Kampung Sanbat dan Syarsabah. Dalam kalbunya terpendam gumpalan amarah, kepedihan dan kesedihan. Bayangan kota Kairo yang indah dan anggun di mana ada secercah sinar kehidupan, teman-teman, penduduk, kenangan-kenangan indah dan bayangan kampung yang penuh kedamaian, keteduhan dan kerukunan menjejali pikirannya.

“ Kapan sampai ke Syarsabah?, “ tanya Manal cemas pada Pak Kusir

“ Sebentar lagi. Sekarang kita berada di Kampung Husain, setelah itu Kampung Sahmiyah, dan di sebelahnya terletak Kampung syarsabah. Sebuah kampung besar. Berpenduduk sekitar 15.000 jiwa.”

Ini saat pertama Manal pergi ke pedesaan. Sebelumnya ia tinggal di Kairo, di Kampung Sayyidah Zainab. Menempuh pendidikan MI dan SMP di sana. Lantas melanjutkan sekolah di Akademi Keperawatan. Setelah lulus ia bekerja di sebuah Rumah sakit.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Belajar Sukseklah dari Steve Jobs !

Kematian Sang Maestro “Apple” Steve Jobs, sungguh mendunia dan marak  dibicarakan di mana-mana. Baik media massa offline dan media online sangat gencar memberitakan sosok legendaris tersebut.

Kematian Steve Jobs yang menyedot perhatian dunia beberapa waktu lalu membuat penulis penasaran ingin tahu riwayat hidupnya. Banyak orang mengelu-elukannya dan menyebutnya sebagai seorang penemu, businessman, dan inspirator dunia modern. Produk-produk yg dihasilkan atas rancangan Steve Jobs adalah iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dan lain sebagainya.

Setelah penulis telurusi biografi singkatnya dari beberapa media offline maupun media online, ternyata ada tiga faktor penentu kesuksesan Steve Jobs. Ketiga faktor penentu tersebut adalah : memanfaatkan perasaan terbuang, perasaan kehilangan, dan selalu ingat mati.

 

Faktor Pertama :  Perasaan terbuang.
Steve Jobs lahir dari rahim mahasiswi muda yang hamil di luar nikah dengan seorang lelaki yg tidak tamat SMA.  Kelahirannya tidak dikehendaki,  sehingga Ibu kandungnya berniat akan memberikan sang anak kepada seorang pengacara dan istrinya. Singkat kata Steve Jobs kecil diadopsi hingga pada umur 17 tahun beliau dikuliahkan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

2 Komentar

Tragedi Libya, Pelajaran Berharga Bagi Kita

Oleh Sri Endang Susetiawat

Tragis! Sangat tragis! Akhir dari perjalanan hidup Khadafi yang sangat tragis! Terus diburu oleh rakyatnya sendiri, saat ketemu langsung ditembak, ditangkap, lalu dipukuli rame-rame, diinjak-injak, kemudian rambutnya ditarik, diseret-seret dengan menggunakan mobil, hingga menemui ajalnya. Anak-anaknya, dan para pengawal setianya pun mengalami nasib tragis yang nyaris serupa.

Wow..! Luar biasa…. kejam, dan –maaf- tidak beradab! Meskipun, kita tahu bahwa selama empat dekade Khadafi berkuasa sebagai diktator telah banyak melakukan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan pada rakyatnya sendiri yang dianggap sebagai lawan politiknya. Singkatnya, nasib tragis kematian Khadafi dianggap sebagai karma yang sepadan atas perbuatannya sendiri.

Benarkah demikian? Entahlah, nalar dan nurani ini tetap saja tidak bisa membenarkan aksi-aksi biadab seperti itu. Amat mungkin, karena kita telah berada di suatu zaman modern, dimana cara-cara penyelesaian konflik tidak lagi berpatokan pada era zaman dahulu. Kekuasaan harus direbut melalui cara-cara kekerasan, pertumpahan darah dan bumi hangus atas mereka yang dianggap musuh.

Tentu saja, masyarakat Indonesia pernah mengalami masa-masa seperti itu. Ambillah contoh, pada masa-masa zaman Kerajaan dahulu, dimana perebutan tahta kerajaan harus melalui aksi peperangan hingga tetes darah penghabisan. Selanjutnya, pertengahan tahun 60-an, adalah proses peralihan kekuasaan dari Orla ke Orba yang cukup membawa korban di masa Indonesia modern, pada masa seperempat tahun Indonesia merdeka. Meski terbatas, jelang kejatuhan penguasa Orde Baru pun sempat diwarnai oleh jatuhnya korban di kalangan rakyat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Menangis Haru di Depan Ka’bah

Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata (bagian ke-2)

Oleh : Ahmad Mustofa (Jamaah Haji 2009)

Pada bagian pertama sudah diceritakan pengalamanku saat ziarah ke masjid Nabi dan sholat tahajud di taman syurga Roudhah yang penuh dengan linangan air mata haru. Pada kesempatan kedua ini akan diceritakan perihal pengalamanku saat pertama kali melihat ka’bah dan melakukan thawaf mengelilinginya, yakni saat musim haji tahun 2009.

Pada tahun 2009 tersebut kebetulan aku tergabung dalam kloter ke-6 embarkasi Juanda Surabaya. Setelah tinggal sembilan hari di kota Madinah untuk mengikuti ibadah sholat arba’in, maka rombonganku melanjutkan perjalanan menuju kota Makkah Al Mukaromah.

Sebelum berangkat menuju kota Makkah kami beserta rombongan sudah mengenakan pakaian ihrom dan kami mengambil miqot di Masjid Bir Ali. Sepanjang perjalanan bibirku tiada henti melantunkan kalimat talbiyah secara bersamaan dengan rombangan dalam bus. Hawa panas dari gurun pasir di siang hari yang tidak mampu diusir dengan sempurna oleh AC dari bus tidak begitu kami hiraukan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata

Oleh : Ahmad Mustofa

Terlalu sering aku berpergian ke luar kota untuk menginap beberapa hari, karena kebetulan pekerjaan saya adalah di luar pulau dengan sistem kerja bergilir 2 minggu kerja dan 2 minggu libur,  namun untuk kepergianku kali ini terasa lain. Aku dan istri akan pergi  ke Tanah Suci untuk menyempurnakan keislamanku. Semalam sebelum berangkat hatiku terasa lain gundah gulana, ada rasa khawatir, ada rasa senang bercampur menjadi satu. Demikian juga hati istriku, hal ini kubaca dari cara tidur istriku yang kelihatannya tidak bisa tidur nyenyak. Hatiku gundah memikirkan keempat anakku yang akan kutinggal pergi selama 42 hari, ada rasa khawatir kalau-kalau aku tidak kembali lagi karena sesuatu hal dan ada rasa senang karena akan bisa berziarah di rumah Allah yang setiap saat ada di hatiku  dan juga akan berziarah ke makam Rosulullah, orang yang menjadi idola dan panutanku semenjak aku kecil.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

Satu lagi, Menyoal Ketidakadilan DBH Migas

Oleh : Khozanah Hidayati  & Ahmad Mustofa

Ekspolitasi minyak Lapangan Sukowati di kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) sudah mengahasilkan minyak sampai 40 ribu barel perhari (bph), ini berarti Bojonegoro sudah menikmati Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari lapangan ini yang cukup lumayan.

Sementara kabupaten Tuban hanya mendapatkan DBH dari lapangan ini sebesar seper tiga puluh delapan-nya dari bagian Bojonegoro, sama dengan yang di dapat kabupaten Banyuwangi yang terletak jauh dari lapangan Sukowati dan yang tidak akan terkena dampak sama sekali terhadap operasi JOB PPEJ di lapangan Sukowati ini. Padahal minyak mentah dari sumur-sumur lapangan tersebut yang banyak mengandung gas beracun mematikan H2S dengan kadar cukup tinggi di atas 20.000 ppm yang di dialirkan melalui pipa yang melewati beberapa desa di kabupaten Tuban untuk diproses untuk menjadi minyak mentah siap ekspor yang dilakukan di lapangan Mudi yang berada di kabupaten Tuban. Dan minyak mentah tersebut dieksporpun dari FSO (Floating Storage Off-loading) yang berada di lepas pantai Tuban. Sungguh suatu ironi bukan?

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Blok Cepu dan Lokomotif Ekonomi daerah

Oleh : Khozanah Hidayati dan Ahmad Mustofa

Tiga tahun kedepan Bumi Bojonegoro dengan Blok Cepunya akan menghasilkan minyak sampai 165 ribu barel perhari (bph). Ini sama artinya setiap hari dari Bumi Bojonegoro akan menghasilkan minyak senilai Rp 132 milyar perhari dengan asumsi harga minyak US $100/barel dan nilai tukar rupiah terhadap US dolar adalah Rp 8000.

Rp 132 milyar rupiah perhari atau Rp 47,5 trilyun pertahun sungguh suatu jumlah omset yang luar biasa besarnya untuk suatu daerah kabupaten seperti Bojonegoro. Belum lagi hasil minyak dari Lapangan Sukowati yang dikelola oleh JOB PPEJ (JOB Pertamina Petrochina East Java) yang sekarang produksinya mencapai sekitar 40 ribu bph.

Namun apakah limpahan dana minyak tersebut akan bisa dinikmati masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya secara maksimal. Apakah keberadaan dana trilyunan rupiah tersebut akan bisa mempunyai efek ekonomi yang yang signifikan bagi Bojonegoro dan derah sekitarnya? Apakah mereka tidak hanya akan jadi penonton saja? Mengingat dari skema Dana Bagi Hasil (DBH) Migas berdasarkan PP no. 55 Tahun 2004 bahwa Kabupaten Bojonegoro hanya akan menerima sebesar 6,2% dari bagi hasil migas yang diterima pemerintah. Bagi hasil yang diterima pemerintah sendiri adalah sebesar 85% dari hasil produksi setelah dikurangi dengan semua biaya yang dikeluarkan oleh pihak operator baik itu biaya pengembangan (capital expenditure) maupun biaya operasi (operational expenditure) serta semua biaya pajak yang timbul.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , ,

3 Komentar

Belajarlah dari Jokowi

Oleh : Khozanah Hidayati

Jokowi adalah nama panggilan untuk Joko Widodo, Wali Kota Surakarta yang saat ini menjabat untuk periode kedua. Namanya mendunia, diperbincangkan dan menginspirasi banyak orang karena prestasi-prestasi yang diraih Kota Surakarta semenjak kepemimpinanya.

 Beliau berhasil membina pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang pasar tradisional. Dan juga berhasil menjadikan kota Solo sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia atau World Heritage Cities Conference (WHCC). Serta mampu menjadikan Kota Solo sebagai kota paling bersih dari korupsi nomor 3 di Indonesia, dibawah Kota Denpasar dan Tegal versi Transparency International Indonesia.

Disamping itu, sistem pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik lainnya mampu diperbaikinya sehingga Kota Surakarta mampu melayani warganya dengan tingkat kepuasaan yang patut diacungi jempol.

Sederet prestasi tersebut tentunya patut dijadikan referensi dan pembanding untuk perbaikan dalam membangun Kabupaten Tuban ke depan. Mengingat kondisi Kabupaten Tuban sekarang ini dari hampir semua aspek masih jauh dari memuaskan dan bahkan beberapa item masih di bawah rerata Jawa Timur maupun nasional.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

6 Komentar

DPRD Tuban Deadline Bupati Selesaikan Kejanggalan APBD 2001-2010

DPRD Tuban memberikan waktu 60 hari kepada Bupati Fathul Huda untuk menyelesaikan sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama kepemimpinan Bupati Haeny.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap APBD 2010 serta data kerugian  sebelumnya menyebutkan, adanya perbedaan pajak penerangan jalan (PPJ) antara Pemkab Tuban dan PLN. Selain itu adanya penerimaan sumbangan pihak ketiga RSUD Koesma sebesar Rp 612.932.588 dan pengelolaan dana Jamkesmas sebesar Rp. 500.000.000 tidak sesuai ketentuan.

Disisi lain, Empat pekerjaan jalan dan gedung tidak sesuai dengan spesifikasi sebesar Rp. 100.217.398,67,- Kemahalan harga pengadaan peralatan dan mesin pada Sekretariat DPRD sebesar Rp. 75.442.000,- Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan fisik dan tiga SKPD belum dikenakan denda senilai Rp. 269.812.800.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Sempat Diboikot, 11 Perda Kab. Tuban Akhirnya Disahkan

TUBAN  – Aksi boikot anggota DPRD Kabupaten Tuban membuat rapat Paripurna pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) diskors selama 1 jam. Dari 50 anggota dewan, hanya 28 orang mengikuti jalanya rapat. Sedangkan, anggota lainya memilih berada diluar rung rapat dan berada di lantai bawah.

Informasi yang diperoleh, aksi boikot rapat paripurna tersebut terjadi Selasa (5/7/2011), saat rapat dengan agenda kesimpulan badan dan legislasi, pandangan akhir fraksi serta penetapan dan persetujuan 11 Raperda. Tanpa alasan jelas, wakil rakyat dari empat fraksi, PDI Perjuangan, PKNU, PKS dan Golkar memilih tidak mengikuti jalanya sidang paripurna yang dihadiri Bupati Tuban, H.Fathul Huda dan Wakil Bupati H. Noor Nahar Hussein serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Quo VAdis PKL Tuban?

Oleh : Khozanah Hidayati

Maraknya PKL yang menggelar dagangannya di alon-alon kota Tuban belakangan ini banyak menuai kontroversi di tengah masyarakat Tuban. Di satu sisi para PKL melakukan itu semua demi mendapatkan dagangannya laku, karena lokasi alon-alon merupakan tempat yang sangat strategis dan tempat pusat keramaian kota Tuban utamanya Malam Minggu. Namun di sisi lain (menurut sebagian masyarakat juga sebagian fraksi-fraksi di DPRD Tuban) hal ini akan mengganggu ketertiban dan kebersihan kota tercinta, serta tidak mengindahkan adanya Peraturan Daerah No. 14 tahun 2002.

Keberanian PKL sendiri menggelar dagangannya di alon-alon didasaran pada kontrak politik mereka dengan pasangan HUDANOOR yang memenangkan pemilukada 2011 lalu. Pada kontrak politik tersebut  para PKL akan diberikan ijin untuk berdagang di seputaran alon-alon. Sehingga semenjak pasangan HUDANOOR memenangkan pemilukada Maret 2011 lalu hingga hari ini  para PKL selalu memadati alon-alon utamanya saat malam Minggu. Dan rupanya alon-alon Tuban selalu membawa keberkahan tersendiri dengan laris manisnya dagangan mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Urgensi Standarisasi Kelayakan Perahu Tambang Bengawan Solo

Oleh : Ahmad Mustofa

Kecelakaan perahu tambang di Bengawan Solo yang merenggut nyawa, kembali terjadi. Belum kering tanah makam para korban kecelakaan perahu tambang di Bojonegoro awal Mei 2011 lalu yang merenggut nyawa delapan penumpangnya dan satu orang masih dinyatakan hilang hingga sekarang. Kini (27 Juni 2011) terjadi kecelakaan serupa di Kanor Bojonegoro – Kanorejo Rengel Tuban dengan korban jiwa sepuluh orang meninggal. Apakah kecelakaan demi kecelakaan perahu seperti tersebut akan dibiarkan terus terjadi? Atau apakah kita tidak berusaha meminimalkan terjadinya kecelakan perahu tambang semacam itu? Atau apakah kita tidak mampu mengambil hikmah di balik musibah tersebut?

Perahu tambang adalah merupakan sarana transportasi yang sangat dibutuhkan oleh para penduduk yang bermukim di sepanjang aliran Bengawan Solo, yang digunakan untuk menyeberangan penduduk (dan biasanya juga termasuk sepeda motor dan sepeda angin plus barang daganganya) menuju seberang Bengawan Solo. Hal ini dilakukan karena minimnya sarana jembatan yang bisa dilewati atau karena bertujuan memperpendek jarak tempuh.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Bupati Baru, Paradigma Baru

Menyongsong Pelantikan Bupati Tuban 2011 – 2016

Oleh : Khozanah Hidayati

Anggota FPKB DPRD Tuban

Sebentar lagi warga Kabupaten Tuban akan mempunyai Bupati dan Wakil Bupati baru, yakni H. Fathul Huda dan Noor Nahar Husein menggantikan Heany Relawatie dan Lilik Suhardjono untuk periode 2011 – 2016.

Seperti diketahui bersama bahwa calon bupati/wakil bupati baru tersebut mempunyai moto yang sangat bagus yakni Maju untuk Melayani Rakyat. Suatu moto yang sangat kontras dengan kondisi kabupaten Tuban selama ini. Yakni kondisi pelayanan publik yang sangat tertinggal dari kabupaten tetangga dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Untuk menggapai kesuksesan yang ditawarkan oleh bupati baru tersebut, tentunya semua stake holder Kabupaten Tuban perlu berbenah dan memperbaiki diri dan bahkan perlu merubah paradigmanya sehingga mindset dan budaya kerja yang baru nanti bisa menunjang keberhasialan pelaksanaan visi dan misi serta program kerja yang diusung sang bupati baru. Karena tanpa adanya perubahan paradigma kiranya akan sulit visi dan misi sang bupati baru bisa tercapai.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

4 Komentar

Ini Air Untuk Insinyur

Kisah Nyata. “Air ini hanya khusus untuk insinyur” Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kerin. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Identitas Lokal

Siapa yang menentukan bahwa sesuatu berskala lokal atau global itu? Ini kategorisasi objektif, apa adanya, tanpa muatan kepentingan politik, bisnis dan lain-lain?

Tunggu.Dalam perkara ini,saya tak terlalu percaya pada apa yang disebut ‘motif baik’. Larangan etis agar kita tak berprasangka buruk pada pihak lain, bagi saya juga tidak relevan. Kita justru harus berprasangka buruk di tengah permainan dunia yang juga buruk ini. ‘Sangka baik’,‘khusnudhon’, malah menjadi naif sekali.Kategori ‘lokal’ dan ‘global’ itu jelas lebih merupakan sebuah tipu daya licik.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Said Agil: Kanal Politik NU Adalah PKB

Pasuruan : Selain dihadiri oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjennya Imam Nahrawi, pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan periode 2010-2015 di Ponpes Is’adul Ummah di Desa Susukan, Kecamatan Pohjentrek Sabtu (4/2011), juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj.

Dalam pidatonya, KH Said Agil Siradj dihadapan para kader PKB dan warga Nahdliyin menegaskan, jika kanal politik Nahdlatul Ulama (NU) adalah PKB. Sebab menurutnya, PKB adalah merupakan satu-satunya partai yang terlahir dari rahim NU, tidak seperti partai berazaskan Islam lainnya.

“Lupakanlah masa lalu yang kelam dan jadikan pelajaran untuk masa depan. NU dan PKB harus bersatu, karena PKB adalah milik warga Nahdliyin” jelas KH Said Agil Siradj, Ketua Ketua Umum PBNU dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan yang baru.

Said pun menuturkan, jika bukan warga Nahdliyin, lantas siapa yang kemudian akan menjadi pendukung setia partai yang didirikan oleh para ulama tersebut. Tak hanya itu, karena PKB adalah merupakan alat perjuangan warga Nahdliyin untuk memperjuangkan ajaran ahlus sunnah wal jamaah di negeri ini.

Selain berbicara soal politik, Said juga sempat menyinggung mengenai berbagai aliran sesat di Indonesia yang kini terus memojokkan NU. “Dengan PKB, warga Nahdliyin akan terus mengawal ajaran yang sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah. Karena PKB adalah kanal politik NU” ujar kepada ribuan warga Nahdliyin. (Dikutip dari beritajatim.com, 6 Juni 2011).

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

DPRD Tuban Mulai Bahas RAPBD 2011

Setelah hampir 7 bulan tak ada tindak lanjut dan pembahasan, akhirnya DPRD Kabupaten Tuban mulai ‘menyentuh’ RAPBD 2011 yang sempat ngendon. Bahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini juga melibatkan komisi-komisi dalam pembahasannya.

“Sebelumnya, RAPBD hanya dibahas Panitia Anggaran dan Badan Anggaran,” terang Drs. Sa’dun Naim dan Teguh Prabowo, dua Wakil Ketua DPRD Tuban saat dikonfirmasi jurnalberita.com (12/5).

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

DPRD Tuban Tolak Anggaran PBT Rp 5,2 M

DPRD Tuban menolak anggaran sebesar Rp 5,2 miliar yang diperuntukkan pembelian kios di Pasar Baru Tuban (PBT) di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban. Sebab, pembelian kios itu bakal merugikan Pemkab Tuban dan menyalahi aturan. “Wacana kawan-kawan, anggaran untuk PBT sebesar Rp 5,2 Milliar itu harus dihilangkan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo.

Ditambahkan, keinginan Pemkab Tuban untuk membeli 176 kios yang ada di PBT itu sudah sejak 2010 lalu. Namun, dengan berbagai alasan teknis akhirnya anggaran sebesar itu tidak dicairkan. “Tapi, pada RAPBD 2011 ini anggaran itu muncul lagi. Ini yang membingungkan, sebetulnya ada apa eksekutif soal PBT itu kok begitu ngotot mengusulkan anggaran sebesar itu,” ungkap politisi yang biasa disapa Cong Ping itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kartini dan Perjuangan Anti Korupsi

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)

Kondisi kekinian Indonesia sungguh sangat menyedihkan, dimana kasus korupsi sudah mendarah daging bahkan sudah menjadi budaya dan telah merongrong semua sendi kehidupan. Dan di tengah hiruk pikuk kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan hampir semua lapisan masyarakat ini, sungguh ironis jika perempuan Indonesia yang notabene mengemban amanah perjuangan Kartini justru seakan menjadi bunga di tengah-tengahnya.

Tengoklah kaus Nunun Nurbaiti yang dituduh sebagai otak pemberi cek pelawat kepada sejumlah anggota DPR pada kasus Mirandagate, karena dia kabarnya sakit sehingga KPK tidak mampu mendatangkanya walau para penerima cek pelawatnya telah dan sedang diadili. Juga ulah Artalita Suryani alias Ayin, sang narapidana penyuap jaksa Urip Tri Gunawan yang menyulap kamar tahananya di Rutan Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur menjadi kamar mewah bak kamar hotel bintang lima. Dan bulan lalu kita dibuat terheran-heran dengan ulah si pembobol City bank, yakni Inong Melinda Dee yang berhasil menggangsir puluhan milyar rupiah dari para nasabah kakapnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

PKB Lebih Baik Islah

Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) islah. Tujuannya agar suara Nahdlatul Ulama (NU) mengarah pada satu partai. Sebab, posisi tawar PKB akan semakin berkurang jika PKB Yenny muncul dan PKB Muhaimin gagal.

“Sebaiknya partai dengan konstituen massa NU, seperti PKB, PKNU dan PPNUI bersatu. Karena, kasihan konstituen NU yang suaranya akan terpecah,” ungkap Burhanuddin kepada SP, selasa (12/4).

Menurutnya, tidak ada yang diuntungkan jika akhirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah menjadi dua, yaitu PKB Muhaimin Iskandar dan PKB Yenny Wahid.

“Baik PKB Muhaimin maupun PKB Yenny akan bertarung di kavling yang sama, yaitu massa Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga, tidak ada yang menang atau saling merugikan,” kata Burhanuddin kepada SP, Selasa (12/4).

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Karjo Dipecat Sebagai Ketua DPC PDIP Tuban

Karir politik Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Tuban, Karjo, berakhir sudah. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang banteng mulut putih itu , Megawati Soekarno Putri, secara resmi telah membebas tugaskannya dari jabatan Ketua Umum DPC PDIP Kabupaten Tuban.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 074/KPTS/DPP/IV/2011, Karjo sudah tidak diperkenankan menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tuban, sejak 7 April 2011 lalu. Namun DPC baru menerima SK tersebut dari Dewan Pimpinan Derah (DPD) Jatim, beberapa hari lalu. ” Kami baru dengar kalau Karjo sudah dibebas tugaskan, tapi surat resminya baru kami terima beberapa hari lalu” kata Abu Khalifah, sekretaris DPC PDIP Tuban, Jum’at (15/4).

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan sebuah Komentar

LKPJ Bupati Haeny Diseriusi oleh DPRD

Tuban; Meski rekomendasi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Bupati Tuban Haeny Relawati periode 2006-2011 tidak ada pengaruhnya, namun, kalangan wakil rakyat tetap serius menggali data terkait kepemimpina Bupati Haeny selama lima tahun tersebut.”Komisi-komisi tengah melakukan rapat kerja dengan instansi terkait membahas masalah LKPJ bupati,” terang Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo alias Go Cong Ping.

Dikatakan, pembahasan LKPJ akhir masa jabatan bupati ini harus tuntas sebelum pertengahan bulan ini, karena rekomendasi DPRD itu menjadi bagian penting dari usulan pemberhentian Bupati Haeny. Dan usulan pemberhentian itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari usulun pelantikan dan pengangkatan cabup-cawabup terpilih hasil Pemilukada 1 Maret lalu. “Saya yakin sebelum peretengahan bulan ini sudah tuntas,” tandas Ping.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Semangat “Gambaru”

Oleh : Jansen Sinamo

Kita sedang menyaksikan bangsa Jepang menghadapi bencana: gempa, tsunami, dan nuklir sekaligus.

Lewat televisi, Facebook, dan Twitter, kita tahu seluruh dunia memuji mereka karena terlihat bagaimana Pemerintah Jepang yang terus mengobarkan semangat dengan tenang dan tidak emosional, bekerja tenang dan teratur, meminta warga tetap waspada, mengimbau warga bahu-membahu menghadapi bencana, termasuk menghemat listrik dan makanan, serta meminta maaf karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik bergilir.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Say YES to GAMBARU

By Rouli Esther Pasaribu

Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan.
Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu :
motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama),
motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi).

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Perluasan Tambang SG, Manfaat Atau Mudarat?

Tuban, 14 Januari 2010.
Oleh : Khozanah Hidayati

Rencana perluasan tambang bahan baku Semen Grsesik (SG) di desa Tegalrejo, Tahulu, Kapu, Tuwiri Wetan dan desa Tuwiri Kulon, kelimanya di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban mendapat penolakan dari ribuan warga kelima desa tersebut. Alasan mereka menolak rencana ini adalah mereka akan kesulitan melanjutkan kehidupan mereka karena selama ini mereka tergantung penuh dari tanah tersebut untuk bercocok tanam di tanah persil tersebut, sehingga kalau tanah persil tersbut dimanfaatkan oleh SG untuk menambang bahan bakunya, maka warga tidak akan bisa lagi mendapatkan kesempatan untuk bercocok tanam dan otomatis penghasilan utama mereka akan hilang dan ini menyangkut ribuan jiwa di kelima desa tersebut.

Mereka juga akan merasakan ketidaknyamanan hidup akibat getaran, suara ledakan, debu dan lalu lalang alat berat yang menyertai aktivitas tambang di area yang dipersengketakan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

2 Komentar

Rangkap Jabatan Kepala Sekolah, Suatu Ironi

Tuban, 26 Januari 2010

Oleh : Khozanah Hidayati

Sungguh sangat menyedihkan dunia pendidikan di kapubaten Tuban ini, beberapa kepala sekolah negeri merangkap jabatan kepala sekolah di sekolah lain. Misalnya kepala sekolah SMPN3 Tuban merangkap sebagai kepala sekolah di SMPN4 dan SMA4. Demikian juga kepala SMPN1 Rengel merangkap kepala SMKN Rengel, serta kepala SMPN1 Meraurak dirangkap oleh kepala SMPN2 Merakurak. Dan konon masih banyak lagi.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pungli Jembatan Timbang, Harus Diberantas dan Dicegah

Tuban 26 Januari 2010
Oleh : Khozanah Hidayati
Kita patut mengapresiasi terhadap kinerja Polres Tuban, karena pertengahan bulan ini mereka berhasil membongkar praktik pungli di jembatan timbang di Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, yang ditenggarai sudah berlangsung sejak jembatan timbang ini berdiri atau kurang lebih sudah berlangsung tiga tahun. Walaupun sebenarnya penangkapan ini cukup terlambat, namun lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Namun kelanjutan dari pada proses hukum para oknum yang tertangkap melakukan pungutan liar tersebut juga perlu dikawal, jangan sampai akhir dari proses hukumnya hanya menghukum ringan para oknum tersebut atau bahkan membebaskan mereka. Karena sekarang ini banyak kasus-kasus semacam ini yang meloloskan pelaku. Untuk itu pengawasan dan “pengawalan” dari masyarakat sangat diperlukan.

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan sebuah Komentar

Carut Marut Pembentukan Pimpinan dan Alat Kelengkapan DPRD Tuban Periode 2009 – 2014

Tuban, 26 Januari 2010
Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota DPRD Tuban – FKB)

Sungguh sangat ironi, di tengah sorotan masyarakat akan kinerja DPRD Tuban yang sangat memprihatinkan pada periode lalu (2004 – 2009) dengan menduduki tingkat kinerja di urutan paling akhir dari 38 kabupaten / kota se-Jawa Timur (Menurut versi JPIP /The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi ), sekarang ini DPRD Tuban masih silang sengketa soal pembentukan alat kelengkapan dewan dan bahkan pembentukan pimpinan definitif sempat terkatung-katung selama empat bulan walau akhirnya terbentuk juga dan diresmikan pada tanggal 16 Desember 2009.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kritik Terhadap Penanganan Kebocoran Gas di Lapangan Sukowati

29 Januari 2010
Oleh : Ahmad Mustofa *)

Lagi-lagi kebocoran gas terjadi di lapangan Sukowati di Desa Campurejo, Bojonegoro. Kejadian ini tidak hanya sekali ini saja terjadi namun sudah beberapa kali bahkan di bulan Juli 2006 kebocoran gas cukup menghebohkan karena disertai bunyi ledakan. Untuk kali ini kejadiannya di Sumur 9 di lapangan Pad A Sukowati yang baru saja diujicobakan mengalami gas kick.. Bau gas yang menyengat dari sumur tersebut mengakibatkan sedikitnya 15 warga Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, wilayah ring I sumur minyak yang dikelola Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB P-PEJ) itu, harus menjalani rawat inap di rumah sakit terdekat. Sementara puluhan warga lainnya menjalani rawat jalan dan ratusan warga sempat mengungsi ke beberapa tempat yang dianggap aman.

Sebenarnya gas yang berbau seperti telur busuk dan yang menyebabkan beberapa warga harus dilarikan ke rumah sakit ini berjenis apa? Kalau kita lihat ciri-cirinya dan berdasarkan informasi yang di dapat penulis di lapangan, jenis gasnya adalah gas H2S (Hidrogen Sulfida) atau gas asam. Jenis gas yang tidak berwarna namun sangat berbahaya karena bisa mematikan dan salah satu cirinya adalah berbau seperti telur busuk pada konsentrasi rendah (lkurang dari 27 ppm) namun akan hilang bau telur busuknya pada konsentrasi tinggi (diatas 100 ppm) karena saraf penciuman seseorang sudah rusak oleh gas tersebut.
Gas ini juga akan dapat terbakar dan meledak pada konsentrasi tinggi di range konsentrasi tertentu. Di samping itu gas ini juga bersifat korosif, sehingga dengan mudah dapat menyebabkan karat pada peralatan-peralatan yang terbuat dari logam.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Gelar Kiai, Kenapa Harus Diharamkan?

Oleh : Khozanah Hidayati

Persoalan pengharaman penggunaan gelar kiai bagi kiai yang tidak mempunyai pondok pesantren terus menjadi kontroversi di Jawa Timur dan umumnya di kalangan pondok pesantren NU. Hal ini terjadi karena ditenggarai bahwa kesepakatan pengharaman tersebut ada motif politiknya, yaitu untuk menganjal beberapa kandidat ketua PBNU yang tidak mempunyai pondok pesantren, dan sekaligus untuk menggoalkan kandidat ketua umum PBNU yang mempunyai latar belakang pengasuh dan mempunyai pondok pesantren.

Seperti diberitakan inilah.com tanggal 14 Feb. 2010 lalu bahwa sekitar 50 orang kiai yang hadir dalam Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan Habaib (FP3H) se Jawa-Madura yang digelar di kediaman KH Idris Marzuki, pengasuh Ponpes Lirbyo Kediri, menyepakati hukumnya haram kepada seseorang yang menyebut atau disebut sebagai kiai, namun tidak memiliki pondok pesantren. Hal itu hasil dari Bathsul Masail, yang digelar Makkah dan dimunculkan kembali di forum tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

JOB – PPEJ dan Hubungan dengan Masyarakat Sekitar

Oleh : Khozanah Hidayati

Pabrik pengolahan minyak dari ladang Mudi dan Sukowati yang dikelola oleh JOB Pertamina – Petrochina East Java (JOB – PPEJ) yang terletak di desa Rahayu Soko Tuban, akhir -akhir ini sering mendapat protes yang cukup sering dari masyarakat di sekitarnya. Misalnya protes warga tanggal 9 Maret 2010 lalu. Mereka protes dengan cara mendirikan terob di tiga titik, yaitu di pintu masuk Pad A, Pad B, dan pintu darurat yang berada di Pad B. Akibatnya, aktivitas pengolahan dan pengeboran minyak lumpuh.

Kekesalan warga dipicu sikap JOB P-PEJ yang belum merespons sejumlah tuntutan yang mereka ajukan. Di antara tuntutan warga itu adalah 85 persen dari rekrutmen tenaga kerja dari desa setempat, relokasi SDN Rahayu I dan II yang ada di sekitar CPA, mendirikan pos kesehatan, serta minta JOB P-PEJ menyewa atau membeli tanah yang berada di radius 500 meter dari CPA.

Kalau kejadian seperti pemblokiran ini sering terjadi, tentunya ada sesuatu yang salah dalam penanganan hubungan antara JOB – PPEJ dan masyarakat sekitarnya. Karena kalau hubungan mereka baik, tentunya aksi demo ataupun pemblokiran tidak akan terjadi.

Sebenarnya hubungan antara sebuah pabrik yang dikelola oleh sebuah perusahaan dan masyarakat sekitarnya harus berlangsung harmonis supaya jalannya produksi berjalan dengan lancar sehingga menghasilkan keuntungan yang diharapkan dan tentunya tidak menafikan akan adanya tuntutan masyarakat yang berhak untuk hidup layak tanpa adanya gangguan pencemaran suara, pencemaran udara, gangguan keramaian lalu lintas akibat aktifitas pabrik dan sebagainya.

Kalau mengacu pada JOB – PPEJ, tentunya harapannya pengeboran dan pengolahan minyak dari ladang Mudi dan ladang Sukowati serta juga pengolahan minyak dari Blok Cepu tidak terganggu, sehingga bisa berproduksi lancar dan bisa berkiprah menopang target produksi minyak nasional yang kabarnya untuk tahun ini sangat sulit tercapai targetnya. Dan agar ini tercapai maka hubungan dengan masyarakat sekitar harus terjaga dengan baik agar tidak ada pemblokiran dan demo.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Revitalisasi Politik NU

Oelh : Khozanah Hidayati
Anggota DPRD Tuban – Sekretaris FPKB

Sebenarnya sudah sangat jelas bahwa posisi NU di politik adalah sesuai khittah 1926, yaitu NU tidak berkiprah di bidang politik, dalam artian NU tidak memihak dan ikut campur permasalahan politik (partai politik).
Namun kenyataan yang ada seperti kita ketahui bahwa sejak Pemilu 2004 hingga Pemilu 2009 lalu peran para elite NU dan juga para kiai NU dalam mengarahkan ke partai politik tertentu ataupun calon-calon tertentu baik itu caleg, cabup, cagub, ataupun capres tertentu sangat kental dan “vulgar” sekali.

Dan hasilnya dari pengarahan dan keterpihakan ke partai tertentu dan calon tertentu itu apa? Sebagian besar kalah, bahkan kalah telak. Ini bisa kita lihat kekalahan Pak Hasyim Muzadi ketika berpasangan dengan Megawati saat Pilpres 2004, kekalahan Khofifah saat pilgub, kekalahan JK-WIN saat Pilpress lalu, dan bahkan kekalahan-kekalahan calon bupati yang disokong dan didukung penuh oleh para elite NU. Serta kekalahan partai-partai berbasis NU saat Pemilu 2009 lalu seperti PKB, PPP, dan PKNU.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

NU dan Revitalisasi Pesantren

Oleh : Khozanah Hidayati *)
Dengan terpilihnya KH. Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum NU pada muktamar NU ke-32 di Makasar akhir Maret lalu, maka asa sebagian besar warga nahdliyin agar NU menjaga jarak dari tarik-menarik politik praktis kiranya segera terwujud. Apalagi terpilihnya KH. Said tersebut dibarengi dengan terpilihnya KH. Sahal Mahfudz sebagai Rais Am NU, dimana beliau adalah seorang figur di NU yang low profil dan juga jauh dari nafsu politik.

KH. Said Agil Siradj sendiri setelah terpilih menegaskan bahwa dia akan membersihkan NU dari tarik-menarik kepentingan politik praktis dan membawa NU kembali ke pesantren. Pesantren sebagai pusat agama, ilmu, akhlak, peradaban, budaya, kesederhanaan, kemandirian, dan persaudaraan yang sangat kukuh. Dia juga mengatakan, NU di bawah kepengurusannya kelak akan merevitalisasi pesantren. Hal itu sebagai prinsip atau paradigma membangun masyarakat, khususnya warga nahdliyin. Semua itu berangkat dari semangat revitalisasi pesantren dengan mengonseptualkan kitab kuning karena kita tidak bisa lepas dari itu.

Baca entri selengkapnya »

,

1 Komentar

Semangat Kartini dalam Perjuangan Kesetaraan Gender Politik

Oleh : Khozanah Hidayati *)
Perjuangan Kartini dalam membela hak-hak kaum perempuan dan perjuangannya yang fenomenal patut dikenang dan dijadikan spirit sampai kapanpun. Karena sosok Kartini adalah pejuang kesetaraan gender pertama yang pernah ada di Indonesia. Kartini bukanlah sosok hero layaknya G.I. Jane yang diperankan oleh bintang seksi nan rupawan Demi Moore dalam drama film Hollywood yang memannggul senjata maju di medan perang. Ia adalah pendobrak patron dan paham patriakhi dalam budaya masyarakat Jawa yang kental.

Pemikirannya yang aneh dan menyalahi adat pada jamannya saat itu, justru menjadi tonggak sejarah bangkitnya perjuangan wanita dalam mengalahkan tirani dan penindasan terhadap perempuan.

Ia juga boleh dibilang adalah sosok yang lebih maju setengah abad dari jamannya. Meski akhirnya kepahlawannya justru digugat pada akhir-akhir ini. Ia bukanlah pahlawan perempuan yang sebenarnya yang memperjuangkan azasi wanita. “Kelemahan”nya dimulai ketika Kartini memutuskan untuk menerima aturan dan tradisi yang dibebankan kepadanya, bersedia menuruti adat bangsawan Jawa sampai mau menikah dengan bupati Rembang yang dijodohkan kepadanya. Keputusannya itu membuat ia harus melepaskan mimpinya untuk menimba ilmu di negeri Belanda dan menjadi perempuan intelektual.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

NU-PKB Pascamuktamar Ke-32

Oleh Ali Maschan Moesa

BANYAK pihak yang ingin relasi NU dan PKB dibicarakan secara resmi dalam Muktamar Ke-32 NU di Makassar lalu. Namun, muktamirin tidak membicarakannya, baik di sidang-sidang komisi maupun sidang pleno. Hal itu berarti NU tetap “istiqamah” memegangi khitah 1926, yaitu secara organisatoris tidak terikat oleh ormas dan partai politik mana pun.

Dengan demikian, Muktamar Ke-32 NU menegaskan ulang bahwa kedudukan NU adalah organisasi sosial keagamaan (jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah), bukan organisasi politik. Namun, NU sama sekali tidak mengharamkan politik praktis (struggle for power) atau melarang warganya berpolitik.

Bagi NU, politik adalah penting dalam tata kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat sebagaimana sektor ekonomi, pendidikan, dan sosial-budaya. NU menghargai warganya yang berpolitik atau berniaga dengan baik. Hanya, mereka dipersilakan melakukannya di dalam partai politik atau organisasi niaga, tidak di dalam NU sebagai jam’iyyah.

Muktamar juga menegaskan bahwa NU tidak boleh bergantung kepada kekuatan eksternal. NU harus tetap menjaga jarak dengan pemerintah dan menjadi mitra kritis terhadap kebijakan yang ditetapkannya.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Vonis Pungli Jembatan Timbang, Tidak Penuhi Rasa Keadilan

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota DPRD Tuban – FKB)

Pada pertengahan Januari 2010 saat Polres Tuban berhasil membongkar praktik pungli di jembatan timbang di Desa Minohorejo, Kecamatan Widang, yang ditenggarai sudah berlangsung sejak jembatan timbang ini berdiri atau kurang lebih sudah berlangsung tiga tahun mendapat apresiasi yang cukup bagus dari masyarakat dan juga harapan adanya penegakan hukum di bidang korupsi. Namun akhirnya apreasiasi yang bagus terhadap kinerja PolresTuban tersebut tidak berjalan seiring di tingkat penuntutan dan pengadilan. Dan bahkan para pelaku korupsi tersebut hanya diganjar empat bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tuban. Yang mana besarnya vonis tersebut sama dengan vonis kasus judi yang dilakukan oknum mantan Ketua DPRD Tuban.

Sehingga patut disayangkan kasus korupsi disamakan dengan kasus perjudian. Padahal kalau dicermati secara seksama perbuatan korupsi akan merugikan masyarakat secara luas dan juga merugikan negara. Merugikan rakyat karena dengan adanya pungli (korupsi) tersebut maka akan timbul ekonomi biaya tinggi, khusunya di bidang transportasi darat. Dengan adanya ekonomi biaya tinggi di bidang transportasi ini maka juga akan menambah biaya produksi suatu produk. Dan akhirnya masyarakat akan membayarnya dengan harga yang tinggi pula.

Sementara kalau perjudian hanya penyakit masyarakat yang efeknya langsung ke masyarakat tidak begitu terasa. Semestinya para penagak hukum di Bumi Ronggolawe menggunakan analogi tersebut untuk mengadili kasus pungli jembatan timbang ini. Sehingga rasa keadilan di masyarakat benar-benar ditegakkan.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kebangkitan Nasional Melawan Korupsi

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota DPRD Tuban – FPKB)

Sampai hari ini Mei 2010, hari yang kita peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional sudah 102 tahun berlalu. Tanggal 20 Mei 1908 Boedi Oetomo (sesuai ejaan Soewandi) sebagai organisasi kepemudaan lahir untuk melakukan perubahan dan perlawanan terhadap penindasan dari bangsa penjajah Belanda. Bagaimana sekarang ?. Apa yang dapat kita petiik dari peringatan ini? Apakah kini kita sudah bebas dari penjajahan dan penindasan? Perlukah peringatan ini kita jadikan momentum untuk memperjuangkan sesuatu?.
Pada saat Boedi Oetomo lahir, kondisi bangsa ini sudah terjajah oleh Belanda lebih dari 300 tahun dan semua sektor kehidupan sudah berada dalam cengkeraman bangsa penjajah. Dan kita sebagai bangsa sudah tidak mempunyai hak dan wewenang untuk menentukan dan memperjuangkan nasib sendiri, karena semua hak dan wewenang kita sudah dirampas oleh penjajah. Maka lahirnya Boedi Oetomo bisa dijadikan tonggak lahirnya pergerakan-pergerakan kebangkitan nasional lainnya untuk melawan penajajah. Dan akhirnya perjuangan tersebut berhasil dengan ditandai diikrarkannya kemerdekaan bangsa ini.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Inikah Rindu

Ada rindu menembus di relung hatiku
Dan menyentuh di jantung rasaku
Buat aku, mau saja tuk hidup lebih lama

Hening jiwaku tercumbui aroma hasratmu
Nan bertema cinta di balut kasih sayangmu

Baca entri selengkapnya »

, , ,

3 Komentar

Puisi B.J. Habibie Untuk Hasri Ainun

Puisi di bawah ini sangat indah sekali untuk disimak secara seksama. Dan bahkan bisa timbul rasa empati yang dalam untuk Pak Habibie akan cintanya yang agung pada sang istri. Namun sayang ternyata puisi tersebut bukan karya Pak Habibie teruntuk Ibu Ainun. Hal ini telah dijelaskan oleh Juru bicaranya Pak Watik Pratiknya.

Dan bahkan saya sempat terbawa oleh emosi saat menyimak puisi ini. Sungguh sangat dalam cintanya PAk Habibie terhadap istrinya Ibu Hasri Ainun.
Mari kita simak puisi tersebut di bawah ini.

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Progresivitas pemikiran perempuan NU

Berkata tidak pada politik praktis tidaklah mudah. Ada segudang godaan dan ajakan yang menjanjikan, salah satunya terkait azas pragmatisme manusia: pemenuhan kebutuhan hidup, pemenuhan kebutuhan untuk mencapai strata sosial lebih tinggi dan eksistensi politik yang kuat.

Dalam pemikiran Weber, strata sosial menjadi ukuran personal dalam bertindak. Ia melihat begitu dominannya motivasi individu dalam melakukan tindakan sosial, yaitu mencapai strata sosial. Jika motifnya politis, maka tujuannya menjadi penguasa politik. Jika sosial, tujuannya adalah kedudukan/status sosial (prestise). Jika motifnya ekonomi, tujuannya menduduki peringkat kelas tertinggi (privilege).

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mengkritisi Kenaikan Setoran Awal BPIH

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Kenaikan setoran awal BPIH untuk mendapatkan porsi kursi dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta untuk kelas regular adalah suatu keputusan yang patut disesalkan dan dikritisi. Walaupun alasan kenaikan ini adalah untuk mengerem kenaikan daftar tunggu yang semakin menumpuk. Karena dengan menaikkan setoran untuk mendapatkan porsi kursi, maka kepastian masyarakat untuk bisa menjalankan ibadah haji jadi menurun, padahal dengan daftar tunggu yang semakin banyak otomatis akumulasi uang setoran awal BPIH untuk mendapatkan porsi kursi tersebut akan semakin banyak jumlahnya dan semakin lama mengendap yang semestinya bisa diputar dan mendapatkan keuntungan dari akumulasi uang setoran tersebut.

Mari kita mencoba untuk menghitung semestinya hasil pengembangan dari akumulasi uang setoran awal BPIH ini. Dengan asumsi jumlah jamaah haji per tahun adalah 200 ribu, maka dengan setoran BPIH awal Rp 20 juta, maka kalau daftar tinggunya selama 5 tahun, akan didapat uang yang mengendap selama lima tahun sebesar Rp 4 Trilyun. Dan kalau diputar untuk mendapatkan hasil lebih, maka akan didapatkan tambahan uang sebesar Rp 200 Milyar / tahun atau sebesar Rp 1 Trilyun selama masa tunggu (lima tahun), dengan asumsi besarnya tambahan penghasilan sebesar 5% per tahun.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

PKB antisipasi PT 5% dengan islah

Jakarta – Untuk mengantisipasi kenaikan Parliamentary Threshold (PT) 5%, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB ) harus segera mengumpulkan serpihan-serpihan yang telah tercerai berai, sehingga pada Pemilu 2014, PKB tidak menjadi catatan sejarah perpolitikan di tanah air.

Salah satu cara untuk mengumpulkan serpihan itu adalah islah atau rekonsiliasi. Sejak awal Pemilu tahun 1999, PKB selalu dirundung perpecahan dan bahkan dari PKB lahir partai baru yakni Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dengan Ketua Umumnya Choirul Anam.

“PKB harus segera mengantisipasi wacana kenaikan PT. Caranya adalah islah dengan melibatkan semua stakeholder PKB,” kata Sekjen PKB Lukman Edy saat dihubungi primaironline.com, di Jakarta, Minggu (30/5).

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan

HINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan prinsip kebenaran yang diyakini.

Gus Dur, selain mewarisi sikap progresif-inovatif ayahnya, KH Abdul Wahid Hasyim, adalah penganut fanatik Thomas Carly. Menurut Carly, dunia membutuhkan pahlawan yang memiliki ”keberanian dan individualitas” tersendiri. Prinsip Carly itu dipegang teguh oleh Gus Dur sejak muda, jauh sebelum terpilih sebagai ketua umum PB NU dalam muktamar ke-27 di Situbondo 1984.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Mengkritisi Politik Dinasti Dalam Pemilukada

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Tuban,  2 Juni 2010

Politik dinasti ala jaman kerajaan dahulu sudah mengejala dalam pemilihan kepala daerah (pemilukada) di berbagai daerah di Indonesia, maupun juga di Jawa Timur. Para kandidat pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah memiliki hubungan keluarga dan mereka pun bersaing untuk meraih dukungan masyarakat. Saat kepala daerah petahana (incumbent) tidak bisa lagi ”masuk arena” karena sudah dua periode menjabat, maka para istri, anak atau adik yang naik pentas.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar

“Tender-tenderan”

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Tuban, 10 Juni 2010

Saat ada kasus “pengancaman” sesama peserta tender dengan memggunakan pistol saat lelang pekerjaan proyek fisik SD dan SMP di Dinas Pendidikan Tuban, akhir Mei 2010 lalu (berita Radar Bojonegoro 25 Mei 2010) saya jadi teringat akan kisah dari seorang teman bahwa di suatu negeri Antahberanta, Kabupaten Ngastina tender suatu pekerjaan atau pengadaan barang dan jasa hanyalah “tender-tenderan” yang tujuannya hanya memenuhi atau memenuhi syarat legal formal belaka alias mengelabuhi peraturan yang ada. Sehingga diatas kertas seolah-olah setiap pelelangan pekerjaan pengadaan barang dan jasa telah berlangsung sesuai peraturan yang ada, namun kenyataan yg terjadi adalah sebaliknya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

3 Komentar

Islah PKB Tuntas Akhir 2010

Cirbon (GP Ansor Online): Komite Islah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan akhir 2010 proses islah tuntas. Karena itu, saat ini komite telah menyosialisasikan ke warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Upaya islah akan terus kita lakukan. Kami optimistis akhir tahun 2010 ini islah secara struktur dapat diwujudkan PKB. Hal ini penting untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang.Kalau tidak dilakukan secepatnya, bakal keteteran,” kata Sekjen DPP PKB Ancol Lukman Edy saat deklarasi di Ponpes Ashobirin Plumbon,Cirebon,kemarin. Hadir dalam pertemuan itu Wakil Ketua Dewan Syura PKB Ancol Lily Chadijah Wahid, Ketua PKB Parung Ikhsan Abdullah, pengurus PKB dan PKNU Kabupaten Cirebon, serta sejumlah kiai NU. Lukman Edy menambahkan,para deklarator PKB telah memberikan dukungan agar partai yang berbasis NU bersatu.Karena itu,mereka mendukung sepenuhnya terhadap langkah-langkah islah yang dibidani elite PKB maupun PKNU.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Stop Ledakan Tabung Gas LPG !

Oleh : Khozanah Hidayati
Tanggal 20 Juli 2010

Program konversi energi dari minyak tanah ke gas LPG semestinya menjadi solusi pengurangan beban subsidi pemerintah yang sangat bagus, sehingga dengan program tersebut akan didapatkan penghematan anggaran pemerintah yang sangat signifikan, selain itu juga menambahkan kemudahan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energi untuk urusan dapurnya. Namun sungguh ironis hampir setiap hari kita menyaksikan di TV terjadinya kebakaran akibat tabung gas LPG yang meledak, yang kian hari korbannya kian bertambah. Dan jumlah korbannya menurut sumber Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) adalah sampai Juni 2010 terjadi 33 kasus, 8 orang meninggal dan 44 orang luka-luka. Tahun 2009 terjadi 30 kasus, 12 orang meninggal dan 48 oarng luka-luka. Tahun 2008 terjadi 27 kasus, 2 orang meninggal dan 35 oarng luka-luka. Dan tahun 2007 saat program konversi energi ini dimulai terjadi 5 kasus dan mengakibatkan 4 orang luka-luka.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

Ciri-ciri Tabung Gas LPG Standard SNI

Cek Dahulu Tabung Gas yang kita sebelum dipakai mengapa demikian karena banyak sekali kasus yang sering muncultentang Ledakan Tabung Gas yang akibatnya banyak korban yang tidak berdosa harus jadi korban dari Tabung Gas.

Karena Kurangnya Sosialisasi dari Pihak Pertamina akabitnya seperti ini kebijakan yang terlalu dipaksakan namun tidak adanya Sosialisasi terhadap masyarakat pastinya tidak ada yang namanya tabung Gas Meledak atau berita miring tentang tabung gas, Seakan Sudah jadi bahaya yang selalu menghantui para masyarakat.

 
Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

1 Komentar

Maraknya Minimarket dan Redupnya Pasar Tradisional

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)
Tuban, 2 Agustus 2010

Sekarang ini minimarket dan supermarket sebagai wujud pasar modern sudah meramaikan pasar di kabupaten-kabupaten Jawa Timur, demikian juga di Kabupaten Tuban, Bojonegoro dan Lamongan. Dan bahkan pasar modern tersebut dengan minimarketnya sudah eksis dan bahkan merajai perdagangan barang eceran di kota-kota kecamatan di daerah tersebut. Dan bahkan keberadaan minimarket tersebut telah menggerus omset pasar-pasar tradisional.

Berdasarkan data dari AC Nielsen (2006) pertumbuhan pasar modern 31,4 % per tahun, sedangkan pasar tradisional menyusut 8,1 % per tahun. Sedangkan dari sisi pangsa pasar tahun 2009 pasar tradisional masih mendapat 80% dan pasar modern mendapat 20%, namun untuk tahun 2010 sampai lima tahun kedepan pangsa pasar tradisional mengecil menjadi 70% sampai 67%, sedangkan pasar modern meningkat menjadi 30% sampai 37%.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

6 Komentar

Puasa Ramadhan Sebagai Wahana Pendidikan Anti Korupsi

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)
08 Agustus 2010

Saat ini kita sebagai muslim sedang menjalankan ibadah puasa ramadhan sebulan penuh. Ibadah puasa ramadhan ini diperintahkan Allah agar kita menjadi semakin bertaqwa kepadaNYA. Disamping itu puasa ramadhan juga mengajarkan kepada kita beberapa hikmah yang tersirat di dalamnya.

Coba kita simak suatu cerita menarik berikut ini yang terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Suatu hari beliau melakukan perjalanan dari Madinah ke Mekah. Di tengah perjalan beliau berjumpa dengan seorang anak gembala yang tampak sibuk mengurus kambing-kambingnya. Seketika itu muncul keinginan Khalifah untuk menguji kejujuran si gembala.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Petan, Rerasan dan Infotainmen

Oleh : Khozanah Hidayati (Pemerhati masalah sosial dan politik, tinggal di Tuban)
8 Agustus 2010

Petan (hurup ‘e’ dibaca seperti pada kata tape) adalah satu aktifitas fisik antara dua atau lebih orang perempuan atau ibu-ibu untuk mencari kutu rambut dari kepala temannya. Bahasa Indonesianya petan masih belum kita temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tapi secara garis besar bisa diartikan mencari kutu, meskipun seringkali berburu uban pun bisa dikategorikan petan juga.

Aktifitas petan ini boleh dibilang menyenangkan. Para ibu-ibu bisa bertahan petan berjam-jam. Dan menjalaninya dengan penuh hikmat. Yang membuat makin betah dari ritual petan ini adalah konten tambahannya, yakni ngerumpi atau ngegosip. Sambil “klethas-klethus mlithesi kor” dan “lingso” (kor adalah anak kutu sedangkan lingso adalah telur kutu), si ibu yang lagi dipetani itu nyerocos membicarakan borok-borok para tetangga. Mulai dari Si A yang barusan membeli kalung, sampai Si B yang anaknya hamil di luar nikah dikupas tuntas sampai habis. Kadang pembicaraan yang tadinya terdengar dari jauh, tiba-tiba bisa berubah “pating glenik”, bisak-bisik sambil sesekali nyekikik.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Hari Kemerdekaan, Puasa Ramadhan dan Reformasi

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 65 tahun yang lalu diproklamirkan tepat pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan juga dengan 8 Ramadhan 1364 H. Tahun ini peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI juga bertepatan dengan bulan Ramadhan tepatnya 7 Ramadhan 1431 H. Bertemuanya peringatan hari kemerdekaan ini dengan puasa Ramadhan adalah merupakan momentum yang sangat istimewa bagi kita untuk merenung, menimbang, dan melakukan penilaian ulang secara jujur atas pencapaian bangsa ini saat ini, dan kemudian mencari jalan keluar terbaiknya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Negara Terkaya di Dunia

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah. rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

2 Komentar

Puasa dan Kearifan Perempuan

Kompas; Sabtu, 4 September 2010 | 03:48 WIB
OLEH ABIDAH EL KHALIEQY

Puasa Ramadhan merupakan kewajiban—ibadah mahdloh—bagi orang-orang beriman, khususnya kaum Muslim. Akan tetapi, esensi ibadah puasa bukan hanya sekadar ritus penahanan diri dari nafsu makan, minum, seks, dan sebagainya. Namun, dalam puasa juga termaktub ibadah-ibadah lain yang bersifat kultural, ghoiru mahdloh, yang dianjurkan syariat Islam untuk meraih kemuliaan dan kesempurnaan kemanusiaan kita.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Said Aqiel Siradj: Muslim yang Menggelisahkan

Jawa Pos; Sabtu, 04 September 2010

BEGITU menggelisahkan saya bahwa saat ini masih saja muncul di kalangan kelompok muslim yang mengungkit-ungkit soal perbedaan ibadah (furu’iyah). Saya pernah ditantang berdebat oleh kelompok semacam itu menyangkut hukum seperti tahlilan, istighotsah, doa untuk si mayat, dan lainnya. Mereka menuding praktik-praktik ibadah tersebut sebagai bid’ah.

Mereka gerah dengan mentradisinya tahlil secara kolosal di negeri kita. Setiap ada pejabat yang meninggal, selalu saja ada tahlilan. Misalnya, saat wafatnya Ibu Ainun Habibie yang juga diadakan tahlilan.

Itu sungguh perdebatan klasik. Dalam kitab-kitab kuning, sudah sekian lama dalam bahasan fikih terhampar perdebatan tersebut. Contohnya, soal doa untuk si mayat, apakah sampai atau tidak. Ibnu Taymiyah, misalnya, membolehkannya. Sementara itu, mazhab Syafi’i tidak membolehkan.

Soal salat Tarawih pun sudah lama nian menimbulkan perbedaan dari segi jumlah rakaat hingga masalah dalil otoritatifnya. Bagi Syiah, salat Tarawih bahkan dipandang tidak memiliki dasar yang sahih. Sebab, Tarawih dipandang Syiah sebagai hasil kreasi Umar bin Khatthab, sedangkan mereka hanya mau mengambil dalil dari Ali. Semua itu disikapi para ulama sekarang (khalaf), termasuk NU, sebagai perbedaan pendapat yang wajar-wajar saja.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mengkritisi Desalinasi dan Pemanfaatan Air Bengawan Solo Oleh Blok Cepu

Oleh : Khozanah Hidayati, anggota FPKB DPRD Tuban &
Ahmad Mustofa, anggota Society of Petroleum Engineers (SPE), tinggal di Tuban

Mencermati tarik ulur oleh sebagaian stake holder blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro terhadap rencana Mobil Cepu Ltd yang akan memanfaatkan air Bengawan Solo sebagai sumber penyuplai pengadaan air dan kengototan sebagian pihak di Pemkab Bojonegoro dan sebagian anggota DPRD Bojonegoro untuk menggunakan air hasil desalinasi dari laut Jawa sangat menarik untuk diikuti dan bahkan dikritisi. Hal ini karena kontroversi proyek desalinasi sendiri yang diusulkan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bojonegoro bekerjasama dengan PT. Meranggi Energy yang secara teknis masih dipertanyakan beberapa pihak sarat akan beberapa kepentingan dan juga kemungkinan besar akan memakan biaya yang sangat mahal mengingat harus membangun jalur pipa sejauh 73 km atau 95 km dari Tuban atau Rembang ke lokasi blok Cepu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , ,

11 Komentar

Ganyang Malaysia! Apakah itu Perlu?

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)

Akhir-kahir ini demonstarsi dari beberapa elemen bangsa yang menyuarakan anti Malaysia dan bahkan menggelorakan kembali Ganyang Malaysia marak terjadi hampir di seluruh penjuru tanah air. Hal ini dipicu adanya penangkapan aparat Dinas Kelautan dan Perikanan Riau yang sedang menangkap nelayan ilegal Malaysia karena melakukan ilegal fishing di perairan Indonesia.

Sebenarnya ketegangan kedua negara ini tidak hanya sekali ini saja terjadi, di tahun 2004 dan 2008 juga terjadi ketegangan kedua negara yang dipicu oleh saling klaim terhadap Blok Ambalat yang sangat kaya akan kandungan minyak tersebut. Dan juga terjadi beberapa kali ketegangan akibat klaim Malaysia atas beberapa produk budaya Indonesia.

Yang menjadi pertanyaan perlukah kita melakukan perang terhadap Malaysia? Apakah dengan berperang dengan Malaysia semua persoalan bangsa yang sangat ruwet ini bisa terselesaikan? Atau apakah tidak malah sebaliknya?

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

6 Komentar

Mencermati Arah Koalisi Antar Bacabup dalam Pemilukada Tuban 2011

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) dan tulisan ini tidak
mewakili kebijakan partai.

Pemilukada Tuban sebentar lagi akan digelar atau tepatnya bulan Maret 2011. Jadi masih menyisakan sekitar enam bulan lagi. Namun walau pelaksanaan pemilukada sudah dekat para bakal calon bupati (bacabup) Tuban yang akan maju dalam pemilukada nanti masih malu-malu dan saling tunggu untuk mendeklarasikan pencalonan mereka. Hanya ada satu bakal calon yang sudah secara resmi mendeklarasikan majunya dia dalam pemilukada nanti dan bahkan bacabup tersebut juga sudah menggandeng bakal calon wakil bupati (bacawabup).

Sebanarnya bayak sekali orang-orang yang berminat dan sudah melakukan lobi-lobi dan sosialisasi untuk mencalonkan atau dicalonkan menjadi bupati Tuban periode 2011 – 2016 nanti. Mereka ini berasal dari beberapa profesi, ada yang berprofesi sebagai dokter, pengusaha, dosen atau guru, pegawai negeri, anggota DPRD dan bahkan konon sang petahana bupati Tuban pun akan mencalonkan lagi walau tidak sebagai cabup namun cawabup pun cukup baginya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , ,

10 Komentar

Berharap Pilkada Sukses, Damai dan Aman

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban) *

Tidak lama lagi atau tepatnya Maret 2011, Kabupaten Tuban akan menyelenggarakan pemilihan umum kepala daerah, untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati yang akan mengemban tanggung jawab dan amanah menjalankan tugas-tugas yang berat lima tahun ke depan. Berat karena harus menambah akselerasi kecepatan pembangunan Kabupaten Tuban melebihi periode sebelumnya, kalau tidak ingin kemajuan Tuban semakin tertinggal dengan kabupaten tetangga seperti Bojonegoro dan Lamongan dan juga kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur.

Tuban sebagai calon daerah industri yang sangat potensial dengan berbagai kelebihannya seperti jaraknya yang relatif dekat dengan Surabaya, mempunyai garis pantai lebih dari 65 km, dekat dengan mega proyek Migas Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro yang mau tidak mau jalur ekspor minyaknya paling ekonomis harus melewati Tuban, masuk daerah Zona Ekonomi Khusus yang akan dikembangkan oleh pemerintah pusat dan juga adanya bencana lumpur Lapindo Sidoarjo yang secara tidak langsung menguntungkan daerah pantura Jatim bagian Barat sebagai daerah alternatif pengembangan industri ataupun relokasi industri di Jawa Timur serta sudah eksisnya industri dasar besar yang sudah ada di Tuban seperti Semen Gresik, JOB PPEJ, TPPI dan Semen Holcim. Disamping juga sudah eksisnya Kawasan Industri Semen Gresik (KWSG). Namun dengan kelebihan-kelebihan tersebut Tuban masih belum bisa menarik investor yang signifikan, sehingga industrialisasi yang ada belum berkembang.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

16 Komentar

Fenomena Patologis Politik dalam Pemilukada Tuban

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) *

Pemilihan kepala daerah di berbagai daerah akhir-akhir ini sungguh sangat keterlaluan dan bahkan telah memunculkan berbagai fenomena patologis politik. Konyolnya, inilah sakit yang dipandang normal dan bahkan suatu prestasi tersendiri. Yang patut dicatat antara lain ada kepala daerah yang sudah dua kali menjabat rela turun pangkat sebagai calon wakil kepala daerah asalkan tetap menjadi penguasa. Ini namanya sakit demokrasi kesatu. Patologis karena tidak bisa membedakan antara promosi dan degradasi. Walaupun ini secara prosedural demokrasi tidak menyalahi aturan, akan tetapi hal ini tentunya menyalahi substansi dari demokrasi itu sendiri. Karena tentunya hal ini akan mengarah pada politik dinasti bak sistem kerajaan dan akhirnya akan cenderung otoriter dan koruptif. Ingatlah apa yang dikatakan Lord Acton bahwa power tends to corrupt and absolute power corrupt absolutely.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

16 Komentar

Mengkritisi Perang Melawan Terorisme

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota Frakasi FPKB DPRD Tuban)

Serangan teroris dengan korban jiwa tiga polisi di Polsek Hamparan Perak, Sumatera Utara pada 22 September 2010, yang konon dilakukan oleh kelompok terorsime adalah sudah menandakan bahwa babak baru perang melawan terorisme harus sudah dimulai. Yang selama ini para terorisme diperangi dan diburu oleh Densus 88 Mabes Polri karena aksi-aksi mereka yang melakukan pemboman bunuh diri di beberapa target yang berbau asing, kini target mereka sudah berubah, yaitu sudah melakukan serangan dan teror terhadap eksistensi alat-alat negara dan sekaligus membalas dendam apa yang selama ini dilakukan oleh Densus 88 yang selalu menumpas para terorisme dengan tak kenal kompromi dan bahkan sebagian langsung ditembak mati saat terjadi kontak senjata saat penangkapan para terorisme.

Perang terhadap terorisme yang dilakukan oleh Densus 88 akhir-akhir ini hampir selalu berakhir dengan ditembak matinya para teroris yang sedang diburu. Fenomena keusuksesan Densus 88 ini sungguh aneh. Dimana para teroris yang selalu melakukan teror dengan cara menebar kematian di setiap aksinya, kini hampir selalu dibalas dengan “teror” kematian pula dan bahkan pada penangkapan teroris terakhir ini di Jalan Besar Medan – Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara dilakukan penembakan pada Khairul Ghozali dan empat jama’ahnya yang sedang sholat maghrib. Seakan Densus 88 sudah tidak terikat pada aturan yang ada, setiap warga yang dicurigai sebagai teroris maka nyawa mereka berhak dihilangkan walau tanpa melalui proses peradilan dan hukum yang semestinya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

Menggugat Keadilan Bagi Korban Kecelakaan KA di Pemalang.

Korban tewas akibat tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dengan Senja Utama di lintasan Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, 2 Oktober 2010 berjumlah 36 orang sungguh sangat menggiriskan hati.

Walaupun santunan yang diberikan pemerintah sebesar Rp 65 juta dipastikan akan diberikan dan biaya perawatan bagi korban luka-luka ditanggung PTKAI,  diukur dari sisi  keadilan sosial, belumlah lengkap rasa keadilan yang diperoleh oleh keluarga korban. apalagi bagi keluarga korban yang kepala keluarganya yang menjadi tulang punggung keluarga menjadi korban pada eksiden ini.

Seharusnya kepada anggota keluarga korban yang kehilangan kepala keluarga yang menjadi jangkar kehidupan keluarganya juga mendapatkan bantuan penuh dari PTKAI semisal dukungan pembiayaan sekolah bagi anak-anaknya, pengaturan penempatan tenaga kerja bagi penerus penopang ekonomi keluarga korban, pemenuhan kebutuhan pokok, bimbingan kewirausahaan dan lain sebagainya sebagai imbal jasa
wajib akibat keteledoran pengelolaan PTKAI.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Don’t Judge Other by the Cover

Ini ada Catatan Kaki dari seseorang yang sangat quiet inspiring, semoga ada manfaat bagi yang membacanya.

Question 1:
Jika kamu mengetahui seorang wanita hamil, yang sudah memiliki 8 orang anak, 3 diantaranya tuli, 2 orang diantaranya buta, 1 orang keterbelakangan mental dan wanita itu sendiri sedang terserang penyakit sipilis akut, apakah Anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi…….???

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pajak (yang) Gedhe dan Jaminan Sosial (yang) Minim

Mari kita mencoba menghitung berapa besar penghasilan kita setiap bulannya disetor atau dipaksa dipotong oleh negara lewat skema yang diberi nama PAJAK. Paling tidak hampir 50 persen telah dipotong tanpa kita sadari. Apakah Anda tidak percaya dengan pernyataan di atas? Tanpa memerlukan perhitungan yang rumit, tapi marilah kita telusuri sebentar dengan menjawab pertanyaan berikut: hal apa saja selain bernapas, yang dapat kita lakukan tanpa harus membayarnya pada negara?

Jika Anda dapat segera menyebutkan lima saja di antaranya dalam waktu kurang dari semenit sejak pertanyaan tersebut selesai Anda baca, angka 50 persen di atas, mungkin dengan segera harus kita koreksi. Sebagai bandingan, jawab pula pertanyaan sejenis akan tetapi topiknya sebaliknya: Pajak apa saja yang harus selalu kita bayar kepada negara, setiap harinya, setiap bulannya, setiap tahunnya?

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan Biarkan Premanisme Merajalela

Belakangan ini aksi bentrok dan kerusuhan terus berlangsung, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah. Seperti yang terjadi di Jl. Ampera, Jakarta Selatan, dan di Tarakan, Kalimantan Timur. Kasus ini diawali aksi kekerasan antar warga karena masalah hal-hal sepele, namun karena provokasi sehingga akhirnya melibatkan banyak orang dan bahkan berubah wujud menjadi bentrokan yang berbau SARA, bentrokan antar suku.

Yang memprihatinkan, para pelaku bentrokan sudah tidak menghargai aparat keamanan (polisi).Sehingga walau dihalau bahkan diberikan tembakan peringatan mereka tidak menghentikan aksi premanismenya.

Melihat maraknya aksi premanisme sekarang ini di Indonesia, tentunya hal ini tidak terjadi begitu saja. Hal ini terjadi karena ada penyebab yang menjadi pendorongnya. Yaitu adanya pembiaran yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap aksi-aksi teror dan melawan hukum yang dilakukan oleh sekelompok kecil masyarakat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Teror, Kejahatan, dan Indonesia Kita

Oleh : Said Aqiel Siradj

Kembali Indonesia berkabung. Kekerasan meruyak seperti pada kasus Tarakan dan Ampera. Begitu pun teroris masih berkeliaran, bahkan makin berani melakukan aksinya. Para pengamat lagi-lagi mengelus dada. Adakah negeri kita terjangkit anomi sosial? Masyarakat sudah makin tak terarah, acuh dan sinis terhadap norma-norma yang ada. Dendam kesumat, baik atas nama solidaritas kelompok melalui premanisme maupun agama telah menyulut aksi brutal dan anarkistis. Penegak hukum seolah dipandang tiada (wujuduhu ka adamihi).

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Memaknai Ulang Sumpah Pemuda

Oleh : Khozanah Hidayati (Angggota FPKB DPRD Tuban)

“Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. Kedua: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengaku berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mengjoengjoeng bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Demikianlah teks asli Sumpah Pemuda yang dibacakan pada penghujung Kongres Pemuda kedua pada 28 Oktober 1928, di Jakarta. Dan besuk tepatnya 28 Oktober 2010, sudah 82 tahun yang lalu sumpah tersebut diikrarkan. Apakah makna dan semangat Sumpah Pemuda itu masih relevan bagi bangsa Indonesia saat ini? Walau banyak warga bangsa termasuk para pemudanya, tidak hafal teks Sumpah Pemuda tersebut, tidak berarti pemuda masa kini tidak lagi berjuang dan tidak mempunyai rasa nasionalisme. Karena secara umum perjuangan yang perlu dilakukan saat ini tentunya sudah sangat berbeda dengan perjuangan yang perlu dilakukan oleh para pemuda saat itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pemberdayaan Perempuan dari Bilik Pesantren

Oleh : MUDRIKAH

Sudah sejak dahulu perempuan sering menjadi korban ketidakadilan. Baik di ranah domestik maupun publik, perempuan masih menjadi pihak yang kalah. Penghargaan dan apresiasi terhadap mereka masih demikian minim. Justru sebaliknya, perlakukan tidak adil yang sering diterima. Baik itu terjadi secara fisik maupun mental. Rupanya, perempuan masih menempati posisi subordinat. Ia menjadi pihak nomor dua setelah laki-laki.

Selain itu, perempuan masih menjadi objek marginalisasi. Mereka masih menjadi kaum yang terpinggirkan baik dalam hal pendidikan, ekonomi, maupun akses publik. Perempuan masih dibatasi geraknya sehingga tidak bisa mengembangkan diri. Mereka juga mendapat stereotype (pelabelan) sebagai kaum lemah. Meski sekuat apapun perempuan dalam rumah tangga, tetap saja ia dianggap lemah. Label ini sudah kadung melekat sejak dulu dan sulit untuk dihilangkan. Akibatnya, perempuan tidak dianggap berjasa apa-apa meskipun dalam keluarga ia banyak berperan.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Haeny Relawati Dilarang Ikut Pemilukada Tuban

Jakarta – Jurnalberita.com – Dr. H. Akbar Tanjung meminta dengan hormat kepada Haeny Relawat,i yang sudah duduk dua kali sebagai Bupati Tuban, tidak maju dalam Pemilukada Tuban 2011. “Menurut saya, Bu Haeny cukup dua kali saja. Sebaiknya, Dia tidak ikut maju lagi dalam perebutan kursi Bupati Tuban,” lontar Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar.

Bung Akbar, saat ditemui wartawan di kantornya Akbar Institute Jakarta, sangat menyayangkan bila Haeny Relawati masih berminat maju lagi. “Sungguh disayangkan kalau dia masih ngotot maju,” ungkap Akbar yang juga mantan Ketum Partai Golkar.

Alasan yang disampaikan Akbar adalah, sosok Haeny yang dikenal srikandinya Partai Golkar Tuban ini memiiki prestasi sangat baik. “Dia sudah saatnya menahan diri dan memberi kesempatan kader Partai Golkar yang lain. Apalagi yang mau direbutnya, dari sisi material dan prestasi sudah cukup. Kini, Haeny saatnya buktikan sikap keteladanan dalam kepemimpinannya,” papar Akbar dengan suaranya yang khas yang datar namun mantap.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pilbup Tuban – Tak Kapok, PKB Usung Noor Nahar Lagi

Sabtu, 23 Oktober 2010 15:00:26 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajati.com) – Setelah dua kali pernah maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tuban, Noor Nahar Husian kembali diajukan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban 2011 nanti.

Noor Nahar diajukan lagi sebagai calon bupati dari Dewan Perwakilan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setelah mendapat dukungan dari Nahdlotul Ulama (NU) Tuban.

Pantuan beritajatim.com, Sabtu (23/10/2010), dalam musyawarah DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tuban, dengan agenda penetapan calon bupati Tuban 2011-2016 itu, telah secara resmi menetapkan Noor Nahar Husian, sebagai calon bupati yang akan maju dari partai tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Noor Nahar Bakal Tinggalkan Tjong Ping

Tuban (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Tuban telah mengantongi sejumlah nama yang akan berpasangan dengan Noor Nahar Husian untuk maju dalam pesta pemilukada 2011.

Data yang telah dihimpun beritajatim.com, sudah ada tiga nama yang telah dikantongi oleh DPC PKB Tuban. Tiga nama tersebut adalah Nasruddin Ali, yang merupakan adik kandung dari KH Fatkhul Huda Ketua PC NU Tuban.

Selain Nasruddin Ali, nama yang sudah masuk adalah Dr Bambang Suharyanto. Adalagi Teguh Prabawo atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan Tjong Ping. Dia adalah salah satu nama yang disebut  sebut untuk menjadi calon wakil bupati, dari Noor Nahar Husian.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Noor Nahar Husian dalam sambutannya saat musyawarah DPC PKB, Sabtu (23/10/2010). Dikatakan, sudah ada beberapa nama yang sudah siap untuk menjadi calon wakil dirinya untuk maju dalam Pemilukada nanti.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Imam Nachrowi: Kali ini PKB Harus Menang

Surabaya. kotatuban.com – Ketua DPW PKB Jawa Timur, Imam Nahrawi mendukung pencalonan Ketua DPC PKB Noor Nahar sebagai salah satu nama yang dicalonkan menjadi Bupati Tuban. Bahkan targetnya harus menang demi perubahan di kota seribu bukit kapur itu.

“Targetnya kali ini PKB harus menang dan ada perubahan di Tuban. Selama ini saya menilai di kabupaten ini stagnan dan hanya terfokus ke satu sentral saja,” kata Imam Nahrawi di sela-sela perjalanannya ke Madura.

Tentang pencalonan Noor Nahar sudah pas dan ketua PKB Tuban itu sudah berpengalaman menjadi kandidat bupati. Sebenarnya sudah cukup lama dibahas pencalonan ini namun setelah lewat raker khusus penjaringan calon, Noor baru dimunculkan. Sebelum pendaftaran ke KPU Tuban, 24 Nopember mendatang sudah punya pasangan (calon wakil bupati).

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

3 Komentar

BP. Migas Setujui Proyek Desalinasi

Oleh : kabupaten bojonegoro
Senin, 25 Oktober 2010
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP. Migas) akhirnya memutuskan memakai air laut sebagai pemasok kebutuhan injeksi puncak produksi minyak Sumur Banyuurip, Blok Cepu, sebeser 165 ribu berel per hari (BPH). “Keputusan (desalinasi) itu diambil dua minggu dan kita baru tahun informasi ini kemarin,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharjanto dikonfirmasi melalui pesan pendek.

Dijelaskan, ada dua keputusan yang diambil BP. Migas dalam proyek pemenuhan kebutuhan air injeksi Blok Cepu ini. Yakni proyek desalinasi dan pembangunan waduk. Keputusan dua opsi ini, menurut dia, bakal membengkakan cost recovery menjadi empat kali lipat. Akibatnya dana bagi hasil (DBH) yang diterima Bojonegoro dari sektor Migas bakal berkurang. ”Kita tetap menolak dua keputusan itu. Karena keputusan ini sangat merugikan masyarakat dan Pemkab Bojonegoro,” sergahnya.

Komisi yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan ini akan segera membanggil pihak terkait untuk melakukan perlawanan. Yakni BP. Migas, MCL, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan organisasi masyarakat, untuk melakukan heraing. ”Saat itulah kita akan mengambil sikap penolakan keputusan Bp. Migas,” tandas Ketua Badan Legilasi (Banleg) DPRD Bojonegoro ini.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Dewan Bojonegoro Panggil BP-Migas dan Operator

Senin, 25 Oktober 2010 11:21:44 WIB

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebijakan 50 % suplai air untuk blok cepu diambilkan dari proyek desalinasi atau pengolahan air laut menjadi tawar membuat kalangan DPRD Bojonegoro siap bertindak.

Bahkan, surat untuk melakukan pertemuan dengan pengambil kebijakan, dari pemerintah ada BP-Migas dan juga anak perusahaan ExxonMobil Indonesia (EMI), Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator blok cepu.

Kepada beritajatim.com di lapangan, Senin (25/10/2010), Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Rismanto membenarkan rencana pemanggilan pejabat tinggi tersebut. “Surat telah kita buat dan sudah dikirimkan. Kemungkinan besar minggu ini,” katanya.

Politisi asal Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro itu menerangkan, jika opsi jalan tengah yang diambil oleh pemerintah tersebut tidak sesuai dengan Plan of Development (PoD) yang disepakati sebelumnya. “Ini pertimbangan murni bisnis dan mengesampingkan kepentingan masyarakat bawah,” jelasnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

PKB Siap Berkoalisi Dengan Golkar

kotatuban.com- Pencalonan bupati dari partai kebangkitan bangsa hingga hari ini masih menyisakan satu persoalan. Pasalnya, sampai saat ini, PKB belum mampu mengajak satu pun partai untuk diajak berkoalasi menambah kekurangan syarat pencalonan.

Sebagaimana diketahui, pada pemilu Legislative 2009 lalu, partai yang mengklaim sebagai partainya kaum Nahdliyin ini hanya meraup 7 kursi. Sesuai ketentuan yang ada, untuk dapat mendaftarkan pasangan calon, partai politik aau gabungan partai politik harus mempunyai kursi minimal 15 % dari total kursi yang ada di DPRD.

Dalam konteks DPRD Tuban, bilangan itu berarti 7,5 yang kemudian dibulatkan menjadi 8. Artinya, PKB membutuhkan tambahan minimal 1 kursi lagi untuk dapat mendaftarkan pasangan calon. Bila sampai akhir masa pendaftaran calon PKB belum mendapatkan mitra koalisi, dipastikan akan gagal mengikuti Pemilukada mendatang.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

GMNI Bojonegoro Demo Tolak Desalinasi Blok Cepu

Bojonegoro (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa dari GMNI Cabang Bojonegoro, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bojonegoro, Kamis (28/10/2010).

Mereka datang salah satunya adalah menolak rencana desalinasi atau pengolahan air laut menjadi tawar untuk kebutuhan air di produksi minyak dan gas (migas) di blok cepu.

Korlap Aksi M Rodhi Nawawi kepada beritajatim.com menjelaskan, jika pihaknya sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung kepentingan rakyat.

Salah satunya adalah tetap menggunakan desalinasi untuk kebutuhan air di blok cepu. Padahal, sesuai dengan Plan of Development (PoD), kebutuhan air di blok cepu menggunakan air dari bengawan solo saat kondisi meluap.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Luar Biasa, Hingga Hari ini Di Tuban Belum Ada Calon/Pasangan Calon Definitif

kotatuban.com – Semua partai di Tuban sampai saat ini belum satupun memunculkan pasangan calon bupati dan wakilnya. Bukan saja DPD II atau DPC, namun di tingkat DPD /DPW propinsi Jatim, apalagi DPP belum mengumumkan pasangan bakal calonnya.

Ketua DPC PKB Tuban, Noor Nahar yang dituding banyak pihak menjadi penyebab lambannya pencalonan partai-partai lain justeru mengaku heran dengan situasi menjelang Pemilukada tahun 2011.

“Saya juga heran mengapa kali ini kondisinya seperti macet dimana-mana. Tuban ini mau kemana dan ada apa sampai begini kondisinya?,” kata Noor Nahar penuh tanya.

Diakuinya, sampai saat ini masih ada kesan bahwa poros politik Tuban ada di NU dalam hal ini ketua NU Tuban, Fatchul Huda dan ketua Golkar Haeny Relawati. Sehingga partai-partai lain terkesan saling menunggu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

2 Komentar

NU Tuban Mulai Kampanyekan Noor Nahar

kotatuban.com- Meski bukan partai politik, Nahdlatul Ulama (NU) Tuban terus “kampanye” untuk mendukung dan memenangkan Ketua DPC PKB Tuban, Noor Nahar Husain sebagai Bupati Tuban 2011-2116.

Pencalonan Noor Nahar sebagai Bupati Tuban pada Pemilukada 2011 diputuskan melalui rapat gabungan antara PC NU dan PKB Tuban. Diharapkan dengan dukungan penuh dari NU, sosok Noor Nahar yang pernah kalah dua kali dalam perhelatan perebutan kepala daerah Tuban, kali ini bisa memenangkannya.

“Kampanye” ala NU itu dikemas dalam ajang konsolidasi antar pengurus NU dan Badan Otonom (Banom) yakni, Muslimat, Fatayat dan IPPNU di seluruh kecamatan. “Kampanye” itu akan dilanjutkan dengan kegiatan yang sama untuk banom NU lainnya, seperti, Ansor, IPNU dan lembaga lainnya.

“Kami memang melakukan konsolidasi agar warga NU bisa bersatu dalam menghadapi Pemilukada mendatang,” jelas Wakil Syuriah NU Cabang Tuban, KH Nasuruddin di tengah-tengah acara konsolidasi dengan Muslimat NU Kecamatan Singgahan, Minggu (31/11).

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

3 Komentar

Gelar Pahlawan, Antara Gus Dur dan Soeharto

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Menjelang peringatan hari pahlawan 10 Nopember 2010 nanti, di tengah masyarakat berkembang pro kontra perihal pencalonan dua mantan presiden yakni Gus Dur dan Soeharto untuk memperoleh gelar pahlawan. Sejatinya pencalonan ini bersamaan dengan pencalonan delapan tokoh nasional lainnya. Meraka adalah mantan Gubernur DKI Ali Sadikin dari Jawa Barat, Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah, mantan Presiden HM Soeharto dari Jawa Tengah, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur, Andi Depu dari Sulawesi Barat, Johanes Leimena dari Maluku, Abraham Dimara dari Papua, Andi Makkasau dari Sulawesi Selatan, Pakubuwono X dari Jawa Tengah, dan Sanusi dari Jawa Barat. Dari kesepuluh orang tersebut rupanya gelar pahlawan yang memicu kontroversi adalah gelar pahlawan untuk Gus Dur dan lebih kontroversial lagi gelar pahlawan bagi Soeharto.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , ,

2 Komentar

NU Dukung Noor Nahar

Tuban (beritajatim.com) – Meski bukan partai politik, Nahdlatul Ulama (NU) Tuban terus bersuara untuk mendukung dan memenangkan Ketua DPC PKB Tuban, Noor Nahar Husain sebagai Bupati Tuban 2011-2116.

Pencalonan Noor Nahar sebagai Bupati Tuban pada Pemilukada 2011 diputuskan melalui rapat gabungan antara PC NU dan PKB Tuban. Diharapkan dengan dukungan penuh dari NU, sosok Noor Nahar yang telah kalah dua kali dalam perhelatan perebutan kepala daerah Tuban Pemilukada tahun ini bisa memenangkannya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Inikah Cabup Demokrat?

kotatuban.com- Hingga hari ini, telah ada tiga bakal calon bupati (Bacabup) berebut untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat. Mereka adalah, H. Lilik Soehardjono (Ketua Demokrat Tuban), H Moh. Anwar (pengusaha juga mantan pengurus DPD Demokrat Tuban) dan H Setiajid (Kepala Bakorwil II Bojonegoro). Ketiganya telah mendaftarkan diri sebagai cabup melalui Demokrat.

“Ketiganya sudah resmi mendaftar dan nantinya akan kita sampaikan dalam rapat penentuan calon,” terang Ketua Panitia Penjaringan Cabup-cawabup DPD Partai Demokrat Tuban, H Ahmad Soenarto, Rabu (3/11) usai menerima pendaftaran Setiajid di Sekretariat DPD Demokrat Tuban, Jl Teuku Umar.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

1 Komentar

Setiadjit Daftar ke Golkar dan PD

Tuban, Bhirawa
Partai Demokrat ternyata memiliki daya tarik yang luar biasa menjelang Pemilukada Tuban. Terbukti, meski hanya memiliki 5 kursi di DPRD Tuban, namun saat membuka pendaftaran sejak 1 Nopember 2010, sudah ada tiga bakal calon bupati yang mengambil formulir dan mendaftar.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Nashruddin Ali ’Lamar’ PDIP Jadi Tuban II

Tuban (jurnalberita.com) – Nasrudin Ali menambah deretan panjang nama penjaringan Cabup dan Cawabup Tuban yang mendaftar melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia mendatangi kantor DPC PDIP Tuban, Jalan Teuku Umar dan mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup).

Kedatangan Nasrudin Ali didampingi Noor Nahar Husain. “Memang kedatangan saya ke sini, untuk menyerahkan formulir, dan mendaftar sebagai Cawabub,” terang Nasruddin. Ia mengatakan, jika dirinya juga akan berkoalisi dengan partai lain. “Saya ingin membuat koalisi besar, kecuali dengan Partai Golkar,” ujarnya.

Ketua DPC PDIP Tuban, Sukarjo mengatakan, pihaknya menerima siapa saja yang ingin mendaftar dalam penjaringan Cabup dan Cawabup. “Yang resmi mendaftar, Bambang Hunter dan Nasruddin Ali,” katanya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Bambang Hunter Mundur Dari Penjaringan Calon PDIP

kotatuban.com-Rakercabsus PDI Perjuangan Tuban kali ini diwarnai kejutan. Bambang Suhariyanto yang akrab dipanggil Bambang Hunter, tiba-tiba menyatakan mundur. Meski sempat mengikuti proses Rakercabsus PDIP untuk penyampaian visi misi, Bambang Hunter akhirnya mengundurkan diri dari pencalonannya lewat PDIP. ” Saya memang mundur dari proses penjaringan Cabup-cawabup PDIP,” terang Hunter.

Mundurnya lelaki mantan Direktur RSUD Koesma ini mengagetkan banyak kader partai yang pernah mengantarkan Megawati menjadi Presiden RI ini. ”Masak mundur, kan kemarin sore (Rabu, 17/11) masih ikut rapat persiapan Rakercabsus di kantor PDIP,” ungkap salah satu pengurus DPAC Jatirogo, Aris Sandi.

Bambang Hunter sendiri juga tidak bersedia menyampaikan alasan pengunduran dirinya dari proses penjaringan Cabup-Cawabup PDIP.” Alasan tetap ada, tapi, tidak perlu disebutkan,” ungkapnya kepada kotatuban.com.

Cabup/Cawabup Jangan Hanya Dompleng Nama Besar Partai

Disisi lain, beberapa tokoh PAC PDIP yang hadir dalam Rakercabsus berharap agar para tokoh yang telah mendaftarkan diri sebagai Cabup maupun Cawabup lewat PDI Perjuangan, agar tidak hanya mengandalkan nama besar partai. Mereka juga harus berjuang secara maksimal, lahir dan bathin. ”Partai jangan hanya dijadikan kendaraan saja, tapi, harus dijadikan lahan perjuangan demi kemakmuran dan keadilan warga masyarakat secara keseluruhan,” tegas Ketua DPAC PDIP Kecamatan Kenduruhan H Lasiran disela-sela Rakercabsus PDIP Tuban, Kamis (18/11) di gedung Tri Dharma Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Satu Mundur, Empat Bacabup PDIP Sampaikan Visi Misi – Dalam Forum Rakercabus DPC PDIP Tuban

Tuban, Meski sempat mengikuti proses Rakercabsus PDIP untuk penyampaian visi misi, dr Bambang Suhariyanto atau yang lebih dikenal Bambang Hunter akhirnya mundur dari proses penjaringan calon bupati-calon wakil bupati dari PDIP.

“Saya memang mundur dari proses penjaringan Cabup-cawabup PDIP,” terang Hunter. Mundurnya lelaki mantan Direktur RSUD Koesma ini mengagetkan kalangan kader partai yang pernah mengantarkan Megawati menjadi Presiden RI ini.

Bambang sendiri juga tidak bersedia menyampaikan alasannya sehingga harus mundur dari proses penjaringan cabup-cawabup PDIP.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Rekom DPP PDIP Jatuh ke Tjong Ping?

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai satu-satunya kader PDI Perjuangan yang mengikuti penjaringan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati dari partai berlambang banteng moncong putih, Teguh Prabowo atau Tjong Ping mempunyai peluang paling besar untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP.

Hal tersebut sebagaimana yang sudah terjadi pada sejumlah daerah, dalam rekomendasi dari partai tersebut selalu jatuh pada kader-kader PDIP itu sendiri yang ikut mendaftar. Tjong Ping juga sangat berharap rekomendasi DPP PDIP itu jatuh kepada dirinya untuk berlaga dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011.

“Saya sangat yakin, kalau rekom dari DPP akan jatuh kepada saya. Karena saya satu-satunya kader partai yang ikut penjaringan, dan biasanya rekomnya itu jatuh kepada kadernya,” tegas Tjong Ping.

Sementara itu, Bambang Dwi Hartono Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Jawa Timur menjelaskan jika semua bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati, yang telah mendaftarkan diri dan yang mengikuti penjaringan untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP, memiliki peluang yang sama.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Desalinasi Blok Cepu Berbuntut – Air Bengawan Solo Jadi Rebutan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kebijakan pemerintah melalui BP-Migas sampai saat ini masih membingungkan warga di sekitar eksplorasi dan eksploitasi migas blok cepu.

Terbukti, warga tetap ngotot ingin proses pengolahan air laut menjadi tawar atau biasa disebut desalinasi itu dibatalkan. Sebab, warga lebih sepakat terhadap pengaliran air bengawan solo ke sekitar eksplorasi dengan membuat penampungan air atau water pond.

Data yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Kamis (18/11/2010) menyebutkan, jika seperti diketahui bersama, salah satu alasan yang dipakai BP-Migas pada saat hearing bersama Komisi A di DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu, sulitnya pembebasan lahan menjadi faktornya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Desalinasi Blok Cepu Berbuntut – Dewan Tetap Menolak, Siap Lakukan Kajian Hukum

Proyek pengolahan air laut menjadi tawar atau desalinasi yang sudah disetujui oleh BP-Migas kelihatannya akan sulit dibendung lagi. Karena, banyak alasan pembenar yang dilakukan perwakilan pemerintah pusat tersebut dalam meloloskan kebijakannya.

Salah satunya dengan hasil kajian dari tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menurut BP-Migas telah melakukan kajian mengenai dampak sosial sampai aspek eknomonisnya. Hal itulah yang membuat kalangan DPRD yang dikomandani oleh Komisi A untuk tetap mengawal proses penolakan terhadap desalinasi tersebut sampai seterusnya.

Sebab, mereka menganggap ada proses yang kurang benar dalam pengambilan jalur kompromi yang dilakukan BP-Migas untuk injeksi air di Blok Cepu, yakni 50% dari air Bengawan Solo dan 50% desalinasi.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Partai Besar Masih Simpan Jagonya?

kotatuban.com – Partai besar di Tuban seolah mengikuti irama ‘Pendopo’ yang menyimpan jagonya sampai detik-detik terakhir pendaftaran calon yang akan dibuka 24 Nopember sampai 30 Nopember 2010.

Partai Golkar yang mempunyai 14 kursi di DPRD dan tidak butuh koalisi dengan partai lainnya untuk mengusung calonnya, sampai H-5 hari pendaftaran belum juga mengumumkan calonnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Martono, yang saat ini menunaikan ibadah haji, menjanjikan sekitar tanggal 20 Nopember baru diketahui siapa yang ditunjuk DPP.

“Saya masih di Mekkah mas, tanyakan Pak Soetomo sebagai Plt Ketua DPD Golkar Jatim. Tapi yang jelas baru minggu depan bisa diketahui calon bupati dari Golkar,” kata Martono dari Mekkah, saat dihubungi kotatuban.com via sambungan internasional.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Hanya Urusi PKB, PPP Tuding NU Zalim

INILAH.COM, Jakarta- Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan PPP Chozin Humaidy merasa kecewa dengan Nahdlatul Ulama. Sebagai ormas Islam yang semestinya berdiri di atas semua partai, NU dinilai hanya mengurusi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saja.

“Kenapa sih kok NU hanya ngurusi PKB. Saya takut NU ini berbuat zalim,” kata Chozin dalam diskusi Harlah Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU) di Jakarta, Sabtu (20/11/2010).

Turut hadir dalam diskusi itu Wakil Ketua Umum PBNU Ali As’ad, Ketua Umum PKNU Choirul Anam, Ketua Umum PBB MS Kaban, Sekjen PKB Kalibata Yenny Wahid, dan Yusril Ihza Mahendra.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

1 Komentar

Syarat Pemilukada Aman, KPUD Harus Netral dan Profesional

kotatuban.com- Aman dan tidaknya Pemilukada Tuban 2011 mendatang bukan dari banyaknya petugas keamanan yang dikerahkan. Tapi, justru pada penyelenggaran Pemilukada itu sendiri, yakni, KPUD dan jajarannya.

Sepanjang penyelenggara Pemilukada netral dan tidak berpihak pada salah satu kontestan, meski personil pengamanan hanya belasan dipastikan akan aman dan kejadian 2006 lalu tidak akan terulang.

Namun, jika penyelenggara Pemilukada sudah berpihak pada salah satu kontestan dipastikan akan menimbulkan suasana yang tidak kondusif. “Jangankan 1.000 personil keamanan, 100.000 personil pasti tidak akan aman kalau penyelenggara Pemilukada tidak bisa netral. Jadi kuncinya di KPUD,” tegas Ketua LSM Wahana Aspirasi Rakyat (WAR) Tuban, Minggu (21/11).

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPC PKB Tuba, Hadi Kaswanto. Kejadian 2006 lalu, lanjutnya bermula dari dugaan kecurangan yang dilakukan KPUD untuk memenangkan salah satu kontestan. Laporan atas dugaan kecurangan tidak ditindaklanjuti dengan benar. Kalau pun ada tindaklanjut hanya sekedar lipstik saja, tidak pernah menyentuh esensi persoalan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

PKS Tuban Dukung Koalisi Perubahan

Tuban, Bhirawa
Setelah PAN membuka diri ke media soal dukungan terhadap Setiadjit, sebagai calon Bupati (Cabup) Tuban beberapa waktu lalu, giliran Partai keadilan Sejahtera (PKS) membuka suara kepada awak media soal dukunganya kepada pria asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tuban, Hanif Prawoto kepada sejumlah media di kabupaten Tuban kemarin sore (20/11, red) menjelaskan bahwa partainya sudah komitmen untuk mendukung Kepala Bakorwil II Bojonegoro ini untuk maju sebagai Cabup Kabupaten Tuban periode 2011-2016.

“Kami sudah sepakat akan merekomendasikan pak Setiadjit sebagai calon bupati Tuban, karena kita sudah melakukan MoU dengan dirinya,” jelas Ketua PKS Tuban di Rumah Makan Apung Jl.Letda Sucipto Tuban.
Saat disoal partai pengusung Setiadjit, Hanif mengaku sudah melakukan koordinasi dengan partai lainya diantaranya PAN, PKNU dan Partai Demokrat .

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mengawal Rekrutmen CPNS Tuban 2010

Oleh: Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Mulai tanggal 19 Nopember 2010 lalu, pemprov dan pemkab/pemkot se-Jawa Timur membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi tahun 2010. Dan jumlah formasi yang dibutuhkan untuk seluruh Jawa Timur total mencapai 12.000 orang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan rekrutmen CPNS ini akan diminati oleh masyarakat luas, karena menjadi PNS ternyata masih menjadi idola dan impian masyarakat kita. Kondisi ini dapat dilihat dari animo masyarakat ketika dibuka pendaftaran rekruitmen CPNS. Seolah memberikan harapan baru, ribuan calon pelamarpun berbondong-bondong memasukkan lamarannya.
Besarnya minat masyarakat yang demikian hendaknya diimbangi dengan sikap yang profesional oleh panitia rekruitmen CPNS. Seringkali pelaksanaan rekruitmen yang semestinya dilakukan secara profesional, jujur dan transparan, justru dikotori oleh sikap dan perilaku individu / oknum atau bahkan kelompok tertentu yang merugikan banyak pihak, terutama para peserta test. Ini jelas-jelas jauh dari prinsip-prinsip good goverment and clean governance.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar

Peta Koalisi Pemilukada Tuban Masih Ngambang

Tuban, Bhirawa. Suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah (Pemilukada) di Kabupaten Tuban masih terlihat adem ayem. Padahal, masa pendaftaran Calon Bupati Tuban mulai dibuka KPU pada 24 November hingga 3 Desember ini. Sejumlah calon yang mengaku akan maju juga belum ada yang secara resmi mendeklarasikan diri lantaran belum mendapat kepastian dari partai pengusungnya.

Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Setiadjit yang sudah mendapat dukungan dari PAN, PKS dan PKNU mengaku masih menunggu kepastian rekomendasi dari Partai Demokrat. Juga Noor Nahar Husain yang resmi diusung PKB juga menunggu koalisi dari partai lain, dan Bupati Haeny Relawati yang kabarnya maju lagi sebagai calon wakil bupati juga belum resmi mendeklarasikan diri.

Demikian halnya dengan Teguh Prabowo alias Cong Ping, Nasruddin Ali, H Mohammad Anwar, Setyobudi, Kristiawan dan beberapa calon lainya juga masih menunggu rekomendasi dari partai yang akan mengusung mereka. Artinya, sampai hari ini belum ada satu pun calon bupati dan wakil bupati yang resmi maju pada Pemilukada Tuban 2011.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Jika KPUD Tak Fair dalam Pemilukada Tuban, Diprediksi Rawan Rusuh

TUBAN (jurnalberita.com) – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu-kada) Kabupaten Tuban yang bakal dihelat 2011 diperkirakan bakal mengulang peristiwa rusuh Pilkada 2006. Menurut sejumlah pengamat yang ditemui jurnalberita.com, Selasa (23/11), tanda-tanda bakal rusuhnya Pemilukada Tuban 2011 sudah mulai nampak.

“ Saat sosialisasi KPUD pada perwakilan parpol dan balon (Bakal Calon) saja sudah nampak adanya ketidakingkronan antara KPUD dan peserta Pemilukada,” kata Sudjawoto Tjondronegoro, akademisi Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban.

Menurut Sudjarwoto, KPUD dinilai masih belum mampu melaksanakan fungsinya sehingga seringkali terjadi salah faham dengan para peserta Pemilukada. Ia bahkan mensinyalir adanya keperpihakan KPUD pada peserta tertentu. “ KPUD kurang fair dalam bertugas menyebabkan para peserta Pemilukada nggak sreg dan memunculkan banyak kecurigaan,” tambahnya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Akhirnya, KH. Fatchul Huda Calonkan Bupati ?

kotatuban.com- Calon bupati (cabup) Ir H. Noor Nahar Husain dan calon wakil bupati (cawabup) H. Nashruddin Ali, yang bakal diusung DPC PKB Tuban dan koalisinya serta mendapatkan restu PC NU Tuban kemungkinan bakal batal berpasangan.

Salah satu atau kedua-duanya kandidat itu bakal mundur sebelum pendaftaran ke KPUD. Hal ini terkait dengan merebaknya kabar bahwa Ketua Cabang NU Tuban Fatchul Huda, disinyalir bakal maju dalam Pemilukada Tuban 2011.

Meski belum pasti, tokoh NU yang juga pengusaha besar tersebut memang sejak lama digadang-gadang mencalonkan Bupati Tuban periode 2011-2016. Semula, pengusaha sukses memang tidak bersedia mencalonkan diri sebagai bupati.

Namun, perkembangannya lelaki kelahiran Desa Talun, Kecamatan Montong itu dikabarkan telah mengurus beberapa persyaratan yang diperlukan untuk pencalonan dalam Pemilukada 2011 mendatang. “Kakak saya sampai hari ini memang mengurus persyaratan pencalonan. Tapi, untuk apa, ini yang belum jelas,” terang Nashruddin Ali yang juga adik kandung Fatchul Huda, usai menyampaikan visi misi di PPP Tuban, Selasa (23/11).

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

5 Komentar

Setiadjid Ditolak PAC PD

Tuban, Bhirawa. Isu yang berkembang di bumi ronggolawe, terkait dengan akan turunnya rekomendasi pada salah satu calub bakal calon bupati 2011-2016 yang dinilai bukan kader murni partai Demokrat (Setiadjid.red), Rabu (24/11) kemarin mendapat reaksi dari kalangan internal partai, meski kepala Bakorwil II Bojonegoro ini juga daftar melalui partai Demokrat.

Seperti halnya sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat di Kabupaten Tuban, yang disinyalir akan merapatkan barisan menolak rekomendasi partai.

Kalangan PAC Partai Demokrat menghendaki agar rekomendasi itu diberikan kepada salah satu kader internal partai yang ikut mendaftar dalam proses penjaringan cabup-cawabup Partai Demokrat.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Independent Pertamakali Daftar

Tuban, Bhirawa. Hari pertama pembukaan pendaftaran calon bupati/ Wakil Bupati (Cawabup) kabupaten Tuban, Rabu (24/11) kemarin hingga Sore Pukul 16.00 WIB, baru Bambang Lukmantono dan Ediy Thoyibi, pasangan Cabup-Cawabup dari Jalur Independen yang telah mengambil dan langsung mendaftaran formulur ke KPU Tuban.

Pasangan Cabup-Cawabup Independen Bambang Lukmantono dan Ediy Thoyibi (Bangkit) diterima oleh ketua KPU Drs Sumito Karmani bersama sejumlah anggota dan sekretariat KPU setempat. Kedatangan pasangan ini mengendarai becak yang dikayuh oleh Kastini, seorang tukang becak perempuan satu-satunya di kabupaten Tuban.

Sebelumnya, pasangan Cabup-Cawabup Bangkit ini pada saat mengambil formulir dengan mengayuh sepeda angin dari Jl. Veteran atau sekitar 2,5 Km dari lokasi KPUD Tuban. “Saya ingin sehat, dan bukannya karena ingin dilihat merakyat,” kata Cabup Bambang Lukmantono yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Rekom PD Jatuh kepada Setiadjid?

DPP Partai Demokrat akhirnya merkomendasi Setiadjit sebagai calon Bupati Tuban sekaligus menunjuk Lilik Suhardjono menjadi calon wakil bupati. Namun sampai hari Kamis (25 Nop), Lilik belum menerima SK penunjukan sehingga dirinya belum menjawab setuju atau menolak tawaran itu.

Setiadjit kepada kotatuban.com mengatakan ia sudah mantap dengan rekomendasi DPP Demokrat bahkan ia sudah setuju dengan pasangan SENO (SEtiadjit – Lilik SuhardjoNO). Seno seperti dikatahui adalah penengah Pandawa yang gagah perkasa, jujur dan berani berjuang untuk kemakmuran negaranya.

“Sesuai amanah DPP Demokrat, saya Insya Allah menggandeng Pak Lilik, ketua Demokrat Tuban sebagai bupati dan wakil bupati,” kata Setiadjit mantap.

Penunjukan Lilik Suhardjono selain merupakan amanah partai Demokrat, juga telah disetujui oleh partai pengusung lainnya yaitu PAN, PKS dan PKNU. Sehingga diharapkan nantinya akan jadi kekuatan tersendiri untuk mememenangkan perebutan Bupati Tuban dalam Pemilukada 1 Maret 2011.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Rekom PG Jatuh ke Setiadjid?

Teka-teki rekomendasi DPP Golkar jatuh ke tangan siapa, sampai hari kedua pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Tuban di KPUD, masih belum jelas. Bahkan partainya incumbent ini masih ‘malu-malu’ mengumumkan siapa jagonya yang bakal maju dalam Pemilukada 1 Maret 2011.

Para calon bupati dari partai lain, seperti yang ditulis kotatuban.com sebelumnya, juga belum mengumumkan secara pasti siapa yang defenitif maju dalam Pemilukada.

PKB yang sudah mantap dengan calonnya Noor Nahar Husein bergandengan dengan Nashruddin Ali, juga dikabarkan masih bisa berubah pada hari terakhir pendaftaran di KPU yang ditutup tanggal 30 Nopember 2010.

Salah satu calon, Setiadjit, menurut informasi dari tokoh Golkar Surabaya (DPD Golkar Jatim) dan politisi Golkar di Tuban, sebagai calon yang akan mendapat rekomendasi DPP Golkar, mengatakan dirinya masih sabar menunggu. Terutama sikap Ketua DPD Golkar Tuban, Haeny Relawati yang juga Bupati Tuban dua periode ini.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Rapat Paripurna DPRD Tuban Diboikot

Rapat Paripurna dengan agenda pembahasan laporan Badan Anggaran (Banggar) dan pandangan umum fraksi-fraksi bersama pihak eksekutif batal digelar, karena diboikot fraksi oposisi yang ada di DPRD Tuban.

Fraksi oposisi itu adalah Fraksi PDIP, Fraksi PKB, Fraksi PPP dan Fraksi Gerindra (Gerindra, PKS dan PKNU).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun beritajatim.com, Kamis (25/11/2010), hanya ada 21 anggota DPRD Tuban yang hadir dalam rapat paripurna itu. Mereka yang datang adalah dari anggota Fraksi Golkar, Fraksi Amanat Bulan Bintang (PAN dan PBB), satu dari anggota Fraksi PPP, serta 4 dari Fraksi Demokrat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Tjong Ping Terancam Tak Masuk Bursa Balon Bupati

Tokoh PDIP Tuban Teguh Prabowo alias Goh Tjong Ping (Tjong Ping) dikhawatirkan tidak masuk bursa Bakal Calon (Balon) Bupati Tuban dalam Pemilukada Tuban 2011. Pasalnya hingga hari ini mantan Ketua PDIP DPC Kabupaten Tuban yang sempat mendekam di Medaeng terkait rusuh pilkada Tuban 2006 ini belum mendapat rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP. Padahal pendaftaran Balon Bupati tinggal beberapa hari lagi.

Sumber di PDIP Tuban, Kamis (25/11), mengatakan, kemungkinannya kecil Tjong Ping lolos sebagai wakil PDIP untuk Pemilukada Tuban nanti. Menurut sumber tersebut, pertimbangannya karena Tjong Ping memiliki track record kurang baik sehingga dikhawatirkan bakal merugikan parpol berlambang banteng bermulut putih itu. “Beliau pernah tersandung masalah hukum terkait kerusuhan 2006. Takutnya nanti malah merugikan PDIP,” kata sumber tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

2 Komentar

Bisa Dipastikan Rekom PG Jatuh kepada Kristiawan – Heany

Akhirnya rekomendasi DPP partai Golkar untuk calon Bupati Tuban khabarnya jatuh ke Kristiawan dan Haeny Relawati. Besok (tanggal 27 Nopember 2010) DPD Golkar Jatim akan menyerahkan rekom DPP itu kepada ketua DPRD Tuban dan Bupati Tuban tersebut.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Martono, yang sedang di Jakarta
mengambil rekomendasi tersebut kepada kotatuban.com mengatakan Sabtu pukul 10.00, tanggal 27 Nopember ada acara penyerahan tersebut. “Saya belum bisa menyebut nama karena SK tersebut secara resmi belum diserahkan DPP ke saya. Jadi besok saja, atau konfirmasi Pak Tomo Plt Ketua Golkar Jatim yang mengurus proses pencalonan ini,” kata Martono.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

2 Komentar

Peta Politik Semakin Liar dan Tidak Menentu

Peta politik di kabupaten Tuban per-hari ini semakin tidak menentu. Siapa berkoalisi dengan siapa, masih belum jeles. Semuanya masih cair. Sebagai contoh Setiadjid keamrin diisuekan mendapat rekom PG ternyata tidak, rekom PG tetap sesuai prediksi, yakni jatuh kepada Kristiawan – Heany. Dan bahakan rekom PD pun konon belum dikantongi oleh Setidjid. Coba simak berita berikut in.

Pergulatan politik H-4 penutupan pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) di Tuban semakin liar dan memanas. Peta politik selalu berubah-ubah tidak menentu. Apalagi setelah muncul rumor Lilik Soehardjono (Ketua Partai Demokrat) menolak rekomendasi DPP Partai Demokrat yang menyebutkan dirinya ditunjuk menjadi calon wakil bupati (cawabup) yang mendampingi Setiadjit sebagai calon bupati (cabup).

Lilik sendiri juga belum mengisyaratkan menerima tawaran menjadi cabup, karena saat mendaftar penjaringan di Partai Demokrat, politisi yang kini masih menjabat Wakil Bupati Tuban itu mendaftar untuk bupati bukan wakil bupati. “Saya belum menerima rekomendasi dari DPP Partai Demokrat yang menunjuk saya sebagai calon wakil bupati,” terang Lilik tanpa menjelaskan menerima atau menolak perintah DPP Partai Demokrat tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Redefinisi Raqabah

Penemuan Codec Hammurabi (Babylonia) mempertegas bahwa dokumen hukum tertulis pertama dalam sejarah umat manusia telah mencantumkan pasal tentang perbudakan manusia. Sampai memasuki abad 6 Masehi, menjelang kenabian Muhammad SAW, perbudakan masih menjadi tradisi di kawasan negara-negara Arab.

Pasca kenabian akhir, disebabkan oleh kegagalan para ulama dalam memahami hakekat hukum Islam, hingga kini tradisi perbudakan dilestarikan oleh bangsa Arab. Kesalahan paling fatal ketika beberapa ulama di Timur Tengah masih melegalkan perbudakan atas nama hukum Islam.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pilih Nyawa atau Devisa?

Musibah yang menimpa Sumiati dan Kikim sekali lagi menampar wajah Indonesia. Walau sudah terlambat, kita harus berseru, ”Cukup!” Ini sudah cukup.

Dari waktu ke waktu persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) selalu klasik dan berputar-putar di wilayah yang itu-itu juga. Di satu sisi para TKI kita sebut pahlawan devisa. Namun, anehnya, di sisi lain para pahlawan ini diperlakukan dengan cara yang tak manusiawi. Di bandara koruptor bisa melenggang bebas di karpet merah, sementara TKI harus ”disterilkan” melalui terminal dan lawang khusus.

Kita sering menilai TKI dari segi ekonomi yang merendahkan martabat kemanusiaan. Secara salah kaprah kita mengamini ungkapan negara lain mengekspor produk, Indonesia mengekspor babu. Ungkapan ini sungguh melecehkan sumbangsih besar para TKI. Bahwa sumbangan devisa dari TKI sangat besar adalah fakta yang sama-sama kita ketahui.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

1 Komentar

Koruptor itu Kafir

Judul di atas saya pinjam dari sebuah buku hasil kajian fikih para ahli agama dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Selama ini wacana publik tentang korupsi selalu merujuk pandangan sekuler yang menyebut korupsi itu bertentangan dengan etika dan moralitas publik.

Korupsi juga dinilai mengingkari prinsipprinsip good governance seperti akuntabilitas, transparansi, dan rasionalitas birokrasi pemerintahan modern. Agar gema kecaman pada praktik korupsi makin meluas dan punya resonansi yang kuat,pandangan mengenai korupsi dari perspektif agama perlu disuarakan lebih keras lagi.Perlu kerja kolektif dari berbagai kelompok sosial dan komunitas agama untuk terus melakukan kampanye publik melawan korupsi yang sudah sedemikian akut.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

1 Komentar

Rekom PG untuk Kristiawan – Haeny

Teka-teki siapa yang dicalonkan Partai Golkar dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011 terjawab sudah. Sabtu (27/11/2010) sekitar pukul 10.00 WIB surat rekomendasi DPP partai berlambang Pohon Beringin itu resmi turun untuk Ketua DPRD Tuban Kristiawan dan Bupati Tuban Hj Haeny Relawati Rini Widiyastuti.

Kristiawan didapuk sebagai Calon Bupati dan Haeny sebagai calon wakil Bupatinya. “Alhamdulillah, rekom dari DPP telah turun untuk saya. Dan calon wakil bupatinya adalah bu Haeny,” jawab Kristiawan saat dihubungi melalui ponselnya, Sabtu siang.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

Bambang Suhariyanto Resmi Digandeng Setiadjid

Teka-teki siapa yang bakal digadeng calon bupati (cabup) H Setiadjit sebagai calon wakil bupati (cawabup) terjawab sudah. Cabup yang telah mengantongi rekoemdasi dari PAN (4 kursi), PKS (3 kursi), PKNU (2 kursi) serta Partai Demokrat (5 kursi) itu telah resmi menggandeng dr Bambang Suhariyanto sebagai cawabup. “Sekarang sudah selesai, sudah resmi Pak Bambang Suhariyanto sebagai cawabupnya,” terang H Setiadjit, Sabtu (27/11).

Sementara itu, dr Bambang Suhariyanto yang biasa disapa dr Bambang Hunter itu telah menyatkan kesediaannya sebagai cawabup bersama Setiadjit untuk berlaga pada Pemilukada Tuban 2011 yang bakal digelar pada 1 Maret mendatang. “Bismillah saya siap mendampingi Pak Setiadjit dalam Pemilukada Tuban 2011,” tandas Hunter yang dihubungi terpisah.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Stop Diskriminasi Terhadap Perempuan

Refleksi Hari Guru dan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan: 25 November 2010

Oleh: Eny Luckiyah,
Aktivis Perempuan dari Gerakan Perempuan Pendukung Gender, tinggal di Yogyakarta.

Gagasan pemerintah dalam memfatwakan upaya penghapusan tindak diskriminasi terhadap perempuan tampaknya mulai membumi. Meskipun banyak kita jumpai upaya pemerintah dalam menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak, namun jumlah korban yang ditemukan masih banyak. Data korban sebagaimana yang telah dicatat oleh Samitra Abhaya selaku anggota KPPD, dia mencatat bahwasanya sejak tahun 1999 jumlah korban 1 orang. Tetapi hingga tahun 2010 ini, telah bertambah mendekati angka lebih dari 1000 kasus, dan perempuanlah yang menjadi korbannya.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Membaca Peluang Calon Independen dalam Pemilukada Tuban

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) *

Dua pasangaan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Tuban dari jalur independen pada tanggal 24 dan 25 Nopember 2010 yang lalu sudah mendaftarkan diri ke KPUD Tuban, mereka adalah dr. Bambang Lukmanatono yang berpasangan dengan Drs Edy Thoyibi SH. SAg. yang menamakan pasangananya BANGKIT dan H. Hamim Amir yang berpasangan dengan Ashadi Suprapto.

Adanya bacabup-bacawabup yang maju dari jalur independen dalam pemilukada Tuban 2011 kali ini merupakan suatu sejarah baru dan suatu keniscayaan sejarah. Karena dalam pemilukada yang lalu tahun 2006, calon dari jalur independen belum diperbolehkan oleh undang-undang dan peraturan lainnya. Dan diharapkan masyarakat yang tidak mempunyai pilihan terhadap pasangan cabup-cawabup yang diajukan partai-partai bisa menyalurkan aspirasinya terhadap calon dari jalur independen ini.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

PKB, PDIP, PPP dan Gerindra Akankah Berkoalisi?

Hari Ke-5 Pendaftaran Ke KPUD – Pemilukada Tuban 2011

Meski masa pendaftaran calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Tuban bakal berakhir pada Selasa (30/11), atau tinggal dua hari lagi, namun beberapa partai seperti PKB, PDIP, PPP dan Gerindra masih belum ada kejelasan rekomendasi maupun arah koalisi yang akan dibangun untuk mengusung cabup-cawabup dalam Pemilukada 2011 mendatang.

Keempat partai ini, dengan suara hasil Pileg 2009 yang kurang dari 15% dari jumlah kursi yang ditetapkan, tidak bisa mencalonkan cabup-cawabup tanpa koalisi dengan partai lain. Karena PKB hanya memiliki 7 kursi, PDIP 6 kursi, PPP dan Gerindra masing-masing 4 kursi.

“Nggak tahulah, DPP PDIP merekomendasi siapa, mungkin besuk (Senin, 29/11) rekom itu turun,” terang salah satu kandidat bupati yang ikut penjaringan di PDIP, Teguh Prabowo, Minggu (28/11).

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Rekom PDIP Hampir Dipastikan Untuk KH. Fatchul Huda

Meski Ketua PC NU Tuban Fatchul Huda tidak mengikuti proses penjaringan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di PDIP, namun dikabarkan rekom PDIP itu bakal diserahkan kepada Fatchul Huda. ”Rekom PDIP itu tampaknya bakal diberikan pada Fatchul Huda,” terang Teguh Prabowo, kader PDIP yang juga mengikuti proses penjaringan cabup-Cawabup di PDIP Tuban, Minggu (29/11).

Ditambahkan Teguh Prabowo yang biasa dipanggil Cong Ping itu, meski Fatchul Huda tidak mengikuti proses penjaringan, namun, DPP PDIP berhak menentukan siapa tokoh yang layak memenangkan pertarungan di Pemilukada 2011 yang akan digelar pada 1 Maret 2011 mendatang. “Hasil survey DPP PDIP, Fatchul Huda ternyata layak diberikan rekomendasi untuk maju di Pemilukada Tuban. Itu dijadikan salah satu pertimbangan, selain ketokohan Fatchul Huda di kalangan masyarakat NU,” tegas Cong Ping.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Batal, Rencana Koalisi PKB – PDIP

Pemilukada Tuban 2011.

Rencana koalisi antara PDIP dan PKB yang dibangun sejumlah kader dua partai tersebut untuk mengusung calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) kandas di saat injure time pendaftaran cabup-cawabup di KPUD. Semula beredar kuat jika PDIP akan memberikan rekomendasi kepada Fatchul Huda yang harus berpasangan dengan salah satu kandidat yang mengikuti penjaringan di PDIP.

Namun, setelah terjadi komunikasi politik kedua partai yang pada Pilkada 2006 lalu berkolisi mengusung pasangan cabup-cawabup dan kalah, wacana koalisi yang dibangun malah kandas. Karena kubu PKB menghendaki cawabupnya adalah Noor Nahar Husain yang sejak awal dijagokan PKB yang akan dipasangkan dengan Nashruddin Ali. “Kalau itu, PDIP jelas menolak. PDIP menghendaki cawabupnya salah satu dari kandidat yang ikut proses penjaringan,” ungkap Ketua PDIP Kardjo.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

1 Komentar

Rekom PPP Buat KH. Fatkhul Huda

Pemilukada Tuban 2011

Ketua PC NU Tuban H Fatchul Huda yang berencana mencalonkan diri sebagai Bupati Tuban 2011-216 pada Pemilukada yang bakal digelar pada 1 Maret 2011 mendatang mendapat amunisi baru, yakni rekomendasi dan dukungan penuh pada Fatchul Huda sebagai calon bupati. “PPP mendukung penuh pencalonan H Fatchul Huda sebagai bupati. Soal siapa yang bakal mendampingi sebagai calon wakil bupati masih dibicarakan bersama partai lain yang berkoalisi,” terang Ketua DPW PPP Jawa Timur Musyafak Nur, Senin (29/11) petang.

Dengan bergabungnya PPP dipastikan kekuatan H Fatchul Huda maju sebagai Cabup sudah memiliki 11 kursi di DPRD Tuban. Bahkan, jika PBB benar memberikan dukungan maka kekuatan Ketua PC NU dan juga pengusaha ini menjadi 12 kursi di parlemen Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

5 Komentar

Jadi Cawabup, Haeny Ikuti Jejak Bambang DH

Pemilukada Tuban 2011

Setelah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golongan Karya (Golkar) untuk maju menjadi calon bupati Tuban dalam pilbup 2011 nanti, Kristiawan mendaftarkan diri bersama pasangannya calon wakil bupati, yakni Bupati Tuban sekarang Haeny Relawati Rini Widiastuti, Senin (29/11/2010).

Langkah politik Haeny yang menjagokan diri sebagai cawabup Tuban mengingatkan publik pada langkah Bambang DH. Setelah 2 kali menjabat sebagai walikota Surabaya, Bambang DH tampil sebagai cawawali berpasangan dengan Tri Rismaharini. Pasangan yang diusung PDIP ini menang dalam pilwali Surabaya yang berlangsung 2 putaran. Pasangan Kristiawan-Haeny dalam pilbup Tuban sama persis dengan fenomena politik yang terjadi di Kota Surabaya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Setiadjit-Suharyanto (SEHAT) Mendaftar Besok

Pemilukada Tuban 2011

Pendaftaran bagi para pasangan calon bupati dan calon wakil bupati di ajang pilbup Tuban yang bakal dihelat pada Maret 2011 nanti, telah dibuka oleh KPUD Tuban mulai hari Rabu (14/11/2010) lalu.

Namun, hingga Senin (29/11/2010), baru ada 3 pasangan yang telah resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan cabup dan cawabup Tuban 2011-2016 itu. Ketiga pasangan itu adalah pasangan Bambang Lukmantono-Edy Toyibi (Bangkit) dan pasangan Chamim Amir-Ashadi Soeprapto. Keduanya tampil dari jalur independen.

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan sebuah Komentar

Haeny Tak Gubris Larangan Akbar Tanjung

Bupati Tuban Dra. Hj. Haeny Relawati Riniwidiastuti, M.Si, tampaknya tak gentar kendati telah mendapat himbauan serta larangan agar tidak maju sebagai Calon Wakil Bupati Tuban dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban 2011 dari tokoh Partai Golkar, Dr. H. Akbar Tanjung.

Senin (29/11) pukul 15.00, Haeny yang telah dua periode menjabat Bupati Tuban itu datang ke kantor KPUD bersama Bakal Calon (Balon) Bupati pasangannya, Kristiawan, Ketua DPRD Tuban, untuk mendaftar sebagai Balon Bupati dan wakil bupati.

“ Tidak ada warning dari siapapun. DPP sudah kasih restu pada saya untuk maju lagi sebagai wakil bupati,” terang Haeny saat ditanya wartawan. Haeny mengaku bahkan tidak tahu sama sekali jika ada warning atau peringatan dari Akbar Tanjung terkait rencana pencalonannya kembali sebagai Wakil Bupati Tuban.

Ditegaskan pula, bahwa aturan yang berlaku tidak melarang bupati yang telah menjabat dua periode kembali mencalonkan sebagai wakil bupati. Karena itu, lanjutnya, ia tidak akan surut meski ada pihak-pihak yang keberatan.

Hal sama disampaikan Ketua KPUD Tuban, Drs. Suminto Karmani.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Pasangan Huda – Nur Nahar (DAHAR) Daftar Ke KPUD

Pemilukada Tuban 2011.
Akhirnya bakal calon bupati yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tuban yakni KH. Fatchul Huda yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Tuban mendaftarkan dirinya ke KPUD Tuban di Jl. Pramuka dengan pasangannya yaitu Ir. Nur Nahar Husain. Pasangan ini yang oleh para pendukungnya diberi nama DAHAR (namun belum resmi) diantar oleh ribuan pendukungnya berangkat dari Kantor Posko Pemenangan Pasangan ini yang terletak di Latsari Tuban.

Dengan diiringi oleh ribuan pendukungnya pasangan DAHAR mendaftarkan dirinya ke KPUD Tuban. Dan diharapkan dengan majunya Ketua PCNU ini maka akan disambut dan didukung oleh para warga Nahdhiyyin sekabupaten Tuban.

Pasangan DAHAR sendiri diusung oleh PKB, PBB, PPP dan Gerindra yang kesemuanya mempunyai kursi di DPRD Tuban sebanyak 16 kursi. Dimana dengan dukungan sebanyak itu, ini merupakan pasangan bacabup dan bacawabup dengan dukungan terbesar dengan calon-calon lain yang ada, yakni Pasangan Kritiawan – Haeny yang diusung oleh 13 kursi, Pasangan Setidjid – Bambang Hunter dengan 13 kursi dan pasangan H. M. Anwar -Tulus Setyo Utomo dengan dukungan 6 kursi plus dukungan partai-partai non parlemen.

Saat berita ini diturunkan, pasangan DAHAR sedang mendaftarkan dirinya di KPUD Tuban. Semoga dengan munculnya banyak pasangan bacabup – bacawabuo kali ini akan memberikan warna tersendiri dalam proses berdemokrasi di bumi Ronggolawe (AM, 30/11/10).

, ,

7 Komentar

Akhirnya, M. Anwar Menemukan Pasangannya

Dramatis. Begitulah yang terjadi pada jam-jam terakhir menjelang penutupan pendaftaran pasangan calon bupati/wakil bupati di KPU Tuban. Setelah bergelut dengan banyak persoalan dan ketidakpastian, akhirnya musyawarah antara pengurus DPC PDIP Tuban dengan H. Muhammad Anwar, menyepakati Tulus Setyo Utomo sebagai pendamping Muhammad Anwar dalam Pemilukada 2011 mendatang.

Nama Tulus diterima setelah mempertimbangkan beberapa factor, selain yang bersangkutan adalah pengurus teras AKD Jatim (bendahara AKD-Red) yang mempunyai jaringan komunikasi kuat, juga factor kedekatan dengan masyarakat. “Kita benar-benar akan merangkul grass root. Saya berharap, figur kepala desa seperti pak Tulus, mampu menarik simpati dan suara rakyat sebanyak-banyaknya,” ungkap Muhammad Anwar.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Ribuan Pendukung Antar KH. Fatchul Huda Daftar ke KPUD

Pemilukada Tuban 2011

Luar biasa!!! Ribuan pendukung KH. Fatchul Huda mengantarkan balon bupatinya untuk mendaftarkan diri dan pasangannya ke KPUD sebagai balon bupati dan balon wabup. Pasangan yang digandengnya sebagi baon wabup adalah Ir. Nur Nahar Husain.

Pasangan ini dengan naik becak diantarkan oleh ribuan pendukungnya dengan berjalan kaki, mulai dari markas posko kemenangan pasangan ini di Latsari sampai ke KPUD yang berjarak sekitar 3 km. Sehingga jalan sepanjang 3 km tersebut dipenuhi oleh para pendukungnya. Menurut salah satu tim suksesnya Nashruddin, yang juga adik kandung KH. Fatchul Huda, bahwa ribuan pendukung datang secara sukarela dan tanpa ada yang mengkoordinir, mereka datang karena mendapat kabar kalau KH. Fatchul Huda hari ini akan mendaftar ke KPUD. Dan hal ini rupanya sudah mereka tunggu-tunggu, karena menurut mereka kesediaan KH. Fatchul Huda untuk bersedia maju dalam pemilukada adalah merupakan mimpi mereka agar Tuban kedepannya mempunyai pemimpin yang amanah dan mengerti suara rakyat.

Mereka rupanya selama ini sudah benar-benar gerah dengan kepemimpinan bupati sekarang, makanya begitu KH. Fatchul Huda bersedia dicalonkan untuk maju dalam pemilukada mereka sanagt antusias menyambutnya. Semoga saja ini menjadi pertanda bahwa pasangan ini benar-benar dikehendaki rakyat (AM, 30 Nopember 2010).

, , , ,

8 Komentar

Pertarungan dalam Pemilukada Tuban Semakin Seru

Ketua DPC Partai Demokrat Tuban Dipecat.

Pertarungan di pemilukada Tuban 2011 sudah memanas walaupun pendaftaran para balon bupati dan wakil bupati baru ditutup kemarin sore. Buktinya Ketua DPC Partai Demokrat Lilik Suhardjono dipecat dari kursi ketua DPC PD Tuban. Surat pemecatan untuk seorang Wakil Bupati Tuban sebagai Ketua Umum Partai Demokrat Kab. Tuban dilakukan oleh SBY. Surat pemecatan dilayangkan bersamaan dengan berlakunya Surat Keputusan Plt. Ketua Umum DPC Partai Demokrat Tuban yang dibawa Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto. Didik Mukriyanto langsung menggantikan Lilik Suhardjono yang juga Wakil Bupati Tuban sebagai Plt ketua umum.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

8 Komentar

Problematika Pemilukada Pasca Amandemend UUD 1945

oleh: Rudhi Achsoni. S.H.,LL.M. *

Sejarah dan Perkembangan Proses Pemilihan Kepala Daerah

Pemilihan Kepala Daerah apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan yang kemudian diganti yang baru yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, mengalami beberapa perkembangan, salah satu perkembangan yang dapat kita amati yaitu pada pasal 56 ayat (1) UU. 32/2004, yang berbunyi kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokrasi berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. dan pada ayat (2) dinyatakan bahwa pasangan calon diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mantan Kepala Daerah Haram Maju Sebagai Wakil

JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan memperketat aturan main pemilukada. Salah satu point menarik adalah larangan bagi kepala daerah incumbent untuk kembali maju dalam pilkada dalam posisi wakil, baik itu wakil gubernur, wakil bupati, maupun wakil walikota. Baca entri selengkapnya »

, , ,

3 Komentar

Deklarasi Paasangan HUDANOOR Bakal Dibanjiri Puluhan Ribu Pendukungnya

Warga NU Tuban diperkirakan bakal membanjiri Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, Sabtu (11/12) untuk menjadi saksi acara deklarasi pasangan calon bupati (cabup) Fatchul Huda dan calon wakil bupati (cawabup) Noor Nahar Husain.

Meski panitia hanya mengundang sekitar 15 ribu orang, namun, antusiasme warga Nahdliyin dan partai pengusung pasangan Fatchul Huda-Noor Nahar bakal memenuhi Bumi NU Manunggal.

“Kami hanya mengundang 15 ribu warga, tapi, saya yakin warga yang hadir bisa 3 kali lipat,” terang Sekretaris deklarasi pasangan Fatchul Huda-Noor Nahar, Muhtarom.

Antusiasme warga nahdliyin itu bisa dimaklumi, karena sosok Fatchul Huda merupakan Ketua Cabang NU Tuban. Apalagi, sejak awal sejumlah tokoh-tokoh NU dan parpol di Tuban berharap Fatchul Huda bersedia dicalonkan sebagai calon bupati dalam Pemilukada 2011 Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

3 Komentar

Ribuan Pendukung HUDANOOR Mulai Padati Komplek NU Bumi Manunggal Tuban

Tuban, Luar biasa ribuan pendukung dan simpatisan pasangan cabup-cawabup H. Fathul Huda – H. Noornahar Husein (HUDANOOR) mulai berdatangan ke Komplek NU Bumi Manunggal Tuban, mereka datang dari hampir seluruh pelosok Kabupaten Tuban.Mereka datang dalam rangka deklarasi pasangan HUDANOOR untuk maju dalam pemilukada Tuban 2011.

Antusiasme para pendukung dan simpatisan benar-benar diluar dugaan, begitu kata ketua panitia deklarasi H. Faisol Rozi kepada penulis. Karena mereka hanya memperkirakan limabelas ribu pendukung yang, akan datang, namun sampai jam sekarang (09.00) dua belasan masa sudah memadati lapangan tempat acara.

Acara deklarasi sendiri akan dihadiri beberapa pentolan DPP partai pengusung, yakni PKB, PPP, PBB dan Gerinda. (AM, 11 Dec 10)

,

3 Komentar

Deklarasi Pasangan HUDANOOR Dihadiri Dua Puluh Ribuan Pendukungnya

Deklarasi pasangan cabup-cawabup Tuban 2011-2016 yang diusung oleh PKB, PBB, PPP dan Gerindra dihadiri sekitar dua puluh ribu pendukung dan simpatisannya.
“Luar biasa!!! Diluar dugaan semula, ternyata yang hadir lebih dari 20 ribu orang” kata Ketua Panitia H. Faisol Rozi. Ini bukti bahwa Pak Huda dan Pak Nur dicintai dan dinanti-nanti masyarakat Tuban untuk maju menjadi Bupati Tuban 2011-2016 imbuhnya.

Sempat juga ada kejutan dalam deklarasi ini yakni bergabungnya Partai Hanura dan beberapa tokoh partai Golkar seperti Marwan yang mantan Ketua DPRD Tuban dalam pasukan pendukung HUDANOOR. Masih banyak lagi tokoh- tokoh partai Golkar Tuban dan juga tokoh-tokoh PDIP yang akan menyusul memdukung pasangan HUDANOOR, demikian info terpercaya dari team sukses HUDANOOR yang minta namanya dirahasiakan.

Walaupun diguyur hujan rintik-rintik ribuan warga tak beranjak dari arena acara deklarasi. Mereka dengan antusias mendengarkan tausiah-tausiah dari puluhan Kyai sepuh yang ikut menghadiri acara ini.

Hadirin juga dihibur oleh Orkes Gambus El Hawa dari Semarang (11 dec 2011).

, , ,

4 Komentar

HUDANOOR Akan Gratiskan Biaya Pendidikan dan Kesehatan

Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) H Fatkhul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) berjanji akan mengembalikan penghasilannya jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2011-2016.

“Ini komitmen kami, karena kami maju sebagai cabup-cawabup bukan untuk mendapatkan kekayaan,” tegas cabup Fatchul Huda saat deklarasi pasangan HUDANOOR di Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, Sabtu (11/12).

Ditegaskan, selain bakal mengembalikan penghasilannya sebagai bupati dan wakil bupati, pasangan cabup-cawabup yang sangat optimis bakal memenangkan pertarungan dalam Pemilukada 1 Maret 2011 mendatang juga akan menggratiskan biaya pendidikan dan kesehatan.

Tak urung komitmen pasangan cabup-cawabup itu mendapat sambutan applause dari dua puluhan ribu pendukung dan simpatisan yang memadati lokasi pendidikan Nahdlatul Ulama Tuban itu.

Pendidikan maupun kesehatan gratis sangat bisa dilakukan, karena APBD Tuban memungkinkan untuk itu. Salah satu hal yang akan ditempuh adalah dengan melakukan penghematan belanja.

“Kalau belanja bisa dihemat dan tidak banyak yang bocor, sangat mudah menggratiskan biaya pendidikan maupun kesehatan,” ungkap cabup Fatchul Huda serius.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

7 Komentar

Dukungan Keluarga Langitan Dipastikan Ke HUDANOOR

Menjelang penetapan cabup-cawabup diprediksi dukungan keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Widang Tuban terhadap pasangan cabup-cawabup pecah.

Semula, hampir dipastikan keluarga Langitan bakal utuh mendukung pasangan Setiadjit-Bambang Suhariyanto (SEHAT). Sebab, Gus Maksum salah seorang putra KH. Abdullah Faqih pimpinan ponpes Langitan merupakan Ketua DPC PKNU yang mencalonkan SEHAT dalam Pemilukada 2011 Tuban.

Dalam deklarasi pasangan cabup-cawabup Fatchul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR), Sabtu (11/12) di pusat pendidikan LP Ma’arif Bumi NU Manunggal, Jl Manunggal Tuban, selain dihadiri sejumlah kiai sepuh, empat putra Langitan juga ikut hadir dan menjadi saksi dalam deklarasi pasangan cabup-cawabup yang dicalonkan PKB, Gerindra, PPP dan PBB.

Keempat putra Langitan yang hadir itu diantaranya, Mohammad (Gus Moh) Gus Munif dan Gus Adib. Selain itu, juga tampak hadir ustadz Amirin, mantan Ketua DPC PKNU Tuban.

Ustadz Amirin sendiri, pada 2006 lalu juga menjabat Ketua DPC PKB Tuban bentukan Choirul Anam yang kini menjabat Ketua Umum DPP PKNU.

“Alhamdulillah ustadz Amirin sekarang mendukung HUDANOOR, padahal 2006 lalu sempat menjadi batu sandungan saat pencalonan NonStop (Noor Nahar Husain-Teguh Prabowo),” terang sejumlah pendukung pasangan HUDANOOR.

Baca entri selengkapnya »

, ,

3 Komentar

PBNU Berharap Eksponen Awal PKB Bersatu Kembali

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap eksponen awal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini terpecah dalam PKB Ancol, PKB Parung, dan PKNU dapat bersatu kembali.

“Yang terbaik ketiga kekuatan disatukan, meski saya yakin sangat sulit,” kata Sekjen PBNU Iqbal Sullam saat menjadi pembicara diskusi di kantor DPP PKB Gus Dur, Kalibata, Jakarta, Kamis.

Menurut Iqbal, ketiga kubu sebaiknya kembali ke visi dan misi awal PKB atau kembali ke visi dan misi NU sebagai organisasi yang melahirkan PKB.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

17 PAC PDIP Ancam Boikot Pasangan Anwar-Tulus

TUBAN : Suhu politik di Kabupaten Tuban makin hari semakin memanas. Setelah 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat mengancam akan memboikot pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati yang diusung partainya, kini giliran Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengalami nasib serupa.

Sejumlah pengurus dari 17 PAC partai berlambang banteng bermulut putih itu, Kamis (16/12), berangkat ke Surabaya untuk mengadukan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tuban kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur.

Mereka menilai, pengurus DPC PDIP Tuban melakukan pelanggaran aturan partai, lantaran mengabaikan kader PDIP dalam penjaringan dan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban untuk Pemilukada 2011.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Perempuan Harus Berpolitik dan Turut Mengambil Kebijakan

Jakarta – Banyak kebijakan dalam bentuk undang-undang maupun peraturan daerah, mendiskriminasi perempuan. Hal itu terjadi karena para pembuat kebijakan, yang didominasi laki-laki, tidak memiliki gambaran bagaimana melindungi dan memajukan perempuan. Perempuan harus berpolitik masuk parlemen.

“Setiap perempuan dilarang berjalan sendirian atau berada di luar rumah tanpa ditemani muhrimmya pada selang waktu pukul 24.00 sampai dengan pukul 04.00, kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.” Demikian bunyi salah satu Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo No. 10/2003 tentang Pencegahan Maksiat.

Apakah kedua peraturan daerah tersebut melindungi perempuan? Mungkin penyusunnya ingin melindungi perempuan, namun tidak memiliki bayangan bagaimana cara melindungi perempuan dari kejahatan seksual. Akibatnya aturan yang dihasilkan menjadi diskriminatif. Dalam aturan itu, stigma bahwa perempuan adalah penyebab tindakan maksiat diformalkan.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Lilik Soehardjono Dukung HUDANOOR

Meski tidak secara tegas, Lilik Soehardjono (wakil Bupati Tuban) menyatakan siap berkampanye untuk kemenangan pasangan HUDANOOR. “HUDANOOR itu ‘dulurku’ mas (saudara-Red), harus dibantu agar menang,” terang Lilik Soehardjono, usai pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) di Alun-alun Tuban, Sabtu (18/12).

Namun, ketika didesak apakah nantinya bersedia masuk menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) pasangan yang diusung PPP, PKB, Gerindra dan PBB itu, lagi-lagi Lilik menyatakan HUDANOOR itu ‘dulurku’. “Silahkan terjemahkan sendiri, yang jelas ‘dulurku’,” terang Lilik.

Setelah dilengserkan dari Ketua Cabang Partai Demokrat, kini dia mengaku menjadi orang netral yang tidak terikat dengan parti politik manapun, sehingga tidak ada persoalan jika mendukung salah satu pasangan cabup-cawab. “Saya sekarang kan jadi orang netral, ya terserah saya mau mendukung yang mana,” tegas mantan Ketua Partai Demokrat itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

3 Komentar

PPP All Out Menangkan HUDANOOR

Kader Ka’bah utamanya di Kecamatan Singgahan bakal all out memenangkan pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR). Sebab, jika pasangan ini gagal meraih kemenangan dalam perhelatan demokrasi lima tahunan, akan membuat kaum nahdliyin semakin terpuruk. “HUDANOOR harus menang, karena diakui atau tidak, Pak Huda membawa bendera NU,” tegas Ketua PAC PPP Singgahan Wahab Hasbullah, Sabtu (18/12).

Dikatakan, pihaknya bersama partai pengusung HUDANOOR yang ada di Kecamatan Singgahan terus melakuakn komunikasi guna memenangkan pasangan cabup-cawabup tersebut. Komunikasi itu juga dilakukan dengan sejumlah kiai dan tokoh masyarakat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

6 Komentar

Muslimat Dukung Penuh HudaNoor?

PEMILUKADA TUBAN 2011

Dalam menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban 2011 mendatang, salah satu organisasi masyarakat, yakni Muslimat Nahdlotul Ulama Kabupaten Tuban, secara kelembagaan akan bersikap netral.

Meski bilang netral, Ketua PC Muslimat Tuban berharap agar seluruh anggotanya untuk mensukseskan pasangan bakal Calon Bupati H Fathul Huda, dengan pasangannya bakal Calon Wakil Bupati H Noor Nahar Husein, atau yang disingkat HudaNoor.

Sikap yang masih mengambang itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tuban, Hj. Siti Musyarofah kepada wartawan seusai pelantikan kepengurusannya yang dilakukan di Gedung Asrama Haji Milik Kementrian Agama Kabupaten Tuban.

Ia menyatakan secara kelembagaan Mulimat NU itu netral dan menaungi semua warga nahdliyin, juga termasuk Cabup yang ketepatan warga Nahdliyin. “Akan tetapi kami berharap secara pribadi semua warga muslimat untuk mensukseskan Cabub-Cawabub yang Ketua NU dan Mantan Ketua NU, yakni Pak Huda dan Pak Noor Nahar,” jelas Musyarofah.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Gus Ipul Isyaratkan Dukung HUDANOOR

PEMILUKADA TUBAN 2011.

Menghadapi Pemilukada 2011 Tuban yang tinggal tiga bulan ini, segala pernyataan selalu dikaitkan dengan dukung mendukung cabup-cawabup tertentu. Apalagi jika statmen itu dilakukan seorang tokoh.

Seperti sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf saat peresmian Proyek Peningkatan Kapasitas Pabrik Tuban (PKPT) PT Semen Gresik (Persero) Tbk di pabrik Tuban, Selasa (21/12).

Dalam sambutannya itu, Wagub Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul menyampaikan kekayaan alam di Jawa Timur yang ada di perut bumi sangat luar biasa. Bahkan, banyak investor kelas wahid yang mengekplorasi kekayaan bumi di Jatim.

Di Jawa Timur ada sekian investor minyak dan gas kelas satu yang telah beroperasi. Selain itu juga ada investor dari Belgia yang akan menggarap batu dolomit. Ternyata dolomit di Jatim termasuk Tuban kualitasnya sangat luar biasa.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

5 Komentar

Pesan Bijak di Hari Ibu

‎Di dalam realita kehidupanmu.
Minimal ada seorang perempuan yg sangat peduli terhadap kamu dan pasti.
Terlepas kamu setuju atau tidak, terima atau tidak, perempuan itu ada.
Dan ia adalah satu satunya manusia di planet ini yg mengizinkan rahimnya kau tempati gratis tis tis ….alias free of charge selama 9 bln 10 hari.
Yang siap menahan sakit demi untuk kehadiranmu disini sekalipun nyawanya menjadi taruhan.
Dalam membesarkanmu ia melewati hari-hari yang tidak gampang..
Sering ia tidak tidur karena kamu sakit.
Dalam kebingungan ia hanya menangis dan berdoa karena panasmu yg tidak reda,
atau kamu tidak buang kotoran dalam sehari – dua hari.
Ia tidak jijik dengan kotoranmu berselemak dibadannya bahkan ia tertawa lepas saat semua itu terjadi.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

‘tuk Ibu Tercinta

Ibunda
Kau kuat menanggung bebanku
Kau sabar menimangku dalam kandunganmu
Sembilan bulan dan sepuluh hari

Ibunda
Dengan sabar dan kasih sayang kau tahan mual dan muntah karenaku
Kau suapi aku dengan makanan bergizi
dan selimuti aku dengan cinta dan kasih

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

2 Komentar

Ibu, Pengorbanan dan Peradaban

Refleksi Hari Ibu

Oleh Mohammad Takdir Ilahi

Melalui peringatan Hari Ibu pada 22 Desember ini, kita diajak merefleksikan diri untuk mengingat betapa besar perjuangan seorang perempuan bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan ketulusan hati dan tanpa mempedulikan keselamatan dirinya, ia rela berkorban demi kehidupan dan keselamatan anak tercintanya. Sungguh mulia hati seorang perempuan. Dengan kekuatan batin dan ikatan emosionalnya, ia berani mempertaruhkan kehidupannya sendiri.

Ketika seorang ibu (perempuan) akan melahirkan, ia merasakan suatu penderitaan yang sangat mendalam. Di samping berusaha untuk melahirkan anaknya, ia juga berharap bahwa dirinya bisa selamat dari ancaman maut yang sedang menunggunya. Bagi seorang ibu (perempuan) yang akan melahirkan, baginya hanya ada dua pilihan, yaitu hidup atau mati.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

18 PAC Tuntut Pembekuan DPC PDIP

PEMILUKADA TUBAN 2011.
Perseteruan antara Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDIP) dengan pengurus DPC PDIP Kabupaten Tuban, hingga saat ini masih terus berjalan. Tim Lima yang merupakan bentukan dari 18 PAC kembali mendatangi DPD PDI Jatim untuk mendesak agar DPD membekukan PDIP Tuban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun beritajatim.com, Tim Lima yang dibentuk dari 18 PAC itu adalah Mahfudz (PAC Singgahan), Ramudji (Merakurak), Kosmain (Jenu), Harianto (Montong), dan Sandi (Jatirogo). Kelima perwakilan tersebut tetap kukuh pada pendiriannya, yakni menuntut pembekuan terhadap pengurus DPC PDIP Tuban yang dianggap telah menyimpang dari tatanan partai.

“Tuntutan pembekuan pengurus DPC PDIP itu mutlak dan tidak bisa ditawar lagi,” tegas Sekretaris PAC PDIP Jenu, Kosmen.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Membendung Pesona Politik Petahana dalam Pemilukada

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) *

Seperti kita ketahui bersama bahwa bupati petahana Tuban dua periode Ibu Dra. Haeny Relawati Rini Widyastuti, MSi mencalonkan kembali dalam pemilukada Tuban 2011, namun karena sudah dua periode menjabat sebagai bupati, kali ini dia mencalonkan sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Kristiawan Sp. MM. Kiprah majunya bupati petahana dua periode dalam pemilukada kali ini banyak menui kontroversi di masyarakat, mengingat semangat pembatasan dua kali jabatan bupati dalam UU No. 32 tahun 2004 yang diperbarui dengan UU No. 12 tahun 2008 “diterabas” karena kalau sekiranya terpilih nanti dan di tengah perjalananya waktu sang wakil bupati naik menggantikan bupati, berarti sang petahana menduduki kursi yang sama tiga periode. Walaupun sang petahana tidak maju untuk jabatan yang sama dan ini (untuk sementara) dibenarkan oleh peraturan yang ada, namun semangat yang diusung oleh undang-undang tersebut tercederai.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar

Sepak Bola, Garuda di Dadaku dan Nasionalisme

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Rasa nasionalisme masyarakat kita kembali bersemi dan bersinar setelah tim sepak bola nasional kita berjaya di ajang kompetisi Piala AFF 2010. Hingga saat ini bisa menapak ke pertandingan final yang bakal bertemu Malaysia. Rasa nasionalsime tersebut sebelumnya telah luntur dan pudar akibat kikisan oleh berbagai persoalan dan peristiwa politik, sosial, budaya, hukum, dan juga ekonomi yang tidak bisa termenej dengan baik oleh penyelenggara negara. Sehingga akibatnya, bahkan kita sampai merasa malu mengakui sebagai bangsa Indonesia.

Tengoklah kasus – kasus yang melunturkan dan memudarkan rasa nasionalsime berikut ini. Maraknya praktek politik traksaksional di setiap ajang pemilu baik itu pemilu legislatif, pemilu presiden maupun pemilukada. Maraknya penyiksaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kita di luar negeri. Bencana alam yang silih berganti menghampiri negeri ini. Juga semakin carut marutnya penegakkan hukum kita ditandai dengan kasus-kasus korupsi yang tidak tertangani sebagaimana mestinya, kasus mafia hukum, kaus mafia pajak Gayus Tambunan dan masih banyak lagi kasus-kasus hukum lainnya. Di bidang olah raga tidak ada satupun cabang olah raga yang prestasinya bisa dibanggakan. Adapun di bidang ekonomi himpitan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, hilangnya beberapa komoditas di pasaran dan langkanya kesempatan kerja seakan menjadi pelengkap penderitaan bangsa ini.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

Inilah Surat E.S. Ito Kepada Firman Utina Dkk

Surat Sang pengarang Novel “Negara Kelima” dan “Rahasia Meede” yang cukup terkenal tersebut kepada Kapten Kesebelasan Nasional Kita Firman Utina cukup bagus dengan pemilihan kata-katanya yang runtut dan pas. Apalagi substasi suratnya sangat mengena dan tidak provokatif dan bahkan mengembalikan arti fungsi sepak bola kepada makna asalnya yang jauh dari pencitraan dan politisasi ataupun nasionalisme untuk menggganyang tetangga dan sahabat dekat kita Malaysia.

Karena untuk mengakses langsung ke blog E.S. Ito (shttp://itonesia.com) sangat susah karena lagi diburu banyak orang untuk membacanya, maka di bawah ini saya tuliskan kembali suratnya. Semoga bisa juga menginspirasi kita semua.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mlaku Bareng Kaji Huda Selalu Meriah

Mlaku bareng Kaji Huda pagi ini (Minggu, 2 Jan. 2011) di Kerek Tuban diikuti sepuluh ribuan peserta. Masyarakat sangat antusias menyambutnya dan mengikutinya jalan bareng ini sejauh lebih kirang sepuluh kilometer.

Dalam sambutannya H.Fathul Huda mengatakan bahwa Mlaku bareng ini sebagai wahana mendekatkan dan silaturahmi dia dengan warga dan juga silaturahmi antar warga. Dia berharap kalau acara ini akan dijalanklan setiap bulan dan digilir tiap kecamatan klau dia terpilih menjadi Bupati.

Acara Mlaku Bareng Kaji Huda di Kerek ini merupakan rangkaian acara yg diadakan di hampir semua kecamatan seluruh kabupaten Tuban.Dan hari ini adalah acara mlaku bareng kedua terakhir. Terakhir besuk Senin 3 Januari 2011 akan diadakan acara mlaku bareng di Tambakboyo.

Yg menarik, pada acara kali ini juga munculnya di panggung tokoh Partai Golkar dan PDIP Tuban YG mengajak warga untuk bergabung memenangkan HUDANOOR. Mereka adalah Bambang Sutikno dari PG dan Mafhud dedengkot PDIP yg mantan sekretaris DPC PDIP itu.(AM)

, , , ,

2 Komentar

HUDANOOR Nomor 4, Pilihan Tepat Bagi Rakyat Tuban

Pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) mendapatkan nomor urut empat. Nomor empat ini sesuai dengan harapan dan keinginan pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB dan Gerindra.

“Pasangan nomor empat adalah nomor yang tepat untuk dipilih rakyat pada 1 Maret mendatang,” ujar M. Miyadi, Ketua Tim Pemenangan HUDANOOR, usai mengikuti proses pengundian nomor urut cabup-cawabup di gedung KSPKP Tuban, Selasa (11/1).

Bahkan, bukan hanya tepat dipilih rakyat saja, partai yang mengusung pencalonan pasangan ini juga empat partai, yakni, PKB, PBB, PPP dan Gerindra. “Jadi semua sudah tepat, sesuai dengan doa kita agar pasangan HUDANOOR mendapatkan nomor empat. Panggilan pengambilan nomor urut juga yang pertama,” tandas lelaki mantan anggota DPRD Tuban itu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Kenapa Tuban Tidak Bisa Menarik Investor?

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Tuban, Dr. H. Hadi Tugur, SE, M.Pd, berpendapat, regulasi menjadi penghambat perkembangan investasi di Tuban. Pendapat itu disampaikan saat jurnalberita.com menghubunginya, Kamis (13/1/2011). Menurut Hadi Tugur, Peraturan Daerah (Perda) yang terkait investasi memberatkan pihak investor, karena jangka waktu berinvestasi menurut Undang-undang selama 20 tahun, namun dalam Perda Kabupaten Tuban investor diwajibkan mengadakan pembaharuan ijin setiap 5 tahun.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

1 Komentar

Ratusan Kepala Desa Dukung HUDANOOR?

Ratusan Kepala Desa di wilayah Kabupaten Tuban hadiri pertemuan yang dilaksanakan pasangan Calon Hudanoor di hotel Wilis beberapa waktu lalu. Kehadiran para Kades pada pertemuan tersebut, selain untuk mendengarkan paparan visi misi dari pasangan calon yang diusung oleh PKB, PPP, PBB dan Gerindra, disinyalir juga merupakan bentuk dukungan atas pencalonan pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR). Meski demikian, kalangan kepala desa tidak akan melibatkan Asosisiasi Kepala Desa (AKD) secara organisasi.

Tercatat, dari 312 kepala desa, yang hadir dalam pertemuan itu sebanyak 270 kepala desa. “Itu hanya silaturrahmi biasa, belum ada pembicaraan yang mengarah pada dukungan,” terang Simanjaya, kades Kedungharjo kecamatan Widang.

Ditambahkan, saat pertemuan itu pihak HUDANOOR hanya memaparkan visi misinya terkait dengan desa, termasuk optimalisasi peran kepala desa dan perangkatnya dalam menentukan pembangunan di wilayah masing-masing. “Dan tampaknya teman-teman kepala desa banyak yang tertarik. Kalau kemudian ada yang mendukung atau tidak itu urusan masing-masing kepala desa,” tandas Simanjaya.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Melawan Hegemoni Petahana dalam Pemilukada

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) *

Seperti kita ketahui bersama bahwa bupati petahana (incumbent) Tuban dua periode Ibu Dra. Haeny Relawati Rini Widyastuti, MSi mencalonkan kembali dalam pemilukada Tuban 2011, namun karena sudah dua periode menjabat sebagai bupati, kali ini dia mencalonkan sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Kristiawan Sp. MM. Kiprah majunya bupati petahana dua periode dalam pemilukada kali ini banyak menui kontroversi di masyarakat, mengingat semangat pembatasan dua kali jabatan bupati dalam UU No. 32 tahun 2004 yang diperbarui dengan UU No. 12 tahun 2008 “diterabas” karena kalau sekiranya terpilih nanti dan di tengah perjalananya waktu sang wakil bupati naik menggantikan bupati, berarti sang petahana menduduki kursi yang sama tiga periode. Walaupun sang petahana tidak maju untuk jabatan yang sama dan ini (untuk sementara) dibenarkan oleh peraturan yang ada, namun semangat yang diusung oleh undang-undang tersebut tercederai.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar

Kunjungan HUDANOOR ke Pasar Tradisional Disambut Atusiasme Warga

Pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) blusukan ke pasar-pasar tradisional untuk melihat kondisi perekonomian warga secara langsung.

Selain itu, pasangan yang diusung PKB, PPP, PBB dan Gerindra itu minta doa restu warga agar pada 1 Maret mendatang terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Tuban periode 2011-2016.

“Kita melihat kondisi perekonomian warga secara langsung dan mendengarkan keluhan serta keinginan mereka,” terang cabup HUDANOOR, Fathul Huda ketika blusukan ke pasar tradisional Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kamis (20/1).

Sebelumnya, pasangan cabup-cawabup yang diprediksi bakal meraih suara terbanyak ini juga sudah keluar masuk di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Tuban lainnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 Komentar

Koruptor BOS SMPN 1 Tuban Divonis 3 Tahun

Terdakwa kasus korupsi dana BOS SMPN I Tuban, Drs Bedjo Mulyono akhirnya divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tuban dengan hukuman penjara 3 tahun.

Selain itu terdakwa mantan Kepala SMPN I Tuban itu juga dibebani denda Rp100 juta subsider kurungan tiga bulan serta diminta mengembalikan kerugian negara sebesar Rp408.208.559 subsider enam bulan kurungan.
Putusan majelis hakim yang dipimpin Kurnia Yani Darmono SH itu lebih ringan dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Budiaharjo SH, 5 tahun penjara dikurangi selama masa tahanan.

Selain itu, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp250.000.000 dan apabila tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan serta membayar uang pengganti sebesar Rp1.438.633.424.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan Terkecoh Nyanyian Gayus !!!

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)

Keputusan hakim dalam sidang tanggal 19 Januari 2011 lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara kepada Gayus HP Tambunan, sungguh sangat jauh dari rasa keadilan di masyarakat. Vonis itu jauh di bawah tuntutan jaksa 20 tahun. Memang dalam setiap perkara, dakwaan jaksa adalah pintu masuk bagi hakim untuk menjatuhkan vonis. Jika dakwaan jaksa lemah, bisa diduga putusan hakim pun akan ringan. Itulah rupanya yang terjadi dalam perkara Gayus HP Tambunan kemarin itu.

Memang Gayus telah dijatuhi hukuman yang paling berat jika dibandingkan dari keenam orang dalam jaringan mafia pajak dan mafia hukumnya. Sebelumnya hakim telah menjatuhkan vonis enam tahun kepada Andi Kosasih, tiga tahun kepada Lambertus Palang Ama, dua tahun kepada Ajun Komisaris Polisi Sri Sumartini, lima tahun bagi Komisaris Polisi Arafat Enanie, dua tahun buat hakim Muhtadi Asnun, dan satu setengah tahun untuk Alif Kuncoro.

Walau demikian, masyarakat patut terkejut dan bertanya-tanya perihal vonis majelis hakim yang ringan ini sebab Gayus sepantasnya dihukum mati. Kita pantas terkejut karena Gayus telah menilep ratusan milyar yang semestinya masuk sebagai kas negara sebagai pemasukan pajak, dan juga karena selama persidangan juga terkuak bahwa Gayus dengan culasnya juga telah melakakan berbagai penyuapan kepada para aparat penegak hukum kita mulai dari polisi, jaksa, hakim, sipir penjara dan petugas imigrasi pembuat paspor serta petugas imigrasi di bandara Soekarno Hatta. Dan bahkan dalam persidangan, majelis hakim yang dipimpin Albertina Ho mengajukan pertanyaan tajam dan kritis kepada terdakwa, saksi, dan ahli sehingga kerap membuat saksi tidak berkutik untuk mengelak.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

Tingkat Melek Huruf Perempuan Tuban Masih Rendah

Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fawziyah, S.Pd, menyatakan, mayoritas ibu-ibu di Tuban buta huruf. Hasil survey yang dilakukan KPR, menemukan sekitar 70 persen ibu-ibu tidak bisa baca tulis dan minim pengetahuan dasar. “ Rata-rata ibu-ibu di pedesaan tidak sempat menikmati bangku sekolah, terutama di desa-desa yang masuk kategori tertinggal,” jelas Nunuk, Jumat (21/1).

Rendahnya pengetahuan tersebut, lanjut Nunuk, berakibat banyaknya kaum ibu yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). KPR mencatat, hingga Desember 2010 kemarin sedikitnya 99 kasus KDRT terjadi di Tuban. Dari jumlah tersebut, 65 persen dialami kaum ibu di pedesaan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

2 Komentar

HUDANOOR Rajin Turba Dekati Petani

Road Show yang dilakukan pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) tidak hanya ‘blusukan’ ke pasar tradisional ataupun bertemu dengan kader, namun, pasangan yang didukung NU Cabang Tuban ini juga mendatangi warga di sawah-sawah saat mereka tengah panen.

Bukan hanya itu, Fathul Huda yang digadang-gadang dapat memenangi pertarungan Pemilukada 2011 Tuban ini juga bercengkerama dengan warga yang tengah ‘ngangsak’ (mencari sisa panen-Red).

Rintihan, keluhan yang serba kekurangan dari sejumlah warga miskin di Kabupaten Tuban itu membuat calon bupati Fathul Huda prihatin melihat nasib sebagian warga Tuban yang kurang beruntung ini.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Tidak Ada Larangan Kampanye Lewat Facebook

Panwas Kesulitan Bertindak
Suhu politik menjelang Pemilukada di Tuban semakin menghangat. Berbagai media dijadikan pasangan cabup-cawabup atau pendukungnya untuk berkampanye. Salah satunya jejaring sosial facebook (FB). Kampanye melalui dunia maya ini malah semakin leluasa untuk melakukan black campaign. Sayangnya, ‘perang’ di FB ini belum dilakukan tindakan oleh Panwas Pemilukada Tuban.

“Kami memang sulit untuk melakukan penertiban kampanye di FB. Meski mereka menggunakan nama cabup-cawabup, tapi, belum tentu mereka yang membuat,” kata anggota Panwas Tuban, Arif Subiantoro (23/1).
Dikatakan, regulasi tentang FB dijadikan kampanye memang belum ada. Sehingga, Panwas juga kebingungan untuk mengarahkan rekomendasinya. Bahkan, permintaan pemblokiran pun juga sulit untuk dilakukan. “Kami juga sudah mengetahui soal itu, tapi, regulasinya belum ada. Kami masih terus mengkaji soal itu,” tuturnya.

Kampanye cabup-cawabup maupun pendukungnya di jejaring sosial dunia maya ini sudah mengarah pada black campaign. Black campaign memang tidak diperbolehkan, namun, jika hal itu dilakukan di dunia maya sangat sulit untuk diketahui siapa pelakunya. “Yang sudah ada aturannya itu kan baru di dunia penyiaran, radio maupun televisi, kalau di FB belum ada, kan itu termasuk hal baru,” kata Arif setelah melakukan rapat koordinasi di kantor Gubernur Jawa Timur. Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar

LMDH Dukung HUDANOOR

Kalangan petani penggarap persil milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) minta pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Husain (HUDANOOR) untuk menyelesaikan segala persoalan kaum tani persil yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemkab Tuban. “Kalau pasangan HUDANOOR menjadi Bupati Tuban kami meminta perhatiannya terhadap LMDH,” terang pendamping LMDH KPH Tuban, Ali Imron.

Salah satu keluhan anggota LMDH selama ini terkait dengan jatah pupuk subsidi. Selama ini, jatah pupuk subsidi dari pemerintah hanya diperuntukkan tanah yasan, sementara tanah persil sama sekali belum masuk dalam kebutuhan pupuk di Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Gus Mus Pimpin Doa Bersama Pemilukada Tuban

Tuban – Polres Tuban menggelar doa bersama pemilukada aman yang dihadiri pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

Acara istigosah dan doa bersama itu mengahadirkan ulama kharismatik Kiyai Haji Mustofa Bisri atau yang dikenal dengan panggilan Gus Mus dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah untuk memberikan tausyah.

Dalam tausyahnya Gus Mus, menghimbau kepada seluruah para calon bupati yang maju dalam Pemilukada Kabupaten Tuban nanti supaya bisa bertindak adil dan istiqomah ketika sudah menjadi pemimpin kabupaten Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kalau Mau Kaya, Jadilah Super GAYUS

Nak, Kalau kau ingin hidup kaya dan enak, ubahlah cita-citamu segera.
Tak usah lagi jadi dokter, pilot, insinyur, atau semua cita-cita standar.
Kau cukup jadi PNS (pegawai negeri sipil), lewat pintu belakang.
Lalu jadilah kau Super GAYUS.
Tak perlu ragu apalagi bimbang.
Korupsilah yang banyak.
Jangan tanggung-tanggung.
Jutaan itu recehan.
Ratusan juta itu mainan.
Milyaran itu hanya kelas Gayus.
Triliyunan itu baru SuperGayus
Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , ,

1 Komentar

Penampakan UFO di Pantai Tuban

Dengan ramainya berita perihal adanya Crop Circle di daerah Sleman dan Bantul Jogyakarta dalam minggu ini, otomatis akan disangkut pautkan dengan adanya makhluk luar angkasa atau yang biasa disebut UFO (unidenfied Flaying Object).

Setelah berselancar di dunia maya ini ternyata di daerahku Tuban juga konon pernah ada penampakan UFO yang dilaporkan oleh seseorang kepada komunitas BETA UFO pada tahun 2008. Beritanya saya paparkan dibawah (kalau mau langsung ke TKP bisa dilihat disini).

Laporan ini diterima dari Sdr. Admiranto Wijayadi, seorang ilustrator yang tinggal di Jakarta. Laporan dikirimkan ke milis BETA-UFO pada tanggal 16 Oktober 2008. Berikut adalah laporannya setelah diedit seperlunya.
Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Surat Dispora Soal Keterlambatan BOS, Disinyalir Berbau Politik

Dinas Pendidikan dan Olahraga kabupaten Tuban, mengirimkan surat ke seluruh sekolah-sekolah berkaitan dengan belum cairnya dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Ini berkaitan dengan  belum ditetapkannya APBD 2011 oleh DPRD yang berimbas pada belum cairnya

Namun, menurut Fraksi PKB di DPRD Tuban, surat ini berlebihan dan berbau politis.  Surat itu intinya, BOS belum bisa  cair karena BOS RAPBD belum diperdakan sehingga belum ada payung hukumnya.  “Surat Dispora itu sangat politis, karena BOS tidak ada masalah dan bisa saja dicairkan meski APBD belum beres,” terang salah satu anggota DPRD Tuban dari FKB,  Khozanah Hidayati.

Dikatakan, Dispora saat ini mencoba memasuki ranah politik pada Pemilukada 2011. APBD 2010 lalu penetapannya juga molor, yakni pada bulan Mei baru ditetapkan, akibat terhambat penetepan pimpinan dewan. Dimana saat itu, Partai Golkar masih belum mengirimkan salah satu kadernya untuk menduduki Ketua DPRD.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Legislatif Tolak Bahas Raperda Secara Borongan

TUBAN. kotatuban.com- Kalangan Legislatif menolak keinginan Ekskutif untuk membahas secara bersama-sama 12 ranperda, salah satunya ranperda tentang APBD 2011. Legislatif berkeinginan agar pembahasan 12 ranperda itu satu per satu sehingga lebih fokus.

“Maunya kita pembahasannya tidak borongan, tapi, Ekskutif ngotot dibahas bersama-sama sekaligus. Ini salah satu masalah yang menjadi tarik ulur,” tandas salah satu anggota DPRD Tuban Khozanah Hidayati.

Selama ini setiap usulan dewan terkait pembahasan ranperda termasuk RAPBD selalu ditolak. Bahkan, jika agak ngotot langsung dilakukan voting. “Kalau voting kan tinggal siapa yang lebih banyak itu yang menang. Dan tampaknya kekuatan eksekutif di legeslatif masih besar sehingga yang menentang selalau kalah voting,” tandas Khozanah.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

KH. Maimun Zuber Ajak Masyarakat Menangkan HUDANOOR

Pimpinan pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimun Zubair siap memenangkan pasangan Fathul Huda-Noor Nahar Hussain (HUDANOOR) dalam Pemilukada Tuban 2011. Pasangan yang diusung PPP, PKB, PBB dan Gerindra harus didukung penuh untuk memenangkan Pemilukada Tuban yang akan digelar 1 Maret mendatang. Penegasan itu disampaikan KH Maimun Zubair saat peringatan harlah PPP di lapangan Desa Lajukidul, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, kemarin.

Ditambahkan, dengan memenangkan pasangan HUDANOOR secara otomatis juga iku membesarkan NU, karena, Fathul Huda adalah Ketua Cabang NU Tuban. “Kemenangan HUDANOOR juga kemenangan nahdlatul ulama,” terang KH Maimun Zubair dihadapan ribuan warga PPP dan pendukung HUDANOOR.

Salah satu partai yang mendukung pasangan HUDANOOR adalah PPP, sehingga semua kader dan pengurus PPP harus ‘cancut taliwondo’ mendukung untuk memenangkan pasangan HUDANOOR. “Menjadi kewajiban seluruh pengurus dan kader partai untuk mendukung penuh pasangan HUDANOOR,” tandas sesepuh PPP itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Mewaspadai Politik Uang dalam Pemilukada

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban) *

Temuan Indonesia Corruption Watch (ICW) bahwa dari 1.517 temuan pelanggaran dalam pemilukada yang digelar sepanjang tahun 2010, ada 1.053 kasus praktik money politics secara langsung, sungguh sangat mencengangkan. Ini berarti hampir 70% pelanggaran yang terjadi adalah praktek politik uang. Ini sangat menistakan dan mengkotori prosess demokrasi.

Di samping itu sepanjang tahun 2010 tercatat sebagai tahunnya pesta demokrasi di daerah. Tidak kurang dari 244 pemilukada tingkat provinsi dan kabupaten digelar di seluruh pelosok Indonesia. Namun menariknya, sekitar 95 persen atau 232 di antaranya berujung sengketa di Mahkamah Konstitusi, ini berarti menandakan bahwa pemilukada tersebut bertabur banyak masalah.

Di lain sisi, sepanjang tahun 2010 jumlah kepala daerah yang bermasalah karena tersangkut masalah korupsi juga meningkat yakni sekitar 155 orang bupati / walikota plus 17 gubernur. Dan bahkan seorang terdakwa kasus korupsi yang lagi menjadi tahanan KPK, yakni Jefferson Soleiman Rumajar memenangkan pemilukada Wali Kota Tomohon Sulawesi Utara dan dilantik oleh Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tomohon yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat, 7 Januari 2011.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Komentar

Mayoritas Warga PDIP Tuban Dukung HUDANOOR

TUBAN; Lebih dari seribu orang kader dan simpatisan PDIP Kabupaten Tuban memilih membelot dari keputusan partai dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tuban 2011.

Aksi pembelotan ini dilakukan dengan cara menggelar deklarasi mendukung Hudanoor yang digelar di gedung Tri Dharma, Rabu (9/2) siang. Dari 20 PAC PDIP yang ada di Tuban, tercatat ada 19 perwakilan PAC dan sejumlah perwakilan dari Ranting PDIP yang ikut menghadiri acara tersebut.

“Deklarasi ini merupakan puncak dari kekecewaan pada kader dan simpatisan PDIP Tuban terhadap DPP (Dewan Pimpinan Pusan) dan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PDIP Jatim yang tidak kunjung menindaklanjuti pelanggaran di DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP Tuban,” kata Mahfud, mantan sekretaris DPC DPIP Tuban yang ikut dalam deklarasi.

Dijelaskannya, para kader yang membelot tersebut sebelumnya sudah berusaha menemui langsung DPP dan DPW terkait permasalahan yang terjadi di Kabupaten Tuban. Namun, hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan dari DPP maupun DPW terkait pengaduan tersebut. “Semua PAC  dan pengurus ranting hadir dalam acara ini. Kecuali perwakilan dari PAC Kecamatan Soko,” sambung Mahfud.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Fenomena Narsis di Balik Facebook

Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari. Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan pasang mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa. Ketika seorang selebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang syah sebagai ajang sensasi yang ditunggu-tunggu ’siapa calon bapak si jabang bayi?’.

Ada kabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang selebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling

Puisi karya Sang Maestro Puisi Nasional kita ini patut kita jadikan bahan renungan
Isinya sangat dalam perihal karut marut kondisi bangsa dan negara kita
Yang mana gurita korupsi, mafia hukum, mafia pajak, kriminalitas, tak terurusnya negara dan lain-lain
Sungguh sangat sangat memprihatinkan
.

Mungkin Sekali Kita Sendiri Juga Maling

Oleh Taufiq Ismail

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda,
terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia.

Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid,
pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang,
VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat disetiap tikungan jalan … dan beban hutang di bahu 1600 trilyun rupiah.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Inilah Capres – Cawapres 2014 Idaman Para Koruptor

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bersanding dengan Gayus H Tambunan untuk maju dalam pilpres 2014. Tapi ini hanya sebuah guyonan, dimana foto keduanya dimanipulasi menjadi sepasang capres-cawapres.

Gambar berisi foto keduanya mejeng di kantor Kontras, Jl Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (13/2/2011). Poster unik ini dipamerkan bersama kaos dan desain grafis  dalam Diskusi Sepakbola dan Peradaban  dengan tema “Revolusi PSSI serta Perlawanan Terhadap Status Quo PSSI”.

Dalam acara ini, semua pembicara mengkritik kinerja Nurdin Halid. Terutama terkait kegagalan dan politisasi Timnas sepakbola Indonesia.

Gambar hasil olahan ini berukuran 12 R, dibagian atasnya bertuliskan CAPRES 2014, Nurdin dan Gayus lengkap memakai peci, jas, dasi hitam, dan kemeja putih. Dibagian bawah ada nama lengkap keduanya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Kiai Langitan Tolak Bergabung dengan PPP

TUBAN – Pimpinan Pondok Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menolak ajakan untuk bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Acara pertemuan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali dengan sejumlah pondok pesantren di Kediri beberapa waktu lalu, hanya berupa silaturahmi biasa.

Menurut salah satu pengasuh Ponpes Langitan, Gus Maksum, selain menjaga hubungan silaturrahmi dengan para pimpinan di PPP, Ponpes Langitan. yang dipimpin KH Abdullah Faqih, juga tetap menjaga hubungan baik dengan semua partai Islam. “Jadi, mohon maaf karena kami tidak bisa bergabung dengan PPP,” katanya kepada Tempo lewat telepon, Minggu siang (13/2).

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Luar Biasa, Kampanye HUDANOOR Dihadiri Belasan Ribu Pendukungnya

Belasan ribu warga dan simpatisan HUDANOOR ‘tumplek blek’ membanjiri lapangan Desa Lajukidul, Kecamatan Singgahan. Warga yang datang dari wilayah Tuban selatan (Soko, Parengan, Singgahan, Bangilan, Senori, Jatirogo dan Kenduruhan) itu memberikan dukungan penuh untuk memenangkan pasangan HUDANOOR.

Sejak awal mereka selalu mengelu-elukan pasangan yang dianggap mampu membawa Tuban lebih baik itu. Meski terik matahari menyengat, mereka tak beranjak dari lokasi kampanye. Apalagi, sesekali mereka dihibur dengan lantunan suara emas Gita KDI yang merupakan kader PKB.

Diperkirakan lebih dari 10 ribu massa dan simpatisan HUDANOOR memadati lapangan Lajukidul untuk menyaksikan dari dekat sosok pasangan yang menjadi idola mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Cak Imin: Tak Ada Kiai PKB yang Nyebrang ke PPP

Jakarta, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling berebut pengaruh para kiai. Namun, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan, tidak ada kiai yang ‘menyeberang’ ke partai pimpinan Suryadharma Ali tersebut.

“Bukan kiai PKB itu, kiai PKNU saja satu dua orang,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu saat ditemui usai rapat tentang Percepatan Pembangunan Papua di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (14/2/2011).

Menurut Cak Imin, beberapa kiai PKB memang sempat diundang hadir ke acara yang digelar Suryadharma di Pesantren Al-Hikmah, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (13/2) kemarin. Namun, mereka menyatakan kekecewaannya terhadap acara itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Dukung HUDANOOR, 2 Fungsionaris PDIP Dipecat

TUBAN; Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Tuban tampaknya tidak ingin ancamannya terhadap pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) hanya dianggap gertak sambal. Minggu (13/2), dua fungsionaris PAC PDIP yang disinyalir menjadi otak pembelotan sejumlah PAC resmi dikeluarkan dari struktur maupun keanggotaan partai berlambang banteng mulut putih itu.

M. Mahfudz, SH, Ketua PAC PDIP Kecamatan Singgahan dan Sandi, Bendahara PAC Kecamatan Jatirogo, dinyatakan sudah tidak lagi menduduki jabatan masing-masing, sekaligus tidak berhak lagi menggunakan atribut PDIP maupun mengatasnamakan PDIP dalam semua kegiatannya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

2 Komentar

Bermula dari Sebuah SMS dari Tanah Suci Makkah

Mematuhi Fatwa Kiai, Melaksanakan Perintah Allah SWT

Berikut ini adalah sepenggal cerita di balik majunya Bapak KH. Fathul Huda dalam pencalonan maju di Pemilukada Tuban 2011. Sebagaimana dituturkan sendiri oleh beliau.
Sebelum membaca cerita di bawah ini perlu diketahui bahwa pada awalnya beliau selalu menolak untuk dicalonkan oleh beberapa partai politik di Tuban untuk maju dalam Pemilukada Tuban 2011. Walaupun banyak sekali tokoh-tokoh lokal dan nasional yang mendorongnya untuk maju.
 

KETIKA itu saya dan istri masih berada di Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Seluruh proses ibadah haji memang sudah kami lakukan, yang menurut syariat hukumnya sudah sah. Kemudian masih tinggal beberapa hari di Makkah menjelang ziarah ke Madinah. Saat itulah sebuah SMS masuk ke HP saya yang isinya, “Pak Huda harus pulang ke Tuban sebelum tanggal 30 November 2010, karena masyarakat Tuban sudah menunggu kedatangan Pak Huda. Ini sifatnya LABUDDA (tidak boleh tidak), karena batas akhir pendaftaran calon bupati adalah 30 November 2010.”

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Detik – detik Menegangkan Siapnya KH. Fathul Huda Jadi Cabup Tuban 2011

Dituturkan oleh : Ir.H.Noor Nahar Husin, M,Si (CAWABUP TUBAN)
 
Sejak lima tahun lalu, Pak Huda selalu menolak untuk dicalonkan menjadi bupati Tuban. Saya ditugasi PKB untuk mendesak agar Pak Huda mau dicalonkan, namun rayuan  saya selalu ditolaknya. Menjelang diadakannya Pemilukada Tuban tahun 2011, niat untuk mencalonkan Pak Huda timbul kembali. Karena waktu sudah mendesak, maka diadakan pertemuan seluruh kiai dari unsur PKB dan NU, di rumah saya. Kita harus punya calon dari unsur NU untuk maju dalam Pemilukada 2011, dan harapan para kiai untuk mencalonkan Pak Huda belum bisa terlaksana.

Karena Pak Huda belum bersedia, akhirnya saya diputuskan menjadi calon dari NU dan PKB untuk maju. Dengan sangat berat, saya menerima amanat itu. Tapi sebelum saya menerima, saya nyatakan kalau sewaktu-waktu Pak Huda mau, bahkan pada detik-detik terakhir nanti Pak Huda kerso maju atau bersedia dicalonkan, maka saya akan geser atau mundur menjadi calon.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

2 Komentar

Foto Kemeriahan Kampenye HUDANOOR di Lapangan Lajo Singgahan

Tuban; Kampanye perdana pemilukada Tuban 2011 yang diawali oleh kampanye pasangan HUDANOOR yang dilaksanakan di lapangan Lajo Kidul Kecematan Singgahan Kabupaten Tuban pada tanggal 13 Februari 2011 kemarin lusa sungguh sangat meriah. Kampanye tersebut diperkirakan dihadiri mapir dua puluh ribuan pendukung dan konstituen yang simpati pada pasangan cabup – cawabup ini.

Kemeriahan kampanye tersbeut bisa disaksikan dalam rekaman gambar-gambar di bawah ini.

Belasan ribu masa tidak menghiraukan teriknya matahari, mereka rela berdesakan untuk menyaksikan kampanye perdana HUDANOOR

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

19 PAC Tak Gubris Ancaman DPD PDIP

Terkait Membelotnya Kader-kader PDIP ke HUDANOOR

Tuban; Pasca deklarasi dukungan pada pasangan cabup-cawabup Fathul Huda-Noor Nahar Hussain (HUDANOOR) sejumlah pimpinan PAC PDIP se Kabupaten Tuban langsung dipanggil ke DPD PDIP Jawa Timur untuk diklarifikasi. Pada awalnya sebanyak 33 pengurus PAC PDIP yang dipanggil DPD PDIP Jawa Timur. Tapi, yang memenuhi panggilan hanya dua orang, yakni, Ketua PAC PDIP Singgahan, Mahfudz dan Bendahara PAC PDIP Jatirogo Sandy.

Menurut Mahfud, dalam surat udangan yang disampaikan kepadanya itu berisi koordinasi pemenangan Pemilukada Tuban. Namun, kenyataannya dalam rapat koordinasi itu pihaknya diminta untuk mencabut dukungan kepada pasangan HUDANOOR. “Saya tidak mau mencabut dan siap menerima sanksi meski sebetulnya DPD PDIP memberikan waktu dua hari,” terang Mahfudz.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

2 Komentar

Ada Banyak Cara dari BIMBO untuk Indonesia

Di tengah karut-marutnya kasus mafia hukum, mafia pajak, bebalnya para wakil rakyat serta fenomena pejabat dan politikus yang abai terhadap nasib rakyat. Maka Bimbo sebagai salah satu musisi legendaris meluncurkan sebuah lagu kritik sosial yang sangat mengena dengan keadaan dan fenomena-fenomena tersebut.

Lagu itu pertama kalai saya dengar tadi malam saat menyaksikan Metrotv. Sungguh sangat bagus dan mengena tepat di sasaran terhadap prilaku dan fenomena sosial.

Mungkin hal ini karena saya dan tentunya juga para pembaca, sekarang ini lagi sedih dan hilang kesabaran menyaksikan semua prilaku para penyelenggara negara yang abai dan lalai terhadap nasib bangsa ini. Sehingga ketika ada lagu kritik sosial yang mengena pasti akan suka. Adapun berikut adfalah salah satu petikan syairnya.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Nabi Palsu, Sikap Nabi, dan Ahmadiyah

Oleh : Akhmad Sahal, KADER NU, KANDIDAT PHD UNIVERSITAS PENNSYLVANIA

Pada tahun kesepuluh Hijriah, Nabi Muhammad SAW menerima surat dari seseorang yang mengaku jadi nabi. Namanya Musailamah bin Habib, petinggi Bani Hanifah, salah satu suku Arab yang menguasai hampir seluruh kawasan Yamamah (sekarang sekitar Al-Riyad). Dalam suratnya, Musailamah berujar: “Dari Musailamah, utusan Allah, untuk Muhammad, utusan Allah. Saya adalah partner Anda dalam kenabian. Separuh bumi semestinya menjadi wilayah kekuasaanku, dan separuhnya yang lain kekuasaanmu….”
Seperti dituturkan ahli tafsir dan sejarawan muslim terkemuka pada abad ketiga Hijriah, Imam Ibn Jarir Al-Tabari (838-923), dalam kitabnya Tarikh al-Rusul wa al-Muluk (Sejarah Para Rasul dan Raja) atau yang dikenal sebagai Tarikh al-Tabari, Musailamah bukanlah sosok yang sepenuhnya asing bagi Nabi. Beberapa bulan sebelum berkirim surat, Musailamah ikut dalam delegasi dari Yamamah yang menemui beliau di Madinah dan bersaksi atas kerasulannya. Delegasi inilah yang kemudian membawa Islam ke wilayah asal mereka dan membangun masjid di sana.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Revalitas PKB – PPP, Siapa Juara?

Jakarta – Ketegangan partai berbasis Nahdlatul Ulama (NU) antara PKB dan PPP belakangan mencuat ke publik. Momentum kerusuhan atas nama agama, menjadi pemantik bagi PKB menyerang PPP. Siapa juara meraih hati nahdliyin dalam Pemilu 2014?

Pertarungan Pemilu 2014 sejatinya telah dimulai sejak Pemilu 2009 usai. Faktanya, di lapangan ketegangan antarpartai politik maupun di internal koalisi juga mencuat. Hal itu tak lebih upaya pemanasan dalam Pemilu 2014 mendatang. Kini ketegangan itu juga dirasa kuat terjadi antara PPP dan PKB. Dua partai yang mengaku dekat dengan kalangan nahdliyin.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

Oknum PNS Dilaporkan ke Panwas Tuban

Diduga Jadi Tim Suksesnya Incumbent

Tuban; Mengetahui adanya oknum Pegawai Negeri Sipil dari Kantor Inspektrorat Pemkab Tuban yang diduga melakukan ajakan untuk memenangkan salah satu calon bupati, dan diduga melakukan intimidasi kepada kepada desa, Tim Advokat dari pasangan HudaNoor melaporkan kejadain tersebut kepada Panwas Kabupaten Tuban, Kamis (17/02/2011).

Berdasarkan pantuan beritajatim.com, Abubakar Matdoan, tim advokasi darai pasangan calon bupati nomor 4 itu melaporkan Edi Sucipto, salah satu pegawai negeri sipil yang diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagai pegawai negeri di kantor inpektorat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Subhanallah! Makam Gus Dur Ambles, Jasad Masih Utuh

Hujan deras yang mengguyur kota santri Jombang membuat makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang ambles. Yang lebih mengagetkan, jasad mantan presiden ke empat itu masih utuh. Kain kafan yang membungkus jasad Gus Dur masih utuh dan putih.

Zainul, salah satu petugas keamanan pondok mengatakan, amblesnya makam Gus Dur terjadi tiga hari lalu. Saat itu pengunjung makam Gus Dur sedang tinggi-tingginya. Sudah begitu, hujan deras terus mengguyur kawasan Tebuireng. AKibatnya, makam mantan Ketua PBNU tersebut ambles.

Praktis, kejadian itu membuat penghuni Tebuireng kalang kabut. Mereka beramai-ramai melihat kejadian aneh tersebut. Sebuah lubang akibat gerusan air menganga lebar sehingga menampakkan kain kafan pembungkus tubuh tokoh yang dikenal dengan berbagai anekdotnya ini. “Subhanallah, kain kafan Gus Dur masih utuh. Putih bersih seperti baru,” kata Zainul, Jumat (18/2/2011).

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Selain Tetap Utuh, Jasad Gus Dur Juga Bersinar

Di Balik Amblesnya Makam Gus Dur
Pasca amblesnya makam KH.Abdurahman Wahid atau Gus dur, keluarga besar almarhum tokoh pluralis langsung menggelar rapat internal. Tidak ada yang tahu isi pembahasan rapat bani Hasyim tersebut. Namun dipastikan rapat ini tidak lepas dari amblesnya makam Gus Dur yang berakibat terlihatnya kain kafan yang masih bersih serta utuhnya jasad Presiden RI ke IV tersebut.

Salah satu orang dekat keluarga besar bani Hasyim, Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam) membenarkan jika fenomena langka itu sedang dalam pembahasan internal keluarga. “Saya sekarang lagi di Jakarta dan keluarga sedang bahas masalah amblesnya makam Gus Dur,” terang Gus Aam yang juga pengasuh ponpes Tambakberas ini, Jumat (18/2/2011).

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

1 Komentar

Dihadiri Tiga Ribuan Pendukung, Kampanye Heany Ricuh

Tuban;Pelaksanaan kampaye calon Bupati Kristiawan dengan calon Wakil Bupati Haeny Relawati, dengan mendatangkan orkes melayu Monata diwarnai aksi tawuran oleh dua kelompak pemuda yang sedang berjoget, Jumat (18/02/2011).

Berdasarkan pantuan wartawan kami, kampanye ini dihadiri tiga ribua-an pendukung. Dalam kampanye di lapangan Desa Bogorrejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, pasangan nomor urut 2 itu awalnya berlangsung lancar.

Namun saat para artis dari Monata dan juga Rena KDI mulai beraksi, ribuan penonton yang hadir dalam kampanye terbuka tersebut langsung joget dengan alunan musik dangdut.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Majalah Pemkab Tuban Dinilai Dukung Incumbent

Tuban; Suhu Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2011 nanti sudah menghangat. Sejumlah tahapan sudah dilakukan oleh para pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang maju dalam Pemilukada nanti, saat ini tahapan pemilukada Tuban sudah memasuki pada tahapan kampaye.

Berbagai cara dilakukan sejumlah calon pasangan bupati dan wakil bupati untuk mengenalkan masing-masing pasangan calon itu. Mulai dari membaut sepanduk hingga langsung terjun ke masyarakat, untuk mendapatkan suara dalam pemilihan pada tanggal 1 Maret nanti.

Namun nampaknya majalah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, juga dijadikan sabagai ajang pengenalan bagi pasangan calon nomor urut 2. Sejumlah masayarakat menyayangkan dengan adanya hal tersebut, yang mana sehurnya majalan yang dibiayai oleh Pemkab itu menjadi corong Pemkab dan memberikan suguhan materi yang netral.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Siapa Bilang Pria Tak Bisa Banyak Menangis ?

Tahukah engkau, kaum pria sesungguhnya jauh lebih sering “menangis”
Namun mereka menyembunyikan tangisnya di dalam kekuatan akalnya,
 
Itulah mengapa Tuhan menyebutkan pada pria terdapat dua kali lipat akal seorang wanita,
Dan itulah sebabnya mengapa tiada yang kau lihat melainkan ketegarannya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Menguap Tunjangan Profesi Guru di Tuban

TUBAN; Perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan di Indonesia makin nyata dengan adanya 20% APBN maupun APBD untuk Pendidikan. Begitu juga dengan adanya tunjangan profesi guru di Indonesia sebesar 1 kali gaji pokok setiap bulan. Para guru yang sudah lulus sertifikasi kini dapat tersenyum, karena sudah bisa menikmati tunjangan profesinya selama menjadi guru.

Sementara ini penerimaan uang tunjangan profesi guru baru bisa diterima secara berkala 6 bulan sekali atau 2 kali dalam setahun, yaitu penerimaan pertama sekitar bulan Juli dan yang kedua pada bulan Desember.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Kota Tuban Dibanjiri Puluh-an Ribu Pendukung HUDANOOR

Tuban;  Puluhan ribu simpatisan, masa dan pendukung pasangan cabup cawabup HUDANOOR ‘tumplek blek’ membanjiri stadion Lokajaya Tuban siang ini. Bahkan Stadion yang bisa menampung lima puluh ribu orang tersebut tidak mampu menampung semua masa pendukung HUDANOOR. Sehingga sekitar dua puluh ribuan masa rela mengikuti kampanye dari luar stadion.
Warga yang datang dari hampir semua kecamatan di wilayah Tuban ini yakni di antaranya kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, Montong, Kerek, Merakurak, Tuban Kota, Palang, Semanding, Widang, Plumpang, Grabagan, Rengel dan Soko. Serta juga dari Parengan, Singgahan, Bangilan, Senori, Kenduruan dan Jatirogo.
Mereka semua dengan semangat memberikan dukungan penuh untuk memenangkan pasangan HUDANOOR. Sehingga siang ini jalan-jalan di kota Tuban sangat ramai sekali dan mayoritas didominasi warna hijau.

Sejak awal mereka selalu mengelu-elukan pasangan yang dianggap mampu membawa Tuban lebih baik itu. Meski terik matahari menyengat, mereka tak beranjak dari lokasi kampanye. Apalagi, sesekali mereka dihibur dengan lantunan suara emas Koes Plus, Gita KDI, Rena KDI, Lilin Herlina dan lain-lain. Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

1 Komentar

Foto Kespektakuleran Kampanye HUDANOOR di Stadion Lokajaya Tuban

Tuban; Kampanye terakhir pasangan HUDANOOR yang dihelat di stadion Lokajaya Tuban kemarin benar-benar spektakuler dan meriah sekali. Ini ditandai dengan di hadiri oleh sekitar lebih dari enam puluh ribu-an masa, pendukung dan simpatisan HUDANOOR dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tuban. “Ini merupakan sejarah baru bagi Tuban. Suatu kampanye yang di hadiri masa sebanyak ini, ya baru kali ini” Kata Miyadi Ketua Tim Pemenangan HUDANOOR.

Mereka berdatangan dengan segala macam kendaraan, mulai dari roda dua, rombongan menggunakan bus, mini bus, truck bahkan dump truck maupun mobil-mobil pribadi. Saat mereka memasuki kota tUban mereka tidak henti-hentinya meneriakkan slogan HUDANOOR yang menunjukkan keinginan mereka HUDANOOR memenagkan pemilukada 2011 nanti.

Foto-foto dari kespektakuleran dan kemeriahan acara kampanye ini bisa disaksikan di bawah ini.

Masa dengan antusias berjoget mengikuti irama musik yang dimainkan

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

2 Komentar

Gesekan Antar Pasangan Mulai Terjadi

Panwas Dalami Pelanggaran dan Keterlibatan PNS Sebagai Tim Sukses TANI
Tuban;Hari-hari akhir masa kampanye pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Tuban yang akan digelar pada 1 Maret 2011 mulai memanas. Perseteruan antar pasangan Cabup-cawabup semakin banyak terjadi. Dari 6 pasangan yang ada, persaingan panas paling terlihat antara kubu Fathul Huda-Noor Nahar Husain (Hudanoor) dengan pasangan Kristiawan-Haeny Relawati (Tani).

Yang sedang memanas saat ini, tim advokasi Hudanoor melapor ke Panwas atas keterlibatan sejumlah PNS dalam acara sosialisasi yang dilakukan pasang Tani dan adanya instruksi dari salah satu Pejabat di Pemkab Tuban kepada Kades dan perangkat desa beserta keluarganya untuk mendukung pasangan Tani.
Sementara dari kubu Tani, belakangan banyak mengekspos dukungan dari PKB pro Gus Dur yang mendukung Tani melalui sejumlah poster yang dipasang di beberapa mobil. Padahal, PKB adalah partai utama yang memberangkatkan pasangan Hudanoor.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Benarkah Klaim Pasangan TANI Didukung PKB Gus Dur?

Oleh : Ahmad Mustofa

Klaim Pasangan TANI dalam Pemilukada Tuban 2011 bahwa mereka didukung oleh PKB Gus Dur bisa dipastikan ini hanyalah isapan jempol adanya, yang tentunya tujuan sesungguhnya adalah memecah belah suara warga PKB dan suara warga NU serta suara warga Gusdurian (masyarakat pengagum Gus Dur) secara keseluruhan. Karena seperti diketahui bahwa pasangan terberat pesaing pasangan TANI adalah pasangan HUDANOOR yang notabene diusung oleh PKB yang resmi, yang diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM. Dan cabup dari pasangan HUDANOOR adalah Ketua non aktif PCNU Tuban.

Secara kasat mata bahwa klaim dukungan PKB Gus Dur kepada pasangan TANI ini sebenarnya diskenariokan oleh beberapa oknum yang sudah dari dahulu menjadi pendukung setia Heany R.W. Dan saat inipun mereka bersimpati kepada pasangan TANI dan mereka ini adalah para petualang politik yang terlempar dari kepengurusan beberapa partai di Tuban, seperti PPP dan PKNU. Karena mereka itu tidak bisa membawa lembaga resmi mereka saat mendukung pasangan TANI dan mereka ingin menarik warga NU maka mereka bermanufer seolah-olah mereka adalah pengurus PKB Gus Dur, padahal mereka ini sebagian besar belum pernah menjadi anggota PKB. Dan bahkan salah satu oknumnya setiap lima tahun sekali selalu berganti partai.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

2 Komentar

Utuhnya Jasad Gus Dur dan Kekerasan Berbau Agama

Oleh : Ahmad Mustofa

Berita amblesnya makam Gus Dur dalam minggu lalu (Selasa 15/2/2011), yang juga memperlihatkan kalau jasadnya masih utuh dan bahkan kain kafannya yang masih bersih, akhirnya memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Baik yang sinis maupun yang takjub dengan peristiwa ini. Namun ada juga yang menanggapi dengan biasa-biasa dan menduga-duga atau berspekulasi.

Peristiwa amblesnya makam Gus Dur dan terlihat kalau jasadnya masih utuh serta kain kafannya masih bersih, yang fenomena tersebut mengiringi terjadinya kerusuhan berbau SARA atau kekerasan mengatasnamakan agama yang terjadi mulai dari Pandegelang Banten, Temanggung Jawa Tengah dan terakhir di Pasuruan Jawa Timur. Seolah Tuhan memberikan peringatan akan perjuangan yang pernah diperjuangkan oleh Gus Dur semasa hidup dahulu.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

4 Komentar

Keterlibatan PNS dalam Pemilukada Tuban Akan Diberi Sangsi

Pacitan – Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, memastikan oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat dalam penggalangan dukungan untuk calon tertentu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tuban akan diusut.

“PNS dilarang terlibat dalam kegiatan politik. Kalau ada (yang terlibat dalam Pilkada Tuban pada 1 Maret mendatang), pasti akan dikenai sanksi tegas sesuai prosedur,” katanya setelah melantik Bupati dan Wakil Bupati Pacitan, Senin.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim ini menambahkan, dirinya telah memanggil Plt Sekda Tuban untuk mengklarifikasi masalah tersebut, namun hasilnya tidak bisa dijelaskan secara rinci.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Lagi PNS Dilaporkan Karena Terlibat Pemilukada

Diduga Hina Pasangan HUDANOOR.
Tuban : Tim advokasi pasangan calon bupati Fatkhul Huda dengan calon wakil bupati Noor Nahar Husain, kembali melaporkan seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang telah menjelek-jelekkan pasangan calon bupati Hudanoor, Selasa (22/02/2011).

Pantuan beritajatim.com, dalam laporannya, Abu Bakar Matdoan, yang sebagai tim advokasi melaporkan Sutaji, yang sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Kasi Pemerintahan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Segel KPU Pemilukada Tuban Telah Beredar

Rawan dan Berpotensi Disalahgunakan.

Tuban:Sejumlah segel resmi Pemilukada milik Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, beredar dikalangan masayarakat luas.

Bahkan sejumlah segel itu di temukan menempel di salah satu becak yang biasa mangkal di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh wartawan kami, sedikitnya ada sekitar 20 segel milik KPUK yang menjadi rahasia negara itu di temukan tersebar dan dibawa oleh anak sekolah.

Sejumlah segel itu di temukan oleh Tim Advokasi pasangan calon bupati Hudanoor. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Abubakar Matdoan, ia menyatakan jika penemuan dari sejumlah segel tersebut bermula dari adanya laporan dari warga di kecamatan Merakurak, yang melaporkan kejadian segel Pemilukada tersebar itu kepada dirinya.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Prinsip-prinsip Kepemimpinan HUDANOOR

Setelah Fatwa Kiai itu Dipatuhi
Setelah mematuhi fatwa kiai, dan melaksanakan perintah Allah SWT, H. Fathul Huda (Cabup Tuban yang berpasangan dengan cawabup IR. Noor Nahar Husein, dan pasangan ini biasa disingkat HUDANOOR) akan mengembangkan empat kultur dalam kepemimpinannya, yaitu tentang kesejahteraan, kedamaian, mapan dalam urusan ekonomi, sehat jasmani dan rohani. Inilah penuturannya :

TASAMUKH
Ada empat kultur yang akan saya kembangkan, yang pertama adalah Tasamukh atau toleransi. Artinya saya tidak akan mengembangkan budaya atau manajemen konflik. Yang akan saya kembangkan adalah manajemen kebersamaan, yakni toleransi lintas agama, lintas golongan, lintas etnis, lintas partai, dalam urusan muammalat dan muasyarah.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

4 Komentar

PNS Terlibat Pemilukada Belum Dipidanakan Oleh Panwas

Tuban – Panwas Kabupaten Tuban, Jatim, belum mempidanakan dugaan keterlibatan dua pegawai negeri sipil (PNS) setempat, dalam kampanye pilkada di Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, 16 Februari 2011.

“Kami masih mengkaji kasus ini, kalau sementara ini melihat kasusnya belum mengarah ke pidana, baru pelanggaran disiplin PNS,” kata Ketua Panwas Kabupaten Tuban, Minan, Rabu.

Minan menyebutkan, dua PNS yang diduga terlibat dalam pilkada tersebut yaitu dari Bawasda, Edy Sucipto dan Kasi Pemerintahan Kecamatan Widang, Sutadji. Dari keterangan saksi, keduanya dalam acara di desa setempat yang dihadiri ratusan warga mengarahkan warga untuk mencoblos calon tertentu.

“Kami masih mengusut kasus ini dengan memanggil kembali para saksi,” kata Minan menjelaskan.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Golkar Jatim Gembosi Heany

SURABAYA – Laju Haeny Relawati dalam pemilihan bupati Tuban 2011 mendapat gangguan dari internal. Perempuan yang dalam pilkada kali ini mencalonkan sebagai wakil bupati berpasangan dengan calon bupati Kristiawan digembosi Partai Golkar.

Padahal, Haeny yang juga menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Tuban ini resmi mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar. Namun mendadak, pada hari-hari terakhir jelang hari pemilihan yang jatuh pada 1 Maret, para pendukungannya dihabisi.

Salah satu indikasinya terlihat pada sikap Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono yang kemarin (22/2) tampak selalu bersama-sama dengan Fatchul Huda calon bupati Tuban yang diusung PKB. Huda saat ini adalah salah satu calon kuat yang bisa menyaingi pasangan Kristiawan-Haeny selain pasangan Setiadjit-Bambang dari Partai Demokrat-PAN.

Huda sendiri mengaku mendapat dukungan dari Martono langsung. “Beberapa kader Partai Golkar terutama di Tuban merapat ke saya, termasuk Ketua DPD Jatim Pak Martono,” kata Huda saat ditemui disela peringatan Harlah NU ke 88 di Hotel Bumi Surabaya, kemarin (22/2).
Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

6 Komentar

Lima Menit Untuk Lima Tahun

Oleh : Ahmad Mustofa (Pemerhati masalah sosial dan politik, tinggal di Tuban)

Tebar pesona dan politik pencitraan para kandidat pasangan cabup – cawabup telah dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Demikian juga sosialisasi dan kampanye para kandidat telah dijalankan. Baik itu dalam bentuk road show, rapat tertutup,rapat terbuka terbatas maupun rapat akbar. Janji-janji berupa program – program unggulan, penyampaian serta sosialisasi visi dan misi para kandidat juga sudah digelar dan dikumandangkan. Sebentar lagi tepatnya 1 Maret 2011 kita warga Tuban mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin yang akan mengepalai daerah ini lima tahun ke depan. Partisipasi setiap warga negara sangat sekali diharapkan dalam ajang demokrasi pemilukada tahun ini.

Bendera kampanye telah dikibarkan, genderang perang ditabuhkan, baliho / spanduk / banner dibentangkan di jalan-jalan dan janji-janji / slogan ditebarkan, dan berbagai pendekatan serta tebar pesona pun telah dilakukan oleh para kandidat cabup – cawabup dan tim suksesnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Hasil Akhir Perhitungan Suara Pemilukada Tuban 2011

Tuban – Hasil akhir tidak resmi yang dilakukan oleh Pemkab Tuban maupun Team Pemenangan HUDANOOR terhadap hasil Pemilukada Tuban 2011 adalah seperti berikut ini.

- Hasil Akhri Riil Count yang dilakukan oleh Pemkab Tuban :
1. Moh. Hamim Amir – Ashadi (MUATOH) : o,99 %
2. Kristiawan-Haeny Relawati (TANI) : 30,64 %
3. HM Anwar-Tulus Setyo Utomo(MULYO) : 5,85 %
4. H. Fathul Huda – Noor Nahar Husein (HUDANOOR) : 55,18 %
5. Setiadjit – Bambang Suhariyanto (SEHAT) :6,56 %
6. Bambang Lukmantono – Edy Thoyibi (BANGKIT) :0,77 %

Adapun Hasil Akhir Rekapitulasi yang dilakukan oleh Tim Sukses HUDANOOR adalah sebagai berikut.
1. Moh. Hamim Amir – Ashadi (MUATOH) : 6.609 (1,0%)
2. Kristiawan-Haeny Relawati (TANI) : 202.716 (30.5%)
3. HM Anwar-Tulus Setyo Utomo (MULYO) : 39.536 (6,0%)
4. H. Fathul Huda – Noor Nahar Husein (HUDANOOR) : 366.560 (55,2%)
5. Setiadjit – Bambang Suhariyanto (SEHAT) : 43.122 (6,5%)
6. Bambang Lukmantono – Edy Thoyibi (BANGKIT) : 5.586 (0.8%)

, , , ,

14 Komentar

Kemenangan HUDANOOR, Kemenangan Rakyat TUBAN

Oleh : Ahmad Mustofa

Sudah bisa dipastikan bahwa Pemilukada Tuban 2011 yang digelar kemarin (01 Maret 2011) dimenangkan oleh Pasangan HUDANOOR dengan skor yang sangat meyakinkan melebihi 55%, dibandingkan dengan rival terberatnya yakni Pasangan petahana (incumbent) TANI yang mendapatkan dukungan suara tidak lebih dari 30%. Sementara dukungan buat empat pasangan lain total hanya berkisar 15%.

Walau ini belum secara resmi diumumkan oleh Penyelenggara Pemilukada yakni KPUK Tuban, namun secara data bisa diyakinkan bisa dipastikan HUDANOOR akan duduk sebagai Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban periode 2011 – 2016 menggantikan Heany Relawatie – Lilik S. Baca entri selengkapnya »

, , ,

9 Komentar

Selamat Datang Bupati Pelayan Rakyat!

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Walau belum secara resmi disyahkan oleh KPUK Tuban sebagai pemenang dalam Pemilukada 2011 pada 1 Maret lalu, namun pasangan HUDANOOR sudah bisa dipastikan memenangkan helatan pesta demokrasi lokal di bumi para wali ini. Karena perolehan suara yang sangat meyakinkan yakni lebih dari 55 persen, dan perolehan terbesar kedua terpaut lebih dari 25 persen. Padahal seperti diketahui bersama bahwa yang bersaing dalam pemilukada ini ada enam pasang.

Kepada pasangan dan tim sukses serta pendukungnya yang belum menang (“bukan kalah”), marilah kita terima ini sebagai kenyataan dan realitas politik. Dengan menunjukkan sikap legowo kepada masyarakat, tentunya akan menambah siraman kesejukan untuk kedamaian dan ketentraman masyarakat di Kabupaten Tuban kedepannya. Janganlah sampai ada silang sengketa perihal hasil pemilukada ini, mengingat gesekan akibat pilkada 2006 masih tersisa hingga saat ini, juga rentang selisih antara perolehan suara peringkat kesatu dan kedua yang sangat jauh.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

9 Komentar

HUDANOOR Resmi Menang Telak

PEMILUKADA TUBAN 2011.

Tuban – Meski pada awalnya banyak pengamat memprediksi Incumbent bakal bersaing ketat dengan HUDANOOR, tetapi hasil rekapitulasi KPUK Tuban menjawab lain prediksi tersebut.  Dalam Pemilukada 2011 yang digelar pada 1 Maret lalu, pasangan nomor urut 2 itu tertinggal jauh dibandingkan pasangan calon yang diusung oleh PKB bersama PPP, Gerindra dan PBB tersebut.

Yang menarik, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada oleh KPUK Tuban ini, Golput masih “memperoleh rangking” dua  dalam hal “perolehan suara”, yakni 215,963 atau selisih 8892 suara lebih tinggi dari perolehan Incumbent.

Secara keseluruhan, hasil rekapitulasi itu menempatkan pasangan nomor 4 HUDANOOR pada peringkat pertama dengan perolehan suara sah sebanyak 374.147 suara atau 55,18 persen. Urutan kedua diperoleh pasangan nomor 2 Kristiawan-Haeny dengan perolehan 207.894 suara atau 30,66 persen.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

3 Komentar

Inilah Tiga Kunci Kemenangan HUDANOOR

Tuban – Hasil Pemilukada Tuban sudah diumumkan KPUK Tuban 7 Maret lalu dan hasilnya cukup mengejutkan karena kemenangan telak pasangan calon HUDANOOR membuyarkan perhitungan pasangan calon lainnya maupun para lembaga survai dan konsultan komunikasi.

“Kondisi di Tuban ini menarik untuk studi ilmiah maupun studi partai karena membuat perencanaan lima pasangan calon lainnya jadi berantakan,” kata Tjuk Suwarsono, direktur Media Promotion & Communication Consultant (MEdPro) Surabaya yang mengamati Pemilukada Tuban.

Kemenangan telak sampai 55% lebih dari kubu HUDANOOR memang di luar dugaan semua pihak bahkan beberapa lembaga survai maupun konsultan komunikasi seperti terpana dengan hasil tadi. “Kami sendiri sejak awal memang memprediksi HUDANOOR menang tetapi tidak setelak ini,” lanjut Tjuk yang menjadi konsultan komunikasi dalam Pilgub Pakde Karwo setahun yang lalu.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan sebuah Komentar

Pesan Jama’ah Facebookiyah Untuk HUDANOOR

Oleh : Darsono
Kalau kita mau mengengok di fb “Hudanoor Huda Noornahar” ada banyak pesan yang ditulis didindingnya, mereka anak-anak muda yang tanpa malu-malu berani mengurai unek-uneknya, yang berisi harapan, impian, keinginan dan cita-cita agar esok hari tuban menjadi lebih baik. Mereka ini generasi baru yang memiliki wadah untuk mengekspresikan apa yang mereka tatap dan alami setiap hari.

Generasi facebooker’s ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang tidak mampu menikmati kenikmatan berselancar di dunia maya, menjelajah informasi yang sudah tanpa batas, mendengar kabar dari negeri seberang dalam sekejab, membandingkan apa yang terjadi diluar dengan kenyataan yang terjadi disekelilingnya. Mereka ini generasi-generasi baru yang lahir dari kemudahan mengaskses teknologi informasi.

Bila kita baca satu-persatu pesan yang ditulis, ada banyak harapan dan impian sekaligus keresahan, semuanya merefleksikan kondisi yang tengah meraka alami dan rasakan. Saya berharap Pak kaji Huda mendengar harapan dan impian generasi facebooker’s ini.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Pelantikan HUDANOOR Dipertimbangkan di Alun-alun Tuban

Tuban – Wacana pelantikan bupati Tuban di Aloon-aloon Tuban mendapat sambutan yang hangat dari berbagai pihak. Mengingat statement pemenang Pemilukada, HUDANOOR, kali ini adalah kemenangan rakyat, sehingga pelantikan dipastikan akan disaksikan oleh gelombang massa pendukungnya.

Hal ini dikaitkan dengan dukungan kemenangan yang 55,7% serta pasca kemenangan gelombang ucapan selamat dari berbagai komunitas yang berasal dari seluruh penjuru mendatangi rumah kediaman sekaligus Posko HUDANOOR di Jalan Latsari 2 kecamatan kota. Masyarakat tentu akan berduyun-duyun ingin melihat tokohnya dilantik.

Ketua KPUK Tuban Soemito Karmani, yang ditanya prosesi pelantikan siapa yang punya gawe, menunjuk DPRD Tuban. KPUK Tuban hanya mengantarkan kandidat menjadi kepala daerah, selebihnya diserahkan ke dewan karena yang mengesahkan/saksi Pemilukada adalah wakil rakyat.

Baca entri selengkapnya »

, ,

4 Komentar

PKB Targetkan 100 Kursi di DPR Pada Pemilu 2014

Jelang Mukernas PKB
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan perolehan 100 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat pada pemilihan legislatif 2014 mendatang. Untuk mencapai target itu, menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, Hilmi Faisal, partainya butuh dukungan dari para kiai. Sebab itu, penggerak partai ini sekarang gencar melakukan rekruitmen kiai di kampung-kampung.

“Kami akan membentuk majelis kiai kampung untuk memperluas jaringan partai,” kata dia dalam jumpa pers persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Forum Kerjasama Program (Foksam), di Jakarta, Ahad (13/3).

Mukernas akan digelar pada 15 hingga 16 Maret 2011 nanti. Target perolehan kursi di parlemen merupakan salah satu topik yang akan dibahas. Dalam musyawarah, sebanyak 1.202 peserta diperkirakan hadir, terdiri dari seluruh pengurus, anggota dewan, dan para kepala daerah dari PKB, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pengurus pusat. Selain itu, sejumlah kiai pendukung akan hadir. Dijadwalkan, Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang akan membuka mukernas.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Perempuan Bukan Hanya Peran Domestik

Oleh :
Ari Kristianawati
Guru SMAN 1, Sragen, Jawa Tengah.

Hak partisipasi perempuan dalam politik Indonesia, telah diatur undang-undang. Dan terbukti, memperoleh perhatian masyarakat pemilih. Hal itu disebabkan pemilih perempuan sedikit lebih banyak dibanding laki-laki. Apalagi perempuan jarang sekali menelantarkan hak pilihnya. Sedikit sekali yang golput. Partai-partai besar yang lolos electoral threshold (ET) pada pemilu 2009 lalu, terbukti mengakomodasi perempuan menjadi calon legislatif.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.