NU Jangan Hanya Jadi Penonton

RMOL. Pesta demokrasi 9 April dan Pilpres 9 Juli mendatang merupakan momentum tepat untuk melakukan perubahan bagi bangsa Indonesia, utamanya bagi umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk terbesar di Indonesia. Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama harus terlibat aktif dalam agenda lima tahunan tersebut.
Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar

Luangkan 5 Menit, Demi 5 Tahun Mendatang

Lima menit untuk lima tahun yang paling menentukan. Lima menit adalah waktu yang cukup digunakan untuk nyoblos pada pemilihan umum (Pemilu) calon legislatif (Caleg) pada April mendatang. Lima menit juga adalah waktu yang perlu dihabiskan untuk nyoblos pada Pemilu presiden Juni yang akan datang.
Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar

9 Alasan Mengapa Warga NU Harus Pilih PKB

Yogyakarta – Di hadapan para ulama dan nahdliyin, Ketua DPC PKB Bantul Drs Abdul Halim mengutarakan sembilan alasan mengapa warga NU wajib memilih Partai Kebangkitan Bangsa.
Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Ketika Politik Jadi Terkutuk

Oleh: Darmawan Sepriyossa

“La’natullah ‘alas siyasah,” sabda Nabi Muhammad SAW, suatu ketika. “Laknat Allah kepada politik.”

Mengapa Nabi bersabda seperti itu, sementara dari lisan beliau sendiri sebagaimana riwayat Abu Said al-Khudri, pernah keluar perkataan lain yang seolah bertolak belakang? “Barang siapa di antara kamu melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubah dengan tangannya, sekiranya tidak mampu maka dengan lidahnya, sekiranya tidak mampu lagi maka dengan hatinya. Cara demikian (dengan hati) itu adalah selemah-lemahnya iman.”
Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

Ibu dan Pemberantasan Korupsi

Kasus korupsi yang melibatkan perempuan sebagai pelaku memunculkan pandangan negatif di kalangan masyarakat. Peran perempuan di keluarga diyakini akan pincang dan menularkan prilaku rasuah kepada anak.
Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

Fenomena Jokowi dan Pemilu 2014

Hampir semua hasil survey tentang calon presiden mendatang yang paling populer di mata masyarakat adalah Joko Widodo atau yang lebih populer disapa Jokowi. Fenomena ini sungguh sangat menarik sekali karena Jokowi yang baru setahun lebih terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta secara meyakinkan dan sekarang sudah digadang-gadang oleh rakyat untuk menjadi calon presiden, padahal secara penampilan sosok Jokowi sangat sederhana dan bahkan terkesan berwajah ndeso. Memang gebrakan Jokowi dalam memimpin DKI Jakarta sangat menarik simpati masyarakat. Misalnya keberhasilan beliau menangani pedagang kaki lima Tanah Abang yang menggelar dagangannya di pinggir jalan dan berhasil direlokasi ke pasar Tanah Abang Blok G sungguh mencengangkan, karena disamping bisa mengurai kemacetan lalu lintas di daerah Tanah Abang sekaligus juga bisa memberikan asa yang cukup bagus bagi para pedagang kaki lima yang direlokasi dan bahkan bisa mengurangi aksi premanisme di Tanah Abang. Keberhasilan lain adalah saat merelokasi masyarakat di pinggir waduk Ria-Rio yang sedang direvitalisasi ke pemukiman rumah susun juga sangat patut diacungi jempol. Disamping keberhasilan awal Jokowi memulai proyek MRT (Mess Rapid Transport) yang sudah hampir sepuluh tahun terbengkalai karena tidak terurus oleh pemerintahan gubernur sebelumnya. Keberhasilan lain memang sangat banyak untuk diamati dan dicermati. Keberhasilan-keberhasilan tersebut tampak apa adanya tanpa ada kesan pencitraan, yang mana selama sepuluh tahun belakangan ini politik pencitraan ala pemerintahan SBY sangat masif dilakukan. Hal ini yang membuat rakyat bosan dan bahkan muak melihatnya. Di tengah politik pencitraan yang masif dilakukan namun kenyataanya jauh panggang dari api, muncullah sosok pimimpin yang sangat sederhana dan bahkan terkesan berwajah ndeso, seorang gubernur DKI Jakarta, ibu kota Republik Indonesia. Sehingga semua gerak-geriknya akan selalu disorot dan dipantau okeh pers dan tersiar luas seantero Nusantara dan bahkan dunia. Sehingga fenomena keberhasilan Jokowi akan selalu diamati dan dinanti oleh rakyat luas. Fenomena Jokowi ini tentunya harus dijadikan tauladan oleh para politisi yang akan bersaing memperebutkan kursi DPRD/DPR/DPD saat pemilu 2014 nanti. Namun janganlah didekati secara harafiah semata, pendekatan secara substantiflah yang harus dipentingkan. Janganlah aksi blusukan dan wajah ndeso Jokowi yang ditiru namun pendekatan ke masyarakat tanpa pamrih dan ihlas sematalah yang sekiranya perlu diutamkan dan ditauldani dan ditambah tanpa politik pencitraan ala presiden SBY. Karena politik pencitraan sudah lewat masanya. Masyarakat sudah bosan dengan politik pencitraan tanpa aksi nyata. Janganlah gaya baju kotak-kotak ala Jokowi yang ditiru, namun pendekatan-pendekatan kultural dan aksi nyatalah yang dikehendaki oleh masyarakat. Cobalah tengok aksi Jokowi yang memback up penuh lurah kelurahan Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli yang konon ditolak oleh masyarakat karena alasan agama, namun dibela habis-habisan oleh Jokowi karena kerja nyata si lurah Susan sungguh menyentuh masyarakat. Dan akhirnya penolakan terhadap lurah Susan meredup dan bahkan akhirnya hilang dengan sendirinya. Tengok juga kritik yang gagal kepada Jokowi oleh politisi gaek PAN Amien Rais perihal prestasi Jokowi yang konon hanya pencitraan semata, padahal itul hanyalah politik pencitraan dari politisi PAN itu sendiri untuk meredupkan sinar terang yang menaungi Jokowi. Justru persepsi buruk yang diterima oleh pengkritik Jokowi. Fenomena Jokowi ini menjadi inspirasi bagi semua elemen anak bangsa, bahwa kalau mau mereka pun bisa melakukan hal yang sama seperti Jokowi. Di tengah besarnya kuasa uang dan pengaruh kekuatan modal dalam mengendalikan arah politik kita sekarang. Namun, segala kemungkinan bisa terjadi. Seperti telah dibuktikan Jokowi. Singkat kata, bukan hanya Jokowi, siapapun politisi dengan niat baik dan visi yang jelas dan pendekatan ke masyarakat yang ihlas bisa berhasil mendapat dukungan masyarakat di Indonesia tahun 2014 ini. Selain itu, ada sisi penting yang luput dari bahasan banyak pemerhati politik menyusul keberhasilan Jokowi memimpin DKI Jakarta. Kemunculan dan keberhasilan Jokowi ada gelagat dibaca secara keliru oleh bebebrapa media, sehingga liputan keberhasilan Jokowi memakai angle yang keliru. Bahkan ada seorang analis politik yang berkesimpulan bahwa rakyat kecewa dengan produk masa lalu sehingga menyukai sosok ala Jokowi yang ndeso. Saya kira itu tidak tepat sama sekali. Sosok Jokowi yang ndeso, karena kebetulan sosok yang asli dan apa adanya serta tidak memakai pencitraan itu, kebetulan memang berwajah ndeso. Dan muncul saat masyarakat memang mendamba sosok baru di luar pakem demokrasi kartel dan persekongkolan antar partai model sekarang. Andaikan yang muncul dalam momen ini adalah bintang film terkenal seperti Syahrul Khan yang keren ya pasti sama juga. Lalu apakah masyarakat memang mengidolakan bintang film model Syahrul Khan? Kan nggak juga dong. Lebih salah kaprah lagi, kalau di tahun politik ini, di 2014 ini, mentang mentang keberhasilan Jokowi jadi rujukan, lalu semua calon legislatif rame-rame mengkloning dirinya sebagai Jokowi. Bahkan ramai-ramai pakai baju kotak-kotak ala Jokowi dan setiap hari blusukan keluar masuk kampung. Saya kira itu langkah yang salah dalam mengartikan makna keberhasilan Jokowi ini. Jokowi berhasil, harus dimaknai bahwa semua orang selama punya niat baik, visi yang pro rakyat, dan bisa membaca kebutuhan nyata masyarakat, dan tidak ikut dalam pakem demokrasi kartel politik model sekarang ini serta ihlas bertindak maka peluang itu sebenarnya ada dan cukup besar. Karena itu, bagaimana kinerja Jokowi ke depannya nanti, sudah bukan jadi urusan masyarakat pemilihnya lagi. Komitmen Jokowi ini sebagai kekuatan pembaharuan adalah beban sekaligus momentum dia untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat Jakarta khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Hikmah kemasyhuran Jokowi bagi masyarakat adalah untuk menciptakan sosok-sosok pemimpin bangsa masa depan di luar sosok Jokowi, kiranya jauh lebih penting. Dan inilah sumbangan kultural terbesar Jokowi. Satu fakta penting yang krusial dari demokrasi kartel artai politik saat ini, yaitu kenyataan bahwa hanya 18 persen masyarakat Indonesia yang menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia yang katanya sekitar 6,3 persen tersebut. Berarti, 82 persen warga masyarakat Indonesia tidak terlayani kebutuhan sosial-ekonominya maupun kesejahteraannya. Berarti, ada yang salah dengan sistem demokrasi multi-partai yang sejatinya dikuasai oleh sebuah kartel politik yang berintikan beberapa konglomerat pengusaha kelas kakap Indonesia seperti Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Hasyim Djojohadikusumo, Fahmi Idris, Arifin Panigoro, Osman Sapta, Fadel Muhammad, dan lain sebagainya. Keberhasilan Jokowi yang berada di luar kendali skema kartel politik Partai Demokrat dan Golkar, memberi inspirasi bagi kekuatan-kekuatan yang punya visi dan jaringan kader yang jelas namun berada di luar orbit kartel politik partai, bahwa mereka bisa berpeluang asalkan punya kompetensi dan reputasi yang telah teruji oleh waktu dan rekam jejak yang terdokumentasi secara nyata, dalam bergelut dan berkiprah di masyarakat apapun peran dan fungsinya. Jadi ini bukan perkara meniru atau mengkloning Jokowi yang berwajah “ndeso” melainkan menangkap hikmah dari keberhasilan Jokowi, bahwa masyarakat mendambakan sosok pemimpin yang otentik dan apa adanya serta ihlas tanpa pamrih dengan segala kekuatan dan kelebihannya. Namun menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang berkarakter dan berjiwa kuat, melalui perjalanan waktu dan rekam jejak kegiatan dan kiprahnya di dalam masyarakat. Dan di atas itu semua, kemunculan sosok-sosok baru di luar kendali demokrasi kartel politik tersebut, diharapkan akan membawa serta sebuah gagasan baru dan konsepsi baru untuk meluruskan demokrasi kita saat ini. Sehingga demokrasi langsung/direct democracy yang menyertai kemunculan sosok-sosok pemimpin baru nanti, akan meluruskan demokrasi kita sehingga kepemimpinan baru akan jadi jembatan atau jalan raya untuk melayani dan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan mendasar 82 persen masyarakat Indonesia di bidang sosial-ekonomi dan sosial-budaya. Sekaligus menghancurkan sekat-sekat yang memisahkan komunikasi lahir-batin antara para pemegang jabatan kekuasaan dan masyarakat umum. Sent from my iPhone

,

Tinggalkan komentar

Pemberdayaan Perempuan Jadi Program Andalan

 

Bojonegoro - Pemberdayaan kaum perempuan agar ikut menjadi penopang bagi kesejahteraan keluarga bakal diusung sebagai sebuah ide oleh anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F- PKB) DPRD Tuban, Khozanah Hidayati memajukan daerah konstituennya.

Ana, panggilan Khozanah yang telah satu periode menjadi anggota DPRD Tuban, Jawa Timur ini memang dikenal getol memperjuangkan nasib kaumnya. “Sebagai warga Tuban dan Bojonegoro saya berusaha mewujudkan agar putra-putri daerah benar-benar menjadi perwakilan daerahnya,” ungkapnya, Senin (17/06/2013).

Ana pun kerap mengaplikasikan idenya dengan memfasilitasi program yang dapat menyentuh masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan di daerahnya. Mulai dari menerapkan pelatihan–pelatihan bagi kaum perempuan, sampai upaya pendampingan secara berkesinambungan.

“Yang terpenting apa yang harus dilakukan setelah tuntas pelatihan tersebut dapat dijadikan sebagai penopang kesejahteraan keluarga, seperti mengembangkan kreatifitas perempuan dengan cara menciptakan home industry,” pungkasnya.

Artikel ini dipetik dari website: www/m.pkb.or.id/

Tinggalkan komentar

Menyongsong Konfercab PCNU Tuban – Film Sang Kyai dan Peran Politik NU

sang_kyai Oleh : Khozanah Hidayati *

Sebentar lagi PCNU Tuban akan mempunyai gawe besar berupa Koferensi Cabang untuk menelorkan garis- garis besar rencana kerja lima tahun ke depan dan juga memilih pengurus baru organisasi kaum sarungan ini. Di samping itu, sekarang ini lagi ramai diperbincangkan tentang Film Sang Kyai yang disutradarai oleh Rako Prijanto yang menceritakan fakta sejarah perihal perjuangan kaum sarungan yang dikomandani oleh Hadratus Syaih KH. Hasyim Asy’ari yang notabene adalah pendiri dan fathing father NU.

Film tersebut menceritakan perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan RI di tahun 1942 – 1947 yang dimotori oleh kaum sarungan tersebut sungguh sangat bagus untuk dijadikan pembelajaran bagi anak bangsa sekarang dan di masa mendatang,khususnya generasi muda untuk memetik hibroh dan tauladan dalam memaknai  arti nasionalisme dan jihad. Hal ini karena akhir-akhir ini rasa nasionalisme sudah menurun dan bahkan semakin ditinggalkan oleh generasi bangsa. Dan juga makna jihad sudah dibajak dan disalah artikan oleh golongan-golongan yang mengaku paling benar dalam beragama.

Rasa nasionalisme dewasa ini telah digrogoti oleh budaya hedonisme yang menyeruak dan budaya populis. Sehingga rasa kebanggaan  menjadi warga bangsa telah tergadaikan oleh   budaya-budaya populis dan hedonis tersebut Sungguh sangat ironis memang. Sebut misalnya meruaknya kasus-kasus korupsi yang dilakukan justru oleh kelompok-kelompok yang mengaku paling bersih dan profesional dan bahkan di tengah masyarakat yang hidup serba  dalam kesulitan. Dan bahkan kelompok yang mengkampanyekan dirinya paling anti korupsi ternyata banyak tokoh-tokohnya yang tersandung dan tersandra kasus korupsi.
Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

Film Sang Kyai dan Politik Kaum Sarungan

Koran SINDO

Senin,  3 Juni 2013  −  09:22 WIB

marwan jakfar pkbMARWAN JAFAR

Film bertajuk Sang Kyai yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini menarik untuk kita cermati. Film kolosal ini tak hanya menjadi tontonan yang menyuguhkan fakta sejarah, namun sekaligus menjadi tuntunan bagi generasi sekarang dan masa mendatang.
Film berdurasi sekitar 2,5 jam ini mampu membawa suasana batin kita ke masa lampau. Suasana alam pedesaan yang sederhana dan tenang. Mayoritas kaum santri Nahdliyin (kaum sarungan) yang tinggal di pedesaan itu mulai terusik. Berbagai tekanan dari bangsa kolonial, baik secara sosial, politik dan ekonomi tak terbendung lagi.
Potret dunia kelam di bawah hegemoni kolonial inilah yang menumbuhkan kesadaran ideologis dalam diri Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari sebagai representasi kaum muda dan kaum sarungan melawan segala bentuk kolonialisme. Semangat ideologi kebangsaan ini juga yang membangkitkan sikap perlawanan vis a vis kaum sarungan terhadap bangsa penjajah.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar

Khozanah Hidayati anggota FPKB DPRD Tuban – Perempuan Harus Berdaya Saing

khozanah hidayatiMinggu, 09 Juni 2013 14:00:29

Reporter: Hazhu Muthoharoh

blokBojonegoro.com – Sampai saat ini, keberadaan perempuan masih belum banyak yang bisa ikut menjadi penopang bagi kesejahteraan keluarga. Salah satunya karena faktor Sumber Daya Manusia(SDM) yang perlu ditingkatkan lagi.
Selain karena SDM, perhatian pemerintah yang kurang terkait pemberdayaan perempuan juga turut mempengaruhinya. Karena alasan tersebut, maka Khozanah Hidayati, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Tuban ingin turut serta memperjuangkan nasib kaumnya. Dengan menjadi wakil rakyat, maka perjuangan kaum perempuan lebih ditingkatkan.
Bahkan ia yang sudah satu periode menjadi anggota legislatif kabupaten ingin meneruskan perjuangan ke jenjang lebih tinggi, dengan mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PKB untuk DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Bojonegoro-Tuban.

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar

Mbak Ana FPKB DPRD Tuban Hibah Buku

image_28_mbak-ana-beritaSabtu, 25 Mei 2013 16:30:55

Reporter: Hazhu Muthoharoh

blokBojonegoro.com – Hibah Sejuta Buku (HSB) dalam rangkaian ulang tahun blokBojonegoro Media ke 2 masih dibuka lebar. Bahkan, kali ini anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Tuban, Khozanah Hidayati jauh-jauh datang ke kantor redaksi di Jalan Lisman Gg Baru V Kota Bojonegoro.

Didampingi suami, Mbak Ana, panggilan akrabnya menyerahkan sekitar 120 eksemplar buku berbagai judul, Sabtu (25/5/2013). Buku tersebut dihibahkan untuk pembaca dan masyarakat yang ada di Kabupaten Bojonegoro. “Ini awal, insya Allah jika nanti ada kesempatan masih ada lagi,” kata Mbak Ana sambil tersenyum.

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar

Hasyim Muzadi Ingin Saksikan PKB dan NU Berjaya

BERITA UTAMA13 April 2013
Hasyim Muzadi Ingin Saksikan PKB dan NU Berjaya

MAGELANG - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi ingin me­nyak­sikan politik Nahdlatul Ula­ma jaya. Dia mengajak se­mua kader NU bersatu karena telah memiliki alat politik, yaitu PKB.

”Memang ada PPP, tapi partai lain cuma menanam saham, se­dangkan PKB resmi milik NU. Saat usia 70 tahun, saya ingin melihat kejayaan NU dan alat politiknya,” kata Ha­syim saat silaturahmi dengan kiai di Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Rabu (10/4) malam.

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

Bersyukurlah

” Orang yang tak mau bersyukur itu berarti kufur & sombong. Sombong itu selendangya stan.”

Tinggalkan komentar

Siapkah Kita?

Kalau nanti kita menghadap Allah SWT, lalu Allah bertanya kepada kita : “apa yang membuat Aku pantas memasukkan kamu ke dalam Sorgaku?”

Apa kira2 jawaban kita?

Mari kita renungkan pertanyaan tersebut di atas.

Tinggalkan komentar

Bergurulah Kepada Nelayan Jepang

Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meskipun demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.
Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib..!!
Hiu kecil tersebut “memaksa” salmon-salmon itu terus bergerak agar Jangan, sampai dimangsa..
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!!

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Badai Cinta di Musim Semi (Bagian 2)

Karya Najib Kailani

Penerjemah : Setyono MP *

            Manal menoleh ke arah orang itu. Kulitnya kuning.Perutnya buncit. Pakai jubah jelek. Lalu, gadis itu kembali sedih. Ia merasa lembaran hidup barunya penuh keterasingan, kepiluan dan kepedihan.

            Pagi-pagi Abdul Mukti bangun.Duduk sendiri di ruang bercahaya redup.Duduk termenung di samping tembok.Bersandar bantal lusuh.Tampak selimutnya yang kumal bercampur beberapa potong pakaiannya.Abdul Mukti punya lima saudara yang semuannya petani.Saudaranya. punya banyak anak.Tinggal di sebuah rumah sempit.

            Abdul Mukti terus merenung.Sarapan berupa segelas susu segar, sepotong keju dan roti kering tak disentuhnya.Ia hanya mengambil sebatang rokok dari kotak kaleng berkarat. Pagi itu ia tak berselera makan. Otaknya penuh kertas dan pena. Kedua benda itu merupakan bagian besar dari hidupnya. Ia tak jadi petani seperti ayah dan saudaranya.Sejak kecil sudah hafal al-Qur’an. Pandai membaca dan menulis. Menguasai beberapa kitab fikih klasik..Suka baca koran dan majalah. Di kalangan petani, ia termasuk orang yang disegani..Ia yang menuliskan surat-surat untuk mereka dengan gaya bahasa yang anggun. Menerangkan pada mereka soal undang-undang dari Departemen Pertanian, aturan-aturan dalam
Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Do’a Untuk Suamiku (2/2)

Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang menjadi bagian dari hidupku.

Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat kekasih-Mu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

4 Komentar

Pidato Kunjungan Habibie ke Garuda Indonesia

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE
Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Do’a Untuk Suamiku (1 / 2)

Ya Allah….

Jadikanlah ia

Orang terakhir dalam hidupku

Ya Allah. ..

Tiadalah kupintakan sosok yang sempurna,

Kupintakan ia menerimaku apa adanya,

Menerima segala kekuranganku,

Yang menjadikan ia sempurna dengan cintaku,

Yang menjadikan aku sempurna dengan cintanya,

Yang menjadi sayap kehidupanku,

Ya Allah…jadikanlah ia…

Orang terakhir dalam hidupku,

Orang terakhir dalam hatiku,

Orang terakhir yang mengisi hari-hariku,

Jadikan pulalah ia…

Imam terakhir tuk aku dan anak-anak kami,

Panutan bagi kami keluarga kecilnya

Suami yang menjadi teman dan sahabat terbaikku,

Yang menguatkanku saat diri ini lemah,

Jadikanlah senyumku penawar kelelahannya,

Jadikanlah tawaku pelepas dahaganya,

Jadikanlah hidup kami sempurna dihadapanMu,

Yang bersamanya bergenggaman tangan berjalan bersama menyusuri tangga menujuMu,

Ya Allah…jagalah hati kami,

Memegang kesucian cinta, kasih sayang dan kesetiaan kami…

آمِيّنْ ​​أميــــن يــارب العـالــمين

Posted with WordPress for BlackBerry.

,

Tinggalkan komentar

Menyoal Kenaikan Anggaran DPR

Sangat tak pantas Dewan Perwakilan Rakyat menikmati kenaikan anggaran kegiatan hingga hampir dua kali lipat pada tahun ini. Anggaran yang besar bisa jadi hanya akan dihambur-hamburkan, lantaran kinerja mereka selama ini begitu buruk. Target Program Legislasi Nasional jauh dari tercapai, fungsi pengawasan tak berjalan optimal, dan sudah bukan rahasia lagi bahwa para politikus Senayan ini berlumur korupsi.

Anggaran kegiatan Dewan dan kesekretariatan jenderal itu naik dari Rp 1,75 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 2,9 triliun pada tahun ini. Sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang, mencapai Rp 1,64 triliun. Lalu belanja pegawai Rp 446 miliar. Sisanya untuk belanja modal, anggaran sekretariat jenderal, dan alat kelengkapan Dewan. Dana untuk alat kelengkapan Dewan, misalnya, naik 30 persen menjadi Rp 224 miliar.
Dewan semestinya tak menyalahgunakan wewenang budgeting untuk mempergemuk anggaran mereka sendiri. Apalagi politikus Senayan selama ini kurang produktif dan cenderung menghamburkan anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri. Sebagian di antara mereka juga terperosok dalam praktek permainan proyek.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Kemuliaan Ahlul Bait

Hatiku merana
Jiwaku gelisah
Kuenakkan tidur
namun anehnya aku tak bisa pejamkan mata
Siapakah kiranya yang dapat mengantarkan suratku buat Al-Husain
Walau banyak jiwa- jiwa yang membenci risalah itu
Sayyid Husain dipenggal tanpa berbuat salah
Seolah bajunya dicelup dengan pewarna merah
Pedang yang menghunus adalah bencana
Tombak yang membunuh adalah ratapan
Ringkik kuda adalah tangisan
Bumi bergoncang karena keluarga Muhammad
Hampir saja gunung meletus karenanya
Bintang surut dan mengkerut
Tirai terkoyak,
saku terobek
Nabi dari keluarga Hasyim yang diutus dishalawati
Tetapi para keturunannya diperangi!!!
Kontradiksi yang sungguh mengherankan
Sungguh jika mencintai keluarga nabi adalah dosa
Maka itulah dosa yang tak akan kutaubati
Ahlul bait adalah para penolongku di hari kiamat nanti
Hari ketika semua bencana terlihat nyata
(Imam Syafi’i)

Posted with WordPress for BlackBerry.

, , ,

3 Komentar

Yang Muda, Yang Luar Biasa (Korupsinya)

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota Fraksi PKB DPRD Tuban)

Mengerikan! Berita akhir-akhir ini perihal rekening gendut puluhan PNS (Pegawai Negeri Sipil) muda sungguh mengerikan. Para aparat negara walau masih muda saja sudah berjaya dalam melahap harta negara puluhan dan bahkan ratusan milyar rupiah, apalagi kalau sudah tua nanti saat mereka ini memegang tongkat estafet kepemimpinan di jajaran birokrasi.

Cobalah tengok Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat yang juga mantan anggota Badan Anggaran DPR-RI, masih berusia muda sekitar 33 tahun namun sudah mampu menggarong uang negara ratusan milyar rupiah. Kisahnya ini mampu menggegerkan jagad perpolitikan negeri ini berbulan-bulan, karena kelihaiannya menyeret-nyeret dan membawa para petinggi partai penguasa negeri ini. Dan bahkan dia sempat berhasil melarikan diri keluar negeri dan mengumbar kebobrokan sistem birokrasi negeri ini dari luar negeri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang memang sedang digandrungi para kawula muda negeri ini.

Disamping itu, beberapa bulan  sebelumnya kita juga disuguhi “kehebatan” seorang anak muda yang baru berusia awal 30-an juga, yang cukup cerdik menggangsir uang negara dari sektor perpajakan, yakni Gayus Tambunan. Yang dengan lihainya berhasil mengumpulkan dan memupuk pundi-pundi kekayaanya sampai ratusan milyar rupiah.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

5 Komentar

Kisah Inspiratif : Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi

by Dadang Kadarusman

“Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi TUHAn, pasti memuaskan..”

Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain.

Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?

Adasebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu.

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Kisah Inspiratif : Kasih Sayang Suami – Istri

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

20 Komentar

Tambang Batu Bara di Tuban, Manfaat atau Mudarat?

Oleh : Khozanah Hidayati (Anggota FPKB DPRD Tuban)

Kabar ditemukannya kandungan batu bara di Bumi Ronggolawe yang diwartakan oleh beberapa koran akhir-akhir ini semakin memberikan gambaran bahwa di dalam bumi para wali ini terkandung limpahan kekayaan alam berupa sumber energi tak terbarukan. Di samping minyak bumi yang sedang diekpoitasi oleh JOB Pertamina – Petrochina East Java (JOB PPEJ) dan Pertamina sendiri, juga potensi kandungan gas alam yang belum diekplotasi.

Kalau memang benar kandungan batubara tersebut besar dan layak untuk dieksploitasi, apakah pertambangan batu bara tersebut akan bisa membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Tuban? atau justru nantinya akan membawa dampak yang yang menyangsarakan masyarakat Tuban baik saat eksplorasi, eksploitasi maupun paska penambangan di kemudian hari?

Mengingat kebanyakan tambang batu bara di Indonesia adalah dilakukan dengan cara penggalian secara terbuka (open pit minning), cara ini akan dapat mengubah secara total baik iklim maupun tanah. Hal ini akibat seluruh lapisan tanah di atas deposit bahan tambang disingkirkan. Hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu . Dan pada akhirnya akan terbentuk kubangan-kubangan raksasa paska habisnya deposit batu bara.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , ,

4 Komentar

12 Kata “Jangan Menunggu” Yang Perlu Dihindari

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU

Oleh : Khozanah Hidayati

Peristiwa yang kemudian kita peringati sebagai hari pahlawan, yakni tanggal 10 November 1945 atau tepatnya 66 tahun yang lalu, jarang orang mengetahui bahwa peristiwa pertempuran yang sangat dahsyat nan heroik tersebut sebenarnya dipicu atau diinsipirasi oleh suatu resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’arie, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, yang sekaligus sebagai Ketua Umum NU saat itu.

Mbah Hasyim atas pertanyaan Presiden Soekarno perihal hukum membela tanah air sehubungan dengan akan datangnya enam ribu tentara Inggris di bawah komando Brigadir Jenderal Mallaby, Panglima Brigade ke-49 (India) yang akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dan bahkan penjajah Belanda dengan tentara NICA-nya (Netherlands Indies Civil Administration) yang sudah terusir pun ikut membonceng tentara Sekutu tersebut.

Hukum membela tanah air yang dipertanyakan Soekarno tersebut tentunya bukan membela Allah ataupun membela Islam. Sekali lagi, membela tanah air! Mbah Hasyim kemudian memerintahkan KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan kiai lain untuk mengumpulkan kiai se-Jawa dan Madura. Para kiai dari Jawa dan Madura itu lantas rapat di Kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO), Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, dipimpin Kiai Wahab Chasbullah pada 22 Oktober 1945. Pada 23 Oktober 1945, KH Hasyim Asya’rie atas nama Pengurus Besar NU mendeklarasikan seruan jihad fi sabilillah, yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad. Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Komentar

BADAI CINTA DI MUSIM SEMI (Satu)

ARRABIUL ASHIF

Karya :  Najib Kailani

Diterjemahkan Oleh :  Setyono MP *

Kereta melintasi areal pertanian yang membentang antara Kampung Sanbat dan Syarsabah. Dalam kalbunya terpendam gumpalan amarah, kepedihan dan kesedihan. Bayangan kota Kairo yang indah dan anggun di mana ada secercah sinar kehidupan, teman-teman, penduduk, kenangan-kenangan indah dan bayangan kampung yang penuh kedamaian, keteduhan dan kerukunan menjejali pikirannya.

“ Kapan sampai ke Syarsabah?, “ tanya Manal cemas pada Pak Kusir

“ Sebentar lagi. Sekarang kita berada di Kampung Husain, setelah itu Kampung Sahmiyah, dan di sebelahnya terletak Kampung syarsabah. Sebuah kampung besar. Berpenduduk sekitar 15.000 jiwa.”

Ini saat pertama Manal pergi ke pedesaan. Sebelumnya ia tinggal di Kairo, di Kampung Sayyidah Zainab. Menempuh pendidikan MI dan SMP di sana. Lantas melanjutkan sekolah di Akademi Keperawatan. Setelah lulus ia bekerja di sebuah Rumah sakit.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Belajar Sukseklah dari Steve Jobs !

Kematian Sang Maestro “Apple” Steve Jobs, sungguh mendunia dan marak  dibicarakan di mana-mana. Baik media massa offline dan media online sangat gencar memberitakan sosok legendaris tersebut.

Kematian Steve Jobs yang menyedot perhatian dunia beberapa waktu lalu membuat penulis penasaran ingin tahu riwayat hidupnya. Banyak orang mengelu-elukannya dan menyebutnya sebagai seorang penemu, businessman, dan inspirator dunia modern. Produk-produk yg dihasilkan atas rancangan Steve Jobs adalah iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dan lain sebagainya.

Setelah penulis telurusi biografi singkatnya dari beberapa media offline maupun media online, ternyata ada tiga faktor penentu kesuksesan Steve Jobs. Ketiga faktor penentu tersebut adalah : memanfaatkan perasaan terbuang, perasaan kehilangan, dan selalu ingat mati.

 

Faktor Pertama :  Perasaan terbuang.
Steve Jobs lahir dari rahim mahasiswi muda yang hamil di luar nikah dengan seorang lelaki yg tidak tamat SMA.  Kelahirannya tidak dikehendaki,  sehingga Ibu kandungnya berniat akan memberikan sang anak kepada seorang pengacara dan istrinya. Singkat kata Steve Jobs kecil diadopsi hingga pada umur 17 tahun beliau dikuliahkan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , ,

3 Komentar

Tragedi Libya, Pelajaran Berharga Bagi Kita

Oleh Sri Endang Susetiawat

Tragis! Sangat tragis! Akhir dari perjalanan hidup Khadafi yang sangat tragis! Terus diburu oleh rakyatnya sendiri, saat ketemu langsung ditembak, ditangkap, lalu dipukuli rame-rame, diinjak-injak, kemudian rambutnya ditarik, diseret-seret dengan menggunakan mobil, hingga menemui ajalnya. Anak-anaknya, dan para pengawal setianya pun mengalami nasib tragis yang nyaris serupa.

Wow..! Luar biasa…. kejam, dan –maaf- tidak beradab! Meskipun, kita tahu bahwa selama empat dekade Khadafi berkuasa sebagai diktator telah banyak melakukan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan pada rakyatnya sendiri yang dianggap sebagai lawan politiknya. Singkatnya, nasib tragis kematian Khadafi dianggap sebagai karma yang sepadan atas perbuatannya sendiri.

Benarkah demikian? Entahlah, nalar dan nurani ini tetap saja tidak bisa membenarkan aksi-aksi biadab seperti itu. Amat mungkin, karena kita telah berada di suatu zaman modern, dimana cara-cara penyelesaian konflik tidak lagi berpatokan pada era zaman dahulu. Kekuasaan harus direbut melalui cara-cara kekerasan, pertumpahan darah dan bumi hangus atas mereka yang dianggap musuh.

Tentu saja, masyarakat Indonesia pernah mengalami masa-masa seperti itu. Ambillah contoh, pada masa-masa zaman Kerajaan dahulu, dimana perebutan tahta kerajaan harus melalui aksi peperangan hingga tetes darah penghabisan. Selanjutnya, pertengahan tahun 60-an, adalah proses peralihan kekuasaan dari Orla ke Orba yang cukup membawa korban di masa Indonesia modern, pada masa seperempat tahun Indonesia merdeka. Meski terbatas, jelang kejatuhan penguasa Orde Baru pun sempat diwarnai oleh jatuhnya korban di kalangan rakyat.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , ,

Tinggalkan komentar

Menangis Haru di Depan Ka’bah

Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata (bagian ke-2)

Oleh : Ahmad Mustofa (Jamaah Haji 2009)

Pada bagian pertama sudah diceritakan pengalamanku saat ziarah ke masjid Nabi dan sholat tahajud di taman syurga Roudhah yang penuh dengan linangan air mata haru. Pada kesempatan kedua ini akan diceritakan perihal pengalamanku saat pertama kali melihat ka’bah dan melakukan thawaf mengelilinginya, yakni saat musim haji tahun 2009.

Pada tahun 2009 tersebut kebetulan aku tergabung dalam kloter ke-6 embarkasi Juanda Surabaya. Setelah tinggal sembilan hari di kota Madinah untuk mengikuti ibadah sholat arba’in, maka rombonganku melanjutkan perjalanan menuju kota Makkah Al Mukaromah.

Sebelum berangkat menuju kota Makkah kami beserta rombongan sudah mengenakan pakaian ihrom dan kami mengambil miqot di Masjid Bir Ali. Sepanjang perjalanan bibirku tiada henti melantunkan kalimat talbiyah secara bersamaan dengan rombangan dalam bus. Hawa panas dari gurun pasir di siang hari yang tidak mampu diusir dengan sempurna oleh AC dari bus tidak begitu kami hiraukan.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan komentar

Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata

Oleh : Ahmad Mustofa

Terlalu sering aku berpergian ke luar kota untuk menginap beberapa hari, karena kebetulan pekerjaan saya adalah di luar pulau dengan sistem kerja bergilir 2 minggu kerja dan 2 minggu libur,  namun untuk kepergianku kali ini terasa lain. Aku dan istri akan pergi  ke Tanah Suci untuk menyempurnakan keislamanku. Semalam sebelum berangkat hatiku terasa lain gundah gulana, ada rasa khawatir, ada rasa senang bercampur menjadi satu. Demikian juga hati istriku, hal ini kubaca dari cara tidur istriku yang kelihatannya tidak bisa tidur nyenyak. Hatiku gundah memikirkan keempat anakku yang akan kutinggal pergi selama 42 hari, ada rasa khawatir kalau-kalau aku tidak kembali lagi karena sesuatu hal dan ada rasa senang karena akan bisa berziarah di rumah Allah yang setiap saat ada di hatiku  dan juga akan berziarah ke makam Rosulullah, orang yang menjadi idola dan panutanku semenjak aku kecil.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

1 Komentar

Satu lagi, Menyoal Ketidakadilan DBH Migas

Oleh : Khozanah Hidayati  & Ahmad Mustofa

Ekspolitasi minyak Lapangan Sukowati di kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) sudah mengahasilkan minyak sampai 40 ribu barel perhari (bph), ini berarti Bojonegoro sudah menikmati Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari lapangan ini yang cukup lumayan.

Sementara kabupaten Tuban hanya mendapatkan DBH dari lapangan ini sebesar seper tiga puluh delapan-nya dari bagian Bojonegoro, sama dengan yang di dapat kabupaten Banyuwangi yang terletak jauh dari lapangan Sukowati dan yang tidak akan terkena dampak sama sekali terhadap operasi JOB PPEJ di lapangan Sukowati ini. Padahal minyak mentah dari sumur-sumur lapangan tersebut yang banyak mengandung gas beracun mematikan H2S dengan kadar cukup tinggi di atas 20.000 ppm yang di dialirkan melalui pipa yang melewati beberapa desa di kabupaten Tuban untuk diproses untuk menjadi minyak mentah siap ekspor yang dilakukan di lapangan Mudi yang berada di kabupaten Tuban. Dan minyak mentah tersebut dieksporpun dari FSO (Floating Storage Off-loading) yang berada di lepas pantai Tuban. Sungguh suatu ironi bukan?

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

Blok Cepu dan Lokomotif Ekonomi daerah

Oleh : Khozanah Hidayati dan Ahmad Mustofa

Tiga tahun kedepan Bumi Bojonegoro dengan Blok Cepunya akan menghasilkan minyak sampai 165 ribu barel perhari (bph). Ini sama artinya setiap hari dari Bumi Bojonegoro akan menghasilkan minyak senilai Rp 132 milyar perhari dengan asumsi harga minyak US $100/barel dan nilai tukar rupiah terhadap US dolar adalah Rp 8000.

Rp 132 milyar rupiah perhari atau Rp 47,5 trilyun pertahun sungguh suatu jumlah omset yang luar biasa besarnya untuk suatu daerah kabupaten seperti Bojonegoro. Belum lagi hasil minyak dari Lapangan Sukowati yang dikelola oleh JOB PPEJ (JOB Pertamina Petrochina East Java) yang sekarang produksinya mencapai sekitar 40 ribu bph.

Namun apakah limpahan dana minyak tersebut akan bisa dinikmati masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya secara maksimal. Apakah keberadaan dana trilyunan rupiah tersebut akan bisa mempunyai efek ekonomi yang yang signifikan bagi Bojonegoro dan derah sekitarnya? Apakah mereka tidak hanya akan jadi penonton saja? Mengingat dari skema Dana Bagi Hasil (DBH) Migas berdasarkan PP no. 55 Tahun 2004 bahwa Kabupaten Bojonegoro hanya akan menerima sebesar 6,2% dari bagi hasil migas yang diterima pemerintah. Bagi hasil yang diterima pemerintah sendiri adalah sebesar 85% dari hasil produksi setelah dikurangi dengan semua biaya yang dikeluarkan oleh pihak operator baik itu biaya pengembangan (capital expenditure) maupun biaya operasi (operational expenditure) serta semua biaya pajak yang timbul.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , , , , , , ,

3 Komentar

Belajarlah dari Jokowi

Oleh : Khozanah Hidayati

Jokowi adalah nama panggilan untuk Joko Widodo, Wali Kota Surakarta yang saat ini menjabat untuk periode kedua. Namanya mendunia, diperbincangkan dan menginspirasi banyak orang karena prestasi-prestasi yang diraih Kota Surakarta semenjak kepemimpinanya.

 Beliau berhasil membina pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang pasar tradisional. Dan juga berhasil menjadikan kota Solo sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia atau World Heritage Cities Conference (WHCC). Serta mampu menjadikan Kota Solo sebagai kota paling bersih dari korupsi nomor 3 di Indonesia, dibawah Kota Denpasar dan Tegal versi Transparency International Indonesia.

Disamping itu, sistem pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik lainnya mampu diperbaikinya sehingga Kota Surakarta mampu melayani warganya dengan tingkat kepuasaan yang patut diacungi jempol.

Sederet prestasi tersebut tentunya patut dijadikan referensi dan pembanding untuk perbaikan dalam membangun Kabupaten Tuban ke depan. Mengingat kondisi Kabupaten Tuban sekarang ini dari hampir semua aspek masih jauh dari memuaskan dan bahkan beberapa item masih di bawah rerata Jawa Timur maupun nasional.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

7 Komentar

DPRD Tuban Deadline Bupati Selesaikan Kejanggalan APBD 2001-2010

DPRD Tuban memberikan waktu 60 hari kepada Bupati Fathul Huda untuk menyelesaikan sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama kepemimpinan Bupati Haeny.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap APBD 2010 serta data kerugian  sebelumnya menyebutkan, adanya perbedaan pajak penerangan jalan (PPJ) antara Pemkab Tuban dan PLN. Selain itu adanya penerimaan sumbangan pihak ketiga RSUD Koesma sebesar Rp 612.932.588 dan pengelolaan dana Jamkesmas sebesar Rp. 500.000.000 tidak sesuai ketentuan.

Disisi lain, Empat pekerjaan jalan dan gedung tidak sesuai dengan spesifikasi sebesar Rp. 100.217.398,67,- Kemahalan harga pengadaan peralatan dan mesin pada Sekretariat DPRD sebesar Rp. 75.442.000,- Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan fisik dan tiga SKPD belum dikenakan denda senilai Rp. 269.812.800.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

3 Komentar

Sempat Diboikot, 11 Perda Kab. Tuban Akhirnya Disahkan

TUBAN  – Aksi boikot anggota DPRD Kabupaten Tuban membuat rapat Paripurna pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) diskors selama 1 jam. Dari 50 anggota dewan, hanya 28 orang mengikuti jalanya rapat. Sedangkan, anggota lainya memilih berada diluar rung rapat dan berada di lantai bawah.

Informasi yang diperoleh, aksi boikot rapat paripurna tersebut terjadi Selasa (5/7/2011), saat rapat dengan agenda kesimpulan badan dan legislasi, pandangan akhir fraksi serta penetapan dan persetujuan 11 Raperda. Tanpa alasan jelas, wakil rakyat dari empat fraksi, PDI Perjuangan, PKNU, PKS dan Golkar memilih tidak mengikuti jalanya sidang paripurna yang dihadiri Bupati Tuban, H.Fathul Huda dan Wakil Bupati H. Noor Nahar Hussein serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Baca entri selengkapnya »

, ,

Tinggalkan komentar

Quo VAdis PKL Tuban?

Oleh : Khozanah Hidayati

Maraknya PKL yang menggelar dagangannya di alon-alon kota Tuban belakangan ini banyak menuai kontroversi di tengah masyarakat Tuban. Di satu sisi para PKL melakukan itu semua demi mendapatkan dagangannya laku, karena lokasi alon-alon merupakan tempat yang sangat strategis dan tempat pusat keramaian kota Tuban utamanya Malam Minggu. Namun di sisi lain (menurut sebagian masyarakat juga sebagian fraksi-fraksi di DPRD Tuban) hal ini akan mengganggu ketertiban dan kebersihan kota tercinta, serta tidak mengindahkan adanya Peraturan Daerah No. 14 tahun 2002.

Keberanian PKL sendiri menggelar dagangannya di alon-alon didasaran pada kontrak politik mereka dengan pasangan HUDANOOR yang memenangkan pemilukada 2011 lalu. Pada kontrak politik tersebut  para PKL akan diberikan ijin untuk berdagang di seputaran alon-alon. Sehingga semenjak pasangan HUDANOOR memenangkan pemilukada Maret 2011 lalu hingga hari ini  para PKL selalu memadati alon-alon utamanya saat malam Minggu. Dan rupanya alon-alon Tuban selalu membawa keberkahan tersendiri dengan laris manisnya dagangan mereka.

Baca entri selengkapnya »

, , , , ,

Tinggalkan komentar

Urgensi Standarisasi Kelayakan Perahu Tambang Bengawan Solo

Oleh : Ahmad Mustofa

Kecelakaan perahu tambang di Bengawan Solo yang merenggut nyawa, kembali terjadi. Belum kering tanah makam para korban kecelakaan perahu tambang di Bojonegoro awal Mei 2011 lalu yang merenggut nyawa delapan penumpangnya dan satu orang masih dinyatakan hilang hingga sekarang. Kini (27 Juni 2011) terjadi kecelakaan serupa di Kanor Bojonegoro – Kanorejo Rengel Tuban dengan korban jiwa sepuluh orang meninggal. Apakah kecelakaan demi kecelakaan perahu seperti tersebut akan dibiarkan terus terjadi? Atau apakah kita tidak berusaha meminimalkan terjadinya kecelakan perahu tambang semacam itu? Atau apakah kita tidak mampu mengambil hikmah di balik musibah tersebut?

Perahu tambang adalah merupakan sarana transportasi yang sangat dibutuhkan oleh para penduduk yang bermukim di sepanjang aliran Bengawan Solo, yang digunakan untuk menyeberangan penduduk (dan biasanya juga termasuk sepeda motor dan sepeda angin plus barang daganganya) menuju seberang Bengawan Solo. Hal ini dilakukan karena minimnya sarana jembatan yang bisa dilewati atau karena bertujuan memperpendek jarak tempuh.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

Bupati Baru, Paradigma Baru

Menyongsong Pelantikan Bupati Tuban 2011 – 2016

Oleh : Khozanah Hidayati

Anggota FPKB DPRD Tuban

Sebentar lagi warga Kabupaten Tuban akan mempunyai Bupati dan Wakil Bupati baru, yakni H. Fathul Huda dan Noor Nahar Husein menggantikan Heany Relawatie dan Lilik Suhardjono untuk periode 2011 – 2016.

Seperti diketahui bersama bahwa calon bupati/wakil bupati baru tersebut mempunyai moto yang sangat bagus yakni Maju untuk Melayani Rakyat. Suatu moto yang sangat kontras dengan kondisi kabupaten Tuban selama ini. Yakni kondisi pelayanan publik yang sangat tertinggal dari kabupaten tetangga dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Untuk menggapai kesuksesan yang ditawarkan oleh bupati baru tersebut, tentunya semua stake holder Kabupaten Tuban perlu berbenah dan memperbaiki diri dan bahkan perlu merubah paradigmanya sehingga mindset dan budaya kerja yang baru nanti bisa menunjang keberhasialan pelaksanaan visi dan misi serta program kerja yang diusung sang bupati baru. Karena tanpa adanya perubahan paradigma kiranya akan sulit visi dan misi sang bupati baru bisa tercapai.

Baca entri selengkapnya »

, , , , , , ,

4 Komentar

Ini Air Untuk Insinyur

Kisah Nyata. “Air ini hanya khusus untuk insinyur” Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kerin. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

, ,

1 Komentar

Identitas Lokal

Siapa yang menentukan bahwa sesuatu berskala lokal atau global itu? Ini kategorisasi objektif, apa adanya, tanpa muatan kepentingan politik, bisnis dan lain-lain?

Tunggu.Dalam perkara ini,saya tak terlalu percaya pada apa yang disebut ‘motif baik’. Larangan etis agar kita tak berprasangka buruk pada pihak lain, bagi saya juga tidak relevan. Kita justru harus berprasangka buruk di tengah permainan dunia yang juga buruk ini. ‘Sangka baik’,‘khusnudhon’, malah menjadi naif sekali.Kategori ‘lokal’ dan ‘global’ itu jelas lebih merupakan sebuah tipu daya licik.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Said Agil: Kanal Politik NU Adalah PKB

Pasuruan : Selain dihadiri oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjennya Imam Nahrawi, pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan periode 2010-2015 di Ponpes Is’adul Ummah di Desa Susukan, Kecamatan Pohjentrek Sabtu (4/2011), juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj.

Dalam pidatonya, KH Said Agil Siradj dihadapan para kader PKB dan warga Nahdliyin menegaskan, jika kanal politik Nahdlatul Ulama (NU) adalah PKB. Sebab menurutnya, PKB adalah merupakan satu-satunya partai yang terlahir dari rahim NU, tidak seperti partai berazaskan Islam lainnya.

“Lupakanlah masa lalu yang kelam dan jadikan pelajaran untuk masa depan. NU dan PKB harus bersatu, karena PKB adalah milik warga Nahdliyin” jelas KH Said Agil Siradj, Ketua Ketua Umum PBNU dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan yang baru.

Said pun menuturkan, jika bukan warga Nahdliyin, lantas siapa yang kemudian akan menjadi pendukung setia partai yang didirikan oleh para ulama tersebut. Tak hanya itu, karena PKB adalah merupakan alat perjuangan warga Nahdliyin untuk memperjuangkan ajaran ahlus sunnah wal jamaah di negeri ini.

Selain berbicara soal politik, Said juga sempat menyinggung mengenai berbagai aliran sesat di Indonesia yang kini terus memojokkan NU. “Dengan PKB, warga Nahdliyin akan terus mengawal ajaran yang sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah. Karena PKB adalah kanal politik NU” ujar kepada ribuan warga Nahdliyin. (Dikutip dari beritajatim.com, 6 Juni 2011).

, , ,

Tinggalkan komentar

DPRD Tuban Mulai Bahas RAPBD 2011

Setelah hampir 7 bulan tak ada tindak lanjut dan pembahasan, akhirnya DPRD Kabupaten Tuban mulai ‘menyentuh’ RAPBD 2011 yang sempat ngendon. Bahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini juga melibatkan komisi-komisi dalam pembahasannya.

“Sebelumnya, RAPBD hanya dibahas Panitia Anggaran dan Badan Anggaran,” terang Drs. Sa’dun Naim dan Teguh Prabowo, dua Wakil Ketua DPRD Tuban saat dikonfirmasi jurnalberita.com (12/5).

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

DPRD Tuban Tolak Anggaran PBT Rp 5,2 M

DPRD Tuban menolak anggaran sebesar Rp 5,2 miliar yang diperuntukkan pembelian kios di Pasar Baru Tuban (PBT) di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban. Sebab, pembelian kios itu bakal merugikan Pemkab Tuban dan menyalahi aturan. “Wacana kawan-kawan, anggaran untuk PBT sebesar Rp 5,2 Milliar itu harus dihilangkan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo.

Ditambahkan, keinginan Pemkab Tuban untuk membeli 176 kios yang ada di PBT itu sudah sejak 2010 lalu. Namun, dengan berbagai alasan teknis akhirnya anggaran sebesar itu tidak dicairkan. “Tapi, pada RAPBD 2011 ini anggaran itu muncul lagi. Ini yang membingungkan, sebetulnya ada apa eksekutif soal PBT itu kok begitu ngotot mengusulkan anggaran sebesar itu,” ungkap politisi yang biasa disapa Cong Ping itu.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

Kartini dan Perjuangan Anti Korupsi

Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)

Kondisi kekinian Indonesia sungguh sangat menyedihkan, dimana kasus korupsi sudah mendarah daging bahkan sudah menjadi budaya dan telah merongrong semua sendi kehidupan. Dan di tengah hiruk pikuk kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan hampir semua lapisan masyarakat ini, sungguh ironis jika perempuan Indonesia yang notabene mengemban amanah perjuangan Kartini justru seakan menjadi bunga di tengah-tengahnya.

Tengoklah kaus Nunun Nurbaiti yang dituduh sebagai otak pemberi cek pelawat kepada sejumlah anggota DPR pada kasus Mirandagate, karena dia kabarnya sakit sehingga KPK tidak mampu mendatangkanya walau para penerima cek pelawatnya telah dan sedang diadili. Juga ulah Artalita Suryani alias Ayin, sang narapidana penyuap jaksa Urip Tri Gunawan yang menyulap kamar tahananya di Rutan Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur menjadi kamar mewah bak kamar hotel bintang lima. Dan bulan lalu kita dibuat terheran-heran dengan ulah si pembobol City bank, yakni Inong Melinda Dee yang berhasil menggangsir puluhan milyar rupiah dari para nasabah kakapnya.

Baca entri selengkapnya »

, , , ,

Tinggalkan komentar

PKB Lebih Baik Islah

Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) islah. Tujuannya agar suara Nahdlatul Ulama (NU) mengarah pada satu partai. Sebab, posisi tawar PKB akan semakin berkurang jika PKB Yenny muncul dan PKB Muhaimin gagal.

“Sebaiknya partai dengan konstituen massa NU, seperti PKB, PKNU dan PPNUI bersatu. Karena, kasihan konstituen NU yang suaranya akan terpecah,” ungkap Burhanuddin kepada SP, selasa (12/4).

Menurutnya, tidak ada yang diuntungkan jika akhirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah menjadi dua, yaitu PKB Muhaimin Iskandar dan PKB Yenny Wahid.

“Baik PKB Muhaimin maupun PKB Yenny akan bertarung di kavling yang sama, yaitu massa Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga, tidak ada yang menang atau saling merugikan,” kata Burhanuddin kepada SP, Selasa (12/4).

Baca entri selengkapnya »

, ,

2 Komentar

Karjo Dipecat Sebagai Ketua DPC PDIP Tuban

Karir politik Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Tuban, Karjo, berakhir sudah. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang banteng mulut putih itu , Megawati Soekarno Putri, secara resmi telah membebas tugaskannya dari jabatan Ketua Umum DPC PDIP Kabupaten Tuban.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 074/KPTS/DPP/IV/2011, Karjo sudah tidak diperkenankan menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tuban, sejak 7 April 2011 lalu. Namun DPC baru menerima SK tersebut dari Dewan Pimpinan Derah (DPD) Jatim, beberapa hari lalu. ” Kami baru dengar kalau Karjo sudah dibebas tugaskan, tapi surat resminya baru kami terima beberapa hari lalu” kata Abu Khalifah, sekretaris DPC PDIP Tuban, Jum’at (15/4).

Baca entri selengkapnya »

,

Tinggalkan komentar

LKPJ Bupati Haeny Diseriusi oleh DPRD

Tuban; Meski rekomendasi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Bupati Tuban Haeny Relawati periode 2006-2011 tidak ada pengaruhnya, namun, kalangan wakil rakyat tetap serius menggali data terkait kepemimpina Bupati Haeny selama lima tahun tersebut.”Komisi-komisi tengah melakukan rapat kerja dengan instansi terkait membahas masalah LKPJ bupati,” terang Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo alias Go Cong Ping.

Dikatakan, pembahasan LKPJ akhir masa jabatan bupati ini harus tuntas sebelum pertengahan bulan ini, karena rekomendasi DPRD itu menjadi bagian penting dari usulan pemberhentian Bupati Haeny. Dan usulan pemberhentian itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari usulun pelantikan dan pengangkatan cabup-cawabup terpilih hasil Pemilukada 1 Maret lalu. “Saya yakin sebelum peretengahan bulan ini sudah tuntas,” tandas Ping.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

Tinggalkan komentar

Semangat “Gambaru”

Oleh : Jansen Sinamo

Kita sedang menyaksikan bangsa Jepang menghadapi bencana: gempa, tsunami, dan nuklir sekaligus.

Lewat televisi, Facebook, dan Twitter, kita tahu seluruh dunia memuji mereka karena terlihat bagaimana Pemerintah Jepang yang terus mengobarkan semangat dengan tenang dan tidak emosional, bekerja tenang dan teratur, meminta warga tetap waspada, mengimbau warga bahu-membahu menghadapi bencana, termasuk menghemat listrik dan makanan, serta meminta maaf karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik bergilir.

Baca entri selengkapnya »

, , ,

1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.