Bersyukurlah
“ Orang yang tak mau bersyukur itu berarti kufur & sombong. Sombong itu selendangya stan.”
Siapkah Kita?
Kalau nanti kita menghadap Allah SWT, lalu Allah bertanya kepada kita : “apa yang membuat Aku pantas memasukkan kamu ke dalam Sorgaku?”
Apa kira2 jawaban kita?
Mari kita renungkan pertanyaan tersebut di atas.
Bergurulah Kepada Nelayan Jepang
Ditulis khozanah di Artikel Menarik pada April 6, 2012
Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Meskipun demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut.
Bagaimana cara mereka menyiasatinya?
Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di kolam tersebut. Ajaib..!!
Hiu kecil tersebut “memaksa” salmon-salmon itu terus bergerak agar Jangan, sampai dimangsa..
Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!!
Badai Cinta di Musim Semi (Bagian 2)
Ditulis khozanah di Cerita lain-lain pada Februari 12, 2012
Penerjemah : Setyono MP *
Manal menoleh ke arah orang itu. Kulitnya kuning.Perutnya buncit. Pakai jubah jelek. Lalu, gadis itu kembali sedih. Ia merasa lembaran hidup barunya penuh keterasingan, kepiluan dan kepedihan.
Pagi-pagi Abdul Mukti bangun.Duduk sendiri di ruang bercahaya redup.Duduk termenung di samping tembok.Bersandar bantal lusuh.Tampak selimutnya yang kumal bercampur beberapa potong pakaiannya.Abdul Mukti punya lima saudara yang semuannya petani.Saudaranya. punya banyak anak.Tinggal di sebuah rumah sempit.
Abdul Mukti terus merenung.Sarapan berupa segelas susu segar, sepotong keju dan roti kering tak disentuhnya.Ia hanya mengambil sebatang rokok dari kotak kaleng berkarat. Pagi itu ia tak berselera makan. Otaknya penuh kertas dan pena. Kedua benda itu merupakan bagian besar dari hidupnya. Ia tak jadi petani seperti ayah dan saudaranya.Sejak kecil sudah hafal al-Qur’an. Pandai membaca dan menulis. Menguasai beberapa kitab fikih klasik..Suka baca koran dan majalah. Di kalangan petani, ia termasuk orang yang disegani..Ia yang menuliskan surat-surat untuk mereka dengan gaya bahasa yang anggun. Menerangkan pada mereka soal undang-undang dari Departemen Pertanian, aturan-aturan dalam koperasi, tata cara membayar pajak, harga pupuk dan dan kapas serta sesuatu yang berkaitan dengan bidang pertanian. Ia juga menjelaskan semua masalah yang terjadi di kalangan petani. Pokoknya Abdul Mukti benar-benar orang berwibawa di kampung. Ia begitu berani jika menghadapi Pak Kades, tokoh masyarakat dan petugas penarik pajak. Bila ada orang yang membuatnya susah atau mempersulit urusannya, ia tak segan-segan memaksa salah seorang dari mereka untuk menanda tangani berkas-berkas yang ia butuhkan. Pena dan kertas selalu di tangannya. Lembaga-lembaga kemanusiaan menerima semua proposal dan mewujudkan program-program kerjanya, walau kadang ia salah melaksanakan prosedurnya. Semua warga kampung masih ingat saat Abdul Mukti menjatuhkan seorang tokoh hingga ia dijebloskan dalam penjara.Di sinilah peran penting Abdul Mukti. Kata para petani langkah dan strateginya seperti rantai emas. Bila bersumpah, pasti memenuhi sumpahnya. Pertolongannya mantap walau terlambat.Dendam adalah wataknya. Ia benci mereka yang di atasnya, hingga ia sangka merekalah penyebab kemiskinannya, penyebab sakitnya…..serta setengah buta di salah satu matanya dan sedikit gangguan di perutnya..Semua warga menganggapnya orang yang bangga terhadap perjuangannya demi sebuah Rumah Sakit. Dan berdirinya Rumah Sakit di kampung punya sejarah panjang. Sejak proyek itu dimulai, selama bertahun-tahun sumbangan mengalir deras. Semua uangnya dikantongi pejabat daerah, lalu muncul berita di koran bahwa pejabat tadi menyumbang banyak dari kantong pribadinya.Ia mengangkat isu itu untuk mempromosikan dirinya menghadapi Pemilu. Zaman berputar. Janji-janji menumpuk. Penduduk kampung tak menemui harapan., hingga Abdul Mukti mengambil pena, menulis artikel, mulai melancarkan kritik di Koran hingga terjadi polemik besar di media massa., lantas terjadi revolusi. Ia berjuang hingga mimpi besar warga terwujud..Dan Rumah Sakit jadi kenyataan. Di hari pembukaan Rumah Sakit Abdul Mukti pakai jubah wol dan kopiah berwarna putih susu. Tasbih coklat di tangannya.Tongkat tergantung di lengannya.Ia berdiri di pesta peresmian Rumah Sakit itu.Membaca puisi panjang karya Ibnu Syaddad dan Abu Zaid al-Hilasi.
Kalian memuliakan kami…..Cinta halaman rumah kami
Syarsabah meraih prestasi
Orang-orang bangga dengan lembah kami
Kemuliaan dan kedamaian milik manusia bertakwa
Saat itu warga tersenyum, mengejek puisi Abdul Mukti. Hanya musik yang mengiringi yang menarik perhatian para petani.Mereka bertepuk tangan lama sekali Padahal dalam pandangtan mereka, Abdul Mukti orang yang disegani., yang membangun Rumah Sakit, yang mengerti segalanya, dan tak kalah selamanya.
Pagi itu Abdul Mukti tak menghiraukan semua itu.Ada satu hal yang menggunjang jiwanya. Pikiran melelahkan merambat ke dalam hatinya seperti mengalirnya air ketika turun ke tanah. Ya, Manal yang menggoda hatinya .Manal seorang suster baru. Gadis asing yang masuk kampung.Namanya beredar di setiap rumah.Setia hati merindukannya..Orang yang belum pernah melihatnya pasti penasaran. Seakan-akan ia seorang Ratu yang jadi buah bibir di tengah kampung yang memasuki zaman baru., hingga cahaya peradaban menyinari rumah-rumah penduduknya.
Do’a Untuk Suamiku (2/2)
Ya Rabbi, Aku berdoa untuk seorang pria, yang menjadi bagian dari hidupku.
Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.
Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat kekasih-Mu.
Pidato Kunjungan Habibie ke Garuda Indonesia
KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE
Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012
Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.
Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.
Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).
Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?
Do’a Untuk Suamiku (1 / 2)
Ya Allah….
Jadikanlah ia
Orang terakhir dalam hidupku
Ya Allah. ..
Tiadalah kupintakan sosok yang sempurna,
Kupintakan ia menerimaku apa adanya,
Menerima segala kekuranganku,
Yang menjadikan ia sempurna dengan cintaku,
Yang menjadikan aku sempurna dengan cintanya,
Yang menjadi sayap kehidupanku,
Ya Allah…jadikanlah ia…
Orang terakhir dalam hidupku,
Orang terakhir dalam hatiku,
Orang terakhir yang mengisi hari-hariku,
Jadikan pulalah ia…
Imam terakhir tuk aku dan anak-anak kami,
Panutan bagi kami keluarga kecilnya
Suami yang menjadi teman dan sahabat terbaikku,
Yang menguatkanku saat diri ini lemah,
Jadikanlah senyumku penawar kelelahannya,
Jadikanlah tawaku pelepas dahaganya,
Jadikanlah hidup kami sempurna dihadapanMu,
Yang bersamanya bergenggaman tangan berjalan bersama menyusuri tangga menujuMu,
Ya Allah…jagalah hati kami,
Memegang kesucian cinta, kasih sayang dan kesetiaan kami…
آمِيّنْ أميــــن يــارب العـالــمين
Posted with WordPress for BlackBerry.
Menyoal Kenaikan Anggaran DPR
Sangat tak pantas Dewan Perwakilan Rakyat menikmati kenaikan anggaran kegiatan hingga hampir dua kali lipat pada tahun ini. Anggaran yang besar bisa jadi hanya akan dihambur-hamburkan, lantaran kinerja mereka selama ini begitu buruk. Target Program Legislasi Nasional jauh dari tercapai, fungsi pengawasan tak berjalan optimal, dan sudah bukan rahasia lagi bahwa para politikus Senayan ini berlumur korupsi.
Anggaran kegiatan Dewan dan kesekretariatan jenderal itu naik dari Rp 1,75 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 2,9 triliun pada tahun ini. Sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang, mencapai Rp 1,64 triliun. Lalu belanja pegawai Rp 446 miliar. Sisanya untuk belanja modal, anggaran sekretariat jenderal, dan alat kelengkapan Dewan. Dana untuk alat kelengkapan Dewan, misalnya, naik 30 persen menjadi Rp 224 miliar.
Dewan semestinya tak menyalahgunakan wewenang budgeting untuk mempergemuk anggaran mereka sendiri. Apalagi politikus Senayan selama ini kurang produktif dan cenderung menghamburkan anggaran untuk jalan-jalan ke luar negeri. Sebagian di antara mereka juga terperosok dalam praktek permainan proyek.
Kemuliaan Ahlul Bait
Hatiku merana
Jiwaku gelisah
Kuenakkan tidur
namun anehnya aku tak bisa pejamkan mata
Siapakah kiranya yang dapat mengantarkan suratku buat Al-Husain
Walau banyak jiwa- jiwa yang membenci risalah itu
Sayyid Husain dipenggal tanpa berbuat salah
Seolah bajunya dicelup dengan pewarna merah
Pedang yang menghunus adalah bencana
Tombak yang membunuh adalah ratapan
Ringkik kuda adalah tangisan
Bumi bergoncang karena keluarga Muhammad
Hampir saja gunung meletus karenanya
Bintang surut dan mengkerut
Tirai terkoyak,
saku terobek
Nabi dari keluarga Hasyim yang diutus dishalawati
Tetapi para keturunannya diperangi!!!
Kontradiksi yang sungguh mengherankan
Sungguh jika mencintai keluarga nabi adalah dosa
Maka itulah dosa yang tak akan kutaubati
Ahlul bait adalah para penolongku di hari kiamat nanti
Hari ketika semua bencana terlihat nyata
(Imam Syafi’i)
Posted with WordPress for BlackBerry.
Yang Muda, Yang Luar Biasa (Korupsinya)
Oleh : Khozanah Hidayati (anggota Fraksi PKB DPRD Tuban)
Mengerikan! Berita akhir-akhir ini perihal rekening gendut puluhan PNS (Pegawai Negeri Sipil) muda sungguh mengerikan. Para aparat negara walau masih muda saja sudah berjaya dalam melahap harta negara puluhan dan bahkan ratusan milyar rupiah, apalagi kalau sudah tua nanti saat mereka ini memegang tongkat estafet kepemimpinan di jajaran birokrasi.
Cobalah tengok Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat yang juga mantan anggota Badan Anggaran DPR-RI, masih berusia muda sekitar 33 tahun namun sudah mampu menggarong uang negara ratusan milyar rupiah. Kisahnya ini mampu menggegerkan jagad perpolitikan negeri ini berbulan-bulan, karena kelihaiannya menyeret-nyeret dan membawa para petinggi partai penguasa negeri ini. Dan bahkan dia sempat berhasil melarikan diri keluar negeri dan mengumbar kebobrokan sistem birokrasi negeri ini dari luar negeri dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang memang sedang digandrungi para kawula muda negeri ini.
Disamping itu, beberapa bulan sebelumnya kita juga disuguhi “kehebatan” seorang anak muda yang baru berusia awal 30-an juga, yang cukup cerdik menggangsir uang negara dari sektor perpajakan, yakni Gayus Tambunan. Yang dengan lihainya berhasil mengumpulkan dan memupuk pundi-pundi kekayaanya sampai ratusan milyar rupiah.
Kisah Inspiratif : Pekerjaan Dengan Bayaran Tertinggi
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik pada November 15, 2011
by Dadang Kadarusman
“Gaji yang kita terima, belum tentu sesuai harapan. Sedangkan imbalan disisi TUHAn, pasti memuaskan..”
Slip gaji diklasifikasikan sebagai dokumen confidential. Anda tentu tidak ingin orang lain mengetahui angka-angka yang tertulis dalam kertas slip gaji Anda, bukan? Kepada suami atau istri, mungkin tidak keberatan untuk memperlihatkannya. Tetapi kepada orang lain? Tentu tidak. Anehnya, kadang kita tergoda oleh rasa ingin tahu terhadap angka-angka yang tertera dalam slip gaji orang lain.
Memang, Anda tidak bakal membuang-buang waktu untuk mengintipnya, apalagi secara paksa meminta orang lain memperlihatkannya. Tapi, jika ada kesempatan untuk melihatnya boleh jadi kosa kata yang kita gunakan berbunyi ‘kenapa tidak?’. Lantas seandainya Anda ‘berhasil’ mengetahui slip gaji orang lain, apakah hal itu akan berdampak positif bagi Anda ataukah malah sebaliknya?
Adasebuah kejadian menarik. Seorang manager secara tidak sengaja menemukan selembar kertas yang tergeletak dalam tray mesin foto copy kantornya. Untuk menggunakan mesin fotocopy itu dia harus memindahkan kertas ‘tak bertuan’ itu. Ketika meraihnya, dia menyadari jika kertas itu berisi data tentang gaji manager lain yang baru saja di hire dari perusahaan lain. Secara tidak sengaja pula, terlihatlah angkanya. Dibandingkan dengan gajinya sendiri, beda berkali-kali lipat. Sejak saat itu, dia tidak bisa melupakan bahwa ternyata gaji yang selama ini diterimanya berbeda jauh dari kolega barunya. Dibawah deraan ‘informasi’ yang mengejutkan itu, sang manager memiliki 2 pilihan; menghadap atasannya untuk meminta kenaikan gaji, atau memendam rasa kesal atas perbedaan gaji dengan orang baru yang belum tentu kerjanya bagus itu. Sang manager tidak mengambil kedua pilihan itu. Dia tetap mengingat kejomplangan itu, namun tidak membiarkannya berpengaruh buruk bagi perasaan dan perilakunya. Dia terus saja bekerja sebagaimana biasanya. Beberapa waktu kemudian, dia mendapatkan lebih banyak kepercayaan dan pendapatan hingga jauh melampaui angka orang lain yang pernah dilihatnya itu.
Kisah Inspiratif : Kasih Sayang Suami – Istri
Ditulis khozanah di Cerita lain-lain pada November 11, 2011
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
12 Kata “Jangan Menunggu” Yang Perlu Dihindari
Ditulis ahmadmustofa di Lain-lain pada November 8, 2011
1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
Hari Pahlawan dan Resolusi Jihad NU
Oleh : Khozanah Hidayati
Peristiwa yang kemudian kita peringati sebagai hari pahlawan, yakni tanggal 10 November 1945 atau tepatnya 66 tahun yang lalu, jarang orang mengetahui bahwa peristiwa pertempuran yang sangat dahsyat nan heroik tersebut sebenarnya dipicu atau diinsipirasi oleh suatu resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’arie, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, yang sekaligus sebagai Ketua Umum NU saat itu.
Mbah Hasyim atas pertanyaan Presiden Soekarno perihal hukum membela tanah air sehubungan dengan akan datangnya enam ribu tentara Inggris di bawah komando Brigadir Jenderal Mallaby, Panglima Brigade ke-49 (India) yang akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Dan bahkan penjajah Belanda dengan tentara NICA-nya (Netherlands Indies Civil Administration) yang sudah terusir pun ikut membonceng tentara Sekutu tersebut.
Hukum membela tanah air yang dipertanyakan Soekarno tersebut tentunya bukan membela Allah ataupun membela Islam. Sekali lagi, membela tanah air! Mbah Hasyim kemudian memerintahkan KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syamsuri, dan kiai lain untuk mengumpulkan kiai se-Jawa dan Madura. Para kiai dari Jawa dan Madura itu lantas rapat di Kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO), Jalan Bubutan VI/2, Surabaya, dipimpin Kiai Wahab Chasbullah pada 22 Oktober 1945. Pada 23 Oktober 1945, KH Hasyim Asya’rie atas nama Pengurus Besar NU mendeklarasikan seruan jihad fi sabilillah, yang kemudian dikenal dengan Resolusi Jihad. Baca entri selengkapnya »
BADAI CINTA DI MUSIM SEMI (Satu)
Ditulis khozanah di Cerita lain-lain pada November 4, 2011
Karya : Najib Kailani
Diterjemahkan Oleh : Setyono MP *
Kereta melintasi areal pertanian yang membentang antara Kampung Sanbat dan Syarsabah. Dalam kalbunya terpendam gumpalan amarah, kepedihan dan kesedihan. Bayangan kota Kairo yang indah dan anggun di mana ada secercah sinar kehidupan, teman-teman, penduduk, kenangan-kenangan indah dan bayangan kampung yang penuh kedamaian, keteduhan dan kerukunan menjejali pikirannya.
“ Kapan sampai ke Syarsabah?, “ tanya Manal cemas pada Pak Kusir
“ Sebentar lagi. Sekarang kita berada di Kampung Husain, setelah itu Kampung Sahmiyah, dan di sebelahnya terletak Kampung syarsabah. Sebuah kampung besar. Berpenduduk sekitar 15.000 jiwa.”
Ini saat pertama Manal pergi ke pedesaan. Sebelumnya ia tinggal di Kairo, di Kampung Sayyidah Zainab. Menempuh pendidikan MI dan SMP di sana. Lantas melanjutkan sekolah di Akademi Keperawatan. Setelah lulus ia bekerja di sebuah Rumah sakit.
Belajar Sukseklah dari Steve Jobs !
Ditulis ahmadmustofa di Opiniku pada November 2, 2011
Kematian Sang Maestro “Apple” Steve Jobs, sungguh mendunia dan marak dibicarakan di mana-mana. Baik media massa offline dan media online sangat gencar memberitakan sosok legendaris tersebut.
Kematian Steve Jobs yang menyedot perhatian dunia beberapa waktu lalu membuat penulis penasaran ingin tahu riwayat hidupnya. Banyak orang mengelu-elukannya dan menyebutnya sebagai seorang penemu, businessman, dan inspirator dunia modern. Produk-produk yg dihasilkan atas rancangan Steve Jobs adalah iPhone, iPod Touch, iPad, Macbook Air, dan lain sebagainya.
Setelah penulis telurusi biografi singkatnya dari beberapa media offline maupun media online, ternyata ada tiga faktor penentu kesuksesan Steve Jobs. Ketiga faktor penentu tersebut adalah : memanfaatkan perasaan terbuang, perasaan kehilangan, dan selalu ingat mati.
Faktor Pertama : Perasaan terbuang.
Steve Jobs lahir dari rahim mahasiswi muda yang hamil di luar nikah dengan seorang lelaki yg tidak tamat SMA. Kelahirannya tidak dikehendaki, sehingga Ibu kandungnya berniat akan memberikan sang anak kepada seorang pengacara dan istrinya. Singkat kata Steve Jobs kecil diadopsi hingga pada umur 17 tahun beliau dikuliahkan.
Tragedi Libya, Pelajaran Berharga Bagi Kita
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik pada November 2, 2011
Tragis! Sangat tragis! Akhir dari perjalanan hidup Khadafi yang sangat tragis! Terus diburu oleh rakyatnya sendiri, saat ketemu langsung ditembak, ditangkap, lalu dipukuli rame-rame, diinjak-injak, kemudian rambutnya ditarik, diseret-seret dengan menggunakan mobil, hingga menemui ajalnya. Anak-anaknya, dan para pengawal setianya pun mengalami nasib tragis yang nyaris serupa.
Wow..! Luar biasa…. kejam, dan –maaf- tidak beradab! Meskipun, kita tahu bahwa selama empat dekade Khadafi berkuasa sebagai diktator telah banyak melakukan tindakan kejam dan tidak berperikemanusiaan pada rakyatnya sendiri yang dianggap sebagai lawan politiknya. Singkatnya, nasib tragis kematian Khadafi dianggap sebagai karma yang sepadan atas perbuatannya sendiri.
Benarkah demikian? Entahlah, nalar dan nurani ini tetap saja tidak bisa membenarkan aksi-aksi biadab seperti itu. Amat mungkin, karena kita telah berada di suatu zaman modern, dimana cara-cara penyelesaian konflik tidak lagi berpatokan pada era zaman dahulu. Kekuasaan harus direbut melalui cara-cara kekerasan, pertumpahan darah dan bumi hangus atas mereka yang dianggap musuh.
Tentu saja, masyarakat Indonesia pernah mengalami masa-masa seperti itu. Ambillah contoh, pada masa-masa zaman Kerajaan dahulu, dimana perebutan tahta kerajaan harus melalui aksi peperangan hingga tetes darah penghabisan. Selanjutnya, pertengahan tahun 60-an, adalah proses peralihan kekuasaan dari Orla ke Orba yang cukup membawa korban di masa Indonesia modern, pada masa seperempat tahun Indonesia merdeka. Meski terbatas, jelang kejatuhan penguasa Orde Baru pun sempat diwarnai oleh jatuhnya korban di kalangan rakyat.
Menangis Haru di Depan Ka’bah
Ditulis ahmadmustofa di Ceritaku pada Oktober 25, 2011
Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata (bagian ke-2)
Oleh : Ahmad Mustofa (Jamaah Haji 2009)
Pada bagian pertama sudah diceritakan pengalamanku saat ziarah ke masjid Nabi dan sholat tahajud di taman syurga Roudhah yang penuh dengan linangan air mata haru. Pada kesempatan kedua ini akan diceritakan perihal pengalamanku saat pertama kali melihat ka’bah dan melakukan thawaf mengelilinginya, yakni saat musim haji tahun 2009.
Pada tahun 2009 tersebut kebetulan aku tergabung dalam kloter ke-6 embarkasi Juanda Surabaya. Setelah tinggal sembilan hari di kota Madinah untuk mengikuti ibadah sholat arba’in, maka rombonganku melanjutkan perjalanan menuju kota Makkah Al Mukaromah.
Sebelum berangkat menuju kota Makkah kami beserta rombongan sudah mengenakan pakaian ihrom dan kami mengambil miqot di Masjid Bir Ali. Sepanjang perjalanan bibirku tiada henti melantunkan kalimat talbiyah secara bersamaan dengan rombangan dalam bus. Hawa panas dari gurun pasir di siang hari yang tidak mampu diusir dengan sempurna oleh AC dari bus tidak begitu kami hiraukan.
Haji, Sebuah Perjalanan Penuh Air Mata
Ditulis ahmadmustofa di Ceritaku pada Oktober 23, 2011
Terlalu sering aku berpergian ke luar kota untuk menginap beberapa hari, karena kebetulan pekerjaan saya adalah di luar pulau dengan sistem kerja bergilir 2 minggu kerja dan 2 minggu libur, namun untuk kepergianku kali ini terasa lain. Aku dan istri akan pergi ke Tanah Suci untuk menyempurnakan keislamanku. Semalam sebelum berangkat hatiku terasa lain gundah gulana, ada rasa khawatir, ada rasa senang bercampur menjadi satu. Demikian juga hati istriku, hal ini kubaca dari cara tidur istriku yang kelihatannya tidak bisa tidur nyenyak. Hatiku gundah memikirkan keempat anakku yang akan kutinggal pergi selama 42 hari, ada rasa khawatir kalau-kalau aku tidak kembali lagi karena sesuatu hal dan ada rasa senang karena akan bisa berziarah di rumah Allah yang setiap saat ada di hatiku dan juga akan berziarah ke makam Rosulullah, orang yang menjadi idola dan panutanku semenjak aku kecil.
Satu lagi, Menyoal Ketidakadilan DBH Migas
Oleh : Khozanah Hidayati & Ahmad Mustofa
Ekspolitasi minyak Lapangan Sukowati di kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ) sudah mengahasilkan minyak sampai 40 ribu barel perhari (bph), ini berarti Bojonegoro sudah menikmati Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari lapangan ini yang cukup lumayan.
Sementara kabupaten Tuban hanya mendapatkan DBH dari lapangan ini sebesar seper tiga puluh delapan-nya dari bagian Bojonegoro, sama dengan yang di dapat kabupaten Banyuwangi yang terletak jauh dari lapangan Sukowati dan yang tidak akan terkena dampak sama sekali terhadap operasi JOB PPEJ di lapangan Sukowati ini. Padahal minyak mentah dari sumur-sumur lapangan tersebut yang banyak mengandung gas beracun mematikan H2S dengan kadar cukup tinggi di atas 20.000 ppm yang di dialirkan melalui pipa yang melewati beberapa desa di kabupaten Tuban untuk diproses untuk menjadi minyak mentah siap ekspor yang dilakukan di lapangan Mudi yang berada di kabupaten Tuban. Dan minyak mentah tersebut dieksporpun dari FSO (Floating Storage Off-loading) yang berada di lepas pantai Tuban. Sungguh suatu ironi bukan?
Blok Cepu dan Lokomotif Ekonomi daerah
Oleh : Khozanah Hidayati dan Ahmad Mustofa
Tiga tahun kedepan Bumi Bojonegoro dengan Blok Cepunya akan menghasilkan minyak sampai 165 ribu barel perhari (bph). Ini sama artinya setiap hari dari Bumi Bojonegoro akan menghasilkan minyak senilai Rp 132 milyar perhari dengan asumsi harga minyak US $100/barel dan nilai tukar rupiah terhadap US dolar adalah Rp 8000.
Rp 132 milyar rupiah perhari atau Rp 47,5 trilyun pertahun sungguh suatu jumlah omset yang luar biasa besarnya untuk suatu daerah kabupaten seperti Bojonegoro. Belum lagi hasil minyak dari Lapangan Sukowati yang dikelola oleh JOB PPEJ (JOB Pertamina Petrochina East Java) yang sekarang produksinya mencapai sekitar 40 ribu bph.
Namun apakah limpahan dana minyak tersebut akan bisa dinikmati masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya secara maksimal. Apakah keberadaan dana trilyunan rupiah tersebut akan bisa mempunyai efek ekonomi yang yang signifikan bagi Bojonegoro dan derah sekitarnya? Apakah mereka tidak hanya akan jadi penonton saja? Mengingat dari skema Dana Bagi Hasil (DBH) Migas berdasarkan PP no. 55 Tahun 2004 bahwa Kabupaten Bojonegoro hanya akan menerima sebesar 6,2% dari bagi hasil migas yang diterima pemerintah. Bagi hasil yang diterima pemerintah sendiri adalah sebesar 85% dari hasil produksi setelah dikurangi dengan semua biaya yang dikeluarkan oleh pihak operator baik itu biaya pengembangan (capital expenditure) maupun biaya operasi (operational expenditure) serta semua biaya pajak yang timbul.
Belajarlah dari Jokowi
Oleh : Khozanah Hidayati
Jokowi adalah nama panggilan untuk Joko Widodo, Wali Kota Surakarta yang saat ini menjabat untuk periode kedua. Namanya mendunia, diperbincangkan dan menginspirasi banyak orang karena prestasi-prestasi yang diraih Kota Surakarta semenjak kepemimpinanya.
Beliau berhasil membina pedagang kaki lima (PKL) dan pedagang pasar tradisional. Dan juga berhasil menjadikan kota Solo sebagai anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia atau World Heritage Cities Conference (WHCC). Serta mampu menjadikan Kota Solo sebagai kota paling bersih dari korupsi nomor 3 di Indonesia, dibawah Kota Denpasar dan Tegal versi Transparency International Indonesia.
Disamping itu, sistem pelayanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik lainnya mampu diperbaikinya sehingga Kota Surakarta mampu melayani warganya dengan tingkat kepuasaan yang patut diacungi jempol.
Sederet prestasi tersebut tentunya patut dijadikan referensi dan pembanding untuk perbaikan dalam membangun Kabupaten Tuban ke depan. Mengingat kondisi Kabupaten Tuban sekarang ini dari hampir semua aspek masih jauh dari memuaskan dan bahkan beberapa item masih di bawah rerata Jawa Timur maupun nasional.
DPRD Tuban Deadline Bupati Selesaikan Kejanggalan APBD 2001-2010
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Juli 13, 2011
DPRD Tuban memberikan waktu 60 hari kepada Bupati Fathul Huda untuk menyelesaikan sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama kepemimpinan Bupati Haeny.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap APBD 2010 serta data kerugian sebelumnya menyebutkan, adanya perbedaan pajak penerangan jalan (PPJ) antara Pemkab Tuban dan PLN. Selain itu adanya penerimaan sumbangan pihak ketiga RSUD Koesma sebesar Rp 612.932.588 dan pengelolaan dana Jamkesmas sebesar Rp. 500.000.000 tidak sesuai ketentuan.
Disisi lain, Empat pekerjaan jalan dan gedung tidak sesuai dengan spesifikasi sebesar Rp. 100.217.398,67,- Kemahalan harga pengadaan peralatan dan mesin pada Sekretariat DPRD sebesar Rp. 75.442.000,- Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan fisik dan tiga SKPD belum dikenakan denda senilai Rp. 269.812.800.
Sempat Diboikot, 11 Perda Kab. Tuban Akhirnya Disahkan
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Juli 7, 2011
TUBAN – Aksi boikot anggota DPRD Kabupaten Tuban membuat rapat Paripurna pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) diskors selama 1 jam. Dari 50 anggota dewan, hanya 28 orang mengikuti jalanya rapat. Sedangkan, anggota lainya memilih berada diluar rung rapat dan berada di lantai bawah.
Informasi yang diperoleh, aksi boikot rapat paripurna tersebut terjadi Selasa (5/7/2011), saat rapat dengan agenda kesimpulan badan dan legislasi, pandangan akhir fraksi serta penetapan dan persetujuan 11 Raperda. Tanpa alasan jelas, wakil rakyat dari empat fraksi, PDI Perjuangan, PKNU, PKS dan Golkar memilih tidak mengikuti jalanya sidang paripurna yang dihadiri Bupati Tuban, H.Fathul Huda dan Wakil Bupati H. Noor Nahar Hussein serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Quo VAdis PKL Tuban?
Maraknya PKL yang menggelar dagangannya di alon-alon kota Tuban belakangan ini banyak menuai kontroversi di tengah masyarakat Tuban. Di satu sisi para PKL melakukan itu semua demi mendapatkan dagangannya laku, karena lokasi alon-alon merupakan tempat yang sangat strategis dan tempat pusat keramaian kota Tuban utamanya Malam Minggu. Namun di sisi lain (menurut sebagian masyarakat juga sebagian fraksi-fraksi di DPRD Tuban) hal ini akan mengganggu ketertiban dan kebersihan kota tercinta, serta tidak mengindahkan adanya Peraturan Daerah No. 14 tahun 2002.
Keberanian PKL sendiri menggelar dagangannya di alon-alon didasaran pada kontrak politik mereka dengan pasangan HUDANOOR yang memenangkan pemilukada 2011 lalu. Pada kontrak politik tersebut para PKL akan diberikan ijin untuk berdagang di seputaran alon-alon. Sehingga semenjak pasangan HUDANOOR memenangkan pemilukada Maret 2011 lalu hingga hari ini para PKL selalu memadati alon-alon utamanya saat malam Minggu. Dan rupanya alon-alon Tuban selalu membawa keberkahan tersendiri dengan laris manisnya dagangan mereka.
Urgensi Standarisasi Kelayakan Perahu Tambang Bengawan Solo
Ditulis ahmadmustofa di Opiniku pada Juli 6, 2011
Kecelakaan perahu tambang di Bengawan Solo yang merenggut nyawa, kembali terjadi. Belum kering tanah makam para korban kecelakaan perahu tambang di Bojonegoro awal Mei 2011 lalu yang merenggut nyawa delapan penumpangnya dan satu orang masih dinyatakan hilang hingga sekarang. Kini (27 Juni 2011) terjadi kecelakaan serupa di Kanor Bojonegoro – Kanorejo Rengel Tuban dengan korban jiwa sepuluh orang meninggal. Apakah kecelakaan demi kecelakaan perahu seperti tersebut akan dibiarkan terus terjadi? Atau apakah kita tidak berusaha meminimalkan terjadinya kecelakan perahu tambang semacam itu? Atau apakah kita tidak mampu mengambil hikmah di balik musibah tersebut?
Perahu tambang adalah merupakan sarana transportasi yang sangat dibutuhkan oleh para penduduk yang bermukim di sepanjang aliran Bengawan Solo, yang digunakan untuk menyeberangan penduduk (dan biasanya juga termasuk sepeda motor dan sepeda angin plus barang daganganya) menuju seberang Bengawan Solo. Hal ini dilakukan karena minimnya sarana jembatan yang bisa dilewati atau karena bertujuan memperpendek jarak tempuh.
Bupati Baru, Paradigma Baru
Menyongsong Pelantikan Bupati Tuban 2011 – 2016
Oleh : Khozanah Hidayati
Anggota FPKB DPRD Tuban
Sebentar lagi warga Kabupaten Tuban akan mempunyai Bupati dan Wakil Bupati baru, yakni H. Fathul Huda dan Noor Nahar Husein menggantikan Heany Relawatie dan Lilik Suhardjono untuk periode 2011 – 2016.
Seperti diketahui bersama bahwa calon bupati/wakil bupati baru tersebut mempunyai moto yang sangat bagus yakni Maju untuk Melayani Rakyat. Suatu moto yang sangat kontras dengan kondisi kabupaten Tuban selama ini. Yakni kondisi pelayanan publik yang sangat tertinggal dari kabupaten tetangga dan kabupaten lain di Jawa Timur.
Untuk menggapai kesuksesan yang ditawarkan oleh bupati baru tersebut, tentunya semua stake holder Kabupaten Tuban perlu berbenah dan memperbaiki diri dan bahkan perlu merubah paradigmanya sehingga mindset dan budaya kerja yang baru nanti bisa menunjang keberhasialan pelaksanaan visi dan misi serta program kerja yang diusung sang bupati baru. Karena tanpa adanya perubahan paradigma kiranya akan sulit visi dan misi sang bupati baru bisa tercapai.
Ini Air Untuk Insinyur
Ditulis khozanah di Artikel Menarik pada Juni 9, 2011
Kisah Nyata. “Air ini hanya khusus untuk insinyur” Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kerin. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas. Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.
Identitas Lokal
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik pada Juni 7, 2011
Siapa yang menentukan bahwa sesuatu berskala lokal atau global itu? Ini kategorisasi objektif, apa adanya, tanpa muatan kepentingan politik, bisnis dan lain-lain?
Tunggu.Dalam perkara ini,saya tak terlalu percaya pada apa yang disebut ‘motif baik’. Larangan etis agar kita tak berprasangka buruk pada pihak lain, bagi saya juga tidak relevan. Kita justru harus berprasangka buruk di tengah permainan dunia yang juga buruk ini. ‘Sangka baik’,‘khusnudhon’, malah menjadi naif sekali.Kategori ‘lokal’ dan ‘global’ itu jelas lebih merupakan sebuah tipu daya licik.
Said Agil: Kanal Politik NU Adalah PKB
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB pada Juni 6, 2011
Pasuruan : Selain dihadiri oleh Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjennya Imam Nahrawi, pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan periode 2010-2015 di Ponpes Is’adul Ummah di Desa Susukan, Kecamatan Pohjentrek Sabtu (4/2011), juga dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj.
Dalam pidatonya, KH Said Agil Siradj dihadapan para kader PKB dan warga Nahdliyin menegaskan, jika kanal politik Nahdlatul Ulama (NU) adalah PKB. Sebab menurutnya, PKB adalah merupakan satu-satunya partai yang terlahir dari rahim NU, tidak seperti partai berazaskan Islam lainnya.
“Lupakanlah masa lalu yang kelam dan jadikan pelajaran untuk masa depan. NU dan PKB harus bersatu, karena PKB adalah milik warga Nahdliyin” jelas KH Said Agil Siradj, Ketua Ketua Umum PBNU dalam pidatonya saat menghadiri pelantikan pengurus DPC PKB Kabupaten Pasuruan yang baru.
Said pun menuturkan, jika bukan warga Nahdliyin, lantas siapa yang kemudian akan menjadi pendukung setia partai yang didirikan oleh para ulama tersebut. Tak hanya itu, karena PKB adalah merupakan alat perjuangan warga Nahdliyin untuk memperjuangkan ajaran ahlus sunnah wal jamaah di negeri ini.
Selain berbicara soal politik, Said juga sempat menyinggung mengenai berbagai aliran sesat di Indonesia yang kini terus memojokkan NU. “Dengan PKB, warga Nahdliyin akan terus mengawal ajaran yang sesuai dengan ahlussunnah wal jamaah. Karena PKB adalah kanal politik NU” ujar kepada ribuan warga Nahdliyin. (Dikutip dari beritajatim.com, 6 Juni 2011).
DPRD Tuban Mulai Bahas RAPBD 2011
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Mei 15, 2011
Setelah hampir 7 bulan tak ada tindak lanjut dan pembahasan, akhirnya DPRD Kabupaten Tuban mulai ‘menyentuh’ RAPBD 2011 yang sempat ngendon. Bahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini juga melibatkan komisi-komisi dalam pembahasannya.
“Sebelumnya, RAPBD hanya dibahas Panitia Anggaran dan Badan Anggaran,” terang Drs. Sa’dun Naim dan Teguh Prabowo, dua Wakil Ketua DPRD Tuban saat dikonfirmasi jurnalberita.com (12/5).
DPRD Tuban Tolak Anggaran PBT Rp 5,2 M
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Mei 15, 2011
DPRD Tuban menolak anggaran sebesar Rp 5,2 miliar yang diperuntukkan pembelian kios di Pasar Baru Tuban (PBT) di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban. Sebab, pembelian kios itu bakal merugikan Pemkab Tuban dan menyalahi aturan. “Wacana kawan-kawan, anggaran untuk PBT sebesar Rp 5,2 Milliar itu harus dihilangkan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo.
Ditambahkan, keinginan Pemkab Tuban untuk membeli 176 kios yang ada di PBT itu sudah sejak 2010 lalu. Namun, dengan berbagai alasan teknis akhirnya anggaran sebesar itu tidak dicairkan. “Tapi, pada RAPBD 2011 ini anggaran itu muncul lagi. Ini yang membingungkan, sebetulnya ada apa eksekutif soal PBT itu kok begitu ngotot mengusulkan anggaran sebesar itu,” ungkap politisi yang biasa disapa Cong Ping itu.
Kartini dan Perjuangan Anti Korupsi
Oleh : Khozanah Hidayati (anggota FPKB DPRD Tuban)
Kondisi kekinian Indonesia sungguh sangat menyedihkan, dimana kasus korupsi sudah mendarah daging bahkan sudah menjadi budaya dan telah merongrong semua sendi kehidupan. Dan di tengah hiruk pikuk kasus-kasus korupsi yang menyengsarakan hampir semua lapisan masyarakat ini, sungguh ironis jika perempuan Indonesia yang notabene mengemban amanah perjuangan Kartini justru seakan menjadi bunga di tengah-tengahnya.
Tengoklah kaus Nunun Nurbaiti yang dituduh sebagai otak pemberi cek pelawat kepada sejumlah anggota DPR pada kasus Mirandagate, karena dia kabarnya sakit sehingga KPK tidak mampu mendatangkanya walau para penerima cek pelawatnya telah dan sedang diadili. Juga ulah Artalita Suryani alias Ayin, sang narapidana penyuap jaksa Urip Tri Gunawan yang menyulap kamar tahananya di Rutan Perempuan Pondok Bambu Jakarta Timur menjadi kamar mewah bak kamar hotel bintang lima. Dan bulan lalu kita dibuat terheran-heran dengan ulah si pembobol City bank, yakni Inong Melinda Dee yang berhasil menggangsir puluhan milyar rupiah dari para nasabah kakapnya.
PKB Lebih Baik Islah
Ditulis khozanah di Berita NU / PKB pada April 18, 2011
Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) islah. Tujuannya agar suara Nahdlatul Ulama (NU) mengarah pada satu partai. Sebab, posisi tawar PKB akan semakin berkurang jika PKB Yenny muncul dan PKB Muhaimin gagal.
“Sebaiknya partai dengan konstituen massa NU, seperti PKB, PKNU dan PPNUI bersatu. Karena, kasihan konstituen NU yang suaranya akan terpecah,” ungkap Burhanuddin kepada SP, selasa (12/4).
Menurutnya, tidak ada yang diuntungkan jika akhirnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pecah menjadi dua, yaitu PKB Muhaimin Iskandar dan PKB Yenny Wahid.
“Baik PKB Muhaimin maupun PKB Yenny akan bertarung di kavling yang sama, yaitu massa Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sehingga, tidak ada yang menang atau saling merugikan,” kata Burhanuddin kepada SP, Selasa (12/4).
Karjo Dipecat Sebagai Ketua DPC PDIP Tuban
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada April 16, 2011
Karir politik Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Tuban, Karjo, berakhir sudah. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang banteng mulut putih itu , Megawati Soekarno Putri, secara resmi telah membebas tugaskannya dari jabatan Ketua Umum DPC PDIP Kabupaten Tuban.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 074/KPTS/DPP/IV/2011, Karjo sudah tidak diperkenankan menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tuban, sejak 7 April 2011 lalu. Namun DPC baru menerima SK tersebut dari Dewan Pimpinan Derah (DPD) Jatim, beberapa hari lalu. ” Kami baru dengar kalau Karjo sudah dibebas tugaskan, tapi surat resminya baru kami terima beberapa hari lalu” kata Abu Khalifah, sekretaris DPC PDIP Tuban, Jum’at (15/4).
LKPJ Bupati Haeny Diseriusi oleh DPRD
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada April 8, 2011
Tuban; Meski rekomendasi DPRD terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Bupati Tuban Haeny Relawati periode 2006-2011 tidak ada pengaruhnya, namun, kalangan wakil rakyat tetap serius menggali data terkait kepemimpina Bupati Haeny selama lima tahun tersebut.”Komisi-komisi tengah melakukan rapat kerja dengan instansi terkait membahas masalah LKPJ bupati,” terang Wakil Ketua DPRD Tuban Teguh Prabowo alias Go Cong Ping.
Dikatakan, pembahasan LKPJ akhir masa jabatan bupati ini harus tuntas sebelum pertengahan bulan ini, karena rekomendasi DPRD itu menjadi bagian penting dari usulan pemberhentian Bupati Haeny. Dan usulan pemberhentian itu juga menjadi bagian tak terpisahkan dari usulun pelantikan dan pengangkatan cabup-cawabup terpilih hasil Pemilukada 1 Maret lalu. “Saya yakin sebelum peretengahan bulan ini sudah tuntas,” tandas Ping.
Perempuan Bukan Hanya Peran Domestik
Ditulis khozanah di Artikel Menarik, Kesetaraan Gender pada Maret 15, 2011
Oleh :
Ari Kristianawati
Guru SMAN 1, Sragen, Jawa Tengah.
Hak partisipasi perempuan dalam politik Indonesia, telah diatur undang-undang. Dan terbukti, memperoleh perhatian masyarakat pemilih. Hal itu disebabkan pemilih perempuan sedikit lebih banyak dibanding laki-laki. Apalagi perempuan jarang sekali menelantarkan hak pilihnya. Sedikit sekali yang golput. Partai-partai besar yang lolos electoral threshold (ET) pada pemilu 2009 lalu, terbukti mengakomodasi perempuan menjadi calon legislatif.
PKB Targetkan 100 Kursi di DPR Pada Pemilu 2014
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB pada Maret 13, 2011
Jelang Mukernas PKB
Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menargetkan perolehan 100 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat pada pemilihan legislatif 2014 mendatang. Untuk mencapai target itu, menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat PKB, Hilmi Faisal, partainya butuh dukungan dari para kiai. Sebab itu, penggerak partai ini sekarang gencar melakukan rekruitmen kiai di kampung-kampung.
“Kami akan membentuk majelis kiai kampung untuk memperluas jaringan partai,” kata dia dalam jumpa pers persiapan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) dan Forum Kerjasama Program (Foksam), di Jakarta, Ahad (13/3).
Mukernas akan digelar pada 15 hingga 16 Maret 2011 nanti. Target perolehan kursi di parlemen merupakan salah satu topik yang akan dibahas. Dalam musyawarah, sebanyak 1.202 peserta diperkirakan hadir, terdiri dari seluruh pengurus, anggota dewan, dan para kepala daerah dari PKB, mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pengurus pusat. Selain itu, sejumlah kiai pendukung akan hadir. Dijadwalkan, Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang akan membuka mukernas.
Pelantikan HUDANOOR Dipertimbangkan di Alun-alun Tuban
Ditulis ahmadmustofa di Berita Tuban pada Maret 11, 2011
Tuban – Wacana pelantikan bupati Tuban di Aloon-aloon Tuban mendapat sambutan yang hangat dari berbagai pihak. Mengingat statement pemenang Pemilukada, HUDANOOR, kali ini adalah kemenangan rakyat, sehingga pelantikan dipastikan akan disaksikan oleh gelombang massa pendukungnya.
Hal ini dikaitkan dengan dukungan kemenangan yang 55,7% serta pasca kemenangan gelombang ucapan selamat dari berbagai komunitas yang berasal dari seluruh penjuru mendatangi rumah kediaman sekaligus Posko HUDANOOR di Jalan Latsari 2 kecamatan kota. Masyarakat tentu akan berduyun-duyun ingin melihat tokohnya dilantik.
Ketua KPUK Tuban Soemito Karmani, yang ditanya prosesi pelantikan siapa yang punya gawe, menunjuk DPRD Tuban. KPUK Tuban hanya mengantarkan kandidat menjadi kepala daerah, selebihnya diserahkan ke dewan karena yang mengesahkan/saksi Pemilukada adalah wakil rakyat.
Pesan Jama’ah Facebookiyah Untuk HUDANOOR
Ditulis ahmadmustofa di Artikel Menarik pada Maret 11, 2011
Oleh : Darsono
Kalau kita mau mengengok di fb “Hudanoor Huda Noornahar” ada banyak pesan yang ditulis didindingnya, mereka anak-anak muda yang tanpa malu-malu berani mengurai unek-uneknya, yang berisi harapan, impian, keinginan dan cita-cita agar esok hari tuban menjadi lebih baik. Mereka ini generasi baru yang memiliki wadah untuk mengekspresikan apa yang mereka tatap dan alami setiap hari.
Generasi facebooker’s ini tentu berbeda dengan generasi sebelumnya yang tidak mampu menikmati kenikmatan berselancar di dunia maya, menjelajah informasi yang sudah tanpa batas, mendengar kabar dari negeri seberang dalam sekejab, membandingkan apa yang terjadi diluar dengan kenyataan yang terjadi disekelilingnya. Mereka ini generasi-generasi baru yang lahir dari kemudahan mengaskses teknologi informasi.
Bila kita baca satu-persatu pesan yang ditulis, ada banyak harapan dan impian sekaligus keresahan, semuanya merefleksikan kondisi yang tengah meraka alami dan rasakan. Saya berharap Pak kaji Huda mendengar harapan dan impian generasi facebooker’s ini.
Inilah Tiga Kunci Kemenangan HUDANOOR
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Maret 8, 2011
Tuban – Hasil Pemilukada Tuban sudah diumumkan KPUK Tuban 7 Maret lalu dan hasilnya cukup mengejutkan karena kemenangan telak pasangan calon HUDANOOR membuyarkan perhitungan pasangan calon lainnya maupun para lembaga survai dan konsultan komunikasi.
“Kondisi di Tuban ini menarik untuk studi ilmiah maupun studi partai karena membuat perencanaan lima pasangan calon lainnya jadi berantakan,” kata Tjuk Suwarsono, direktur Media Promotion & Communication Consultant (MEdPro) Surabaya yang mengamati Pemilukada Tuban.
Kemenangan telak sampai 55% lebih dari kubu HUDANOOR memang di luar dugaan semua pihak bahkan beberapa lembaga survai maupun konsultan komunikasi seperti terpana dengan hasil tadi. “Kami sendiri sejak awal memang memprediksi HUDANOOR menang tetapi tidak setelak ini,” lanjut Tjuk yang menjadi konsultan komunikasi dalam Pilgub Pakde Karwo setahun yang lalu.
HUDANOOR Resmi Menang Telak
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Maret 7, 2011
PEMILUKADA TUBAN 2011.
Tuban – Meski pada awalnya banyak pengamat memprediksi Incumbent bakal bersaing ketat dengan HUDANOOR, tetapi hasil rekapitulasi KPUK Tuban menjawab lain prediksi tersebut. Dalam Pemilukada 2011 yang digelar pada 1 Maret lalu, pasangan nomor urut 2 itu tertinggal jauh dibandingkan pasangan calon yang diusung oleh PKB bersama PPP, Gerindra dan PBB tersebut.
Yang menarik, dari hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada oleh KPUK Tuban ini, Golput masih “memperoleh rangking” dua dalam hal “perolehan suara”, yakni 215,963 atau selisih 8892 suara lebih tinggi dari perolehan Incumbent.
Secara keseluruhan, hasil rekapitulasi itu menempatkan pasangan nomor 4 HUDANOOR pada peringkat pertama dengan perolehan suara sah sebanyak 374.147 suara atau 55,18 persen. Urutan kedua diperoleh pasangan nomor 2 Kristiawan-Haeny dengan perolehan 207.894 suara atau 30,66 persen.
Kemenangan HUDANOOR, Kemenangan Rakyat TUBAN
Ditulis ahmadmustofa di Berita NU / PKB, Berita Tuban pada Maret 2, 2011
Oleh : Ahmad Mustofa
Sudah bisa dipastikan bahwa Pemilukada Tuban 2011 yang digelar kemarin (01 Maret 2011) dimenangkan oleh Pasangan HUDANOOR dengan skor yang sangat meyakinkan melebihi 55%, dibandingkan dengan rival terberatnya yakni Pasangan petahana (incumbent) TANI yang mendapatkan dukungan suara tidak lebih dari 30%. Sementara dukungan buat empat pasangan lain total hanya berkisar 15%.
Walau ini belum secara resmi diumumkan oleh Penyelenggara Pemilukada yakni KPUK Tuban, namun secara data bisa diyakinkan bisa dipastikan HUDANOOR akan duduk sebagai Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban periode 2011 – 2016 menggantikan Heany Relawatie – Lilik S. Baca entri selengkapnya »
Hasil Akhir Perhitungan Suara Pemilukada Tuban 2011
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Maret 1, 2011
Tuban – Hasil akhir tidak resmi yang dilakukan oleh Pemkab Tuban maupun Team Pemenangan HUDANOOR terhadap hasil Pemilukada Tuban 2011 adalah seperti berikut ini.
- Hasil Akhri Riil Count yang dilakukan oleh Pemkab Tuban :
1. Moh. Hamim Amir – Ashadi (MUATOH) : o,99 %
2. Kristiawan-Haeny Relawati (TANI) : 30,64 %
3. HM Anwar-Tulus Setyo Utomo(MULYO) : 5,85 %
4. H. Fathul Huda – Noor Nahar Husein (HUDANOOR) : 55,18 %
5. Setiadjit – Bambang Suhariyanto (SEHAT) :6,56 %
6. Bambang Lukmantono – Edy Thoyibi (BANGKIT) :0,77 %
Adapun Hasil Akhir Rekapitulasi yang dilakukan oleh Tim Sukses HUDANOOR adalah sebagai berikut.
1. Moh. Hamim Amir – Ashadi (MUATOH) : 6.609 (1,0%)
2. Kristiawan-Haeny Relawati (TANI) : 202.716 (30.5%)
3. HM Anwar-Tulus Setyo Utomo (MULYO) : 39.536 (6,0%)
4. H. Fathul Huda – Noor Nahar Husein (HUDANOOR) : 366.560 (55,2%)
5. Setiadjit – Bambang Suhariyanto (SEHAT) : 43.122 (6,5%)
6. Bambang Lukmantono – Edy Thoyibi (BANGKIT) : 5.586 (0.8%)
Lima Menit Untuk Lima Tahun
Ditulis ahmadmustofa di Opiniku pada Februari 24, 2011
Oleh : Ahmad Mustofa (Pemerhati masalah sosial dan politik, tinggal di Tuban)
Tebar pesona dan politik pencitraan para kandidat pasangan cabup – cawabup telah dilakukan di tengah-tengah masyarakat. Demikian juga sosialisasi dan kampanye para kandidat telah dijalankan. Baik itu dalam bentuk road show, rapat tertutup,rapat terbuka terbatas maupun rapat akbar. Janji-janji berupa program – program unggulan, penyampaian serta sosialisasi visi dan misi para kandidat juga sudah digelar dan dikumandangkan. Sebentar lagi tepatnya 1 Maret 2011 kita warga Tuban mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin yang akan mengepalai daerah ini lima tahun ke depan. Partisipasi setiap warga negara sangat sekali diharapkan dalam ajang demokrasi pemilukada tahun ini.
Bendera kampanye telah dikibarkan, genderang perang ditabuhkan, baliho / spanduk / banner dibentangkan di jalan-jalan dan janji-janji / slogan ditebarkan, dan berbagai pendekatan serta tebar pesona pun telah dilakukan oleh para kandidat cabup – cawabup dan tim suksesnya.
Golkar Jatim Gembosi Heany
Ditulis khozanah di Berita Tuban pada Februari 24, 2011
SURABAYA – Laju Haeny Relawati dalam pemilihan bupati Tuban 2011 mendapat gangguan dari internal. Perempuan yang dalam pilkada kali ini mencalonkan sebagai wakil bupati berpasangan dengan calon bupati Kristiawan digembosi Partai Golkar.
Padahal, Haeny yang juga menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Tuban ini resmi mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar. Namun mendadak, pada hari-hari terakhir jelang hari pemilihan yang jatuh pada 1 Maret, para pendukungannya dihabisi.
Salah satu indikasinya terlihat pada sikap Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono yang kemarin (22/2) tampak selalu bersama-sama dengan Fatchul Huda calon bupati Tuban yang diusung PKB. Huda saat ini adalah salah satu calon kuat yang bisa menyaingi pasangan Kristiawan-Haeny selain pasangan Setiadjit-Bambang dari Partai Demokrat-PAN.
Huda sendiri mengaku mendapat dukungan dari Martono langsung. “Beberapa kader Partai Golkar terutama di Tuban merapat ke saya, termasuk Ketua DPD Jatim Pak Martono,” kata Huda saat ditemui disela peringatan Harlah NU ke 88 di Hotel Bumi Surabaya, kemarin (22/2).
Baca entri selengkapnya »
Hasyim Muzadi Ingin Saksikan PKB dan NU Berjaya
|
Indonesia Bersatu Karena NU
Jakarta - Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan Indonesia bisa bersatu karena peran besar Nadhlatul Ulama. Bahkan, katanya, para kyai-kyai seperti KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), KH Bisri Syamsuri (Mbah Bisri) hingga KH Abdurrahman Wahid memiliki peran yang besar dalam kemajuan Indonesia.
Namun, kata Muhaimin, yang menjadi pertanyaan apakah sudah sepadan penghargaan yang diberikan negara atas jasa-jasa mereka. Dan, apakah sudah sepadan penghargaan masyarakat bangsa ini kepada kiprah fundamental para tokoh itu.
“NU, Gus Dur, PKB selalu dibutuhkan menjadi pilar nomor satu bangsa dalam hal pluralisme. Dia berjuang, dia diharapkan tapi tidak dihargai, dipecah belah, dihancurkan. Dia itu adalah kita PKB, warga NU,” kata Muhaimin membuka rapat kerja Fraksi PKB di DPR bertema Pemenangan Pemilu 2014, Rabu, di Gedung Parlemen, di Jakarta (23/1/2013).
Muhaimin menyesalkan, perjuangan Gus Dur tidak pernah dihargai. Tegasnya, malah diabaikan. Ia mengatakan, mana ada orang yang dibela Gus Dur kemudian membela PKB. Bahkan, sambung dia, kelompok minoritas yang dibela Gus Dur pun tidak ada memilih PKB. “Dia dibutuhkan, dia berjuang sendiri dan dia dicampakkan,” imbuh Muhaimin.
Karenanya, Muhaimin mengajak dalam spirit perjuangan yang nyata agar meneruskan dan menelusuri jejak perjuangan para tokoh-tokoh itu. “Itu harus terus tertanam dengan nyata. Disitulah letak kekuatan kita dan yang membedakan spirit kita dengan yang lain. Inilah menyatukan pemaknaan,” imbuh Muhaimin.
Ia mengatakan, prospek PKB sangat baik ke depan. Katanya, di tengah berbagai perjuangan, konsolidasi terus berlangsung. Semua kekuatan menyatu. Sinergi antara PBNU, tokoh-tokoh politik terus berjalan. Bahkan, Muhaimin menyatakan, di antara 10 partai yang menjadi peserta pemilu 2014, hanya PKB yang meneruskan sejarah perjalanan kyai seperti Mbah Wahab dan Mbah Bisri secara langsung. “Di antara 10 partai itu ya PKB,” tegasnya.












